Aku Menantimu: Cinta

Aku Menantimu: Cinta
A,M,C#32


__ADS_3

Aisah tidak peduli dengan tatapan semua orang yang mengarah padanya, yang dia pikirkan sekarang hanyalah Kelvin, dia mencoba menarik Kelvin tapi sepertinya ada masalah dengan stir mobil tersebut, Aisah menggenggam kuat stir itu lalu membengkokkannya setelah itu, barulah Kelvin bisa dibawa keluar.


Setelah Kelvin sudah berhasil dibawa keluar, seseorang berteriak.


"Awassss cepat menjauh apinya sudah menjalar dari Tengki disana!"


Semua orang melihat kearah mobil Tengki dan benar saja apinya sudah merambat, beberapa orang membantu Aisah membawa Kelvin menjauh, tapi saat Aisah ikut menggenggam tangan Kelvin, dia tidak sengaja melihat seseorang yang mencurigakan di tengah-tengah kerumunan.


Aisah memberi kode pada Mona dengan matanya dan Mona pun mencoba mencari tahu, iya benar ada seseorang yang terlihat berbeda gelagatnya dan Mona berbicara lewat benda ditelinganya dan dijawab orang disebelah, setelah itu, Mona mengikuti Aisah dan Kelvin kerumah sakit.


Diperjalanan, Mona menelpon dokter kepercayaan Aisah untuk menyiapkan ruangan untuk Kelvin, setibanya dirumah sakit, Kelvin langsung ditangani dokter dan Aisah menunggu diluar, sementara Mona mencari pakaian untuk nonanya karna pakaian Aisah sudah penuh dengan darah dari kepala Kelvin yang terluka parah.


Satu jam akhirnya pintu ruangan operasi terbuka dan Aisah Langsung menemui dokter tersebut, dia ingin tau kondisi dari pria tersebut.


"Dokter, bagaimana keadaannya? apa ada luka serius atau sesuatu yang parah?"


"Nona, pasien sepertinya mengalami benturan kuat dikepalainya, dan hal itu membuat keretakan panjang pada tempurung kepala pasien juga ada penggumpalan darah di otak. Tapi syukurlah operasi berjalan lancar, kita hanya menunggu pasien sadar setelah itu, baru kita akan tau keadaan yang lainnya."


"Baik trimakasih dokter."


"Sama-sama nona, kalau begitu kami izin kedalam dulu karena pasien akan segera dipindahkan keruang rawat."


"Iya silahkan, dan iya kasih dia diruang VVIP ok!"


"Baik nona."


Aisah sedikit lega mendengar bahwa operasinya berjalan lancar, tapi dia masih gelisah menunggu hasil selanjutnya, karna Kelvin belum sadar dari pengaruh bius.


Mona apa kita tidak akan memberikan kabar pada keluarganya? biar bagaimanapun juga, mereka harus mengetahui bahwa putra mereka kecelakaan dan disini!"

__ADS_1


"Baik nona saya akan kabari mereka, tapi....emm tapi nona bag Abimana jika mereka menyalahkan nona atau berbuat macam-macam pada nona nanti?"


"Kau tenang saja, jika itu terjadi, aku tidak akan membiarkan mereka semau mereka terhadap saya, karna saya sudah bertekad untuk tidak lemah lagi pada siapapun juga jadi kau tenang saja iya!"


"Ok nona kalau memang begitu."


Setelah beberapa saat kemudian, David dan fati tiba ditempat Kelvin dirawat dan mereka langsung masuk keruang rawat Kelvin tanpa mengetuk terlebih dahulu, dan mereka berdua kaget karna melihat dua wanita cantik duduk manis di sofa menunggu Kelvin sadar.


Aisah yang melihat pintu dibuka tanpa diketuk hanya tersenyum sinis, dia tidak menyangka etika orang terhormat begitu tidak patut dicontoh, masuk tanpa mengetuk, sungguh hal yang luar biasa menurut Aisah.


David dan fati sungguh terkejut melihat keberadaan Aisah diruang rawat Kelvin, mereka tidak tau, kenapa dan siapa yang memberi kabar tentang keadaan Kelvin pada gadis itu, iya karna Mona meminta pihak rumah sakit untuk mengabari keluarga Kelvin sehingga mereka tidak tau, bahwa Kelvin dibawa oleh Aisah kerumah sakit.


