
"Tu...tuan...ada...ada..harimau beranak hah...hah.....hah....."
Pria itu berteriak sambil ngos-ngosan, memberitahu kalau ada harimau, tapi heru, istri dan Aisah hanya menepuk jidat mereka, melihat ketakutan pria itu, bagaimana tidak, pria itu sampai gemetaran juga ngompol di celana karna kaget dan takut.
"Mili.... kenapa kau selalu membuat orang hampir mati kena serangan jantung ha?"
Sementara sipelaku hanya datang berjalan dengan santainya melewati pria tersebut, semua orang yang melihat itu pun, ternganga, karna kucing besar itu, tidak menganggu mereka, justru mendekati putri majikannya, dan duduk dibawah kaki sang nyonya besar.
"Baiklah, kita berangkat sekarang?"
"Baik tuan"
"Ok, ayo berangkat, kalian bawa semua barang-barang ini, biar bayinya Mili kami yang bawa"
"Nona muda, berikan ranselnya"
"Ga, aku bawa sendiri saja, ayah aku biar bawa ranselku sendiri ya"
Aisah meminta dengan tatapan mata yang sayu, seakan memohon, dan Heru Pun paham jadi ia mengangguk, mereka pun berangkat dengan satu bayi kucing digendongnya mereka, sedangkan Mili siinduk mengekor dibelakang ayah dan ibu juga Aisah, sementara para pengawal mengawal didepan dan belakang mereka.
Sesampainya di mobil, semua barang dimasukkan kedalam mobil box, sedangkan Heru dan istri juga Aisah dimobil mewah milik Heru, dengan fasilitas lengkap dengan tempat duduk, meja mini, juga TV, serta ada tempat tidur kecil dibelakang kursi duduk, dan disanalah Mili dan ketiga bayinya diletakkan.
ketiga bayi Mili tertidur pulas, mungkin mereka berpikir mereka sedang diayun ayun supaya tidur, padahal itu cuma goyangan kecil yang dilakukan mobil karna melewati jalanan yang berlobang lobang, tiga jam perjalanan mereka tiba dikota, dan Heru menutup tirai pembatas antara supir dan tempat penumpang dibelakang, Heru serta sang istri terlihat sibuk dengan aisah, dan Aisah hanya mengangguk angguk menjawab pertanyaan ayah juga permintaan ayah.
Ditengah perjalanan, ibu DINDA meminta berhenti, kemudian turun dan membawa Aisah kedalam sebuah toko pakaian, setelah beberapa saat kemudian, mereka keluar dengan penampilan baru gadis kecil yang cantik sekali dengan baju barunya.
__ADS_1
Heru yang melihat penampilan putrinya itu, begitu terpukau, setelah sampai di mobil, Aisah bertanya pada sang ayah tentang penampilannya.
"Ayah, bagaimana aku cantik tidak, dah persis ibu tidak?"
Aisah menggoyang goyang bahannya menanti jawaban penilaian sang ayah, sementara sang ibu, tersenyum kecal, melihat kecentilan dengan putri kecilnya yang cantik itu.
"Oh, sayang, dimana putriku kau tinggalkan, kenapa kau membawa anak ini, aku hanya ingin putriku, cepat kembalikan dia kedalam, aku hanya ingin putriku, bukan dia"
Aisah cikikikan, karna merasa ayahnya tidak mengenalinya, padahal Heru cuma mencoba bergurau dengan istrinya, dan melihat Aisah yang tertawa seperti itu, membuat hati Heru dan sang istri lega dan bahagia, mereka hanya berharap, gadis kecil itu, bisa bahagia setelah ini.
"Eh, kenapa kau tertawa seperti itu gadis kecil, tunggu dulu, kau seperti mirip putriku, apa kau putri cantikku? sayang apa ini putri kita"
"Ia yah, dia memang putri kita, bagaimana 11/12 dengan ibu kan?"
"Kau benar sayang, oh, putriku"
Sesampainya di rumah, tepatnya, dimansion milik Heru, Aisah terlihat sangat kagum, tapi dia langsung ingat nasehat ayah dan ibunya di mobil tadi, jadi dia berpura pura,terlihat biasa saja, dia juga tersenyum lebar, sama seperti seorang cucu yang begitu merindukan sang opa dan Oma.
"Oma......"
Aisah pun berlari dan langsung memeluk Omanya, ibu dari Heru, dan tentu, sang Oma begitu bahagia, saat dia yang lebih dulu dipanggil dan dihampiri cucunya itu, sementara sang opa, memalingkan wajahnya cemberut, karna diabaikan sang cucu.
