
Jedug.. Jedug.. Jedug..
Suara dentuman musik begitu keras di sebuah club malam elit, dengan orang-orang sibuk berjoget ria, sambil mengangkat minuman yang ada di tangan mereka masing-masing.
Delisa terus bergoyang begitu riang mengikuti dentuman musik, dengan Axcel berdiri di depannya, dengan kepala terus mengangguk-ngangguk pelan.
"Ayo sayang, joget terus.." Axcel yang terus saja menambah anggur merah di gelas Delisa.
"Jangan banyak-banyak sayang, nanti aku tidak bisa pulang." Tolak Delisa dengan setengah sadar.
Axcel yang mendengar ucapan Delisa langsung saja mendekatkan tubuhnya. "Kalau gak bisa pulang, kita cek in lagi di hotel." bisik Axcel pelan di telinga Delisa.
Delisa yang mendengar ucapan Excel hanya tersenyum, ia terus menggoyang-goyangkan tubuhnya dengan sangat bahagia. Bahkan Delisa tidak sedikit pun mengingat Ardi dan mertuanya di rumah.
Ia terus berjoget sambil meracau tidak karuan, bahkan kadang diam jika mendapat kecupan dari Axcel dan beberapa teman laki-lakinya.
***
Sedangkan Ardi baru saja membersihkan diri, lalu duduk di ruang tamu, sambil menatap ipad di tangannya, Ardi sibuk sedang membaca laporan pekerjaannya.
"Ini tuan kopinya." ucap bik Sumi yang sudah meletakkan secangkir kopi di atas meja.
"Terimakasih bik." ucap Ardi sedikit menoleh ke arah bik Sumi, lalu kembali menatap ke arah ipadnya.
"Iya tuan, kalau begitu saya permisi dulu." bik Ami yang sudah melangkah menuju ke dapur.
"Eh bik, sebentar." panggil Ardi.
Bik Sumi yang mendapat panggilan dari Ardi pun seketika langsung memberhentikan langkahnya, dan menoleh ke arah majikannya. "Iya tuan." jawab bik Sumi.
"Ngomong-ngomong Delisa kemana? kenapa dari tadi tidak terlihat batang hidungnya?." tanya Ardi sambil melepaskan kaca mata yang di kenakan nya.
"Saya juga tidak tahu tuan, tadi sore saya lihat hanya naik mobil, dan langsung pergi begitu saja tanpa berpamitan." jawab bik Sumi.
"Ah.. ya sudah bik kalau begitu."
"Iya tuan." bik Sumi yang kembali berjalan menuju ke dapur.
Ardi pun seketika terdiam, sedikit melamun, kala mengingat CCTV tadi sore di mall, bahwa Delisa yang merusak rumah tangganya dengan Adira. Ingin rasanya Ardi menjambak dan menyeret Delisa keluar dari rumah megah milik Mehesa. Namun itu bukan cara Ardi jika gegabah, Ardi merasa tidak perlu tergesa-gesa, Ardi akan menyiksa Delisa secara pelan-pelan dengan cara tak terduga.
Di saat Ardi sedang melamun, tiba-tiba mama Erlin duduk di samping Ardi. "Kamu sedang memikirkan apa?." tanya mama Erlin sambil menepuk pundak Anaknya.
__ADS_1
"Eh mama, enggak ma, cuman mikir pekerjaan saja." jawab Ardi menoleh ke arah mamanya.
"Jangan terlalu di fikirkan, nanti malah jadi pusing." ujar mama Erlin.
"Iya ma, eh apa mama tau Delisa kemana? kata bik Sumi tadi sore pergi naik mobil."
"Paling ada kerjaan mendadak di luar, atau shoping di mall." jawab mama Erlin.
"Tapi ini sudah hampir jam 9 ma, masak sih masih kerja?." Ardi yang ragu akan ucapan mamanya.
"Ar-Ar kayak kamu gak tau Delisa saja, Delisa itu model papan atas, ya maklum saja kalau jam segini dia belum pulang, secara sibuk, emang si Adira, kerjaannya hanya di dapur doang."
Ardi yang mendengar ucapan mama Erlin pun seketika terdiam, Ardi berfikir mungkin ucapan mamanya memang benar, bahwa Delisa sedang sibuk menjalankan profesinya sebagai model terkenal.
"Sudah jangan di fikirkan, Delisa tidak akan macam-macam di luar sana." mama Erlin yang kembali menepuk pundak anak semata wayangnya.
