
Mama Erlin dan Delisa sudah duduk di ruang tamu untuk menunggu kepulangan Ardi dan juga Adira. Entah kenapa mama Erlin merasa ada yang aneh dengan anak dan menantunya, bahkan mama Erlin bisa melihat Ardi tadi pagi begitu sangat bahagia dari raut wajahnya.
Delisa yang sedang membaca sebuah majalah sedikit melirik ke arah mertuanya yang sedang melamun entah memikirkan apa.
"Bukankah Ardi dan Adira bersikap aneh tadi pagi." ucap mama Erlin secara tiba-tiba.
"Ha.. memang aneh bagaimana ma?." Delisa yang tidak paham dengan ucapan mertuanya.
"Entahlah." jawab mama Erlin.
Mama Erlin pun kembali menatap ponselnya, namun dari arah luar terdengar suara mobil masuk ke dalam garasi. Mama Erlin sudah tau jika anaknya sudah pulang begitu pun dengan Delisa.
"Sepertinya mas Ardi sudah pulang ma." ucap Delisa menatap ke arah pintu.
"Iya." Mama Erlin yang juga menatap ke arah pintu depan.
Ardi dan Adira pun sudah masuk ke dalam rumah dengan tangan masih bergandengan. Mereka berdua melihat mama Erlin dan Delisa sedang duduk santai di sofa. Mama Erlin yang melihat anaknya sudah pulang langsung beranjak berdiri, begitu pun dengan Delisa.
"Kok tumben lama banget, sampe sore?." tanya mama Erlin berjalan mendekat ke arah Ardi dan Adira.
"Iya ma tadi_."
"Maaf tuan, ini belanjaannya taro di mana ya?." pak Gatot yang memotong ucapan Ardi.
"Ah.. taro meja saja pak, biar nanti bik Sumi yang bawa ke dalam." jawab Ardi.
"Baik tuan." Pak Gatot yang sedikit menundukkan kepala lalu berjalan pergi.
Mama Erlin yang melihat belanjaan begitu banyak langsung saja menatap ke arah meja, mama Erlin seketika menajamkan matanya kala melihat sebuah merek susu hamil mahal dengan terpampang jelas terdapat gambar ibu hamil. Tidak hanya mama Erlin, Delisa pun sedikit terkejut melihat ada banyak susu hamil di dalam tas belanjaan. Ternyata rencana Ardi berhasil untuk membuat mama dan Delisa terkejut. Ardi sengaja membeli banyak susu ibu hamil, untuk di perlihatkan kepada mama dan istri kedua nya.
"Ardi, buat apa kamu beli susu hamil?." tanya mama Erlin yang masih menatap ke arah tas belanjaan.
"Buat Adira ma." jawab Ardi.
"Buat Adira? apa maksut kamu? orang gak hamil kok di beri susu hamil, kalian hanya akan membuang-buang uang sa_."Ucap mama Erlin yang belum selesai langsung di sahut oleh Ardi.
"Adira sedang hamil ma, jadi aku membelikan susu hamil." jawab Ardi dengan sangat jelas.
__ADS_1
"Apa?." tanya mama Erlin begitu terkejut.
"Iya ma.. Adira sedang mengandung anak Ardi." jawab Ardi lagi.
Deg..
Delisa yang mendengar Adira mengandung seketika sangat terkejut, jantungnya tiba-tiba berdebut sangat kencang, kakinya lemas, bahkan giginya menjadi linu. Delisa berfikir bagaimana Adira bisa hamil.
"Apa mama tidak salah dengar?." tanya mama Erlin langsung menatap anaknya.
"Ini buktinya ma, kalau mama tidak percaya." Ardi yang sudah mengulurkan hasil cetak USG kehamilan Adira.
Mama Erlin pun sudah meraih 1 lembar cetak USG berwarna hitam, di tatap nya lamat-lamat. Mama Erlin bisa melihat dan mengetahui bahwa di gambar USG tersebut memperlihatkan dua sosok bayi yang belum terlihat sempurna.
"Ini bohongan kan, jangan membohongi mama Ar." mama Erlin yang kembali menatap wajah anaknya.
"Untuk apa Ardi dan Adira membohongi mama, gak ada gunanya juga ma, dari awal Ardi juga tidak percaya ma, kalau Adira hamil, tapi memang begitu kenyataannya, Allah telah memberikan dua bayi sekaligus kepada Ardi dan Adira." jelas Ardi tidak mau mamanya merasa di bohongi.
"Dua bayi? Adira mengandung anak kembar?." ucap Delisa di dalam hati tidak percaya bahwa wanita yang selama ini ia benci, dan di bilang mandul sedang hamil anak kembar.
"Apa mama akan mempunyai cucu kembar?." tanya mama Erlin terus menatap hasil cetak USG.
Mama Erlin yang tadinya ingin merasa marah, seketika langsung berkaca-kaca, ia masih tidak percaya akan memiliki dua cucu kembar dari menantu yang selama ini selalu ia jelek-jelekkan tidak lebih dari seonggok sampah di matanya, tapi sekarang memberikan dua malaikat sekaligus untuknya. Hatinya yang selama ini di penuhi dengan rasa kebencian, rasa anarka murka, rasa egois hancur lebur begitu saja. Tembok kokoh yang berdiri untuk membentengi kebenciannya terhadap Adira rubuh seketika oleh dua janin yang di kandung menantunya.