"Oh, opaku kenapa kau tak mau melihatku, apakah aku ini, begitu jelek, sehingga kau memalingkan wajahmu?"
Sang opa, yang tadi merajuk pun tiba-tiba merasa perutnya dikocok karna kedramatisan sang cucu, dia jadi seakan melihat putranya waktu kecil, yang juga sangat suka mendramatis jika dimarahi, dan kini dia kembali harus merasakan itu, dari cucunya.
*Sedikit author menjelaskan disini tentang cerita putri Heru dan Dinda yang sebenarnya ya.
__ADS_1
Disini diceritakan bahwa Heru dan sang istri dulu memiliki putri yang baru lahir di sebuah pedesaan, karna swatu alasan dan akibat yang dirahasiakan masih y, tapi setelah beberapa hari kelahiran sang putri, musuh Heru mencampurkan sesuatu kedalam ASI yang disimpan di dalam kulkas, sehingga tanpa Heru dan Dinda sadari sang putri yang tengah malam kehausan meminum ASI itu, saat diberikan oleh Heru.
Beberapa saat kemudian, dia mendapat pesan yang dilemparkan dengan batu yang digulung kertas, mengatakan bahwa ASI itu, bercampur racun dan sang putri akan tiada dalam sekejap saja jika meminumnya, Heru begitu syok dan kaget, diapun melemparkan botol ASI itu, dan karna hal itu Dinda pun terbangun dan bertanya apa yang terjadi, Heru menunjukkan kertas itu, pada Dinda dan mereka melihat bayi kecil mereka sudah tidak bernyawa lagi.
Padahal mereka sudah memberitahu seluruh keluarga tentang kelahiran sang putri, dan semua orang begitu bahagia, empat tahun kemudian, Heru dan Dinda kembali ke kota, dan saat ditanya dimana sang cucu, Heru menjawab,
"Dia tinggal disebuah asrama, karna disamakan akan aman baginya, dari musuh, nanti bila sudah waktunya kami akan menjemputnya"
Dan sejak saat itulah semua orang tau bahwa sang cucu diasrama, bukan meninggal, dan entah takdir atau apa Heru dan Dinda dihadang musuh dikampung kelahiran Aisah, sehingga mempertemukan mereka dan akhirnya kebohongan Heru dan Dinda tertutupi.
Itulah cerita mengenai putri Heru yang dianggap cucu kandung oleh opa dan Oma.*
Saat ini mansion itu begitu ramai dan meriah karna sang cucu dan ponakan yang dirindukan semua orang, sudah ada bersama dengan mereka, saat semua orang sibuk, para pengawal membawa Mili dan bayinya kekandang baru milik mereka, semua orang ketakutan melihat kucing besar itu, dan setelah bayinya dimasukin dikandang, Mili bukannya masuk kandang dia justru masuk kedalam rumah.
Dan lagi-lagi dia membuat banyak orang histeris ketakutan, dan semua orang yang ada diruang keluarga penasaran dengan teriakan para pekerja yang mengatakan ada harimau, sementara para pengawal mencoba menjelaskan siapa Mili itu, dan sebagian para pelayan pun lega dan mengusap dada.
Sementara sang opa dan Oma juga uncle dan aunty Aisah melihat kearah sumber keributan dan.
Aaaaaaaaaakh......
Semua orang kembali histeris , opa pun mengeluarkan senjatanya bersiap menembak kucing besar itu, tapi Heru langsung menghentikan nya.
"Papi jangan, dia itu Mili Pi, binatang kesayangan putriku, jadi jangan takut ok, semuanya, huh Mili kemari, kenapa kau selalu membuat orang syok sih? sekarang minta maaf pada semua orang y"
Mili dengan patuh, mengulurkan kaki kanan depannya kepada sang opa, opa sedikit ragu, tapi mencoba menerima uluran itu dan, semua orang tidak percaya kucing besar itu menyalim opa dan menunduk dan menggosok gosok kepalanya ke punggung tangan opa.
Kisah Aisah saat ini terlihat bahagia dan begitu membuat semua orang terhibur, tapi...... apakah dia akan mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya? kita tunggu kelanjutannya nanti di bab bab selanjutnya ok, karna itu, tetaplah setia menunggu up nya y, dan jangan lupa like dan komen juga jangan sungkan kasih pendapat kalian tentang ceritaku dan kasih bintang lima ok🙏🙏🙏🙏🙏🤲🤲🤲🤲🤲😍😍😍😍😍😜😜😜😜😜😭😭😭😭😭
__ADS_1