Aku Tidak Mandul Ibu Mertua

Aku Tidak Mandul Ibu Mertua
Kelahiran Adira


__ADS_3

Ardi yang masih sibuk di kantor tiba-tiba mendapat telfon dari mama Erlin bahwa sebentar lagi Adira akan melahirkan, dengan langkah cepat Ardi masuk ke dalam lift untuk menuju ke lantai 1, setelah lift terbuka ia segera masuk ke dalam mobil yang sudah di siap di depan kantor.


"Rumah sakit Kurnia Medika." ucap Ardi kepada supir pribadinya.


"Siap pak."


Mobil mewah berwarna hitam pun sudah melaju meninggalkan kantor untuk menuju ke rumah sakit, di dalam mobil Ardi begitu cemas, karena Ardi tau betul bahwa belum saatnya Adira melahirkan, namun di balik kecemasan Ardi, Ardi juga bahagia, karena kedua anaknya akan segera lahir di dunia.


"Lebih cepat pak." ucap Ardi lagi dan supir pribadi Ardi pun hanya mengangguk pelan.


Tidak lama mobil pun sudah tiba di rumah sakit Kurnia Medika, Ardi sudah turun dari mobil lalu masuk ke dalam rumah sakit. Tanpa bertanya lebih dulu kepada suster Ardi sudah tau ruangan persalinan istrinya, karena mama Erlin sudah memberi tahu sebelumnya.


Dengan langkah cepat Ardi menyusuri koridor-koridor kantor, dan akhirnya telah tiba di depan ruang persalinan VIP, di depan ruangan Ardi melihat ada tuan Malio dan juga mama Erlin.


"Gimana keadaan Adira ma?." tanya Ardi.


"Adira baik-baik saja, dokter sedang menyiapkan persalinan nya, karena sudah pembukaan 3, cepat lah masuk, temani istrimu." perintah mama Erlin.


"Baik ma." jawab Ardi.


Ardi pun langsung masuk begitu saja ke dalam ruang persalinan, namun saat masuk ternyata di dalam ruangan sudah ada ibu mertuanya, yaitu ibu Suci.


"Maaf buk baru datang." ucap Ardi sambil mencium tangan sang ibu mertua.


"Tidak apa-apa nak Ardi, ya sudah ibu keluar ya, temani Adira hingga persalinan selesai, dan jangan lupa terus berdoa." ucap Ibu Suci sambil mengusap tangan Ardi.


"Baik bu."

__ADS_1


Ibu Suci pun sudah keluar dari ruangan dan menunggu di luar, karena yang boleh menemani hanya satu orang saja di dalam ruangan.


"Maaf ya sayang, aku baru datang." ucap Ardi sambil mengecup kening Adira.


"Iya mas, tapi aku sudah tidak tahan lagi, perut ku sangat sakit." Adira yang terus meringis kesakitan.


Ardi yang melihat istrinya begitu kesakitan pun segera mendekat ke arah suster yang sedang menyiapkan peralatan persalinan.


"Suster, apa ini masih lama, istri saya sudah kesakitan." ucap Ardi.


"Sebentar ya pak, dokter akan segera datang dan memeriksa ibu Adira kembali." jawab salah satu suster.


Tidak lama dokter kandungan pun masuk ke dalam ruangan, dan persalinan pun di mulai.


"Wah pembukaannya sudah nambah, kita langsung saja ya buk, saya akan beri aba-aba dengan hitungan satu sampai tiga, ibu bisa mengejan."


Ardi berdiri tepat di samping Adira, ia genggam erat tangan sang istri. "Ayo sayang semangat, kamu pasti bisa." Ardi yang terus memberi semangat.


"Tarik nafas ya buk, lalu keluar kan secara pelan-pelan, satu, dua, tiga."


"Aghhhhh..." Adira yang mulai mengejan.


"Good buk, ayo sekali lagi, kepalanya sudah keluar."


"Aghhhhh.." Dengan dua kali mengejan baby pun sudah lahir.


"Oekkkkkk." tangisan baby berjenis laki-laki baru saja keluar dengan keadaan sempurna.

__ADS_1


"Wah, baby nya sangat tampan, bahkan hidungnya sangat mancung." puji dokter Siska. "Di bersihkan dulu ya pak, buk." Dokter Siska yang sudah memberikan baby kepada suster untuk di bersihkan.


Adira yang masih tersenggal-senggal nafas nya pun semakin menggenggam tangan sang suami, ia tidak menyangka sudah menjadi seorang ibu. Begitu pun dengan Ardi, Ardi masih tidak percaya bahwa sudah mempunyai jagoan kecil yang akan meneruskan keluarganya.


Dalam waktu 15 menit, Adira kembali merasakan sakit di perutnya, ia paham betul bahwa baby yang satunya juga segera keluar.


"Mas, perutku terasa sakit lagi, sepertinya baby satunya juga akan keluar." ucap Adira kepada Ardi yang masih duduk di sampingnya.


Ardi pun dengan sigap kembali memanggil dokter, dan tidak lama dokter Siska pun datang, dan siap melakukan persalinan yang ke dua. Tanpa kendala, lagi-lagi hanya cukup mengejan dua kali baby yang kedua pun lahir di dunia dengan selamat.


"MasyaAllah, yang satu tampan, yang satunya lagi cantik, selamat pak Ardi dan ibu Adira, telah di karunia putra dan putri yang tampan dan cantik, bahkan mereka berdua sangat menggemaskan."


Adira yang melihat kehadiran anak keduanya seketika menitihkan air matanya, ia masih belum menyangka mendapatkan titipan anak-anak yang begitu menggemaskan dan lucu dari tuhan.


Setelah dua baby di bersihkan, mereka berdua pun di berikan kepada Ardi dan juga Adira. Tidak hanya Adira, bahkan Ardi pun menangis kala melihat baby cantik di gendongannya, Ardi tidak menyangka akan mempunyai dua anak sekaligus. Seketika Ardi dan Adira teringat dengan perjuangan mereka berdua dulu saat minta restu dari mama Erlin untuk menikah, dan perjuangan mereka untuk mendapatkan momongan. Cacian, makian, hingga di rendahkan semua Adira Terima dari orang-orang yang tidak suka dengannya, namun hari ini Adira membuktikan bahwa dirinya tidak mandul, dan bisa memberikan keturunan, hingga memberikan penerus untuk keluarga Mahesa.


"Kalian sangat tampan dan cantik, sehat selalu ya sayang-sayangnya mommy dan daddy." ucap Adira sambil menangis.


"Terimakasih sayang sudah melahirkan malaikat tampan dan cantik untukku, kamu ibu yang luar biasa."


"Kamu juga ayah yang luar biasa sayang, terimakasih masih tetap bersamaku hingga sekarang." Adira yang menatap wajah sangat suami.


"Aku akan tetap bersamamu hingga rambut memutih sayang, bahkan sampai maut memisahkan."


"Mommy mencintai kalian semua."


"Daddy lebih-lebih mencintai kalian semua." Ardi yang mengecup kening sangat istri, lalu mengecup pipi halus anak-anaknya.

__ADS_1


__ADS_2