Hari pun semakin malam, dan waktu sudah menunjukan pukul 11 malam, dari tadi Ardi masih saja duduk di sofa ruang tamu, sambil bertukar pesan dengan Adira. Dengan raut yang begitu bahagia Ardi terus menatap benda pipih nya.
Mama Erlin yang tadi sudah sempat tidur di kamar pun, seketika kembali ke ruang tamu. "Kenapa senyum-senyum sendiri Ar?." mama Erlin yang kembali duduk di samping Ardi.
Ardi yang melihat kehadiran mamanya secara tiba-tiba langsung mematikan ponsel begitu saja, karena Ardi tidak mau jika mamanya tau bahwa dirinya masih berkomunikasi dengan Adira. "Ah.. engga ma, ini tadi cuman nonton video lucu aja." jawab Ardi berbohong.
"Engga ma, Delisa tidak memberi kabar apapun, bukannya mama sendiri yang bilang tadi bahwa Delisa tidak akan macam-macam di luar sana."
"Iya sih.. tapi bukan itu yang mama takutkan."
"Lalu apa ma?." tanya Ardi.
Sebelum mama Erlin menjawab tiba-tiba, ada suara mobil masuk ke dalam garasi. Seketika membuat mama Erlin dan Ardi saling bertatapan. mengisyaratkan bahwa Delisa sudah pulang.
Mama Erlin pun sudah beranjak berdiri, untuk menghampiri Delisa keluar, namun saat baru melangkahkan kakinya beberapa langkah mama Erlin melihat Delisa lebih dulu masuk ke dalam rumah, dengan badan sempoyongan, baju sexsi, dan rambut berantakan. Mama Erlin yang melihat Delisa seperti itu seketika terkejut.
"Delisa?." ucap mama Erlin.
Ardi yang mendengar ucapan mamanya langsung saja menoleh ke arah pintu. Ardi tak kalah terkejutnya saat melihat Delisa menggunakan baju begitu sexsi, dengan wajah begitu berantakan.
"Mama." ucap Delisa yang mendekat ke arah mertuanya, sambil berjalan sempoyongan.
"Jangan mendekat." mama Erlin yang mencegah Delisa, sambil menutup hidung dengan telapak tangannya.
Ardi pun sedikit berjalan ke arah Delisa, dan Ardi pun bisa mencium minuman keras di tubuh Delisa.
__ADS_1
"Apa kamu mabuk Delisa?." tanya Ardi.
"Tidak sayang, aku hanya sedikit bersenang-senang."
"Tidak bagaimana, jalan kamu saja sempoyongan seperti itu." ucap Ardi.
"Aku bilang tidak mabuk sayang_." Delisa yang akan memeluk Ardi, namun dengan sangat cepat Ardi berjalan mundur.
"Brakkkk!." Delisa yang seketika langsung jatuh ke lantai.
"Delisa." Mama Erlin yang siap untuk membantu Delisa, namun sayangnya Delisa lebih dulu memuntahkan semua isi perutnya di atas lantai.
"Hoeeggggggg."
Mama Erlin yang melihat Delisa muntah pun kembali berjalan mundur, tidak jadi menolongnya.
Delisa terus memuntahkan isi perutnya, hingga Ardi pun merasa jijik, dan malas untuk menatapnya, begitu pun dengan mama Erlin, merasa bingung dengan menantu ke sayangan nya.
"Pak Burhan! Alif!." teriak Ardi sangat kencang.
"Pak Burhan! Alif!." teriak Ardi lagi.
Tidak lama dua security pun datang masuk ke dalam rumah. "Iya tuan." jawab pak Burhan.
"Cepat bawa Delisa ke kamarnya." perintah Ardi.
"Baik tuan!." jawab pak Burhan dan Alif bersamaan.
Dua security pun langsung membawa Delisa menuju ke kamarnya. Sedangkan mama Erlin terus menatap ke arah Delisa yang jalan sendiri saja terlihat sulit.
"Bagaimana bisa Delisa mengendarai mobil sendiri sampai rumah, padahal jalan sendiri saja susah." mama Erlin yang merasa heran.
"Namanya juga sudah berpengalaman ma." ucap Ardi.
"Pengalaman apa, naik mobil?." mama Erlin yang menatap ke arah anaknya.
"Iya.. pengalaman naik mobil sambil mabuk." jawab Ardi sedikit tersenyum.
Mama Erlin yang mendengar ucapan Ardi seketika terdiam.
"Itu menantu yang selalu mama bangga-banggakan, dan sekarang lihat kan." ucap Ardi sambil meraih ipad dan beberapa buku di atas meja, lalu berjalan menuju ke kamar meninggalkan mama Erlin begitu saja.
__ADS_1