
Di daun yang ikut mengalir lembut terbawa arus sungai yang jernih, Alisa menghirup dalam udara yang membuatnya merasakan sesuatu , perasaan ini... deg! Lalu Alisa memalingkan wajahnya kearah seseorang yang berdiri tak jauh darinya.
''M mas Dewa !! ''
Alisa menarik kakinya dari dalam air hendak menghampiri orang itu.
Akan tetapi Dewa mengisyaratkan dengan tangan supaya alisa tetap ditempat. ''Aku pergi dulu '' ujar Dewa . Alisa terpaku ditempat lalu berlari sambil menangis menggapai tangan Dewa lalu berkata ''aku akan menunggumu dan terus mencarimu .''ucap Alisa seraya menghentikan tanggisannya .
''Jangan cari aku , dunia ku terlalu bahaya untuk gadis kecil sepertimu '' ujar Dewa melepaskan tangan Alisa lalu mengusap pelan air mata diujung pipi Alisa .
Dewa pun berjalan meninggalkan Alisa yang terpaku menatap kepergiannya. Alisa yang muda belum mengerti maksud ucapan Dewa. Alisa berusaha mengejar Dewa namun semakin Alisa mengejar semakin tidak bisa digapai Dewanya itu.
Alisa terus berlari dan meneriaki nama laki-laki tersebut '' Dewa...Dewa.. mas Dewa ,,heu heu ''
***
''Alisa ! Lis.. Alisa ..bangun !! '' David mencoba menepuk pipi Alisa agar Alisa membuka matanya . David yang panik melihat Alisa yang dibanjiri keringat dingin, dan mengigau nama seseorang .
David terus memanggil Alisa tanpa melepaskan genggaman tangan Alisa ditangan nya. Genggaman kuat seorang wanita yang takut ditinggal oleh lelakinya.
Walaupun banyak pertanyaan tentang Alisa dibenak David, seperti maksud ibu-ibu dikosan Alisa juga nama laki-laki yang terus Alisa ngumamin dari tadi namun David mengensampingkan semua itu, sekarang kesehatan Alisa lebih penting. David akan menanyakan itu semua dilain waktu.
huh ternyata cukup banyak yang aku tidak tau darimu Alisa .gumam David.
Kemudian David bernafas lega ketika Alisa membuka matanya.
''Kamu oke Alisa ? Apa yang kamu rasakan sekarang ! '' tanya David.
Alisa yang baru membukakan matanya berusaha membaca situasi . Butuh beberapa detik hingga suara David masuk ke pendengarannya.
Aku dirumah sakit. Batin Alisa didalam hati . Melihat tangan kiri di impus dan tangan kanannya menggenggam kuat tangan David . Eh! Walaupun sedikit kaget Alisa mencoba tetap tenang .
Kemudian Alisa melepaskan genggaman tangan nya ,David yang merasakan genggaman Alisa melonggar langsung melepaskan tangan Alisa dan meletakkan disamping tubuh Alisa .
''Aku kenapa ? '' tanya Alisa
''Demam kamu terlalu tinggi jadi kamu pingsan, aku datang setelah membaca pesan dari kamu '' ucap David .
''Hmm aku pingsan, tadi itu mimpinya terasa nyata sekali. Ternyata aku sangat merindukannya sampai aku terbawa mimpi, padahal kejadian itu sudah lama sekali berlalu. '' Alisa membatin . David yang melihat Alisa terdiam mencoba memanggil Alisa dengan lebih lembut,Alisa terlihat sibuk dengan isi pikirannya saat ini.
__ADS_1
''Alisa bagaimana keadaan kamu sekarang,apa yang kamu rasain ?ucap David
''Kepalaku pusing, badanku masih lemes agak sedikit pegel juga.''ucap Alisa
''Ahh sekarang jam berapa ? ''Sambung Alisa waloupun sedikit terbata-bata .
''Jam 10 pagi '' jawab David singkat .
Alisa terdiam ternyata sudah cukup lama dia tertidur . Kemudian David bangun mengambil bubur yang sudah disediakan oleh rumah sakit ''kamu makan dulu ya ? Ini ada bubur '' ujar David kembali duduk disamping Alisa.
