
Setelah kepergian aisah, Kelvin terdiam, dia memiliki banyak pertanyaan dalam hati tentang gadis kecil itu, dia juga merasa jika yang dikatakan gadis itu benar adanya, dia harus bangkit dan jangan terlalu larut dengan kesedihan kekesalan karna dikhianati, apalagi terlihat lemah, itu justru akan membuat orang yang tidak menyukainya bahagia karna bisa melihat kelemahannya.
Kelvin bangun dari duduknya dan me coba menenangkan pikirannya, dia menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya dengan pelan, setelah merasa lebih baik dia pun pergi meninggalkan tempat itu, tapi sepanjang perjalanan dia terus teringat gadis kecil yang dia temui tadi, dia merasa bahwa gadis itu sedikit berbeda dari gadis kebanyakan.
Sesampainya di rumah, Kelvin masuk ke kamarnya dan membersihkan diri, setelahnya dia membaringkan tubuhnya sambil menatap langit-langit kamarnya, dia seakan melihat wajah gadis cantik itu disana, dan menatapnya sendu seakan menginginkan sesuatu dari dirinya, Kelvin menggelengkan kepalanya untuk membuang pikirannya dari gadis itu, tapi seakan magnet yang menempel kepaku, bayangan aisah tidak juga menghilang, justru semakin jelas.
Sementara di ruangan kecil milik aisah dan keluarganya, aisah pulang dan menyapa semua orang, setelahnya dia membaringkan tubuhnya di lantai dan tertidur, aisah terlihat begitu lelah, beban yang dia pikul benar-benar membuat dia sangat lelah dan kadang dia sering mengeluh tidak sanggup, tapi hanya air mata yang bisa dia keluarkan, sebagai pelampiasan rasa lelah, sesak dan sakit yang dia rasa.
Hidup dengan keluarga baru, ibu, ayah, Oma, opa, aunty dan uncle, dia terlihat bahagia, tertawa dan cerewet, tapi jauh di lubuk hatinya selalu ada ketakutan mendalam, apalagi setelah penculikan yang dialami keluarganya beberapa hari yang lalu, itu membuat rasa takut dalam diri aisah semakin bertambah.
Entah apa yang dipikirkan oleh aisah, dia kembali membangun sebuah bangunan di dekat sebuah perumahan, dia tidak masuk perumahan tapi membeli sebidang tanah disana, dan membangun sebuah Rumah yang terlihat sederhana, dengan ukuran 19x27m, dengan halaman yang luas dan banyak tanaman dissna.
Aisah melakukan itu untuk jaga-jaga kalau ada masalah yang menimpa mereka, selain usaha kecil miliknya, dia juga berencana untuk membuat usaha yang lain dan dia mendapatkan tempat didepan sebuah kampus ternama, dan dikiri kanannya ada beberapa bangunan perusahaannya, itu membuat aisah bersemangat untuk membangun restoran merangkap kafe.
dan semua itu, masih dirahasiakan oleh dirinya dari semua keluarganya, dia juga membeli beberapa buah mobil lagi, juga beberapa motor besar, semua itu masih dirahasiakan.
Dirumah Kelvin, dia sedang tertidur dengan pulasnya.
"Sayang, kau sedang apa? knp kamu dah bangun hum?"
Sambil memeluk wanita cantik yang masih sangat muda yang dibawa tidur sekamar dengannya, Kelvin mencium tengkuk wanita itu sambil menghirup aroma rambut indah miliknya, Kelvin membalikkan badan gadis itu dan mencium bibir manis wanita tersebut, dia mencium sambil melangkah menuju tempat tidur tanpa melepaskan tautan bibir meraka.
__ADS_1
Kelvin terus melangkah sambil mendorong gadis itu ketempat tidur, dia juga bersiap melanjutkan aksinya dengan semangat 45 Kelvin melompat dan buk.
"Aduh.....punggungku, astaga aku tadi ternyata cuma mimpi y ampun."
Ternya semua yang dialami Kelvin cuma mimpi dan karna melompat dimimpi, Kelvin terjatuh dari ranjang, dan mendarat mantap dilantai dengan posisi tengkurap, dia mengusap usap hidung mancungnya yang mungkin sekarang terlihat seperti badut, karna merah akibat berbenturan dengan lantai.
