Aku Menantimu: Cinta

Aku Menantimu: Cinta
A,M,C#27


__ADS_3

"Kenapa kalian berhenti, ayo cepat tangkap wanita itu sekarang juga!"


David menghilangkan rasa terkejutnya dan kembali memerintahkan anak buahnya untuk menangkap Aisah, Kelvin yang melihat itu tidak terima, dia melepaskan cincin tunangannya dan langsung menendang salah satu anak buah ayahnya dan orang tersebut terpental jauh, dia juga tidak menduga akan mendapat serangan dari tuan mudanya.


"Jika kalian coba-coba mendekatinya, maka jangan salahkan aku akan membunuh kalian sekarang juga."


"Kelvin apa yang kamu lakukan, apa kamu lupa jika nenekmu dibunuh oleh keluarga Wirajaya, apa kamu lupa jika bibimu dijual oleh keluarga mereka hah?"


"Aku tidak lupa pa, aku ingat semuanya tapi coba papa pikirkan, apakah Aisah terlibat dan apa kedua orangtuanya juga terlibat, jika ya kenapa kedua orangtuanya dibunuh oleh mereka."


Kelvin menunjuk kearah keluarga Wirajaya yang saat ini masih ada di sana, dan hal itu membuat wanita tua itu langsung membalikkan fakta.


"Ya kami memang membunuh kedua orangtuanya, itu karena kami ingin menghentikan perbuatan gila mereka, kami sudah memperingatkan mereka tapi tidak didengar, jadi aku sebagai ibunya mengambil inisiatif untuk membunuh mereka didepan para penduduk, supaya mereka tau kalau orang yang sudah membuat mereka kehilangan tiada dengan cara yang sama dengan orang yang telah mereka bunuh."


Mendengar pengakuan wanita tua itu, tentu sepihak hal itu masuk akal dan David terpengaruh oleh kebohongan wanita tua tersebut, sehingga mengatakan pada Kelvin bahwa terkadang membunuh keluarga akan kita lakukan jika sudah tidak mendengar nasehat.


Aisah yang mendengar perkataan sang nenek semakin benci dan semakin dendam, dia sudah menduga kalau mereka pasti akan terus membohongi semua orang untuk mencapai tujuan mereka.


Kelvin menatap Aisah, dia mulai goyah dan juga ikut terprovokasi oleh ucapan wanita tua tersebut, dia berjalan menghampiri Aisah dan bertanya.

__ADS_1


"Katakan, apa semua itu benar, apa orang tuamulah yang sudah menyebabkan banyak orang kehilangan orang-orang terkasih mereka?"


"Tuan Kelvin, aku tidak perlu menjawab bukankah kau sudah mendengar perkataan wanita itu, maka apa lagi yang perlu kau tanyakan?"


Aisah menjawab pertanyaan Kelvin dengan pertanyaannya, walaupun aisah harus berusaha menetralkan suaranya supaya Kelvin tidak menyadari kepedihan dan tangis yang Aisah tahan.


Kelvin perlahan-lahan melepaskan tangan Aisah dan berbalik badan lalu tiba-tiba puk.


Kelvin melayangkan pukulan yang begitu kuat diwajah gadis yang masih menduduki hatinya tersebut, dan Aisah tersungkur dilantai dengan mulut penuh darah, dan dua giginya goyang akibat pukulan Kelvin, Aisah terkejut begitu pula semua orang, mereka tidak menyangka bahwa Kelvin akan melakukan hal tersebut pada Aisah.


Mona mencoba menolong nonanya tapi dihentikan aisah dengan tatapannya, Aisah tidak akan menghentikan Kelvin bahkan jika dia harus tiada hari ini ditangan pria itu, karna sejujurnya dia memang sudah hampir menyerah dengan hidupnya.


"Aku tadinya begitu mencintaimu walau aku akui aku sempat melupakanmu tapi kini aku membencimu sampai ke akar-akar saraf terkecil ditubuhku, dulu juga aku sudah bersumpah akan membunuh orang yang telah merenggut nyawa nenek dan bibiku, dan kini kau akan tiada ditanganku."


"Aku akan senang jika kau yang mengakhiri hidupku tuan Kelvin, lakukanlah aku tidak akan menghentikan mu!"


