Aku Menantimu: Cinta

Aku Menantimu: Cinta
A,M,C#14


__ADS_3

Sesampainya di mansion, mereka semua disambut seperti biasanya, tentu dengan hormat, begitu juga kedua pelayan yang menjadi musuh dalam selimut itu, opa, Oma, uncle juga ibu dan ayah tidak menunjukkan kecurigaan sama sekali, tapi aisah dia sedikit berbeda, dia bahkan tidak mengindahkan pertanyaan kedua pelayan tersebut.


Heru dan Dinda yang melihat itu juga tidak bisa menegurnya, karna mereka tau bahwa ransel pemberian ibu kandung aisah itu adalah barang terakhir yang dimiliki gadis kecil mereka itu, dan sekarang sedang menjadi incaran musuh yang ada didepan mata mereka.


Tetapi kedua pelayan itu berpikir kalau aisah hanya kelelahan sehingga mengabaikan mereka, opa meminta semua orang untuk berkumpul diruang aula karna dia ingin menyampaikan hal penting, dan tidak lama kemudian semua orang telah berkumpul dan opa pun meminta kepada para pekerja pria ditempat itu untuk menangkap kedua pelayan tersebut, kedua pelayan itu tentu saja kaget dan mereka sedang berpikir apa mereka sudah ketahuan? belum habis rasa terkejutnya, mereka berdua sudah terikat dengan kuat dan sekarang sedang di dikerumuni semua orang.


"Mulai saat ini jabatan kepala pelayan akan di ambil alih oleh paman MUMUN dan untuk pengelola keuangan pekerja akan di ambil alih oleh SUSI, dan bagi siapapun yang ingin menjadi penghianat berpikirlah sebelum bertindak, karna hukuman kalian bukan penjara polisi tapi ada ditangan kami mengerti!"


Semua orang mengangguk, dan wajah mereka terlihat memancarkan keceriaan juga kelegaan, karna mereka seperti baru lepas dari kematian yang menakutkan yang membuat mereka semua tertekan.


Sedangkan kedua pelayan yang tertangkap itu, menatap opa dan yang lain penuh kebencian dan juga dendam, entah apa yang membuat mereka semua seperti itu, terutama kepala pelayan tersebut.


"Apa kalian pikir, dengan menangkap kami kalian akan bisa tenang?tidak, justru kalian akan segera mendapatkan penderitaan lebih dari yang dialami oleh putra kalian Heru, siapapun tidak akan ada yang bisa melahirkan penerus bagi keluarga kalian ingat itu!"


Semua orang yang mendengar perkataan mantan kepala pelayan itu, sedikit takut dan mereka semakin menyadari bahwa sejak lama mereka punya musuh dan entah siapa, Sedangkan aisah dia maju mendekati pelayan itu dan bertanya.


"Apa hubungan kalian dengan keluarga syam Wirajaya? apa kalian suruhan mereka?"


Mendengar nama Syam Wirajaya membuat kedua pelayan itu, seperti terkejut dan bertanya pada aisah.

__ADS_1


"Darimana kau mengenal mereka, apa kau mencoba mencari tau keberadaan mereka? hah lebih baik lupakan dan jangan merasa kau begitu hebat jika masih ingin hidup!"


"Aku tau dan sangat tau dimana mereka berada, kenapa kau berpikir itu sulit untukku hah?"


"Sayang, darimana kau tau tentang mereka? dengar nak jangan mengurusi tentang mereka, karna itu akan mengancam keselamatan dirimu dan banyak orang!"


Aisah bingung dengan ketakutan semua orang, saat dia membicarakan tentang keluarga ayah kandungnya sendiri, aisah jadi berpikir bahwa opa dan yang lain yang diculik kemaren tidak mengetahui bahwa yang menculik mereka adalah orang-orang Syam Wirajaya.


"Opa, kenapa kalian seperti ketakutan begitu mendengar nama yang aku sebut tadi? emang ada apa opa?"


