Aku Menantimu: Cinta

Aku Menantimu: Cinta
A,M,C#26


__ADS_3

Kini tiba saatnya bersalaman untuk mengucapkan selamat kepada kedua pasangan yang sudah terikat pertunangan tersebut, Aisah menatap Kelvin yang tersenyum begitu bahagianya saat menerima ucapan dari para undangan, Aisah mencoba menguatkan dirinya supaya tidak goyah karna nasip malang yang dia alami.


Kelvin terlihat begitu bahagia begitu pula wanitanya dan kedua orang tua dari pasangan tersebut, seakan Kelvin sudah melupakan Aisah yang dia tatap Beberapa menit yang lalu.


Aisah dan Mona berjalan menghampiri pasangan tunangan tersebut yang masih tersenyum bahagia, bahkan saat wanitanya membisikkan sesuatu ditelinga Kelvin dia terlihat tertawa kecil entah karena apa, dan tawa kecil mereka berakhir saat Mona mengucapkan selamat pada mereka.


"Alamat tuan Kelvin dan nona Karin semoga kalian bahagia dan segala urusan untuk hari pernikahan nanti dilancarkan."


Kelvin tersenyum paksa dan menerima uluran tangan Mona, Kelvin menatap Aisah saat Mona sedang berbicara dengan Karin tunangan Kelvin, tapi entah kenapa, dada Kelvin tiba-tiba begitu sakit saat Aisah menatapnya dengan dingin dan tanpa ekspresi, bahkan saat mengucapkan slamat pun Aisah tidak menunjukkan reaksi sedih, terluka atau kecewa.


Aisah hanya mengucapkan selamat dengan sikap formal dan dingin kepada Kelvin juga Karin, hal itu membuat Kelvin tidak sadar dan mengepalkan tangannya, lalu dia berteriak dan.membuat semua orang terkejut juga bingung, kenapa Kelvin bisa seperti itu,


"Apa kau tidak ingin mengatakan apapun kepadaku dan menganggap bahwa kita tidak saling mengenal Aisah.......?"


Aisah berhenti dan berbalik arah kepada Kelvin, dia masih tenang dan tak mengeluarkan sepatah katapun, karna dia ingin tau apa maksud dari pria tersebut.


"Kenapa, kenapa kau terlihat biasa saja saat priamu bertunangan dengan wanita lain, apa kau sudah mati rasa sehingga kau tidak menghentikan semua ini hah?"


"Boy kau ini sedang bicara dengan siapa dan apa maksudmu priamu, apa kau punya wanita lain tapi kau juga menjalin hubungan dengan Karin?"


"Kel, apa kau menjadikanku pelarianmu karna kau sedang marah dengan wanita lain? jawab aku Kelvin jawab?"


Karin tunangan Kelvin, merasa prustasi karna dijadikan pelarian oleh Kelvin, begitu pula kedua orangtuanya, mereka semua merasa dipermalukan oleh Kelvin karna putri mereka hanyalah tempat pelarian pria tersebut.

__ADS_1


Entah takdir atau apa, Karin adalah sepupu Aisah dari paman pertamanya, paman yang telah tega menganiaya ayah dan ibunya, sehingga Aisah hanya diam saja sejak awal tiba di acara ini, dia melihat semua keluarga ayahnya itu penuh kebencian dan itulah alasan utama Aisah menunjukkan pandangan dinginnya.


Aisah sendiri tidak menyangka kalau Kelvin bisaengenali dirinya dengan dandanan seperti ini, tapi dia tidak peduli hal itu, karna sekarang yang dia pedulikan adalah cara balas dendam pada semua keluarga Wirajaya tersebut.


"Wah, tuan Kelvin aku tidak menyangka anda bisa mengenaliku dengan ciriku ini, sungguh anda memiliki kemampuan yang luar biasa dan aku sangat kagum dengan hal itu."


Aisah kau, kau masih bisa bercanda saat aku bicara serius denganmu? apa kau tidak punya hati sama sekali Aisah?"


Keluarga Wirajaya yang mendengar nama itu, merasa begitu familiar dengan nama tersebut, tapi setahu mereka pemilik nama itu tidak sama dengan orang yang mereka kenal, karna Aisah yang mereka kenal sangat mirip dengan ipar mereka, tapi ini bukan, wanita ini sudah dewasa tapi saat mereka mendengar penampilan yang berbeda mereka merasa kalau wanita itu adalah orang yang sama.