"Tiada dengan cepat terlalu mudah bagimu, jadi aku akan melepaskanmu dan membuatmu hidup dengan cara menderita, jadi pergilah karna lukamu akan dimulai dari sekarang!"


Aisah tidak mengerti penderitaan seperti apa lagi yang akan diberikan oleh Kelvin dan kenapa dia tidak dibunuh saja, tapi semua itu langsung terjawab saat Kelvin melukai dirinya sendiri, ya Kelvin tau kalau Aisah juga sudah mencintainya dan Kelvin pun masih sangat mencintai gadis itu, karna itulah Kelvin tau penderitaan Aisah hanya akan semakin besar jika melihat orang yang dia cintai menderita.

__ADS_1


Aisah tidak percaya dengan apa yang terjadi di depannya, dia melihat tangan Kelvin berdarah akibat pukulan yang dilakukan oleh Kelvin pada tembok disampingnya, karna sejujurnya Kelvin tidak sanggup melihat mulut Aisah yang mengeluarkan banyak darah akibat pukulan yang dilakukan olehnya tadi, apa lagi saat melihat gigi Aisah yang goyang hal itu membuat Kelvin semakin tidak sanggup lagi.


Aisah yang melihat luka Kelvin langsung ambruk kembali kelantai, dia kembali melihat ayah dan ibunya yang juga berlumuran darah waktu disiksa oleh paman, bibi juga neneknya, Aisah memegang kepalanya dan mengeleng-gelengkannya sambil menatap tangan Kelvin yang meneteskan darah segar itu membuat dia berteriak histeris dan Kelvin hanya menatapnya dengan tatapan yang sulit dimengerti.


"Tidak....jangan..aku mohon jangan lagi, jangan aku mohon jangaaaaaaannn.!"


Kelvin bukannya berhenti, dia malah mengambil gelas dan memecahkannya setelah itu menggoreskannya pada punggung tangannya sendiri, dan Aisah semakin histeris dan berteriak-teriak meminta Kelvin untuk menghentikannya.


Fati yang melihat putranya melukai diri sendiri untuk menyiksa orang lain, merasa tidak terima, dia menghampiri Aisah dan menampar wajah gadis malang itu, fati terlihat seperti orang yang kerasukan menampar Aisah dengan membabi buta, membuat wajah cantik itu lebam-lebam dan tak berbentuk lagi.


Mona yang melihat itu juga tidak terima, dia menghampiri fati dan buk, Mona menendang tepat diulu hati wanita paru baya itu sehingga membuat fati, ibu dari Kelvin tersebut terlempar sejauh dua meter dan langsung pingsang.


David terkejut melihat kejadian tersebut, dia menatap Mona dengan tatapan mata membunuh miliknya, dia berlari ingin menerjang Mona tapi dilompat langsung oleh jos, harimau milik aisah, David terluka akibat cakaran harimau tersebut, dia juga mendapat robekan pada bagian perutnya sehingga dia tidak bisa bertahan dan langsung terlentang.


Keluarga Wirajaya yang melihat kejadian itu merasa puas karna berpikir musuh mereka akan saling membunuh, tapi Kelvin menangkap gerak-gerik keluarga Wirajaya tersebut, sehingga dia menyimpulkan bahwa sebenarnya Aisah tidak bersalah begitu juga kedua orangtuanya gadis itu.


Dia menghampiri Mili harimau yang sudah tua itu dan mengusap usap badannya sambil membisikkan sesuatu ditelinga harimau tersebut, dan Mili pun mengaum keras dan tentu hanya sesama mereka yang mengerti, dua puluh harimau itu berjalan mendekati keluarga Wirajaya dan langsung menerkam mangsanya yang pertama yaitu wanita tua tersebut.


Hal itu membuat anak-anak wanita itu tercengang, dan langsung menolong ibu mereka dan membawa kabur dari tempat itu, Mona yang melihat kalau kucing-kucing besar itu ingin mengejar mereka langsung menghentikannya, karna dia tidak akan membiarkan mereka salah jalan nantinya.

__ADS_1


Mona mengangkat Aisah dan membawanya kerumah sakit, dan semua kucing besar itu, mengikutinya, Mona meminta dokter yang sudah dia kenal untuk menangani Aisah, ya dokter itu adalah dokter pribadi Aisah.


__ADS_2