Aku Menantimu: Cinta

Aku Menantimu: Cinta
A,M,C#31


__ADS_3

Hari demi hari, jarak diantara Aisah dan Kelvin semakin jauh, karna Aisah yang memang tidak pernah mau bertemu dengan Kelvin, sementara Kelvin selalu mencari cara untuk bisa melihat keadaan Aisah, walaupun itu dari jauh itu sudah bisa membuat dia bahagia, walau pada kenyataannya, Kelvin semakin sakit dengan keacuhan Aisah pada dirinya.


Hari ini genap empat bulan sejak kejadian malam dimana Aisah dan keluarga Kelvin bermasalah, dan hari ini, Kelvin memberanikan diri, menemui Aisah dengan tujuan mengenai perasaan juga kisah mereka, dan Kelvin sudah menyiapkan diri untuk sesuatu yang sudah dia pikirkan, jika memang Aisah tidak mau lagi membuka dirinya untuk Kelvin.


Tok tok tok, suara ketukan pintu, Aisah yang berpikir itu adalah Mona, meminta orang tersebut masuk dan Kelvin masuk setelah dipersilahkan oleh Aisah, dia menatap gadis yang begitu dia rindukan tersebut, dia melihat betapa cantiknya wanita itu, tapi dia mungkin tidak akan pernah bisa melihatnya lagi nanti.


"Ada apa Mona? kenapa."


Aisah tidak melanjutkan pertanyaannya setelah melihat bahwa yang datang bukan Mona melainkan pria yang tidak ingin dia temui.


"Ada apa anda datang tanpa membuat janji dulu tuan Kelvin? apa begini sikap seorang pengusaha?"


"Aku tau, jika aku membuat janji kau pun tidak akan pernah menemui ku, jadi aku harus melakukannya."


"Oh, jadi katan tuan apa tujuan anda menemuiku di perusahaan kecilku ini?"


"Aku ingin menemuimu untuk yang terakhir kalinya."


Deg.... jantung Aisah berdenyut dan entah kenapa dia merasa ada yang aneh saat mendengar kata terakhir kalinya dari Kelvin.


"Oh iya, bagus dengan begitu hidupku tidak akan kesulitan lagi, karna harus setia hari melihat anda seperti penguntit dibelakangku."

__ADS_1


Sungguh kata-kata Aisah seperti panah beracun yang menembus jantung pria tersebut, dia tidak menduga jika Aisah akan mengeluarkan kalimat yang membuat dia seperti orang yang tidak pernah dikenal oleh gadis itu.


"Iya kau benar, aku juga merasa jika kehadiranku adalah masalah untukmu. karna itu aku ingin berhenti."


Kelvin berbicara dengan suara parau karna menahan sesak didadanya, dia terus menatap wajah cantik yang masih berkuasa dihatinya tersebut.


"Hum, sekarang anda sudah melihatku kan? jadi aku rasa anda bisa pergi karna pekerjaanku masih banyak!"


Kelvin berusaha sekuat mungkin untuk menahan air matanya, dia menatap gadis didepannya dengan tatapan kesedihan, bibirnya bergetar, matanya memanas dadanya sesak semua menjadi satu, sehingga sulit baginya untuk membuka mulutnya.


Tapi iya sadar bahwa semakin lama dia diruangan yang sama dengan Aisah maka dia tidak akan bisa menahan diri lagi, Kelvin berjalan mendekati Aisah,diperhatikannya wanita itu dengan teliti.


"Apa aku sanggup tanpamu sayang, apa aku bisa melakukan itu?" isi hati Kelvin.


Suaranya semakin lama semakin bergetar dan semakin kecil seakan dia sudah pada titik batas terakhirnya, dan Aisah juga berusaha terlihat baik-baik saja, dia tidak ingin menunjukkan bahwa sebenarnya dia juga sakit mendengar kata pergi dan tak akan kembali dari mulut pria itu, tapi karna rasa kecewa yang dia alami dan juga tindakan Kelvin serta mamanya, membuat Aisah menjauhi Kelvin.


"Baiklah, kau boleh memelukku karna setelah ini, kau tidak bisa lagi melakukan itu, karna mungkin itu akan menjadi hak orang lain, jadi kemari dan peluk aku untuk yang terakhir."