Aisah yang melihat gerak-gerik keluarga Wirajaya tersebut, dia tersenyum dan tertawa terbahak-bahak, dia juga menatap wanita tua yang saat ini menatapnya dengan tatapan mengerikan, tapi sayang aisah sama sekali tidak terganggu dengan tatapan itu.


"Halo semua keluarga Wirajaya."


Semua orang yang mendengar nama Wirajaya langsung menatap keluarga Wirajaya tersebut, bahkan Kelvin juga terkejut dengan perkataan Aisah barusan begitu juga orang tua Kelvin.


"Aisah apa maksudmu mengatakan mereka keluarga Wirajaya? apa kau mengenal mereka?"


"Tentu saja aku mengenal mereka, karna mereka adalah orang-orang yang sudah menghabisi ayah dan ibuku, dan membakar kedua orang tuaku bahkan dengan tega mereka membuat semua seperti tidak pernah melakukan apapun dan justru menyalahkan ibuku, mereka berkata bahwa ibuku yang membakar anak dan suaminya.


Kelvin terkejut, dan dia melihat Aisah yang saat ini sedang mengepalkan tangannya, juga Kelvin bisa melihat tatapan kebencian Dimata Aisah, Kelvin tidak tau harus berbuat apa, tapi dia merasa kalau Aisah juga membencinya saat ini.


"Jadi kau juga adalah keturunan Wirajaya wanita muda?"

__ADS_1


Papa Kelvin bertanya kepada Aisah dan papa Kelvin juga sepertinya memiliki dendam dengan keluarga Wirajaya tersebut.


"Ya, aku juga keturunan Wirajaya orang yang dicari semua orang juga yang sangat ditakuti oleh semua orang. apa anda ingin menghabisiku sama seperti semua orang yang membenci keluarga Wirajaya tuan David?"


Papa Kelvin langsung terpancing amarah mendengar perkataan Aisah, dia meminta semua undangan untuk pulang dan menyisakan keluarga Abraham dan keluarga Wirajaya juga Mona yang setia dibelakang sang nona.


Wanita muda, kau begitu berani menantang David Abraham y, sungguh darah Wirajaya melekat dalam dirimu."


"Aku tidak punya rasa takut kepada siapapun tuan, karna saat aku berumur lima tahun, aku sudah hidup dihutan rimbun dan aku juga hidup dengan binatang buas, jadi apa yang akan aku takutkan lagi tuan?"


"Pengawallllllllll.. tangkap wanita ini dan bawa dia ketempat biasa!"


Ratusan pria berbadan besar dan kuat menghampiri Aisah dan Mona langsung pasang badan melindungi sang nona, dan tidak lama kemudian terdengar suara binatang buas mengaum dengan keras dan muncullah pasukan kucing besar milik aisah.


Jika dulu Aisah hanya punya empat harimau, saat ini Aisah punya dua puluh harimau yang dia jinakkan dalam waktu beberapa tahun saja, semua pria bertubuh besar dan kuat itu langsung menciut, melihat pasukan Aisah yang lengkap dengan peralatan tempur yang melekat ditubuh mereka.


Kelvin, David, fati ibu Kelvin juga keluarga Wirajaya, tidak bisa berkutik karna melihat binatang buas yang ada dihadapan mereka, ya Aisah selalu membawa binatang kesayangannya dia cara tertentu dengan perlengkapan yang melindungi tubuh para kucing besar itu.


Aisah sudah membuat pelindung yang bisa dipakai para kucing besar dan tidak mengganggu pergerakan mereka, baik dalam berlari juga melompat, dan semua itu adalah anti peluru, juga semacam alat yang bisa melindungi dari pukulan kuat juga melindungi mata dari bahaya lain terutama asap dan benda tajam.


Jadi mereka yang hidup di dunia gelap atau semacam mafia dan yang lainnya, pasti sudah tau fungsi semua yang melekat ditubuh kucing besar tersebut.


Keluarga Wirajaya juga tidak percaya kalau anak yang mereka cari, kini dalam perlindungan banyak binatang buas, dan hal itu akan menjadi ancaman besar bagi mereka, dan Aisah adalah penghalangan mereka mencapai tujuan mereka yang hampir tercapai.

__ADS_1


__ADS_2