Mama Erlin menatap kedua netra Adira yang juga menatap ke arahnya, tatapan itu penuh cinta, tidak ada tatapan amarah atau tatapan kebencian di sebalik matanya. Adira baru pertama kali di tatap mertuanya begitu lama namun dengan tatapan yang berbeda. Yaitu tatapan teduh, tatapan menyesal, dan tatapan bersalah.
"Maafkan mama Adira." mama Erlin yang langsung memeluk tubuh Adira begitu saja.
Adira yang mendapat pelukan dari mama Erlin seketika sangat terkejut, ini adalah sebuah rekor baginya mendapat pelukan dari sang mertua, setelah satu tahun, hanya di abaikan, di kucilkan, di benci dan di olok-olok, namun hari ini, detik ini, Adira mendengar dan melihat dari matanya sendiri bahwa mertuanya berkata maaf dan memeluk dirinya.
Ardi yang melihat mamanya memeluk Adira seketika berkaca-kaca, selama satu tahun Ardi baru pertama kali melihat sang mama memeluk istri nya. Tidak hanya Ardi dan Adira, Delisa pun sangat terkejut dengan situasi hari ini, di dalam hatinya ada rasa iri, dan semakin membenci istri pertama suaminya tersebut, dengan tatapan sinis Delisa tidak suka melihat mama Erlin memeluk tubuh Adira.
"Maafkan mama yang selama ini telah banyak menyakiti hatimu, dengan ucapan-ucapan mama." ucap mama Erlin yang masih memeluk Adira.
"Tidak ma, justru dengan ucapan-ucapan mama Adira bisa bersyukur dan bersemangat untuk memiliki keturunan." jawab Adira.
Mama Elin pun sudah melepaskan pelukannya, dan kembali menatap netra Adira. "Mama benar-benar minta maaf sama kamu, mama merasa menyesal selalu bilang kamu mandul, bilang kamu tak berguna, dan bilang kamu bodoh, maaf kan mama."
__ADS_1
"Iya ma.. Adira sudah memaafkan mama dari dulu." jawab Adira.
Seketika tangisan mama Erlin dan Adira pun pecah kala Meraka saling berucap maaf dan saling memaafkan. Ardi yang melihat mama dan istrinya damai pun menjadi tersenyum, Ardi benar-benar merasa sangat bahagia, akhirnya doa-doanya satu persatu di kabulkan. Ardi pun sudah mendekat ke arah mereka dan memeluk tubuh sang mama dan istrinya.
"Kalian semua adalah harta paling berharga yang Ardi punya." ucap Ardi kala memeluk dua wanita kesayangannya.
Delisa yang menyaksikan mereka bertiga saling berpelukan menjadi bingung harus seperti apa, walaupun Delisa merasa benci kepada Adira, ia mencoba untuk mendekat dan berpura-pura untuk meminta maaf kepada Adira.
"Selamat ya Dir, atas kehamilanmu." ucap Delisa, dan seketika membuat mereka bertiga pun saling melepas pelukannya.
"Terimakasih Delisa, semoga kamu cepat menyusul ya." ucap Adira.
Delisa yang mendengar ucapan Adira seketika tersenyum kecut di dalam hati. "Maafkan aku jika selalu berbicara tidak baik kepadamu." ucap Delisa lalu memeluk tubuh Adira.
"Iya aku sudah memaafkan mu." jawab Adira.
"Ya sudah yuk, masuk ke kamar, kamu pasti lelah kan setelah pergi seharian, mama tidak mau kamu kecapean." Mama Erlin yang membawa Adira untuk masuk ke dalam kamar.
Namun Mama Erlin tiba-tiba kembali memberhentikan langkahnya menatap ke arah Delisa. "Delisa, kemasi barang-barangmu yang ada di dalam kamar Ardi dan juga Adira, dan pindah lah ke kamar atas, biarkan Ardi dan Adira kembali menempati kamar itu." perintah mama Erlin.
"What!." ucap Delisa di dalam hati sangat terkejut.
"Ta_tapi ma..." ucap Delisa namun tidak di idahkankan mama Erlin, mama Erlin sudah berjalan pergi untuk masuk ke kamar bersama Adira.
"Tuh.. kamu dengarkan, kemasi barang-barangmu dan pindah kamar." ucap Ardi kepada Delisa lalu berjalan mengikuti mama dan istrinya.
Delisa pun semakin marah saat mama Erlin menyuruhnya pindah kamar. "Kurang ajar, aku tidak bisa biarkan ini, posisiku akan tersingkir untuk menjadi menantu kesayangan di rumah ini, awas saja kamu Adira." ucap Delisa pelan.
.
.
.
Duh.. apa lagi ya kira-kira yang akan di lakukan Delisa untuk Adira.
Simak terus yuk perjalanan hidup Ardi dan Adira.
__ADS_1
Dan jangan lupa memberikan, like, comment, dan votenya. Terimakasih.
Always love you ❤