Aisah merentangkan kedua tangannya, dia menunggu pria itu memeluknya dan Kelvin pun memeluk Aisah dengan erat, dia menghirup aroma tubuh gadis itu dengan puas, dan tampak diundang air matanya mengalir dan membasahi pundak Aisah, karna Kelvin menumpukan dagunya dipundak gadis itu.


Kelvin menangis dalam diamnya, tubuhnya bergetar karna menahan suaranya, dia hanya menangis diam sambil sesekali mencium puncak gadis itu.

__ADS_1


"Aisah, berjanjilah padaku, setelah aku pergi kau harus bahagia, dan ingat kau tidak boleh tidur sebelum mandi hehehe, dan satu lagi kelak jika kau sudah menemukan penggantiku dan mungkin punya anak, berikan namaku pada putramu oke, biar aku lahir jadi putramu saja hum"


Aisah menggigit bibirnya, supaya tidak ikut menangis, entah kenapa, dia merasa Kelvin seperti ingin pergi ketempat yang jauh, tapi tidak tau mau kemana.


Setelah selesai mengatakan dan mendapat keinginannya, Kelvin melerai pelukannya dan menatap wajah Aisah sekali lagi, setelah itu Kelvin perlahan-lahan mundur dan pergi meninggalkan ruangan Aisah.


Disudut tempat yang sedikit jauh dari ruangan itu, Mona melihat dan mendengar semua yang dibicarakan oleh kedua orang tersebut, sejujurnya dia juga sedih dengan yang terjadi pada nonanya tapi dia tidak bisa melakukan apa pun.


Kelvin kini berdiri didepan bangunan megah berlantai 32 itu, dia menatap keatas lantai dimana ruangan gadis itu berada dan disana dia melihat Aisah menatap dirinya dari kaca besar itu, Kelvin melambaikan tangannya dan tersenyum, dia masuk ke mobilnya dan membuka kaca kembali dia melambai setelahnya dia melajukan mobilnya keluar dari pekarangan perusahaan tersebut.


"Selamat tinggal sayang, semoga kita bertemu lagi nanti dan aku akan menunggumu disana."


Setelah mengatakan hal itu, Kelvin memperlambat laju mobilnya dan tidak lama kemudian terdengar suara dentuman keras, dan itu adalah suara hantaman mobil sport Lamborghini milik Kelvin dengan sebuah mobil tengki pertamina, semua orang yang melihat kejadian itu berteriak histeris, karna melihat mobil sport itu sudah dilahap habis oleh sijago merah.


Tapi seseorang dari kerumunan menyadari jika orang didalam mobil itu masih hidup, sehingga dia, mencari sesuatu yang bisa memadamkan kobaran api tersebut, dan akhirnya dia melihat sebuah mesjid, dia berlari ke dalam dan menggulung karpet tebal didalam lalu membawanya ke tempat air wudhu, dia membasahi karpet tebal itu, setelah dirasa basah dia dengan kekuatan penuh membawanya.


Api mulai menghancurkan sedikit demi sedikit badan mobil, sementara kelvin yang mengalami luka di kepala hanya menyebut nama Aisah dan Aisah, kerumunan itu melihat seseorang membawa karpet basah dan beberapa pria membantunya dan mereka langsung melebarkan karpet dan melemparnya keatas mobil sport mewah itu, dan iya api itu langsung padam walau dari tengkinya masih ada percikan tapi langsung ditutupi dengan karpet basah Tersebut, setelah itu mereka mulai mencoba membuka pintu kemudi dengan alat seadanya.


"Nona mobil tuan Kelvin mengalami kecelakaan di persimpangan diujung jalan dan mobilnya bertabrakan dengan mobil Tengki."


Deg....Aisah terdiam, dia menatap Mona dan Mona hanya mengangguk membenarkan, Aisah langsung berlari keluar dari kantor, dia bahkan tidak memakai mobil, dia berlari sekuat tenaga dan dia melihat kerumunan orang-orang yang sedang menyaksikan sesuatu.

__ADS_1


Aisah membelah kerumunan dan melihat bahwa mereka sedang berusaha membuka pintu mobil, disana dia melihat Kelvin yang sudah berlumuran darah, Aisah menghampiri orang-orang yang sedang berusaha membuka pintu itu, dia maju lalu memegang pintu mobil dan krakkkk.


Semua orang tercengang melihat kejadian itu.


__ADS_2