Aku Menantimu: Cinta

Aku Menantimu: Cinta
A,M,C#7


__ADS_3


Mili dan ketiga anaknya, kita anggalah dulu itu masih bayi y🤭🤭🤭🤭🤭🤭.



Ketiga anak Mili, mereka lagi disuruh duduk anteng, sementara sang induk sedang membuat kekacauan didalam mansion, memang Mili tidak bisa melupakan hobbynya membuat jantung orang hampir jatuh, untung Made in Tuhan jadi kuat, kalo Made in China apa Japan juga Korea, entalah aku yakin pasti harus bongkar lagi, atau daur ulang.


"Sayang bagaimana kabarmu hum, Oma dah lama banget pengen ketemu kamu, tapi ayahmu itu, selalu bilang nanti, nanti dan nanti, bikin Oma kesal aja, tapi sekarang cucu Oma dah disini, Oma bahagia banget"


"Ekhem, ma udah kangen kangennya? kalau udah, gantian y, kita juga pengen meluk, pengen cium, pengen ngobrol gitu, bukan cuma mama sama papa aja"


"Hehehe habisnya mama kangen banget"


"Ia, tapi kita juga kangen kali, bukan cuma mama dan papa"


"Entah mama, dari tadi ga liat kita kita udah pada berdiri menanti giliran"


"Ih, kalian ini, Ama mama aja langsung protes, ia ini tapi jangan lama lama ok"


"Eh, ko gitu sih"

__ADS_1


Semua orang yang ada disana pun bergantian memeluk dan mencium Aisah, membuat Aisah begitu bahagia, bahkan dia ingin menangis karna bahagianya, tapi dia sekuat tenaga menahannya, dan terus berusaha tersenyum manis dan lebar, karna dia tidak ingin mengundang pemikiran lain pada semua orang.


Tapi, sang ayah yang melihat itu juga merasa nyeri direlung hatinya, dia tau kenapa putrinya itu, begitu sulit membuka bibirnya untuk tertawa, dia saja yang bukan ayah kandungnya begitu teriris hatinya, dadanya begitu sesak mengingat penderitaan dan beban yang ada dipundak putrinya itu.


Dia hanya bisa berdoa kepada Tuhan, semoga setelah ini, putrinya itu mendapatkan kebahagiannya nanti,ditambah lagi mengingat sang istri yang sudah tidak bisa memiliki keturunan, dia ingin semua orang tau, kalau Nana Aisah adalah penerusnya.


setelah acara lepas kangen dan juga puas dengan putri cantik itu, Heru dan Dinda membawa Aisah kekamar yang sudah disediakan untuknya dari jauh jauh hari, sebelum mereka kembali ke kota, Mili terus saja mengikuti mereka sampai dikamar Aisah, entah apa yang dilakukan kucing besar itu, dia berkeliling di seluruh ruangan kamar itu, mulai dari kamar mandi, balkon, closed bahkan bawah tempat tidur.


Heru membiarkannya karna dia tau, insting binatang lebih kuat dari manusia, setelah selesai Mili menatap Aisah yang menangis di pelukan sang ibu, membuat kucing besar itu, mendekat, dan mencoba meraih tangan Aisah dengan kaki kanan miliknya, setelah itu, mereka berdua saling menatap dan air mata kucing besar itu juga menetes, hal itu mengundang tangis Heru dan Dinda, sehingga mereka berempat pun berpelukan dan menangis bersama.


Setelah hari itu, Aisah menjalani hidupnya dengan normal, memiliki teman baru juga dia tidak pilih pilih dalam hal berteman, dia juga sudah sekolah, dan tanpa sepengetahuan siapapun Aisah belajar ilmu beladiri dari karate, silat, tekwon dan masih banyak lagi, bukan tanpa alasan ia masuk sklh itu, tapi suatu malam tanpa sengaja dia mendengar pembicaraan opa, ayah, uncle, ibu, Oma, juga auntynya.


Dan dalam pembahasan itu, semua orang mengkuatirkan dirinya, yang mungkin bisa saja dijadikan sebagai kelemahan oleh musuh-musuh mereka, baik bisnis maupun geng, dan opa meminta untuk memulangkan sang cucu keasrama, demi keselamatan cucunya, dia tidak akan sanggup jika harus kehilangan cucu kesayangan mereka itu.


