Aku Tidak Mandul Ibu Mertua

Aku Tidak Mandul Ibu Mertua
Kebohongan yang terungkap


__ADS_3

Hari semakin larut, Ardi baru saja berpamitan dengan Adira untuk pulang, saat di jalan, Ardi terus mendapat telfon dari sang mama, dan menyuruhnya untuk segera pulang. Jalanan yang tidak terlalu rame Ardi terus melajukan mobilnya, dan tidak lama sampailah ia di depan rumahnya, saat Ardi turun dari mobil, ia melihat mama Erlin sudah berdiri tepat di depan pintu. Dari kejahuan Ardi bisa melihat bahwa mama Erlin sedang marah kepadanya.


"Mama nungguin Ardi?." Ardi yang semakin mendekat ke arah mamanya.


"Dari mana kamu?." ucap mama Erlin yang menatap Ardi dengan tatapan tajam.


"Dari rumah temen ma." jawab Ardi.


"Jangan bohong, kamu diam-diam masih menemui wanita murahan itu kan?."


Ardi seketika diam, bagaimana bisa mamanya mengetahui bahwa ia menemui Adira.


"Jawab mama Ardi, apa benar kamu masih menemui Adira?."


"Tidak ma."


"Bohong! mama punya buktinya." Mama Erlin yang mengambil ponsel dari saku celananya, dan memberikan ponsel itu kepada anaknya.


Ardi pun mencoba melihat ponsel sang mama, dan benar ia melihat foto dirinya tadi sore saat menemui Adira.


"Mau alasan apa lagi Ar, kamu mau berbohong apa lagi sama mama, bukanya mama sudah bilang jangan temui Adira, sampai kalian bercerai nanti."


"Bagaimana Ardi tidak menemui Adira ma, Adira sedang mengandung anak Ardi, dan itu adalah tanggung jawab Ardi."


"Apa kamu yakin yang di kandung Adira adalah anakmu, apa bukti kemarin kurang cukup saat Adira bersama mantannya, sudah jelas bawa bayi yang ada di dalam kandungan Adira bukan anakmu."


"Itu semua salah faham ma."

__ADS_1


"Salah faham apa?." Mama Erlin yang semakin menerka-nerka.


Saat mama Erlin dan Ardi sedang berdebat, tiba-tiba Delisa baru saja tiba di rumah. Delisa yang melihat suami dan mertuanya beradu mulut langsung keluar dari mobil dan mendekat ke arah mereka berdua.


"Pasti dia kan yang mengirim foto itu." Ardi yang menunjuk ke arah Delisa.


Delisa yang mendengar ucapan Ardi pura-pura terkejut. "Apa mas, aku baru aja pulang lo dari sesi pemotretan."


"Jangan berbohong kamu siluman ular." sahut Ardi. "Kamu kan yang mengirim foto itu kepada mama."


"Jawab Delisa! kamu kan yang mengirim foto itu kepada mama!." lanjut Ardi yang seketika mencengkram lengan Delisa, hingga Delisa meringis kesakitan.


"Iya.. aku yang mengirim foto itu kepada mama, karena aku gak suka mas melihat kamu masih menemui Adira, bahkan mama juga sudah melarang kamu untuk menemui wanita itu, lagi pula untuk apa kamu masih menemui Adira, yang ada di dalam kandungan Adira bukan anakmu." ucap Delisa.


"Tutup mulutmu siluman ular!."


"Mama gak tau se busuk apa Delisa."


"Apa maksutmu?." tanya mama Erlin.


Ardi pun kembali menatap wajah Delisa dengan penuh kebencian. "Ceritakan semua kepada mama apa yang telah kamu lakukan waktu bersama Adira di mall."


Delisa yang mendengar ucapan Ardi seketika terkejut. "Ce_cerita apa, semua kan sudah jelas bahwa di mall itu Adira masih bertemu dengan mantannya."


"Kau sungguh licik Delisa, kau sangat tega, kau siapa berani-beraninya menghancurkan rumah tanggaku, dan membuat keluarga mahesa porak poranda, apa kau fikir aku tidak tahu kebusukan mu di belakangku."


"Kamu ini bicara apa Ardi?." mama Erlin yang semakin di buat bingung dengan kata-kata anaknya.

__ADS_1


"Mama tau, siapa dalang dari kehancuran hubunganku bersama Adira, yaitu Delisa, menantu yang selama ini mama idam-idamkan, Delisa menyuruh Kelvin mantan Adira untuk kembali menemui Adira."


"Tidak ma, itu tidak benar, Delisa melihat sendiri di mall itu bahwa Adira bertemu dengan mantannya yaitu Kelvin." sahut Delisa.


"Tidak ma.. Delisa telah menjebak Adira, supaya mama benci dengan Adira."


"Stop..! Stop..!." Mama Erlin yang menutup kedua kuping nya dengan telapak tangan. "Jangan menyalahkan orang lain Ardi, dan seharusnya kamu bersyukur, Delisa mengambil foto itu di mall."


"Mana buktinya mas, jika aku yang menyuruh Kelvin untuk menemui Adira, gak ada buktinya kan?."


Ardi yang mendengat ucapan Delisa seketika tersenyum kecut. "Apa kau sudah siap angkat kaki dari rumah ini, jika kau benar-benar dalang dari hubunganku bersama Adira."


Delisa yang mendengar ucapan Ardi seketika wajahnya berubah menjadi pucat pasi, bahkan kakinya terasa bergemetar. "S_iap." jawab Delisa terbata-bata namun masih dengan ekspresi angkuhnya.


Ardi pun meraih ponsel di saku celananya, dan membuka sebuah galeri, dan menunjukan rekaman CVTV mall kepada mama Erlin.


"Bukankah di video itu Delisa ma?." tanya Ardi.


Delisa yang melihat Ardi mempunyai bukti semakin merasa panik. Delisa berfikir bagaimana bisa Ardi mendapatkan rekaman CCTV itu, bahkan saat itu Delisa lupa bahwa terdapat CCTV di mall.


"Kau sangat bodoh Delisa, hancurlah riwayatmu." ucap Delisa di dalam hati.


Mama Erlin pun terus menatap gerak-gerik Delisa saat dari pertama datang ke mall, hingga pulang, benar saja di video itu terdapat Delisa sedang tertawa bahagia bersama Kelvin, setelah kepergian Adira. Mama Erlin seketika terkejut dengan perilaku Delisa kepada Adira. Dan tidak menyangka, bahwa ini semua adalah ulah dari menantu kesayangannya.


"Delisa bisa jelasin ma." Delisa yang menyentuh tangan mertuanya, namun dengan sigap mama Erlin menepisnya.


"Itu tidak seperti yang mama bayangkan." ucap Delisa lagi, mencoba untuk meyakinkan mertuanya.

__ADS_1


"Jelaskan apa maksut dari Video ini Delisa? apa benar kamu yang melakukan semua ini?." teriak mama Erlin di depan Delisa.


__ADS_2