
Aisah kini kembali ketempat kecil miliknya, dimana dia kemaren merawat empat orang yang sudah memberi dia cinta walaupun sementara, dia membuka sebuah tempat kecil dan mengeluarkan ransel pemberian ibu kandungnya dulu.
Dia juga memasukkan pakaian yang dia punya disana, dia juga memasukkan beberapa alat medis yang dia miliki, dia bahkan menghancurkan semua kamera pengawas yang ada di mansion Heru Baskoro mantan ayah angkatnya itu.
Dia keluar dengan motor besar kesayangan dia, yang dia beli dengan uang pemberian keluarga Baskoro dulu padanya, dia merubah motornya menjadi mobil dan memasukkan barang miliknya, dia juga mengeluarkan tempat khusus untuk keempat kucing besar miliknya, setelah itu, dia pergi meninggalkan tempat tersebut.
Tapi sebelum pergi aisah menghancurkan tempat itu, supaya dia tidak lagi mengingat kenangan dirinya dan semua keluarga Baskoro, setelah dirasa sudah selesai, dia pun melajukan kendaraan miliknya, menuju rumah barunya yang dia bangun beberapa bulan yang lalu.
Dia masuk dan mengantarkan keempat kucing kesayangannya itu kerumah baru mereka, setelah itu dia masuk kamarnya dan berbaring.
Dia kembali mengingat kenangannya bersama keluarga Baskoro, lagi dia menangis memikirkan nasibnya yang begitu menyedihkan, dulu dia berpikir akan menunjukkan rumah itu juga beberapa usaha miliknya pada semua orang, tapi kini dia justru sendiri lagi.
Dan rumah ini hanya ditempati dirinya seorang ditemani keempat harimau miliknya, memang dirumah itu, ada dua orang yang tinggal bersamanya, dan mereka adalah sepasang suami istri yang diusir oleh anak mereka dan hidup terlunta-lunta dijalanan, aisah yang waktu itu lewat melihat sepasang suami istri itu mengambil sisa makanan yang dibuang orang ketong sampah dan memakannya.
Sejak hari itu aisah membawa mereka kerumah itu, dan menyuruh mereka bekerja bersih-bersih dirumah dan akan digaji juga diberi tempat tinggal dan sekarang keduanya tinggal disana, karna aisah menyediakan kamar untuk pekerja,jadi disanalah mereka tinggal, mereka juga sudah mengenal Mili dan ketiga anaknya.
Aisah masih berbaring dengan tangisnya ditempat tidur miliknya, dia menangis karna kembali hidup sebatang kara Tampa ayah dan ibunya.
Aisah bangun dari posisi tidurnya, dan berjalan kearah cermin, dia menatap dirinya yang berpakaian gamis dengan kerudung juga kaus kaki, dia ingat dulu ibu angkatnya yang mendandani dia jadi seperti ini, untuk menunjukkan pada semua orang, kalau dia adalah anak pesantren.
__ADS_1
Mengingat itu membuat dadanya sesak, dia menyadari bahwa hidupnya seperti sebuah drama, dia hidup seperti sedang syuting film, dimana dia hanya memerankan peran anak yang hilang dan ditemukan setelah selesai syuting dia kembali pada hidup dimana dia tidak memiliki siapapun juga.
Perlahan aisah membuka kerudungnya dan terlihat rambut panjang yang kemerah merahan miliknya, rambut lurus sepanjang pinggang yang selalu dia rawat, dia melihat kakinya dan melepas kaos kakinya, dia juga melepaskan pakaiannya dan mencari pakaian yang terlihat berbeda.
Dia memakai celana jins dengan kaos oblong juga jaket jins warna biru langit, dia mengambil topi dan memakainya, untuk pertama kalinya dia mengenakan setelan seperti sekarang ini, dia mengambil dompet, ponsel juga kunci motor, dia keluar dari kamar dan masuk garasi dan disana dia memilih motor yang belum pernah dia pakai sama sekali.