Dia bangun dan melihat kearah jam dinding yang menunjukkan pukul sembilan, dia kaget karna ini udah terlalu siang padahal dia ada temu klien jam setengah sepuluh, dia berlari ke kamar mandi dan bruk, lagi lagi dia terjatuh, karna selimut masih melilit setengah kakinya, dan lagi-lagi hidung mancungnya yang jadi korban.
"Aaaahk sakitttt, kenapa hidupku sangat sial pagi ini gara gara mimpiin gadis"
Kelvin tidak melanjutkan omongannya karna mendengar teriakan juga gedoran dipintu.
"Kelllllll, apa kau sudah membusuk disitu sampai tidak bisa melihat jam, bangunnnnnn dasar kebooo"
Kelvin bicara sendiri sambil masuk kamar mandi, dia tau asisten sekaligus sepupunya itu memiliki hoby yang sama dengan sang mama, yang suka bernyanyi jika sudah kesal, bernyanyi yang sebenarnya adalah merepet.
Tiga menit dia sudah selesai dari kamar mandi, dan dia masih mendengar nyanyian asistennya itu diluar, dia memakai pakaiannya dengan sembarang dan mengambil tasnya, dia keluar dan disambut dengan tatapan mengerikan dari ABDI asisten nya itu.
Kelvin hanya melihatnya dengan santai sambil melangkah turun sambil memasang dasi dilehernya, sesampainya diruang keluarga dia berpamitan pada mama dan papanya, tapi dia heran kenapa semua orang menatap aneh dirinya.
Kelvin juga melihat mama dan papanya seperti sedang menahan tawa, dia memutar tubuhnya dan menatap asistennya yang sudah cikikikan dibelakangnya, dia merasa ada yang salah dengan semua orang, sehingga diapun bertanya.
__ADS_1
"Kalian semua salah minum obat? kenapa kalian jadi g.....la mendadak?"
"Boy, apa kamu mau berangkat kekantor?"
"Tentu saja, emang mau kemana lagi, apa kalian sudah tidak butuh uang?"
"Tapi nak, apa kamu yakin mau kekantor? coba liat, apa kamu sudah siap berangkat?"
"Emang apa lagi yang kurang, pakaian rapi, tas sudah lalu apa lagi coba, udah deh ga usah banyak tanya, Abdi ayo cepat kita bisa terlambat nanti ketemu klien!"
"Apa kau mau jadi model pakai jas, sepatu sebelah dan sebelahnya sendal Miki mous juga tanpa celana?"
Mendengar apa yang dikatakan mamanya, Kelvin melihat kebawah dan.
"Oh no....."
Kelvin berlari secepat anak panah karna dia sudah malu banget, wajahnya memerah bahkan sampai kupingnya juga memanas karna tidak sanggup menahan malu yang begitu luar biasa, sedangkan semua orang yang ada diruang keluarga dari pelayan dan juga Abdi, mama dan papanya tertawa terbahak-bahak sampai sakit perut.
Kelvin yang sudah tidak punya muka lagi untuk keluar dari kamar untuk bertemu siapapun terpaksa mengirim pesan pada Abdi sang asisten untuk memundurkan jadwal temu klien, Abdi sendiri yang menerima pesan itu tidak protes apapun, karna dia juga bisa membayangkan gimana saat berada diposisi Kelvin sang bos yang adalah kakak sepupunya sekaligus sahabatnya itu.
Sementara dikamar Kelvin, pria itu melemparkan tubuhnya diatas tempat tidur, dia benar-benar merasa tidak tau harus bagaimana lagi untuk keluar dari kamar.
__ADS_1
Sementara ditempat aisah, mereka sedang bersiap untuk kembali kemansion, mereka juga ingin menangkap kedua pelayan yang sudah menghianati mereka selama ini, terutama Baskoro opa aisah, dia juga ingin mencari tau siapa kedua pelayan itu dan siapa yang menyuruh mereka.
Like, komen juga favorit dari kalian yang membuatku semangat, jangan lupa bintang lima juga 🤲🤲🤲🤲🤲🙏🙏🙏🙏🙏🤩🤩🤩🤩😍😍😍😍