Aku Menantimu: Cinta

Aku Menantimu: Cinta
A,M,C#17


__ADS_3

"Huaaaaa....... hiks.... hiks... hiks aku cape, aku sangat cape, rasanya kakiku tidak mampu untuk melangkah lagi, ini sungguh sakit hiks.... hiks...aku mau berhenti saja, kenapa, kenapa semua orang memandangku dengan kebencian? apa salahku hhu hu hu kenapa mereka menghukumku begini, kenapa?"


"Kelvin walau tidak tau apa masalah aisah tapi mendengar keluhan dan juga setiap kata yang diucapkan aisah dia seakan ikut dalam kesedihan gadis itu, dia juga menangis sambil mengeratkan pelukannya, dia juga mengecup ubun ubun gadis dalam pelukannya karna dia tidak tau mau berkata apa, tapi dia berharap dengan itu, gadis yang begitu rapuh yang ada di pelukannya sedikit merasa lega.


setelah dirasa sudah mendingan dia mencoba menatap wajah gadis itu, perlahan dia menuntun gadis itu kepinggir jalan dan mendudukkannya disana, dia menghapus sisa air mata yang masih ada di pipi aisah.


"Dengar, aku tidak tau apa masalahmu, tapi kalau kau mau cerita atau butuh teman curhat, aku siap mendengarnya, tapi kita belum saling kenal y."


Kelvin tersenyum kecil sambil Garut Garut kepala karna merasa malu sendiri dengan tingkahnya.


"Oh ya kenalin aku KELVIN"


Sambil mengulurkan tangannya yang disambut oleh aisah.


"AISAH ka"


"Ok, aisah ini untuk yang kedua kalinya kita bertemu, tapi aku selalu melihat tatapan matamu yang sama dan kali ini lebih berat lagi, waktu itu kau bilang tidak perlu berteriak keras untuk masalah, lalu kenapa sekarang kau justru mengemudi seperti tadi? maaf bila menyinggungmu"


"Masalah kakak dengan aku berbeda ka, dan aku tidak tau penyebab masalahku, itu yang membuat aku bingung"


"Berapa umurmu? maaf jika kepo"


Kelvin sengaja mengalihkan pembicaraan karna melihat mata aisah yang sudah mulai berkaca-kaca, jadi dia mengubah topik.


"Tiga belas bulan depan, kakak sendiri berapa?"


"Oh, masih muda sekali y, padahal tadinya aku berpikir untuk menjadikanmu pacar"

__ADS_1


Kelvin mengutarakan isi hatinya dengan cara bercanda, dia ingin melihat gadis itu tersenyum karna merasa diajak humor, walau pada kenyataannya itulah isi hati Kelvin yang sebenarnya.


"Hahaha, kakak bisa saja, aku ini masih kecil juga, emang kakak berapa umurnya?"


"Aku sekarang dua puluh empat tahun, kenapa tua bangat y?"


"Emmm"


"Tapi kalau kamu mau, aku akan menunggumu dewasa, umur tidak akan menghalangi cinta bukan?"


"Lebih baik jangan, karna kelak aku akan tetap seperti ini"


"Seperti apa maksudmu aku tidak mengerti?"


"Tidak, lupakan saja"


"Hiks.... hiks.... hiks kenapa ayah dan ibu tidak membawaku ikut dengan mereka saja dulu, kenapa mereka meninggalkanku hiks... hiks, apa mereka tidak tau kalau aku juga ingin bersama mereka, kenapa hu hu hu?"


Apa kau mau bercerita tentang masalahmu? mungkin aku bisa membantumu?"


"Tidak, aku tidak bisa, maaf aku harus pergi"


Setelah mengatakan itu, aisah langsung naik kemotornya dan tancap gas, sedangkan Kelvin yang tidak dapat jawaban merasa perlu mencari jawaban sendiri, dia menelpon seseorang dan memintanya mengikuti aisah kemanapun dan sekaligus melindunginya.


Setelah itu Kelvin kembali kerumahnya dan sesampainya dikamar dia menanggalkan semua pakaiannya untuk siap mandi tapi tiba-tiba ada yang terjatuh dari pakaiannya.