Mona yang baru kembali dari luar, melihat kejanggungan yang ada di ruangan itu, sehingga dia mencoba mencoba mengubah situasi.


"Nona, apa kita akan langsung kembali kerumah atau kita kekantor?"


"Kita akan menunggu penjelasan dari dokter dulu, setelah itu, barulah kita pikirkan kemana kita akan pergi setelahnya!"


"Baik nona."


Dua jam menunggu, situasi didalam ruangan sangat sepi dan mencekam, bagaimana tidak, David terus menatap Aisah dengan tatapan mata yang sulit dijelaskan, sedangkan fati, dia ingin sekali membelai sang putra tapi dia tahan karena saat ini, Aisah masih duduk diposisi yang sama, sampai akhirnya Kelvin mulai membuka matanya.


Kelvin membuka matanya perlahan lahan, dan yang pertama kali ia lihat adalah gadis pemilik hatinya, tapi mengingat janji yang dia berikan terakhir kalinya pada gadis itu, membuat dia melakukan sesuatu yang tidak ingin dia lakukan.


"Siapa kau? dan dimana aku?"


Deg..... jantung Aisah berdenyut sakit, dia tidak menyangka bahwa dia akan mendengar pertanyaan seperti itu dari Kelvin, begitu juga semua orang yang ada disana, mereka semua kaget, sehingga berpikir apa Kelvin lupa ingatan?.


"Mama dia siapa? kenapa dia begitu dekat duduk disini?"

__ADS_1


"Dia bukan siapa siapa, dia hanya kasihan padamu karna kau terluka parah, iyakan pa?"


"Ah iya, itu benar."


Sejujurnya Kelvin tidak menyukai semua perkataan kedua orang tuanya, tapi dia sudah bertekad untuk melupakan Aisah, jadi dia diam saja seakan semua itu benar, kalau Aisah bukan siapa siapa.


Tidak lama kemudian, dokter datang untuk memeriksa Kelvin, fati langsung bertanya kenapa Kelvin tidak mengenal Aisah dan apa saja yang terjadi karna kecelakaan yang menimpa putranya.


"Dok, kenapa putraku melupakan seseorang yang selama ini dia puja puja itu, apa yang terjadi sehingga putraku lupa tentang gadis itu."


Sambil menunjuk kearah Aisah.


"Begini nyonya, kami sudah memprediksi ini akan terjadi, karena pasien mengalami benturan keras dikepala juga ada pengumpulan darah dibagian otak, jadi besar kemungkinan pasien pasti mengalami amesia."


"Tapi dok, putraku masih mengingat kami jadi itu gimana y?"


"Ini yang disebut amesia yang hanya melupakan beberapa hal, atau mungkin beberapa tahun juga kejadian."


"Oh begitu."


Dokter berjalan menghampiri Kelvin dan memeriksanya, tapi dia merasa ada yang janggal, tapi dia abaikan karna merasa mungkin itu hanya pikirannya saja.


Aisah yang mendengar dan melihat Kelvin seperti tidak mengenalnya, ditambah pria itu sama sekali tidak mempedulikannya, membuat hatinya sedih juga sakit, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa, jadi dia memutuskan pergi meninggalkan ruangan tersebut bersama Mona.


Kelvin yang melihat kepergian Aisah lewat ekor matanya, juga tidak kalah sedihnya, tapi janji harus dia tepati dan inilah saatnya waktu yang tepat yaitu dengan cara berpura-pura lupa ingatan, walau mungkin akan sangat menyiksa tapi harus terjadi.


Sementara Aisah, gadis itu hanya diam, dia sama sekali tidak mengalihkan pandangannya dari jalanan yang dilaluinya, Mona yang melihat kesedihan Dimata nonanya juga tidak tega, tapi mau bagaimana lagi, kecelakaan itu yang merenggut ingatan akan kisah diantara nonanya dan pria yang sebenarnya juga dicintai nonanya tersebut.


Sesampainya di rumah, Aisah menyuruh Mona langsung pulang kerumahnya dan Mona menurut karna dia tau nonanya butuh waktu sendiri.

__ADS_1


__ADS_2