Aku Tidak Mandul Ibu Mertua

Aku Tidak Mandul Ibu Mertua
Penghianatan Axcel


__ADS_3

Dengan wajah yang penuh amarah Delisa melajukan mobilnya tanpa arah, semua harapan untuk bisa menguasai aset keluarga Mahesa pun seketika telah sirna. Kini dirinya telah di buang begitu saja tanpa mendapatkan apapun. Berkali-kali ia menghubungi sang mama namun tidak ada jawaban.


"Sialan, apa mama juga membuang ku, setelah mendapatkan apapun yang ia minta selama aku menjadi menantu keluarga Mahesa, benar-benar orang tua biadab." Delisa yang semakin menerka-nerka.


Delisa tidak mempunyai tujuan lagi selain menemui pacar gelapnya yaitu Axcel. Delisa semakin melajukan mobilnya dengan kencang untuk menuju ke apartemen Axcel. Tidak lama hanya membutuhkan waktu 15 menit mobil satu-satunya yang ia punya pun terparkir sempurna di parkiran besmen apartemen.


Dengan langkah cepat Delisa keluar dari mobil untuk menuju ke lantai 7 yaitu apartemen Axcel. Setelah keluar dali lift Delisa segera menuju ke kamar nomor 112. Delisa yang sudah mengetahui pin kamar kekasihnya pun langsung masuk begitu saja ke dalam apartemen tanpa menekan bel atau mengetok pintu terlebih dahulu.


Namun saat pintu terbuka Delisa melihat terdapat hils berwarna merah berserakan di lantai, Delisa pun semakin melangkahkan kakinya secara pelan, ia juga melihat ada beberapa pakaian intim wanita yang juga berserakan di lantai, Delisa yang semakin penasaran pun terus berjalan mendekat ke arah kamar Axcel yang biasa ia gunakan tidur bersama Axcel.


Semakin mendekat, dan semakin dekat, Delisa mendengar suara yang sudah tidak asing lagi baginya.


"Ahhhhhh.. Ahhhh.. terus sayang.. lebih kencang."


Delisa paham benar suara rintihan-rintihan itu adalah suara wanita yang sedang berjumbu. Semakin Delisa mendekat rintihan itu semakin jelas terdengar di telinganya. Delisa pun sedikit membuka pintu kamar Axcel secara pelan. Benar saja ia melihat kekasih gelapnya itu sedang melakukan kegiatan yang menjijikan, bahkan Delisa bisa melihat raut wajah dari keduanya bahwa mereka sama-sama saling menikmati.


"Setelah kau mendapatkan uang banyak dariku, ternyata ini balasan yang kau berikan kepadaku?." ucap Delisa yang semakin membuka lebar pintu kamar.


Axcel serta perempuan yang sedang tidur bersamanya seketika terkejut dengan kehadiran Delisa. Axcel pun segera menyudahi aktifitasnya dan segera memakai celana boxsernya, begitu pun dengan wanita itu dengan sigap ia langsung menarik selimut berwarna putih untuk menutupi tubuh polosnya.


"Delisa, untuk apa kamu kesini?." tanya Axcel yang mulai turun dari ranjang tempat tidurnya.

__ADS_1


"Pertanyaan macam apa itu?." ucap Delisa dengan senyum getir. "Apa kau gila melakukan itu dengan wanita lain, kau bilang kau hanya fokus dengan diriku saja."


Axcel yang mendengar ucapan Delisa tak kalah menunjukan ekspresi ingin tertawa. "Apa kau gila, aku hanya fokus dengan satu wanita sepertimu saja, aku akui Delisa badan mu memang bagus, dada mu luar biasa, pantat mu apa lagi, tapi sayang aku tidak puas jika hanya dengan dirimu saja."


"Jadi kau selama ini tidak hanya bermain denganku saja? selama ini kau juga bermain dengan wanita-wanita di luar sana?."


"Iya.. betul sekali, karena aku bosan bermain dengan mu, bagiku sudah terlalu, yah begitulah tidak keset lagi, jadi aku cari yang masih enak di ajak bermain untuk memanjakan adik kecilku."


"Kau benar-benar biadap Axcel, aku selalu menuruti keinginanmu, tapi ternyata kamu busuk di belakangku!."


"Sudah pergi lah dari apartemenku, kau sedang menganggu hari terindahku bersama Clara."


"Seberapa cantik, dan seberapa bagusnya tubuhmu wanita murahan!." Delisa yang langsung menarik rambut panjang Clara begitu saja.


Clara yang mendapat tarikan dari Delisa pun seketika meringis kesakitan." Ah.. sakit, lepaskan aku Delisa."


"Berani-beraninya kamu bermain dengan Axcel, apa kamu tidak tau aku siapa?." Delisa semakin menarik rambut Clara dengan kencang.


"Baby.. baby.. tolong aku." teriak Clara kepada Axcel.


Axcel pun segera mendekat ke arah Delisa."Delisa, apa yang kamu lakukan, lepaskan Clara, atau kamu akan ku pukul dan ku lempar dari apartemen ini."

__ADS_1


"Tidak, aku harus buat perhitungan sama wanita ini, wanita murahan tidak tau diri!."


"Kalau aku tidak tau diri, lalu kau apa? merusak rumah tangga orang, dan memfitnahnya, hingga menyuruh menggugurkan kandungan istri pertamanya, bahkan berselingkuh dengan Axcel padahal kau sudah mempunyai suami, apa kau tidak lebih murahan dariku?." ejek Clara.


"Tutup mulutmu wanita brengsek!." sahut Delisa.


"Kau yang brengsek, lepaskan aku!."


"Akan ku sobek mulutmu!." Delisa yang semakin tak terkendali.


Axcel yang melihat Delisa semakin menggila pun segera menarik tangannya, dan mencoba menjauhkannya dari tubuh Clara. "Ayo keluar dari apartemenku!." Axcel yang berusaha menarik tubuh Delisa untuk keluar dari Apartemen.


"Jadi kau memilih wanita yang tidak ada apa-apa nya dengan ku itu?." tanya Delisa.


"Iya, dan sekarang aku sudah tidak mau berhubungan dengan mu lagi, lagi pula kamu juga sudah di buang oleh keluarga Mahesa, kamu sudah tidak mempunyai apa-apa lagi, untuk apa aku mempertahankanmu!."Axcel yang me dorong Delisa keluar dari apartemen.


" Kau jahat Axcel, kau jahat!."


"Brakkkk!" pintu apartemen yang di tutup begitu saja.


"Ahh.. sialan!." Delisa yang menendang pintu apartemen. "Auu kakiku sakit, hari ini benar-benar hari yang menyebalkan!." teriak Delisa.

__ADS_1


__ADS_2