
Malam harinya, Kelvin meminta izin untuk pulang kerumah dan akan kembali secepatnya, Aisah yang melihat pakaian yang dikenakan Kelvin memang kotor karna darah dari lukanya tadi, dia pun mengiyakan karena dia tau Kelvin tidak akan lama.
Setibanya Kelvin dirumah, dia sedikit bingung karna melihat ada banyak orang disana, tapi dia heran dan bertanya-tanya kenapa orang-orang itu ada dirumahnya, karna Kelvin ingat bahwa papa dan mamanya membenci keluarga Wirajaya, lalu ini apa, kenapa keluarga Wirajaya ada dirumahnya dan apa urusan mereka.
Kelvin tidak mempedulikan siapapun, dia berjalan terus menaiki tangga menuju lantai atas dimana kamarnya berada, dia sama sekali tidak mau berurusan dengan keluarga Wirajaya yang telah membuat hidup wanita tercintanya menderita bahkan ingin membunuhnya.
David yang melihat sikap putranya seperti itu merasa malu, dia pun menegur dan meminta untuk menyapa tamu yang datang itu, Kelvin berbalik dan menatap papanya dengan tatapan dingin penuh intimidasi, David yang mendapat respon seperti itu dari putranya merasa aneh, David seakan merasa kalau aura Kelvin sangat berbeda dan menakutkan.
Fati juga merasa kalau Kelvin sangat berbeda dan hal itu membuat dia merasa tidak nyaman dan dia pun hanya diam dan mengalihkan pandangannya kearah lain.
"Apa tujuan kalian datang kesini? apa kalian sedang mencari tau tentang keadaan Aisah atas perbuatan kalian tadi? jika iya, kalian tidak perlu capek-capek, karna keinginan kalian telah terkabul. Sekarang segera pergi dan tinggalkan tempat ini!"
Kelvin kau terlalu mudah mengambil kesimpulan, kami kesini bukan untuk apa yang kau katakan tapi untuk membicarakan tentang pernikahanmu dan putriku."
"Hahaha, pernikahan? dengan putrimu, anda sungguh tidak tau malu y, setelah semua yang terjadi, kalian masih berpikir untuk menikahkan ku dengan putrimu. Aku katakan pada anda dan dengar baik-baik! aku tidak Sudi melihat putrimu apa lagi menikahinya, itu tidak akan pernah terjadi. Jadi sekarang juga pergi dari rumah kami!"
"Kau akan menyesal karena telah melakukan ini pada kami ingat itu Kelvin!"
"Aku tidak takut pada pembunuh seperti kalian, bagiku kalian hanya debu di telapak sepatuku."
Setelah mengatakan semua kekesalan, kebencian dan kemarahannya, Kelvin langsung meninggalkan ruang tamu tersebut.
David tidak bisa berkata-kata lagi, dia menyadari kemarahan dan sikap dingin Kelvin pasti karena telah terjadi sesuatu kepada Aisah, dan itu akan membuat jarak diantara mereka semakin jauh karna Kelvin pasti berpikir bahwa kedua orangtuanya masih ingin melanjutkan rencana pernikahan antara Kelvin dan Karin.
Sementara keluarga Wirajaya, mereka semua sedang menahan kemarahan karna merasa dipermalukan oleh Kelvin, wanita tua yang adalah nenek Aisah itu menggerakkan giginya, dia bersumpah dalam hati akan membuat Kelvin menerima akibat dari perbuatannya tersebut.
__ADS_1
Dikamar, Kelvin melampiaskan kemarahannya pada kaca yang ada didalam kamar mandi, dia meninju kaca cermin itu, sehingga tangannya meneteskan darah, tapi Kelvin sama sekali tidak merasa sakit, justru dia merasa lega karna kemarahannya sedikit berkurang.
Dirumah sakit, Aisah tertidur karna memang dia masih sangat lemah, dan seseorang masuk keruang rawat Aisah, dia memperhatikan Aisah, dan dia bisa melihat kalau kondisi Aisah sangat lemah dan tidak akan mampu melakukan apapun juga saat ini.
Seseorang itu mengambil bantal sofa dan mengangkatnya, dia bersiap untuk menutup wajah Aisah dengan bantal tersebut tapi dia dihentikan oleh seorang dokter yang tidak lain adalah dokter pribadi Aisah.
