Aku Menantimu: Cinta

Aku Menantimu: Cinta
A,M,C#10


__ADS_3

Aisah merawat mereka disana selama dua Minggu, tanpa diizinkan keluar oleh aisah, dia sendiri yang keluar masuk dari sana untuk membeli kebutuhan mereka semua.


Saat ini keadaan semua orang disana sudah membaik, tapi Aisah tidak mengizinkan mereka semua kembali kekediaman sang mereka, karna Aisah merasa ada musuh didalam rumah itu, karna sejak kejadian itu, semua pelayan tidak ada yang bertanya tentang keberadaan semua majikan mereka, dan justru mereka semua seperti orang yang tertekan entah oleh siapa.


Aisah mengetahui itu semua dari CCTV mini yang dia pasang secara diam-diam dirumah mereka dulu Aisah membeli CCTV mini itu untuk mencoba menjadi seperti seorang detektif tapi dia lupa melepaskannya kembali, dan sekarang ia bisa menggunakan itu untuk mencari tau siapa musuh dalam selimut dirumahnya.


Tapi sampai sekarang dia masih belum bisa memastikan siapa musuh dirumahnya, hanya saja dia mencurigai dua orang pelayan dirumah itu, karna dari semua pelayan hanya mereka berdua yang terlihat baik-baik saja, bahkan terlihat suka mengatur ngatur yang lain.


Dinda yang melihat putrinya begitu fokus pada leptopnya pun mendekati dan memperhatikan apa yang dikerjakan oleh putrinya tersebut, dan dia baru menyadari kalau selama ini, putrinya memasang kamera pengawas dirumah mereka, dan sekarang putrinya sedang mengawasi setiap orang yang bekerja dirumah mereka.


Dia menatap suaminya juga opa, Oma dan sang adik ipar, tapi tidak ada yang mengerti tatapan Dinda, dia pun kembali menatap putrinya yang begitu fokus sampai tidak menyadari keberadaan sang ibu disampingnya.


Karna rasa penasarannya Dinda pun bertanya kepada putranya tentang semua yang dilakukannya saat ini.


"Nak,kamu sedang apa?"


"Eh ibu, ini Bu lagi melihat situasi dirumah kita"


Semua orang yang ada disana mendekat karena mendengar jawaban Aisah barusan, mereka penasaran apa yang terjadi dirumah sampai harus di awasi lewat kamera pengawas oleh aisah, mereka semua melihat dileptop itu, kalau semua sudut rumah mereka terlihat disana, bahkan. kamar semua orang pun terlihat.


Hal itu membuat mereka semua heran dan bertanya-tanya kapan kamera itu dipasang oleh Aisah dan untuk apa, tapi belum juga kepikiran bertanya mereka melihat kelakuan dua pelayan dirumah itu, yang sangat mencurigakan.

__ADS_1


"Sayang, sejak kapan kau memasang kamera pengawas di setiap sudut rumah kita? dan untuk apa?"


"Aku masang ini, sejak enam bulan yang lalu yah, tadinya sih untuk detektif-derektifan seperti film yang sering aku tonton, tapi lupa untuk melepaskannya lagi, dan sekarang malah sangat berguna untuk mengawasi musuh dalam selimut,dirumah kita yah"


Mendengar pengakuan sang putri, tiba-tiba wajah Heru dan Dinda memerah bak kepiting rebus, mereka membayangkan kalau putri mereka melihat apa saja yang mereka lakukan dikamar.


Bukan cuma Heru dan Dinda, Kelvin sang uncle Aisah juga merasa malu membayangkan kalau ponakan tersayangnya melihat dia yang sedang ganti baju atau pun melakukan hal-hal yang lain.


Tapi Aisah sama sekali tidak memperhatikan perubahan wajah semua orang kecuali opa dan Oma, yang berusaha menahan tawa karna melihat anak dan menantunya yang seperti tertangkap mencuri itu.


