Aku Tidak Mandul Ibu Mertua

Aku Tidak Mandul Ibu Mertua
Happy Anniversary


__ADS_3

Hari ini Adira begitu sangat bahagia, karena nanti malam suaminya akan segera pulang. Adira sudah tidak sabar untuk memberi tahu suaminya atas kehamilannya. Bahkan Adira merasa tenang hari ini, karena tidak ada Delisa di rumah. Delisa sedang ada pemotretan beberapa hari di luar kota dan akan kembali besuk siang.


Sore ini Adira menyibukkan diri untuk membersihkan kamar, untuk menyambut kepulangan suaminya. Saat Adira masih menata bantal di atas kasur, tiba-tiba ponsel berdering di atas meja. Adira yang mendengar ponselnya berdering pun segera mendekat. Tertera di layar ponsel nama Sumiku dengan emotikon lambang hati berwarna merah.


"Mas Ardi." Adira yang segera mengangkat panggilan video call dari suaminya.


"Hay sayang." Video call yang sudah tersambung.


"Hay mas." Adira yang menampilkan senyum di layar ponsel."Apa mas jadi pulang malam ini?." tanya Adira.


"Jadi dong, mas udah kangen berat sama istri mas yang satu ini." jawab Ardi.


"Terus mas sedang di mana? terdengar rame sekali, apa mas sedang di jalan?."


"Iya.. mau pulang ke hotel, lalu beres-beres dan langsung pulang." jelas Ardi.


"Aku tunggu ya mas."


"Iya sayang, tapi ngomong-ngomong kamu sakit beberapa hari ini kok pipinya malah semakin cabi, apa jangan-jangan_." Ardi yang sudah memberhentikan ucapannya.


"Jangan-jangan apa mas?."


"Apa jangan-jangan benih unggul daddy sudah ada di dalam sana?." lanjut Ardi.


"Amin." Adira yang menjawab perkataan suaminya sambil tersenyum. "Iya mas benih cinta kita alhamdulilah sudah tubuh di rahimku." ucap Adira di dalam hati.


"Amin, ya sudah aku tutup dulu ya sayang telfonya, sebentar lagi mau sampe di hotel."


"Iya sayang, sampai jumpa di rumah, love you." ucap Adira.

__ADS_1


"Love you too." jawab Ardi dan telfon pun sudah terputus.


Adira pun kembali meletakkan ponselnya di atas meja, dan kembali melakukan pekerjaanya membersihkan kamar. Namun hanya selisih 10 menit setelah telfon mati, tiba-tiba Adira mendengar mobil Ardi masuk ke dalam garasi. Adira yang mendengar ada mobil masuk ke dalam garasi pun segera beranjak untuk melihat dari jendela. Benar saja ternyata itu mobil suaminya. Adira yang melihat suaminya sudah pulang langsung keluar dari kamar. Dengan berjalan cepat Adira menuju ke depan rumah.


Ardi yang sudah tiba di rumah, langsung turun dari mobil dengan membawa buket bunga di tangannya. Kaki terus melangkah untuk masuk ke dalam rumah, namun sebelum pintu di ketok olehnya, tiba-tiba pintu sudah terbuka begitu saja.


Ardi melihat istrinya sudah berdiri menatap ke arahny dengan tatapan tajam.


"Sayang." panggil Ardi.


"Sayang.. katanya masih di luar kota." Adira yang langsung memeluk tubuh suaminya."Kamu bohong sama aku." Adira yang langsung memukul dada bidang suaminya.


Ardi yang melihat ekspresi istrinya menjadi tertawa. "Maaf kan aku sayang, kan aku buat suprise untuk kamu." Ardi yang masih membawa buket bunga di sembunyikan di belakang tubuhnya.


Adira pun seketika langsung melepaskan pelukannya."Suprise apa?." tanya Adira.


"Happy one year wedding anniverseary sayang." Ardi yang sudah memberikan buket bunga mawar berwarna merah.


"Engga lah, itu adalah hari yang bersejarah di masa hidupku." sahut Ardi.


Adira pun sudah menerima buket bunga dari suaminya."Happy one year wedding anniversary juga sayangku." Adira yang kembali memeluk tubuh sang suami.


"Iya sayang, sudah yuk masuk, gak enak di lihat tetangga, ntar ada yang iri." ucap Ardi.


Ardi dan Adira pun sudah masuk ke dalam rumah, namun Ardi melihat rumah begitu sangat sepi, tanpa adanya celoteh dari sang mama dan istri keduanya yaitu Delisa.


"Mama dan Delisa kemana sayang?." tanya Ardi yang terus berjalan di samping Adira menuju ke kamar.


"Delisa sedang ada pemotretan di luar kota mas, maklum model papan atas jadi sibuk, sedangkan mama pergi buat arisan sama temen-teman mama, papa biasa sedang istirahat di kamar." jawab Adira.

__ADS_1


"Oh.. yaudah yuk ke kamar aku ingin memberikan sesuatu buat kamu." ucap Ardi.


"Apa mas?." Adira yang penasaran.


"Rahasia." Ardi yang sudah melingkarkan tangannya di pinggang Adira.


"Aku juga sama, ada sesuatu buat mas." Adira yang sedikit menoleh ke arah suaminya.


"Apa sayang?."


"Rahasia." jawab Adira yang sama dengan Ardi.


"Hiss.. kamu bisa aja." Ardi yang sudah mencubit pipi cabi sang istri.


Ardi sudah masuk ke dalam kamar, dengan Adira mengikuti di belakangnya. Ardi pun sudah berdiri di depan Adira, sudah mengeluarkan benda berwarna merah berbentuk hati. Ardi langsung membuka benda merah tersebut. Di dalamnya terdapat kalung liotin berwarna putih yang begitu sangat cantik dan elegan.


"Semoga kamu suka ya sayang?." ucap Ardi."Ini hadiah dariku untuk anniversary kita." Ardi yang sudah mengeluarkan kalung liontin dari tempurungnya.


Ardi sudah memasangkan kalung berwarna putih tersebut di leher mulus Adira, lalu Ardi menatap lamat-lamat kalung yang sudah terpakai di leher istrinya."Kamu sangat cantik sayang." puji Ardi.


"Terimakasih sayang." tak henti-hentinya Adira kembali memeluk tubuh sang suami, lalu seketika Adira menitihkan air matanya karena begitu merasa bahagia. Adira sudah menangis di dekapan sang suami. Adira begitu sangat bersyukur mempunyai suami penyayang seperti Ardi.


"Udah jangan nangis dong." Ardi yang sudah mengecup kening sang istri.


Saat Adira sudah mulai tenang, dan sudah tidak menangis, Adira pun kembali teringat, bahwa dia akan memberikan hadiah yang luar biasa, yang tidak akan pernah bisa Ardi lupakan.


"Sayang, aku juga punya hadiah buat kamu." ucap Adira.


"Apa sayang?." Ardi yang merasa penasaran.

__ADS_1


"Kamu pasti sangat suka, bahkan bisa-bisa pingsan." ucap Adira.


"Apa sih sayang, kamu kok jadi nakut-nakutin aku." Ardi yang terus menatap wanita cantik di depannya.


__ADS_2