Aku Menantimu: Cinta

Aku Menantimu: Cinta
A,M,C#21


__ADS_3

Aisah yang melihat Nisa dibawa oleh satpam, mencoba mengikutinya dengan pandangannya, dan satpam tersebut membawa Nisa kesamping dapur, ia itu adalah kamar Nisa yang sekarang karna kamar miliknya yang dulu telah ditempati oleh Siska saudari tirinya.


Setelah mengetahui letak kamar nisa, Aisah menunggu semua orang terlelap, jam 00,00 Aisah melihat keadaan rumah Nisa yang sudah sepi, karna semua orang telah tertidur pulas, Aisah masuk dengan perlahan lahan dari pintu dapor yang sudah dia rusak.


Setelah itu, dia membuka kamar Nisa dang dia sungguh tidak sanggup melihat keadaan gadis tersebut, setelahnya dia menatap sekeliling rumah yang sudah sepi, dia berjalan kearah lantai atas dan masuk kesebuah ruangan dan itu adalah ruang kerja papa Nisa.


Dia mencari sesuatu yang mungkin masih bersangkutan dengan Nisa, dia mencari di semua tempat tapi tidak menemukan apapun, Aisah menyerah dan bermaksud keluar dari ruangan itu.


Tapi tiba-tiba matanya menangkap sesuatu yang sedikit berbeda dengan lukisan sebuah awan biru dikolaborasikan dengan cahaya matahari di dinding dekat pintu, dia mencoba menggoyangkan lukisan itu tapi tidak menemukan apapun, Aisah mengangkat lukisan itu dan melihat dibalik lukisan ada beberapa map yang ditempel dengan perekat.


Aisah mengambil semua map itu dan memeriksanya dan ternyata, Nisa adalah pemilik saham terbesar di perusahaan yang dipimpin oleh papanya, dan itu semua diberikan kakeknya selaku pemilik sah perusahaan, melihat itu, Aisah membawa map itu bersamanya dan kembali ke kamar Nisa.


Aisah menggendong Nisa yang sudah lemah dan tak sadarkan diri akibat luka yang dia peroleh dari gesper papanya, Aisah membawa nisa kerumahnya dan menelpon seorang dokter yang sudah dia kenal.


Dokter tersebut adalah orang yang pernah ditolong oleh aisah karna itulah dia menjadi dokter pribadi Aisah, dokter tersebut merasa ngeri melihat luka-luka di tubuh Nisa, dia ingin bertanya tapi dia tau dia tidak punya hak atas itu.


Setelah selesai mengobati Nisa, Aisah mengantarkan dokter tersebut kedepan sambil menceritakan apa yang terjadi, dokter itu begitu iba mendengar apa yang terjadi pada gadis itu.


Aisah kembali ke kamar dan melihat Nisa yang masih belum sadarkan diri, karna malam sudah semakin larut, Aisah pun memutuskan untuk beristirahat, karna Nisa pun baru bangun esok sore, dokter sengaja memberi dia obat bius yang membuat dia tertidur lama biar luka-lukanya bisa mengering dulu.


keesokan harinya, Aisah berangkat sekolah dan mendapati Siska yang bercerita bahwa Nisa kabur dengan pria tua yang kaya raya, hal itu menyebabkan semua orang semakin menghujat Nisa.


Aisah yang kesal pun memposting video dimana disana terlihat Siska, mamanya juga papanya yang menyiksa Nisa dengan sadisnya, video itu beredar dengan cepat seperti angin bertiup, semua orang yang melihat video itu, menatap Siska dengan pandangan yang sulit dijelaskan.


Siska yang ditatap demikian merasa aneh, sehingga dia pun bertanya.

__ADS_1


"Ada apa, kenapa kalian menatapku seperti itu?"


Semua orang yang mendengar pertanyaan Siska merasa marah, karna mereka merasa telah ditipu dengan omongan yang penuh kebusukan siska.


