Aku Tidak Mandul Ibu Mertua

Aku Tidak Mandul Ibu Mertua
Kegilaan Delisa


__ADS_3

Hari ini Delisa akan mengajak Adira untuk pergi bersama ke mall, Delisa pun juga sudah meminta izin kepada Ardi untuk pergi bersama Adira, awalnya Ardi tidak setuju Adira pergi lagi ke mall, karena Ardi takut Adira kenapa-kenapa. Bahkan Adira juga awalnya menolak untuk pergi dengan Delisa, karena Adira sangat tau betul bahwa Delisa adalah wanita yang begitu cerdik melebihi seekor kancil, namun dengan rayuan dari Delisa, akhirnya Ardi pun mengizinkan, karena fikir Ardi, Delisa dan Adira juga tidak pernah keluar bersama, apa lagi shopping bersama. Mungkin dengan kejadian ini mereka akan lebih akrab.


Adira dan Delisa pun sudah masuk ke dalam mobil, mereka berdua sengaja pergi ke mall sore hari. Adira sudah melambaikan tangannya kepada Ardi, dan Ardi pun juga sebaliknya, mobil berwarna merah sudah melaju meninggalkan halaman rumah. Delisa mulai fokus menatap pada jalan, dan sebelum mereka berdua tadi berangkat, Delisa sudah memberitahu Kelvin untuk datang ke mall X.


Tidak lama hanya 20 menit, mobil pun sudah terparkir sempurna di besmen parkiran Mall. Mereka sudah melangkah masuk ke dalam mall, dan sudah naik ke lantai tiga. Di eskalator Delisa terus mendapat pesan dari Kevin, bahwa Kelvin juga sudah tiba di lantai tiga. Adira dan Delisa pun sudah tiba di lantai tiga, Delisa masih memilih-milih beberapa pakaian, bahkan beberapa kali memilihkan pakaian yang begitu bagus untuk Adira. Setelah hampir 25 menitan mereka memilih-milih pakaian dan tas. Delisa pun sudah berjalan mendekat ke arah Adira.


"Dir, aku ke toilet sebentar ya, kamu tunggu di sini saja." ucap Delisa kepada Adira.


"Iya mbak.. jangan lama-lama ya, ini sudah semakin malam."


"Iya " jawab Delisa yang sudah berjalan menuju toilet meninggalkan Adira.


Setelah Delisa pamit pergi ke toilet, tiba-tiba Kelvin datang mendekat ke arah Delisa yang sedang memilih beberapa pakaian. Entah Kelvin datang dari mana, ia pun sudah mengambil satu baju berwarna merah muda.


"Ini bagus untukmu Dir." ucap Kelvin yang mengangkat baju berwarna merah muda di perlihatkan ke arah Adira. Baju tersebut begitu terlihat terbuka dan sexsi. Namun yang membuat Adira terkejut bukan karena bajunya, tapi karena ke hadiran Kelvin lagi di mall, padahal Adira berharap tidak akan lagi bertemu dengan Kelvin, tapi ternyata dunia berkata lain.


"Kamu." uacap Adira, lalu berjalan cepat untuk menghindar dari Kelvin, namun sayang Kelvin sudah lebih dulu menarik tangan Adira.


"Dir, berikan aku kesempatan untuk berbicara dan bercerita denganmu." Kelvin yang terus memohon.

__ADS_1


"Tidak, lepaskan tanganku!." teriak Adira yang mencoba melepaskan tangannya dari genggaman Kelvin.


"Adira, aku merindukanmu, apa kamu tidak pernah merindukanku sedikit pun." ucap Kelvin lagi.


"Hentikan omong kosong mu Vin, kita sudah lama berpisah!." Adira yang menatap malas pada Kelvin.


"Tidak.. sampai kapan pun kita tidak akan berpisah." Kelvin yang langsung memeluk tubuh Noora begitu saja, bahkan Kelvin sudah melesatkan bibirnya ke arah bibir Adira. Adira yang mendapat pelukan dari Kelvin terus saja memberontak dan memukuli tubuh Kelvin. Namun karena badan besar dan kekar Kelvin, Adira begitu kuwalahan untuk melepasnya.


"Hentikan Vin, apa yang kamu lakukan, banyak orang-orang yang melihat ke arah kita, apa kamu gila!." ucap Adira yang berhasil melepaskan pagutan Kelvin.


Delisa pun sudah menikmati pemandangan indah dari Kelvin dan Adira, di sebalik toko baju yang tidak jauh dari tempat berdirinya Adira, Delisa sudah berhasil mengambil beberapa gambar saat Kelvin memeluk dan mencium Adira. Delisa pun seketika tersenyum bahagia.


"Sungguh adegan yang luar biasa." ucap Delisa pelan lalu mengirim beberapa gambar kepada Ardi dan juga mertuanya dengan cepat.


"Plakkk... Plakkk.." Adira yang sudah menampar pipi Kelvin begitu kencang.


"Dasar laki-laki bejat!." teriak Adira di depan Kelvin.


"Pukul lah aku lagi, tampar lah aku lagi Adira, rasa sakit ini tidak sebanding dengan rasa sakit ku saat mengetahui kamu sudah menikah." ucap Kelvin.

__ADS_1


"Cukup! hentikan!, dan ingat lah, sampai kapan pun kita tidak akan pernah bisa bersatu, jadi berhentilah untuk menggangguku, karena aku hanya membencimu!." teriak Adira seketika langsung berjalan namun kembali di cegah oleh Kelvin.


"Dir?."


"Plakkk!." Adira yang kembali menampar pipi Kelvin begitu kencang hingga pipi pun memerah.


"Wau.. duh pasti sakit tu." Delisa yang masih menatap ke arah Adira dan Kelvin.


Kelvin yang kembali mendapat tamparan dari Adira seketika langsung melepaskan tangan Adira, bahkan Kelvin sudah melihat dari mata Adira sudah mengeluarkan air mata. Adira sudah berlari untuk turun ke lantai satu meninggalkan Kelvin, ia terus saja menutup mulutnya, dan menangis tidak percaya, dengan apa yang ia dapatkan barusan. Adira sudah tidak memperdulikan Delisa yang begitu lama di dalam toilet, Adira begitu terlihat sangat malu, dan segera kembali ke tempat parkir.


Sedangkan Delisa yang sudah melihat Adira pergi, keluar dari sembunyiannya, dengan bertepuk tangan Delisa menghampiri Kelvin.


"Aktingmu memang luar biasa Kelvin." ucap Delisa.


"Tapi Adira terlihat begitu sangat membenciku Delisa, apa kamu yakin aku akan bisa mendapatkan Adira lagi?." tanya Kelvin.


"Tentu, jangan khawatir, aku sudah mengirim gambar hasil aktingmu tadi kepada suami dan mertuaku, kita tinggal nunggu hasilnya saja."


"Baiklah kalau begitu, semoga rencana kita ini berhasil." ucap Kelvin lagi.

__ADS_1


"Pasti berhasil." Delisa yang tersenyum kencur.


Kelvin pun sudah berpamitan kepada Delisa untuk pulang, karena tugasnya sudah selesai untuk bisa mendapatkan Adira kembali, dan Delisa pun sudah menaiki eskalator untuk menuju ke lantai satu menyusul Adira, karena pasti Adira menunggunya di parkiran.


__ADS_2