Melihat situasi yang sedikit canggung, opa pun mengalihkan pembicaraan tentang pelayan yang saat ini sedang menjadi pusat perhatian semua orang, mereka kembali melihat apa saja yang dilakukan dua pelayan tersebut,dan semua orang sangat tidak percaya melihat dua pelayan itu, masuk kekamar Aisah dan membongkar lemari gadis itu, entah apa yang sedang mereka cari disana.


Aisah yang penasaran pun mengaktifkan volume dari kamera pengawas yang memang dilengkapi dengan perekam suara, disana mereka semua mendengar setiap pembicaraan dan apa yang mereka cari dikamar Aisah.


"Ia kau benar, karna seperti kata bos, malam itu dia sendiri yang memasukkan racun kedalam botol susu yang diminum bayi itu, dan diminum oleh bayi itu dan tidak lama kemudian, bayi itupun kejang-kejang dan mengeluarkan busa dari mulutnya lalu tiada"


"Tapi dimana dia menaruhnya, aaaarkh.......dia memang selalu waspada terhadap apapun, buktinya ransel itu tidak ada disini, padahal aku melihat waktu itu, kalau dia terus memeluk ransel itu dan membawanya kedalam kamar"


"Lalu dimana dia menyembunyikannya, jelas-jelas dia tidak pernah membawa ransel itu kesekolah, tapi juga tidak ada disini? kemana lagi kita mencarinya?"


"Apa mungkin dikamar ini ada tempat rahasia yang dia buat?"

__ADS_1


"Kau benar, aku yakin pasti ada disini ayo kita cari dan dapatkan segera, dengan begitu, kita bisa memberitahu bos kebenarannya dan bos akan mendepaknya dari rumah ini, hahaha"


Mereka terusencari dan mencari, sementara ditempat persembunyian, Aisah menatap semua orang dengan tatapan yang penuh pertanyaan, dia seakan mulai mengetahui kenapa ayah, ibu, opa dan uncle diculik dan disiksa, ini pasti berkaitan dengannya dan artinya opa, Oma dan uncle sudah tau kalau dia hanya anak angkat.


Aisah mulai meneteskan air mata dan tetap menatap semua orang, dia mulai merasa takut sekarang, dia takut akan dibuang, tidak diterima dan hidup sendiri didalam hutan, memikirkan itu, Aisah tidak dapat menahan kesedihannya, tubuhnya mulai gemetar karna menahan suara tangisan walau air matanya menetes dengan deras.


Dinda yang melihat hal itu pun memeluk putrinya dengan erat, dia memeluknya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya tanda meminta supaya putrinya tidak memikirkan yang tidak-tidak.


Heru, Kelvin, opa dan Oma juga memeluk Aisah, mereka semua menangis, mereka mengerti kesedihan gadis malang itu, dan mereka semua sudah berjanji bahwa Aisah tetaplah cucu pertama dirumah mereka, dan tidak akan pernah diganti oleh siapapun.


"Ayah, apa kalian akan meninggalkanku lagi? apa aku akan hidup sendiri lagi yah hiks hiks"


"Tidak sayang, kau tidak akan sendiri lagi, kau adalah putri ayah dan bukan orang lain paham? jangan pernah berpikir kalau kami akan meninggalkanmu ingat"


"Ia sayang, kau adalah cucu pertama Oma, dan tidak akan pernah diganti oleh siapapun ok"


"Huhuhuhu, oma, opa, uncle terimakasih, ayah ibu terimakasih karna sudah mau menyayangiku"


"Aku janji aku akan jadi anak baik dan patuh juga penurut, asal jangan tinggalkan aku huhuhu"


"Sayang jangan bicara seperti itu nak, kita semua sayang dan cinta sama cucu Oma, mana mungkin kami ninggalin cucu Oma yang cantik dan baik ini hem? jangan pernah sekali pun ada dipikiranmu y sayang"

__ADS_1


"Kamu dengar kan apa yang Oma bilang barusan, tidak ada yang akan ninggalin putri ayah ini, sampai kapan pun ok"


Mereka semua berpelukan sambil menangis karna ga sanggup melihat gadis malang itu, menangis karna berpikir akan kembali sendiri dan hidup di hutan seperti dulu.


__ADS_2