Motor trail dengan harga pantastis, dan yang pasti dibeli dengan uang sendiri dari hasil usaha miliknya, dia menunggangi kuda besi miliknya dan meluncur pergi entah kemana, bibi yang melihat penampilan aisah sedikit bingung karna yang dia tau, sang nona selalu menutup auratnya tapi kini terlihat seperti preman saja.
Aisah terus melakukan motornya dan karna beban yang berat yang sedang dia pikul dan juga kesedihan yang masih belum juga reda membuat dia tidak memperhatikan jalan dan bruk, dia disenggol sebuah mobil sehingga membuat motornya oleng dan akhirnya jatuh.
Dia menghampiri gadis remaja itu, dan memperhatikannya, dia meneliti gadis itu dengan cermat, dan sikapnya itu, membuat aisah kesal, dan lebih kesal lagi karna dia mengenal pria itu, sehingga dia pun membentaknya.
"Kau lagi, kenapa kau selalu membuat aku sial sih hah?"
"Eh, emang kita saling kenal? dan apa tadi katamu sial?. aku itu tidak mengenalmu lalu kapan aku membuatmu sial hum?"
"Apa kau lupa jika beberapa hari yang lalu, kau berteriak di dekatku sampai gendang telingaku mau pecah apa kau lupa?"
__ADS_1
Kelvin terkejut dengan pengakuan gadis itu, ya orang yang menabrak aisah adalah kelvin, dia tidak menyangka bahwa dia akan melihat penampilan aisah yang seperti ini.
"Kau aisah? kenapa kau berbeda. Setahuku kau itu menutup auratmu, lalu kenapa sekarang kau seperti preman jalanan hah?"
Aisah tidak merespon pertanyaan Kelvin, dia melihat motornya dan menegakkan motor itu, setelahnya dia naik dan mencoba menstater motornya, dia memeriksa apakah ada yang rusak atau tidak.
Kelvin yang diabaikan hanya menatap aisah, dia melihat mata gadis itu dan tetap seperti pertama kali mereka bertemu, dia melihat bahwa gadis itu tidak baik-baik saja dan kali ini dia merasa kalau gadis itu memiliki beban yang lebih berat dari sebelumnya.
Aisah turun kembali dari atas motor dan menatap kelvin, dia tau sebenarnya bahwa dialah yang salah dalam kejadian ini, karna itu dia tau harus berbuat apa.
"Maaf, aku tau bahwa aku yang salah, aku mengemudi dengan sembarangan sehingga menyenggol mobil anda, sekali lagi maaf, bila ada yang rusak aku akan menggantinya"
Deg...jantung Kelvin berdetak kencang mendengar suara gadis itu, dia semakin yakin kalau gadis itu sedang menghadapi suatu masalah yang mungkin tidak sesuai dengan umur gadis tersebut.
Jantung Kelvin berdetak bukan karna debaran cinta tapi seperti rasa sakit juga ada perasaan yang tidak bisa dia ungkapkan, dia mendekati gadis itu, dan mengangkat dagu gadis itu dengan jari telunjuknya dan Kelvin melihat bahwa gadis itu seperti sedang menahan sesuatu yang ingin meledak keluar.
Hati Kelvin berdenyut sakit, entah karena apa, tapi jujur dia bingung dengan yang terjadi, Tampa sadar air mata Kelvin menetes melihat mata gadis yang sudah menguasai hatinya itu, dia menarik aisah kedalam pelukannya dan berkata.
"Menangislah jangan ditahan, kau terlalu muda untuk beban seberat itu, aku tidak tahu apa yang kau alami, tapi sungguh hati ini sakit melihat matamu yang seakan menyerah pada keadaan, jadi menangislah! keluarkan semua yang kau pendam itu hiks... hiks...!"
__ADS_1
Aisah yang memang sudah sangat rapuh langsung menangis keras diperlukan Kelvin, dia tidak peduli tentang siapa Kelvin saat ini, tapi untuk sekarang dia butuh sandaran untuk melepaskan semua yang sedang menghimpitnya.