
Mama Erlin, tuan Malio, dan ibu Suci yang dari tadi mendengar tangisan bayi pun sudah tidak sabar untuk masuk ke dalam ruang persalinan, namun karena dokter belum mengizinkan untuk masuk, mau tidak mau mereka ber 3 harus bersabar untuk melihat penerus keluarga Mahesa.
Setelah hampir 2 jam, kini Adira beserta kedua bayinya pun sudah di pindahkan ke ruang rawat berkelas VIP. Di sana semua keluarga sudah bisa berkumpul menjadi satu. Mama Erlin yang sudah tidak sabar untuk menemui cucu-cucunya pun segera masuk ke ruang Adira dengan di ikuti tuan Malio dan ibu Suci di belakangnya.
Ardi dan Adira yang sedang sibuk dengan bayi mereka seketika terkejut kala mendengar pintu terbuka begitu saja. Ardi dan Adira pun menoleh bersamaan ke arah pintu ruangan.
"Mana cucu-cucu mama?." ucap mama Erlin yang semakin mendekat ke arah Ardi dan juga Adira.
"Hay nenek." ucap Ardi sambil menggendong putra nya.
Mama Erlin yang melihat bayi tampan menggemaskan pun seketika menitihkan air matanya, tidak hanya mama Erlin, ibu Suci pun seketika juga menangis saat mengambil alih baby girl dari tangan Adira.
"Coba sini mama gendong." ucap mama Erlin, dan Ardi pun langsung memberikan putranya kepada sang mama.
"Masyaallah, kau tampan sekali nak, ini nenek." mama Erlin yang berkali-kali mengecup pipi cucunya.
__ADS_1
Mama Erlin dan ibu Suci pun begitu terlihat bahagia, karena di karunia dua cucu sekaligus, mereka berdua pun terus bermain dengan kedua cucu-cucunya sambil tertawa bersama. Sedangkan tuan Malio dan Ardi sedang duduk di sofa yang ada di dalam ruang VIP tersebut sambil berbincang tentang bisnis.
Mama Erlin yang menggendong baby girl sambil mendekat ke arah Ardi. "Apa kamu sudah menyiapkan nama untuk mereka Ar?." tanya mama Erlin dan seketika membuat Ardi menoleh ke arah mamanya.
"Sudah ma." jawab Ardi.
"Lalu siapa namanya, supaya kita tidak bingung untuk memanggilnya."
"Baby cowok aku beri nama Aidan Zeo Hainatan Malio, dan yang baby cewek aku beri nama Anaira Willy Pratista Malio." Jelas Ardi.
"Kenapa ma, bu, namanya bagus bukan?." tanya Ardi sambil menatap wajah sang mama dan mertuanya.
"Iya bagus, tapi susah sekali namanya?." ucap mama Erlin.
"Iya.. bagus, tapi ibu sedikit susah untuk menghafal nya." sahut ibu Suci sambil tersenyum.
__ADS_1
"Bagus, nama yang luar biasa, pasti Artinya juga luar biasa, lalu siapa panggilan mereka berdua Ar?." tanya tuan Malio kepada anaknya.
"Aidan dan Anaira pa, Ardi sengaja membuat nama mereka dari huruf AA, agar mereka sama dengan Ardi dan Adira." jawab Ardi.
"Bagus, bahkan kalian berdua mencantumkan nama papa di belakang nama mereka, kenapa tidak mencantumkan nama kalian berdua saja, apakah ada maksut dari nama tersebut.."
"Tidak pa, Ardi mau, bukan hanya Ardi dan Adira saja yang menjadi panutan untuk mereka berdua, namun juga ada sosok kakek Malio, yang kelak akan menjadi panutan mereka berdua untuk menjadi anak-anak yang cerdas, bertanggung jawab, pemberani, rendah hati, sabar, dan tak pantang menyerah seperti papa." jelas Ardi.
Tuan Malio yang mendengar jawaban Ardi seketika berkaca-kaca. "Papa bangga kepadamu Ar." ucap tuan Malio.
"Ardi juga bangga punya orang tua seperti papa, sehat selalu ya pa, Ardi masih membutuhkan sosok papa di samping Ardi, papa adalah orang tua, mentor, dan penasihat yang luar biasa untuk Ardi." Ardi yang seketika memeluk tubuh sang papa.
Mama Erlin dan Adira yang melihat adegan tuan Malio dan juga Ardi seketika menitihkan air matanya, seketika ruangan pun menjadi mengharu biru.
"Air mata ini adalah air mata kebahagian, terimakasih tuhan telah menempatkan ku di keluarga yang begitu luar biasa, walaupun aku tidak mudah untuk menggapai semua ini, namun karena kesabaran dan Keyakinan ku, aku mampu melewati semuanya, aku mencintai kalian semua." ucap Adira di dalam hati.
__ADS_1