"Kamu bilang, Nisa kabur dengan pria tua, makanya dia tidak masuk sekolah apa itu benar?"


"Ia, aku ngomong apa adanya ko, apa kalian pikir aku bohong?"


"Dia kabur atau dia mungkin sudah tiada karna disiksa oleh kalian?"


"Apa maksud kalian? aku ga pernah y begitu, ia aku akui aku sering ejek dia. tapi kalau nyiksa, aku masih punya hati kali."


Siska terus menjalankan aksi kebohongannya, Tampa tau kalau perbuatan mereka telah ditonton satu negara dan mungkin akan ditonton seluruh dunia.


"Lalu kau bisa jelaskan mengenai video ini?"


Sementara Aisah dia menangis bukan karna tayangan tersebut saja, tapi dia hanya teringat kedua orangtuanya yang disiksa lebih parah dari itu.


"Itu belum seberapa dibandingkan dengan yang dialami oleh ibu dan ayahku, andai kalian melihatnya, apa kalian juga akan membela mereka atau justru membiarkannya sama seperti yang dilakukan oleh orang-orang kampung?"


Aisah hanya bisa bertanya dalam hati, karna dia tidak bisa bertanya langsung pada semua orang, karna dia tidak memiliki teman disekolah itu, bukan tidak ada yang mau berteman dengannya tapi aisah lah yang menjaga jarak dengan semua orang.


Setelah pulang sekolah, Aisah mampir ke restoran juga kafe dan toko miliknya, setelah itu, dia pulang kerumah dan melihat Nisa belum juga sadar, dia bersih-bersih lalu mengerjakan tugas sekolah, selanjutnya dia kuliah online, karna saat ini Aisah sedang menyelesaikan S2 nya dengan cara online.


tidak lama kemudian, Nisa mulai menunjukkan tanda-tanda kalau dia akan segera sadar, dia mulai menggerakkan jari-jari tangannya dan tidak lama kemudian terdengar suara.

__ADS_1


"Emmm....a..Ir"


Dengan suara seperti berbisik karna masih lemas, Aisah dengan sigap mengambil air dan menyendoknya sedikit demi sedikit kebibir Nisa, sampai akhirnya Nisa membuka matanya dan melihat sekelilingnya.


"Apa kita berhasil ka aisah?"


"Ia kita berhasil, tapi kau hampir saja kehilangan nyawamu."


"Aku sudah pikirkan kemaren ka, dan memang hanya dengan cara itulah aku bisa bebas dari neraka itu."


"Iah, lihatlah hasilnya."


Nisa melihat semua rekaman video itu dan dia merasa sedikit lega karna masalahnya mulai bisa diatasi, dia juga membaca setiap komentar dari para netizen, disana mereka semua mengutuk dan meminta pihak berwajib menangkap ketiga pelaku tersebut.


Dikediaman orang tua Nisa, saat ini mereka semua sedang mencari nb solusi untuk bisa menyelamatkan diri mereka, sampai akhirnya polisi datang untuk menangkap mereka.


"Pa, aku ini ayah kandungnya, mana mungkin aku bisa melakukan itu pada putriku sendiri."


"Tapi disana terlihat jelas bahwa anda menganiaya putri anda tuan damar."


"Pa, itu tidak benar pa, karna putriku sekarang sedang berada dirumah bibinya, kalau bapak tidak percaya biar aku telpon dia dan tanyakan langsung."


Papa Nisa menelpon seseorang dengan video call, dan disana terlihat seorang gadis masih dengan selimut menjawab telpon yang masuk.


"Pa Nisa masih ngantuk, kenapa papa nelpon Nisa uhhh."

__ADS_1


"Nisa disini ada polisi yang ingin menangkap papa dan yang lain, karna katanya kamu disiksa oleh kami nak."


"Ais papa aku tau kau sedang bercanda jadi udah y, aku matiin telponnya aku masih ngantuk mau lanjut tidur."


__ADS_2