Aku Menantimu: Cinta

Aku Menantimu: Cinta
A,M,C#34


__ADS_3

David dan fati yang melihat kejadian itu tidak bisa berbuat apa-apa, mereka ingat semua perkataan Kelvin juga kekecewaan Kelvin pada mereka yang memperlakukan Aisah malam itu sementara mereka juga adalah seorang pembunuh berantai juga tidak kalah dari perbuatan keluarga Wirajaya.


Dan kini mereka hanya melihat dan membiarkan keduanya bersama walaupun sebenarnya mereka berdua tidak bisa menerima Aisah yang adalah keturunan Wirajaya.


Kelvin dan Aisah masih berpelukan dengan erat, Kelvin benar-benar tidak bisa melukiskan betapa dia sangat bahagia saat ini, sungguh dia merasa dunia ini berhenti dan hanya mereka berdua yang memilikinya.


Aisah juga tidak peduli dengan apa yang akan terjadi kedepannya, dia hanya ingin merasakan kebahagiaan walaupun hanya sementara saja, disaat mereka sedang larut dalam kebahagiaan mereka, tidak jauh dari tempat mereka berada ada yang sedang melihat kejadian itu dan melaporkannya pada seseorang disebelah sana, entah masalah apa lagi yang akan terjadi setelah ini, Kelvin dan Aisah sudah menyiapkan mental mereka untuk menghadapinya.


Setelah kejadian dibandara kini Kelvin dan Aisah berada disebuah apartemen mewah milik Kelvin yang Kelvin beli tanpa sepengetahuan siapapun termasuk Abdi sang tangan kanan.


Kelvin mendudukkan Aisah disofa dan dia duduk disamping Aisah, Kelvin membelai rambut gadisnya dengan lembut dan menyelipkannya kebelakang telinga gadis itu, ia menatap wajah gadisnya Lamat-lamat dan dia menghadiahi ciuman dikening gadis tersebut.


Aisah yang diperlukan dengan begitu lembut tentu sangat bahagia karna merasa diistimewakan dan merasa di cintai, tapi itu tidak lama, kebahagiaan yang tadi terpancar diwajahnya perlahan-lahan .emudar dan berganti dengan tatapan mata yang sudah berembun, Kelvin yang melihat itu tentu saja bertanya-tanya kenapa.


"Aisah ada apa hum? kenapa wajahmu jadi murung dan sedih begitu, apa kau tidak bahagia dengan cinta kita yang akhirnya bisa bersatu hum?"


"Aku hanya sedang berpikir berapa lama semua ini kita jalani, apakah sebulan, dua atau mungkin setahun atau bahkan mungkin hanya beberapa hari saja?"


"Sayang jangan pernah berpikir seperti itu, aku tidak akan pernah melepaskanmu lagi walaupun banyak atau mungkin kita harus saling bermusuhan satu sama lain kau dengar!"


"Umm, maaf."


Aisah hanya menganggukkan kepalanya, dia hanya pasrah pada apa yang akan terjadi kedepannya, dia melihat Kelvin yang begitu menikmati kebersamaan mereka berdua, dan hal itu juga membuat dia ikut bahagia.


Sementara itu ditampat lain, tepatnya dirumah kediaman Wirajaya, Seorang wanita tua dan beberapa anaknya sedang membicarakan berita yang baru mereka terima, mereka semua sedang berpikir bagaimana cara untuk menyingkirkan Aisah dari dunia ini, karna bagi mereka keberadaan Aisah adalah penghalang besar bagi rencana mereka kedepannya.

__ADS_1


Wanita tua yang adalah nenek Aisah sangat marah, dia tidak bisa menerima kenyataan bahwa Kelvin dan Aisah akhirnya bersama juga, dia meminta anak-anaknya untuk segera menyingkirkan gadis malang itu bagaimana pun caranya.


Putra pertamanya tentu segera menjalankan perintah sang ibu, dia meminta anak buahnya untuk menghabisi gadis itu disaat dia lengah, dan membuat seakan-akan itu adalah musibah, anak buahnya mengiyakan tugasnya dan berlalu dari sana.


Hari ini Aisah mengendarai motornya berangkat menuju suatu tempat, dan ditengah perjalanan dia dihadang oleh orang-orang yang tidak dia kenal, ia turun dari motor dan melihat sekelilingnya, Aisah mencoba bertanya tentang tujuan orang-orang itu, tapi tidak ada yang menjawab pertanyaannya, Aisah pun berkesimpulan bahwa orang-orang itu adalah suruhan keluarga neneknya.


