Aku Tidak Mandul Ibu Mertua

Aku Tidak Mandul Ibu Mertua
Anugrah terindah


__ADS_3

"Tutup dulu dong matanya?."


"Pake tutup mata segala?." ucap Ardi.


"Iya dong, karena ini kejutan yang paling istimewa."


"Iya deh.. iya..." Ardi pun sudah menutup mata dengan kedua tangannya.


Adira yang sudah melihat suaminya tutup mata, langsung berjalan mundur, menuju ke laci tempat di mana kemarin Adira menyimpan alat tes kehamilan.


"Udah belum sayang?." tanya Ardi.


"Belum sayang, awas lo ya, jangan ngintip." sahut Adira.


Adira sudah mengambil semua tespeck di dalam laci dan kembali berjalan, kembali berdiri di depan suaminya. Dengan sangat gugup Adira menggenggam tespeck di tangannya, Adira benar-benar tidak sabar memberi tahu suaminya jika dirinya hamil.


"Sudah sayang, buka matanya." perintah Adira.


"Udah bener ni?."


"Iya sayang." jawab Adira.


Ardi pun sudah membuka kedua matanya dengan sangat pelan, lalu menatap ke arah istrinya yang berdiri di depannya, Ardi melihat kedua tangan Adira di selipkan ke belakang.


"Kamu mau kasih apa sayang?."


Dengan lamat-lamat Adira terus menatap kedua mata sang suami, lalu mengeluarkan tiga buah tespeck dan memperlihatkan kepada suaminya."Ini hadiah dariku untuk Anniversary satu tahun kita sayang, pasti kamu suka." ucap Adira.

__ADS_1


Ardi pun menatap tiga alat di tangan istrinya dengan sangat jelas, Ardi bisa langsung faham jika itu adalah alat untuk mengecek kehamilan, alat yang dulu ia beli bersama sang istri. Ardi yang melihat tiga alat terpampang jelas garis dua semua seketika terkejut.


"Sayang?." Ardi yang sudah mendekatkan tubuhnya ke arah Adira dengan mata berkaca-kaca.


"Ini tidak bohong kan? ini beneran kan?." Ardi yang sudah mengambil tiga tespeck dari tangan Adira.


"Iya sayang, benar, aku hamil, aku sedang mengandung buah cinta kita." jawab Adira.


Ardi yang mendapat jawaban dari Adira, benar-benar hamil, langsung saja bersujud, Ardi sudah menangis di atas lantai, apa yang di harapkan, apa yang dia doakan, akhirnya terkabul di saat bersamaan dengan hari pernikahan mereka yang ke satu tahun. Adira yang melihat suaminya sedang bersujud pun ikut menitihkan air mata.


"Terimakasih tuhan, engkau telah mengabulkan doa-doaku, terimakasih engkau telah mempercayai kami untuk menjaga amanahmu." ucap Ardi masih menangis.


Ardi pun sudah kembali beranjak berdiri, lalu menyeka air matanya, Ardi langsung saja memeluk tubuh sang istri begitu erat, pelukan yang mengisyaratkan bahwa dirinya benar-benar bahagia.


"Terimakasih sayang, terimakasih atas hadiahnya untuk Anniversary kita." ucap Ardi.


"Kalian adalah anugrah terindah dari tuhan untuk Daddy." ucap Ardi lalu mengecup kening Adira dan mengusap perut Adira dengan sangat lembut.


Ardi pun lalu berjongkok dengan dua lutut menjadi pangkuannya, Ardi menatap lamat-lamat perut rata istrinya. "Terimakasih ya sayang sudah hadir di rahim mommy, kamu adalah kado terindah di hari ulang tahun pernikahan Daddy dan Mommy." ucap Ardi lalu mengecup perut rata istrinya.


"Hay daddy.. aku sengaja datang sedikit telat di rahim mommy, karena aku ingin memberi kejutan di hari ulang tahun pernikahan daddy dan mommy." ucap Adira kembali menitihkan air matanya.


Ardi yang mendengar ucapan Adira menjadi tersenyum, lalu beranjak berdiri. "Daddy mencintai kalian." Ardi yang kembali memeluk tubuh istrinya.


"Kami berdua juga mencintai daddy, dan doakan kita semoga selalu tetap sehat ya daddy." ucap Adira di pelukan sang suami.


Ardi dan Adira benar-benar merasa sangat bahagia berlipat ganda. Setelah Ardi berhasil menyelesaikan bisnisnya, dan mendapat untung banyak untuk perusahaannya, dan sekarang ia mendapat sebuah hadiah yang begitu sangat istimewa yang sudah di natikannya cukup lama.

__ADS_1


"Dari kapan kamu sayang, tau kalau kamu hamil?." Ardi yang sudah membawa Adira duduk di ujung ranjang.


"Saat kamu berangkat ke luar kota untuk perjalanan bisnis sayang, di saat aku sakit dan muntah-muntah kemarin, lalu bik Sumi memintaku untuk kembali mengecek siapa tau positif, dan benar saja saat aku coba, tiga tespeck dua garis merah semua." jelas Adira.


"Tidak menyangka ya, sakit mu kemarin ternyata pertanda datangnya malaikat kecil." ucap Ardi. "Besuk kita ke rumah sakit, untuk memastikan apa janin kita sehat di dalam sana." Ardi yang sudah mengusap rambut lurus istrinya.


"Iya sayang." jawab Adira.


"Dan sekarang, apa yang kamu minta, aku akan mengabulkan selagi aku bisa."


"Benarkah?." Adira yang tidak yakin.


"Iya, asal jangan minta oppa-oppa korea ya, aku gak mungkin bisa bawa pulang ke rumah." Ardi yang tau bahwa istrinya suka sekali menyaksikan drama korea dan mengidolakan artis dari negri gingseng tersebut.


Adira yang mendengar ucapan suaminya menjadi tersenyum, Adira pun langsung memeluk tubuh sang suami. "Tetaplah di sampingku hingga anak kita lahir ya sayang." pinta Adira.


"Tidak hanya sampai anak kita lahir, aku akan tetap di sampingmu hingga ajal memisahkan kita berdua." ucap Ardi yang sudah mengusap punggung sang istri dengan sangat lembut.


"Janji ya."


"Iya janji." jawab Ardi.


"Ya sudah gih mandi, pasti mas capek kan, keburu malam juga." Adira yang sudah melepaskan pelukannya.


Ardi pun mengangguk lalu beranjak berdiri. "l love you." Ardi yang tidak henti-hentinya mengecup kening sang istri.


"l love you too." jawab Adira sambil tersenyum.

__ADS_1


Ardi pun sudah berjalan masuk ke dalam kamar mandi, dengan handuk melingkar di lehernya. Lalu Adira juga sudah beranjak berdiri untuk menyiapkan pakean suaminya.


__ADS_2