Sejak saat itulah, Aisah diam diam mengikuti exscool bela diri itu, dan ini sudah enam tahun, dia mengikuti exscool itu, dan belum ada satu orang pun yang mengetahuinya, dan saat ini, dia bahkan menjadikan kegiatan sehari-hari yang dia lalui sebagai jurus jurus baru, mulai dari dia mandi, memakai baju, memakai alas kaki, bahkan saat memakai topi, semua itu ia jadikan sebagai jurus, dan tidak akan ada yang bisa mengalahkannya, karna dia sendiri menciptakan jurusnya sendiri.


Heru sebenarnya tidak bisa menerima sikap dan sifat Aisah yang dulu feminim dan anggun juga alim, kini menjadi sedikit tomboi, walaupun tidak memakai pakaian persis pria, tapi Heru jelas tau perubahan sang putrinya itu.


saat ini, Aisah duduk dikelas tujuh, tapi dia terlihat sudah seperti kelas sembilan karna dia memiliki gen dari kedua orang tua kandungnya yang memang memiliki tinggi yang terbilang tinggi, ibunya 180cm, sementara ayah kandungnya, sama seperti heru, memiliki tinggi 190 cm, jadi semua orang, berpikir kalau dia mengikuti gen Heru, padahal Aisah mengikuti tinggi yang sama dengan kedua orang tuanya.


Aisah diusianya yang kedua belas tahun dia sudah memiliki tinggi 173 cm, dan berat badannya 50kg, dan Aisah yang selalu mengenakan hijab dan pakaian yang sedikit longgar membuat dia terlihat sangat dewasa dan cantik, Heru dan Dinda semakin hari semakin merasa takut, kalau kalau ada yang berbuat jahat terhadap putrinya tersebut.

__ADS_1


Semakin hari, Minggu, bulan, tahun berlalu, Aisah semakin menyadari, kekuatiran kedua orang tuanya itu, terhadap dirinya, gimana tidak, pengawal pribadinya saja saat ini melebihi pasukan tempur menurut Aisah, karna sang ayah heru, menyuruh sekitar dua puluh orang hanya untuk menjaganya, dan itu membuat Aisah semakin merasa tidak nyaman.


Aisah memutuskan untuk bicara dengan sang ayah, tentang ketidak nyamanannya akan pengawal yang selalu membuntutinya, tok.....tok....tok.


"Ayah, boleh Aisah masuk?"


"Ia nak masuklah"


"Ayah lagi sibuk banget ya?"


"Engga juga, kenapa nak, apa ada masalah?"


"Ayah, aku juga mau bilang, aku ga nyaman dengan pengawal yang ayah suruh mengikutiku terus, aku selalu menjadi bahan perhatian semua orang yah"


"Tapi sayang, ini demi kebaikanmu juga nak, ayah dan ibu tidak ingin terjadi apa-apa sama kamu, karna itu ayah menyuruh mereka untuk menjagamu sayang"


"Ayah, justru dengan ayah melakukan ini, aku akan semakin besar menjadi incaran para penjahat yah, karna mereka berpikir hanya anak-anak orang kayalah yang diperlakukan sedemikian rupa, apa ayah tidak pernah memikirkan itu?"


Mendengar penjelasan putrinya, Heru baru menyadari kesalahan yang dia lakukan, Aisah benar, justru itu yang akan mengundang mata orang jahat untuk menargetkan putrinya, dia tiba-tiba merasa menyesal, karna baru menyadari, kalau dia baru saja membahayakan putrinya, Dinda yang tadinya ingin mengetuk pintu ruang kerja suaminya juga tiba-tiba merasa sedih karna membuat putrinya merasa tidak nyaman selama ini.


Dinda masuk keruang kerja Heru sang suami, dan dia melihat Heru juga yang begitu, menyesali kesalahannya, Dinda pun menghampiri Aisah dan memeluknya, begitu juga Heru yang juga Langsung memeluk putri dan istrinya, dia hanya bisa minta maaf dan berjanji tidak akan melakukan itu, lagi dan akan menarik semua pengawal itu, dan Aisah bisa hidup dengan bebas tanpa menjadi perhatian semua orang.

__ADS_1


selamat hari natal 2022 dan selamat menanti tahun baru, 2023. semoga di tahun baru nanti kita mendapatkan kebahagiaan kesenangan dan rejeki yang berlimpah, dan diberi kesehatan dijauhkan dari masalah dan kecelakaan, hidup dalam bimbingan dan perlindungan TUHAN, AMIN 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏.


__ADS_2