Aku Tidak Mandul Ibu Mertua

Aku Tidak Mandul Ibu Mertua
Penjelasan Adira


__ADS_3

Ardi dan Adira sudah sama-sama duduk di ujung ranjang tempat tidur. Mereka berdua duduk saling berhadapan. Ardi terus menatap wajah sang istri. Sedangkan Adira sudah faham pasti suaminya akan bertanya soal Kelvin, yang tadi pagi memeluknya di rumah sakit.


"Apa benar kamu tadi pagi bertemu dengan Kelvin, mantan kekasihmu 2 tahun yang lalu?." tanya Ardi dengan sangat lembut.


"Apa Delisa yang memberi tahu mas?." tanya Adira balik.


"Iya.. apa benar itu sayang?."


Ardi begitu tampak tenang, walaupun dia mempunyai kepribadian yang tegas, dan gampang marah, namun Ardi selalu bersikap lembut di depan Adira, bahkan jarang marah dan meninggikan suaranya saat berbicara dengan Adira.


"Iya mas, tadi aku dan Kelvin bertemu di rumah sakit, tapi itu tidak sengaja, bahkan aku tidak tau Kelvin ngapain di rumah sakit." jelas Adira terus menatap wajah suaminya.


"Benarkah?." Ardi yang masih belum seratus persen yakin.


"Apa mas tidak percaya denganku?." Adira yang menatap sendu kepada suaminya.


"Apa kalian melakukan kontak fisik, seperti berpegangan atau berpelukan?."


Deg..


Seketika Adira terkejut dengan pertanyaan Ardi, Adira berfikir apakah Delisa juga berbicara bahwa tadi pagi Kelvin memeluknya, seketika Adira merasa takut dan bersalah, karena tubuhnya di sentuh oleh laki-laki lain selain suaminya, walaupun itu tidak di sengaja dan bukan kemauan Adira, bahkan kedatangan Kelvin secara tiba-tiba membuat Adira syok.


"Adira?." panggil Ardi lagi saat melihat Adira melamun.


"Maaf kan aku mas, jika aku melakukan kontak fisik dengan laki-laki lain selain mas."


"Berarti benar, kalian berdua berpelukan di rumah sakit?." Ardi yang seketika membulatkan matanya.


"Iya.. tapi itu tidak di sengaja." jawab Adira.


"Bagaimana bisa kalian saling berpelukan, di saat bertahun-tahun sudah tak bertemu, bahkan kamu sudah menjadi istriku."


"Dengarkan penjelasan ku dulu mas." sahut Adira. "Ini tidak seperti yang mas fikirkan, dan tidak sama seperti yang Delisa lihat." lanjut Adira.


"Lalu seperti apa?."


"Kita tidak sengaja bertemu, bahkan aku tidak tau Kelvin datang dari arah mana, saat aku keluar dari ruangan dokter Sesil, dan berjalan melewati ruang tunggu, tiba-tiba Kelvin menarik tanganku dan memeluk tubuhku begitu saja, aku juga sudah berkali-kali memberontak namun dia tidak mau melepaskannya."


"Benar kamu tidak sengaja bertemu dengan Kelvin di rumah sakit?."

__ADS_1


"Astaghfirullah, untuk apa sih mas, aku bohongin mas, dan untuk apa juga aku bertemu dengan Kelvin, aku dan Kelvin sudah berakhir cukup lama." Adira yang terus menjelaskan kepada Ardi agar Ardi percaya.


"Bukan cukup lama, memang sudah lama!." sahut Ardi membenarkan ucapan istrinya.


"Iya-iya itu.. lagi pula aku juga sudah menikah dengan kamu mas, dan sebentar lagi kita akan mempunyai anak, untuk apa aku main-main dengan laki-laki lain di luar sana, apa lagi sama Kelvin yang jelas-jelas dulu sudah menyakiti aku dan keluargaku."


Ardi yang mendengar penjelasan Adira seketika percaya, memang benar selama ini Adira tidak pernah berbuat yang aneh-aneh, bahkan keluar dari rumah saja hampir tidak tau, kalau tidak belanja atau keluar dengan dirinya. Ardi begitu sangat percaya, bahwa Adira tidak akan mengkhianati cintanya dan pernikahan mereka.