"Cucuku, nama itu ditakuti oleh semua orang, baik disini juga diluar negri, dan sampai sekarang, tidak ada yang tau dimana keberadaan orang-orang itu, dan tidak ada yang berani mencari taunya, karna mereka dikenal keluarga pisicopat, mulai dari wanita dan pria juga anak kecil di keluarga itu adalah pisicopat"


"Opa, apa aku boleh tau kisahnya seperti apa? Y untuk jaga-jaga kalau aku ketemu dengan orang seperti mereka"


"Cucuku, hampir seluruh dunia tau tentang mereka, memang mereka disebut keluarga pisicopat tapi masih tanda kutip, karna kenyataannya kejahatan mereka lebih dari itu. Mereka sebenarnya juga sering disebut manusia tak terlihat, karna sampai sekarang tidak ada yang tau dimana dan seperti apa wajah mereka"


"Lalu dari mana orang tau kalau Syam Wirajaya itu ada dan melakukan kejahatan yang membuat semua orang takut? sementara tidak ada yang tau mereka semua?"


"Ya kau benar cucuku, tapi semua itu diketahui, karna sahabat salah satu dari keturunan Wirajaya yang mereka bunuh merekam sebuah video yang menunjukkan aksi perbuatan mereka, memang mereka semua memakai penutup wajah, tapi divideo itu, dikatakan bahwa keluarga Wirajaya telah menculik seseorang untuk dijadikan bahan obsesi mereka, dan orang yang merekam itu juga berbicara dengan berbisik bisik karna dia merekam dari tempat tersembunyi"

__ADS_1


"Dan tidak lama kemudian, pria yang merekam itu mati terbunuh dengan cara mengenaskan setelah video menakutkan itu beredar, dan sebelum tiada pria itu menulis dengan darahnya bahwa dia dibunuh oleh orang tua sahabatnya tersebut"


Aisah yang mendengar cerita opa dan ayahnya merasa kalau ini ada sangkut pautnya dengan ayah dan ibu kandungnya, tapi dia belum tau misteri apalagi yang ada tentang keluarga ayah kandungnya tersebut.


Kedua pelayan yang saat ini masih diposisi yang sama hanya tersenyum, mereka sama sekali tidak merasa takut, justru mereka seperti menunggu sebuah hadiah dari seseorang, Heru pun sudah muak dengan senyuman kedua pelayan itu, sehingga meminta aisah untuk memberi hukuman pada keduanya, aisah pun tersenyum mengerikan, dia menatap keempat kucing kesayangannya.


Dan melihat kedua pelayan itu, aisah meminta bantuan pekerja laki-laki untuk membawa mereka kebelakang dan sesampainya disana, aisah pun mengelus elus kepala mili, Jes, jos dan yas secara bergantian, lalu diapun bicara kepada keempat kucing kesayangannya tersebut.


”Apa kalian ingin mencicipi makanan baru? lihat disana ada mangsa empuk yang sangat lejat menanti. Apa kalian ingin mencobanya?"


Kedua pelayan itu terkejut juga langsung ketakutan, mereka tidak menyangka kalau gadis kecil yang mereka kenal adalah orang baik, kini menawarkan mereka berdua kepada binatang buas yang selama ini, hidup berdampingan dengan mereka.


Keduanya juga tidak menyangka kalau gadis remaja itu akan memiliki jiwa dan sifat mengerikan seperti yang baru saja mereka lihat, aisah mendekati kedua pelayan itu dan membisikkan sebuah berita yang membuat kedua pelayan itu tiba-tiba berteriak-teriak dan minta tolong.


"Apa kalian tau, aku adalah keponakan Surya Wirajaya, dan putri tunggal Syam Wirajaya dan Andini Paramita Wirajaya"


"Ap, apa ka kau, tidak. tolong tolong lepaskan kami dia, dia adalah putri Syam Wirajaya, tolong lepaskan kami tuan Heru, tolong!"


Keduanya berteriak-teriak dan mengatakan apa yang dikatakan oleh aisah pada mereka, sementara Heru dan yang lainnya, tidak ada yang menanggapi ucapan mereka, justru mereka semua berpikir jika kedua pelayan itu, sedang menipu mereka.

__ADS_1


πŸ€”πŸ€”πŸ€”πŸ€”πŸ€”πŸ€²πŸ€²πŸ€²πŸ€²πŸ€²πŸ€²πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™ˆπŸ™ˆdimana hadiahku, tolong berikan dukungan kalian teman teman.


__ADS_2