"Siapa kau dan apa maksudmu dengan mengangkat bantal ini kewajah nona Aisah hah?"
"Diluar ruangan, Kelvin yang sudah kembali melihat perdebatan seseorang itu dengan dokter yang merawat Aisah, dan dia mengurungkan niatnya untuk masuk, dia ingin tau apa tujuan orang itu dan siapa yang menyuruhnya.
"Ini bukan urusanmu, jadi lebih baik kau bersiap untuk menghadapi masalah yang akan aku berikan sekarang."
"Aku ini dokter yang menangani pasien disini, jadi wajar jika aku ikut campur nona."
"Apa maksudmu aku menjadi tersangka, jelas-jelas kau barusan yang ingin mencoba membunuh nona Aisah."
"Iya benar, tapi sekarang bantalnya ada di tanganmu, dan polisi hanya akan mencari bukti yaitu stik cari."
"Heh kau memang tidak salah jadi penjahat, kau membalikkan keadaan dalam sekian detik saja. Tapi aku tidak akan bisa kau tipu begitu mudah wanita ular, walau sekarang aku yang memegang bantal ini, tapi disana ada CCTV jadi kau tidak akan bisa mengelak lagi.!"
Seseorang itu langsung melihat kearah kamera yang memang tidak dia perhatikan sejak tadi, dan sekarang wanita itu tidak dapat mengelak, dia melihat pintu dan berlari kesana bermaksud melarikan diri tapi sayang dia gagal karna Kelvin sudah berdiri dengan tegak dan menatapnya penuh intimidasi.
Kelvin melihat wanita itu dan tidak menyangka bahwa dia juga adalah seorang pembunuh, dia merasa telah ditipu dengan begitu mudahnya dimana dia pernah mencintai wanita itu walau hanya sementara.
"Jadi kau juga tidak ada bedanya dengan keluargamu? heh, kalian benar-benar telah membuatku begitu marah, aku tidak akan membiarkan siapapun melukai wanitaku mulai saat ini, jadi kau akan merasakan penderitaan yang tidak pernah kau bayangkan, karna selama ini wanitaku sudah menderita karna kalian semua."
__ADS_1
"Kelvin kau memang telah ditipu, tapi bukan aku atau keluargaku melainkan dia, dia sudah menipu semua orang selama ini dan membuat seakan-akan dialah orang yang disakiti kau tau?"
"Benarkah, apa kau tau jika aku sudah mengenal dia bahkan saat dia masih baru beranjak remaja dan aku sudah menyaksikan bagaimana dia hidup jadi kau tidak perlu mengarang cerita lagi wanita dia**n."
Ya seseorang yang menerobos masuk ruangan Aisah adalah Karin, wanita yang pernah bertunangan dengan Kelvin, dia ingin membunuh Aisah karna merasa Aisah telah merebut Kelvin darinya, tanpa tau kisah seperti apa yang terjadi diantara dua orang yang saling mencintai itu, dan kini dia baru tau kalau Kelvin dan Aisah sudah lama saling mengenal bahkan saat Aisah baru menginjak remaja.
Kini dia hanya akan tinggal menunggu apa yang akan Kelvin lakukan untuk membalas perbuatan keluarganya terhadap Aisah selama ini, dan dia akan melihat sisi lain dari pria yang sempat menjadi tunangannya itu.
Kelvin menelpon seseorang dan tidak lama kemudian, muncullah Abdi sang tangan kanan sekaligus asisten juga kakak sepupunya tersebut.
"Ada apa, apa terjadi sesuatu? kenapa kau bisa masuk rumah sakit hah?"
"Aisah yang masuk rumah sakit dan aku menunggunya."
"Hah Aisah, ko bisa apa yang terjadi padanya? kau apakan dia Kel?"
"Bukan Aku tapi keluarga Wirajaya."
"Ah Wirajaya y, mereka itu memang selalu buat masalah huh."
"Iya dan aku ingin kau bawa wanita ular ini kemarkas dan beri dia sesuatu yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya!"
"Dia, kenapa?"
"Dia hampir saja membunuh Aisah dengan bantal itu, sudah kau jangan terlalu banyak tanya, sekarang cepat bawa dia dan lakukan hukuman kedua padanya!"
__ADS_1