Kelvin mengambil benda itu dan mengamatinya, sebuah liontin perak yang terlihat unik dan juga elegan, dengan bentuk bunga mawar dan sepertinya ada sesuatu didalam liontin itu, Kelvin bermaksud membukanya tapi, tiba-tiba dia mengurungkan niatnya, karna merasa itu tidak pantas.

__ADS_1


Kelvin berbaring dengan memegang liontin milik aisah, ya dia sangat yakin bahwa liontin itu milik aisah, karna tadi dia memeluk aisah dengan erat, dia melihat liontin itu sambil tersenyum senyum kecil, dia bahkan sesekali mencium liontin tersebut.


"Aisah, aku akan menunggumu dewasa baby, aku akan mengikatmu dengan cinta dan kasih sayang juga kebahagiaan melimpah, itu sumpahku"


Setelah bergelut dengan pikiran dan liontin milik aisah Kelvin tertidur dengan liontin yang sudah terpasang indah dilehernya, dia tidur dengan bibir tersenyum manis.


Sementara itu, aisah baru saja tiba ditengah hutan, dimana dulu dia disembunyikan sang ibu, dia melihat rumah itu, dan karna sudah larut malam dia masuk dan tertidur di kursi yang ada disana, dia berencana besok akan membersihkan tempat itu.


Keesokan harinya, aisah sudah bangun dan bersiap membersihkan rumah tersebut, tapi dia melihat ada yang aneh dengan rumah itu, dia merasa kalau rumah itu seperti baru dimasuki oleh orang, karna dia melihat tapak sepatu dan itu sepertinya baru beberapa hari yang lalu, dia mencari sesuatu yang mungkin hilang dari tempat itu, dan y, dia baru menyadari kalau ada kotak yang berkurang.


Dia mencoba mengingat kotak apa yang telah dicuri oleh orang itu, dan aisah terkejut setelah mengingat kalau kotak yang dicuri itu adalah kotak yang berisi buku-buku milik sang ayah, dan dia hanya mencurigai seseorang yaitu Heru, ayah angkatnya.


Mengetahui itu, aisah langsung mengemas semua kotak disana dan menyusunnya disebuah kardus besar, dia membungkus sedemikian rupa lalu membawanya keluar, setelah semua selesai, dia melihat sekeliling dan berkata.


"Maaf Bu, aku terpaksa melakukannya, karna tempat ini, sudah tidak aman lagi untukku"


Setelah mengatakan itu, aisah mengambil minyak tanah dan.menyiram sekeliling rumah itu dan menyalakan korek, tidak lama kemudian si jago merah itu melahap habis rumah tersebut.


Tidak jauh dari sana, ada beberapa pria berpakaian rapi memperhatikan semua yang dilakukan aisah dan melapor pada bosnya, setelahnya mereka semua kembali kepersembunyian mereka, sebelum ketahuan oleh aisah.


Aisah menangis karna melihat bayangan kedua orang tuanya disana menatap dirinya dengan sendu, Aisah ingin sekali memeluk kedua orang terkasihnya itu, tapi dia sadar itu hanyalah ilusi karna kerinduan yang dia miliki.


Aisah pergi meninggalkan tempat tersebut dan melajukan motornya ketempat dimana dulu dia melihat kedua orang tuanya meregang nyawa dalam kobaran api yang begitu besar, dia menatap tempat tersebut, dimana disana ada sebuah tulisan besar yang entah dibuat oleh siapa.


Tulisan itu berbunyi TEMPAT UJI NYALI BAGI PARA PETUALANG MAHLUK HALUS ( ALAM LAIN) melihat tulisan dengan tinta merah itu, aisah mengepalkan kedua tangannya, dia ingin sekali menghabisi orang yang telah memasang plang tersebut, tapi dia sadar kekuatannya belum cukup untuk saat ini.


"Lihat saja, kelak aku akan membuat kalian membayar semua perbuatan kalian pada kedua orang tuaku, aku tidak akan memberi ampun pada siapapun karna aku sendiri saksi bagaimana kalian semua saat itu, bahkan sampai sekarang"

__ADS_1


Aisah saat ini sudah sampai di rumahnya dan dia menyusun semua barang yang dia bawa, ke ruang bawah tanah, ya rumah aisah memang terlihat sederhana dari luar, tapi sesungguhnya rumah itu memiliki lantai dibawah tanah, bahkan rumah aisah terbilang tiga lantai karna dibawah ada dua lantai lagi.


__ADS_2