"Kelvin memang kurang ajar, kenapa sih dia gak ada kapoknya deketin kamu." Ardi yang merasa geram akan ulah Kelvin yang tiba-tiba memeluk tubuh istrinya.


Seketika Ardi begitu sangat cemburu saat membayangkan tubuh Adira di peluk oleh laki-laki lain, Ardi begitu tidak terima miliknya di sentuh oleh orang lain.


"Awas saja kalau aku ketemu sama dia, bakal aku habisi tu orang." ucap Ardi.


"Udah mas, udah.. semoga saja aku tidak bertemu lagi dengan Kelvin, cukup tadi pagi saja." Adira yang sudah mengusap tangan suaminya.


"Mulai besuk aku yang akan mengantarkan mu ke rumah sakit, aku takut Kelvin akan mendekati mu lagi."


"Iya sayang, aku juga maunya kamu yang nganterin aku dan anak kita periksa di rumah sakit." Adira yang sudah memeluk tubuh suaminya dan bermanja di tubuh kekar sang suami.


"Aku tau kamu tidak akan menghianatiku sayang, maka dari itu jaga lah kepercayaan ku kepadamu, kamu tau kan mencari kepercayaan dari seseorang itu sulit." ucap Ardi yang mengusap pundak Adira lalu mengecup keningnya.


"Sayang?." panggil Ardi.


"Hem." Adira yang sudah mendongakkan kepalanya ke atas menatap wajah Ardi.


"Apa saat hamil muda tidak boleh bercinta di atas ranjang?." tanya Ardi menatap kedua mata indah milik Adira.


"Memang kenapa sayang?."


"Aku sudah dua bulan tidak menyentuh mu, hanya meraba-raba saja, aku ingin kita seperti malam-malam biasanya." rengek Ardi.


"Kan ada Delisa, bukanya setiap malam kamu minta kepada Delisa."


"Aku tidak pernah minta, dia yang minta sama aku." sangkal Ardi.


"Boleh-boleh saja sayang, asal kehamilannya sehat dan tidak ada gangguan apapun, kata dokter Sesil tidak masalah, hamil muda berhubungan." Adira yang sudah mengusap pipi Ardi dengan sangat manja.


"Lalu kenapa kemarin kamu menolak ku, saat aku ajak bercinta?." perotes Ardi.

__ADS_1


"Karena aku ingin, kamu juga berbagi ranjang dengan Delisa." jawab Adira.


"Ahh kamu ini, lebih enak punyamu tauk." Ardi sudah melesatkan bibirnya ke bibir Adira, Ardi pagut bibir pink sang istri dengan sangat lembut, dan penuh gairah, dan Adira pun menyambutnya dengan sangat senang, karena sudah lama mereka tidak melakukan olah raga malam setelah hadirnya baby twins di rahim Adira.


Namun saat mereka berdua masih memagut bibir satu sama lain, tiba-tiba pintu kamar terbuka begitu saja.


"Ceklak." mama Erlin yang sudah membuka pintu.


"Adira, bagaimana apa kata dokter ta_." Mama Erlin yang sudah memberhentikan ucapannya lalu menutup mata.


"Duhh.. sepertinya mama salah suasana." ucap mama Erlin yang sudah menutup mata.


Adira yang melihat kehadiran mertuanya pun langsung melepaskan pagutannya, dan sedikit menjauh dari tubuh suaminya.


"Mama!." teriak Ardi melihat perlakuan mamanya yang masuk kamar begitu saja.


"Maaf-maaf, mama tidak tau, makanya dong kalau mau gituan itu di kunci pintunya, yaudah di lanjut lagi, mama keluar dulu." mama Erlin yang sudah kembali keluar dari kamar.


"Dasar mama kaya gak punya dosa, main celonong-celonong aja." gerutu Ardi.


"Sepertinya mama ingin tau kondisi janin kita mas, aku keluar dulu kasih tau mama kalau baby baik-baik saja." Adira yang sudah bersiap berdiri namun di tarik kembali oleh Ardi.


"Nanti saja, kita lanjutin dulu, nanggung." Ardi yang kembali memagut bibir Adira.


.


.


.


Hay kakak-kakak, mana nih yang masih setia sama Ardi dan Adira coba dong apsen kasih like, kommend dan votenya.


Saya doakan semoga kalian selalu sehat ya..


Dan di lancarkan rezekinya..


Amin..


Always love you ❤

__ADS_1


__ADS_2