Aku Tidak Mandul Ibu Mertua

Aku Tidak Mandul Ibu Mertua
Bersekongkol


__ADS_3

Malam, sudah berganti dengan pagi. Delisa sudah menuruni anak tangga dengan menenteng tas branded nya, hari ini Delisa akan kembali ke rumah sakit yang kemarin di datangi Adira untuk memeriksakan kandungannya, dengan langkah cepat Delisa keluar dari rumah, rumah seperti biasa tampak begitu sepi, hanya ada dirinya dan juga Adira.


Tanpa berlama-lama Delisa sudah masuk ke dalam mobil, dan mobil berwarna merah pun sudah melaju meninggalkan halaman rumah. Delisa memutuskan untuk menemui Kelvin di rumah sakit, walaupun Delisa tau belum tentu Kelvin ada di rumah sakit tersebut.


"Gimana kalau pria itu tidak ada di rumah sakit, aku harus cari di mana dia, agar aku bisa ngobrol dengannya."


Mobil terus melaju cukup kencang membelah jalanan di pagi hari yang tidak terlalu rame, bahkan Delisa terus menekan klakson mobilnya untuk mendahului pengendara-pengendara yang lainnya. Dan tidak lama, Delisa pun sudah tiba di parkiran, dan segera turun dari mobil.


Tujuan Delisa pertama tiba di rumah sakit adalah ruang tunggu, karena kemarin saat bertemu dengan Kelvin berada di ruang tunggu. Delisa menatap arah kanan dan kiri menyapu ke semua arah, namun tidak melihat batang hidung Kelvin, Delisa hanya melihat ada beberapa bapak-bapak dan seorang anak muda sedang duduk menunggu panggilan pemeriksaan.


Delisa memutuskan untuk duduk di sebuah kursi, siapa tau Kelvin akan datang ke rumah sakit itu kembali. Waktu terus berjalan maju, tidak terasa Delisa sudah duduk di ruang tunggu selama 30 menit, ia sudah merasa bosan, dari tadi hanya memainkan ponsel dan menatap ke penjuru arah untuk menunggu ke datangan Kelvin.


"Kurang ajar, gini amat gue mau nyingkirin wanita kampung itu, hal yang paling gue benci adalah menunggu, kemana tu sih laki-laki." Delisa yang terus menatap ke semua ruangan.


Delisa semakin merasa bosan dan lelah untuk duduk hingga ber jam-jam, ia pun sudah beranjak berdiri memutuskan untuk pulang, Delisa berfikir tidak mungkin dia bisa bertemu dengan Kelvin lagi di rumah sakit ini. Delisa sudah melangkahkan kakinya untuk keluar dengan melewati beberapa ruangan. Saat Delisa melewati salah satu ruang pasien, dari arah satu meter, Delisa melihat Kelvin baru saja keluar dari ruangan.


"Tuh dia yang gue cari." ucap Delisa lalu berjalan untuk menghampiri Kelvin.


Dengan kaki jenjangnya Delisa sudah berhenti di depan Kelvin." Hey, dari tadi aku mencarimu!."


Kelvin yang melihat ada wanita di depannya seketika menatap ke wajah Delisa."Anda bicara dengan saya?." Kelvin yang menoleh ke belakang.


"Ya iya lah, masak sama tembok!" sahut Delisa begitu ketus menatap pria di depannya.


"Eh.. nona ini kan wanita yang kemarin dengan Adira ya." Kelvin yang sedikit menunjuk ke arah Delisa.

__ADS_1


"Syukur lah, kalau kamu tidak katarak, alias lupa."


"Lalu di mana Adira?." tanya Kelvin, berharap ada Adira.


"Apa kamu masih mencintai Adira?."


"Nona ini siapa, dan apa untungnya saya memberi tahu nona soal perasaan saya kepada Adira."


"Saya Delisa, istri kedua dari Ardi, dan Ardi adalah suami Adira." jelas Delisa.


Kelvin yang mendengar ucapan Delisa seketika terkejut. "Apa Adira sudah menikah?." tanya Kelvin.


"Yes.. bahkan sekarang Adira sedang mengandung." jawab Delisa.


"Sialan, dulu aku ajak dia nikah gak mau, dan sekarang dia sudah menikah, apa dia tidak tau aku bertahun-tahun mencarinya." Kelvin yang tampak begitu kecewa.


"Tentu!." jawab Kelvin dengan tegas.


Delisa yang mendengar ucapan Kelvin seketika tersenyum kecut, Delisa sudah menduga bahwa Kelvin masih mencintai mantan kekasihnya tersebut.


"Aku bisa membantu kamu mendapatkan Adira lagi."


Kelvin pun langsung menatap ke arah Delisa. "Maksut kamu?." Kelvin yang belum mengerti.


"Aku tidak mau punya saingan sebagai istri Ardi, dan aku tidak suka melihat Adira hamil, dia adalah benalu di dalam rumah tanggaku bersama Ardi."

__ADS_1


"Apa maksut kamu, kamu ingin memisahkan Adira dengan suaminya?."


"Yes.. benar sekali, kau bisa mendapatkan Adira seutuhnya, dan aku bisa memiliki suamiku seutuhnya, bukan kah saling menguntungkan."


Kelvin yang mendapat tawaran dari Delisa seketika merasa tergiur. "Tapi bagaimana caranya?." tanya Kelvin.


"Anggap bayi yang ada di dalam kandungan Adira adalah anakmu." jawab Delisa.


"Bagaimana bisa?." Kelvin yang tidak yakin dengan rencana Delisa.


"Lakukan saja, aku akan menjebak Adira untukmu."


"Tapi bagaiman dengan tes DNA?."


"Jangan berfikir terlalu jauh dulu, lakukan saja, sesuai rencanaku, pasti semua akan berhasil."


"Baiklah, aku akan mengakui anak di di dalam kandungan mantan kekasihku itu adalah anakku."


"Oke.. nanti malam aku akan memberi tahu kamu bagaimana caranya."


"Oke!." jawab Kelvin.


Mereka berdua pun sudah saling tukar nomor handphone dan sudah sepakat untuk bekerja sama, setelah semua sudah deal, Delisa kembali pergi keluar dari rumah sakit. Delisa tidak mau tau apa yang di lakukan Kelvin di rumah sakit, Delisa hanya bisa menebak bahwa Kelvin sedang menunggu seseorang yang sedang sakit, mungkin saja keluarganya.


Dengan senyum bahagia, Delisa masuk ke dalam mobil, akhirnya dia sudah menemukan rencana untuk memisahkan Ardi dan juga Adira, kehadiran Kelvin menjadi sebuah keberuntungan untuk Delisa, dan sebagai alat untuk memisahkan mereka berdua. Mobil pun sudah melaju meninggalkan parkiran rumah sakit.

__ADS_1


"Hahaha.. sebentar lagi aku akan menjadi satu-satunya menantu di keluarga Mahesa, dan Adira good bay." Delisa yang tersenyum puas di dalam mobil.


__ADS_2