"Apa kalian disuruh untuk membunuhku? kalau iya berarti kalian sangat tidak beruntung, bukan aku yang akan tiada tapi kalian!"


Mendengar ucapan Aisah orang-orang yang bertugas untuk membunuhnya itu malah tertawa, mereka merasa diajak bermain oleh anak kecil.


"Hei gadis kecil, sejujurnya kami tidak tega membunuhmu, tapi karna kau adalah penghalang untuk rencana tuan kami maka kami harus mengakhiri dirimu disini."


"Baiklah jika itu mau kalian, majulah dan lakukan tugas kalian."


"Dasar sombong."


huh...huh...huh...huh...


Suara napas mereka yang tidak bisa mengimbangi kemampuan Aisah, mereka satu persatu tumbang ditangan Aisah gadis yang tadinya mereka remehkan.


Disaat Aisah pokus pada musuh-musuhnya, seseorang yang dari tadi tidak ikut menghadang Aisah keluar dari persembunyiannya sambil mengeluarkan pisau, orang itu berjalan perlahan-lahan dibelakang Aisah, saat musuh tersisa satu Aisah merasa lega, tapi tiba-tiba jeb....pisau itu ditusukkan dengan kuat dipunggung Aisah.


Aisah yang mendapat serangan dari belakang terkejut, dia yang masih memegang leher musuhnya menoleh kebelakang, dia melihat seseorang yang sangat dia kenal, dia tidak menyangka akan menerima hal tersebut, Aisah mengencangkan pegangan tangannya dileher musuh dan krek, terdengar suara patahan tulang dileher musuh tersebut.


Aisah melihat pria yang menikamnya tersebut, dia menatap wajah yang dirindukannya itu, dia juga bingung kenapa pria itu melakukan itu padanya, tapi dia tidak ingin memikirkannya, dia berjalan dengan menahan rasa sakit dipunggungnya dan langsung menendang tepat dibawah perut pria itu dan langsung merobohkannya, pria itu memegang kebanggaannya dan menatap Aisah, tidak lama kemudian pria itu ambruk dengan darah yang mengalir dari alat kebanggan pria itu.

__ADS_1


Aisah mengambil ponselnya dan menelpon Kelvin, Kelvin yang melihat telpon dari sang pujaan tersenyum bahagia, dia mengangkatnya.


"Halo saya."


"Kakak tolong aku, aku dijalan XY."


Sebelum Kelvin meneruskan sapaan untuk gadisnya, sudah langsung dipotong dengan kata tolong, Kelvin yang mendapat alamat kejadian langsung meluncur kesana, sesampanya disana Kelvin melihat ada banyak mayat orang dan dia melihat Aisah tergeletak ditengah-tengah orang-orang yang sudah tidak bernyawa tersebut.


"Sayang kamu kenapa, apa yang terjadi dan siapa mereka, tunggu bukannya pria itu adalah uncle angkat Aisah, ah sudahlah yang penting wanitaku."


Kelvin berlari kemobil dan langsung tancap gas menuju rumah sakit, setibanya dirumah sakit, Aisah langsung ditangani setelah dipindahkan keruang rawat, Kelvin menunggunya karna dia ingin tahu apa yang terjadi disana.


Setelah menunggu hampir tiga jam, Aisah pun sadar dari pingsannya, Kelvin Langsung bertanya.


"Sayang mana yang sakit hum?"


"Aku baik-baik saja kak."


"Tadi aku melihat uncle mu disana, tapi dia sudah tiada, sayang apa yang terjadi, apa dia yang menolongmu? maaf aku meninggalkannya."


"Tidak, dia tidak menolongku, tapi menusukku dari belakang dengan pisau itu, aku juga tidak tahu kenapa dia ingin membunuhku dan kenapa dia menjadi anak buah orang itu?"


"Anak buah orang itu? apa kau tau siapa yang menyuruh mereka, siapa sayang biar aku yang akan mengurusnya!"


"Keluarga Wirajaya, mereka yang ingin membunuhku."

__ADS_1


Kelvin hanya terdiam setelah tau siapa yang ingin membunuh Aisah, Kelvin masih bingung kenapa Aisah yang adalah turunan dari Wirajaya juga ingin dihabisi oleh keluarganya sendiri.


__ADS_2