Alisa mengangguk mengiyakan,kemudian berusaha untuk bangun . David dengan cepat berinisiatif membantu Alisa menaikkan bed dan mengganjalkan bantal dipunggung Alisa.
Alisa tersenyum .''aku bantu suapi ya ? '' tawar David dengan pelan.
Alisa kembali mengangguk ,David sangat telaten menyuapi Alisa dengan hati-hati. Sungguh David sangat kasihan melihat keadaan Alisa yang tak berdaya dengan wajah pucat .
Walaupun sedikit segan Alisa mencoba menerima bantuan dari David. Membuka mulut dan mangunyah perlahan.
''Kamu yang bawa aku kesini ? '' ucap Alisa
David membereskan peralatan makan dan meletaknya dimeja .
''Iya, aku langsung ke kosan kamu begitu bangun tidur .''ucap David
Alisa menyimak cerita David bagaimana Alisa bisa sampai dirumah sakit, namun tidak menyertai cerita tentang perkataan yang menjelek-jelekkan Alisa .
''Makasih ya ! '' ucap Alisa tulus .David pun mengangguk sambil tersenyum .
Tak lama kemudian masuk seorang dokter beserta asisten nya ingin memeriksa Alisa .setelah melakukan pemeriksaan .Dokter menyarankan Alisa untuk menginap 1 malam ,besok pagi Alisa diizinkan pulang .
Alisa hanya diam mendengarkan penjelaskan dokter.
Alisa diliputi rasa bingung sekarang , kalau menginap dia harus bayar berapa biaya rumah sakitnya nanti. Lagipun dia baru menyadari kamar yang ditempatinya saat ini adalah kamar vip .
Hingga dokter keluar Alisa tidak menyadarinya .
''Gak usah bingung buat biaya rumah sakit, udah aku bayar kok .'' Ucap David setelah membaca ekpresi Alisa.
''Eh jangan-jangan .'' Alisa
__ADS_1
''Udah gak papa '' David langsung memotong ucapan Alisa .
''Nanti aku ganti ya , kasih tau besaran biaya nya ya !'' Jawab Alisa kembali .
''Gak usah kamu pikirkan tentang itu, sekarang kamu fokus istirahat dulu ya .'' Jawab David .
Alisa tidak tau harus menjawab apa lagi. Tenaganya belum terkumpul semua, dan Alisa memilih memenjamkan matanya lagi untuk tidur setelah minum obat.
Setelah melihat Alisa tidur, David mendekati Alisa dengan pelan . Dipandangi wajah Alisa yang cantik namun sedikit pucat. Setelah dirasa cukup . David pun mengistirahatkan dirinya dari sofa.memainkan handphone nya. Hingga jam makan siang . David memesan makanan delivery untuk makan siang nya sendiri. Sedangkan Alisa sudah ditanggung oleh rumah sakit.
Walaupun rumah sakit keluarganya. Namun tidak ada yang mengetahui karna David merupakan anak yang tidak ditonjolkan oleh keluarga nya.papanya salah satu pemegang saham terbesar . Kakeknya adalah direktur rumah sakit ini. Jadi tidak ada perlakuan yang special yang diterima oleh David.
Selama Alisa di rumah sakit David tidak pernah meninggalkan Alisa sendiri. Sampai baju ganti David pun ada yang mengantarkannya kerumah sakit, entah lah Alisa belum pernah melihat orang itu.
Keesokan harinya Alisa sudah lebih saat, Alisa sudah cukup punya tenaga untuk bercerita dengan David tentang keinginannya untuk pindah kos.Alisa menceritakan tentang lingkungan tempat tinggalnya terlalu toxic untuk ditinggalinya .tapi tidak menceritakan rumor tentang dirinya .
''Kamu mau tinggal di apartement ku ? '' David menanyakannya dengan spontan .
''Hah ?? Apa ?''Alisa
Eh . David baru menyadari kalimat nya itu bisa berarti ajakan tinggal bersama .
''Eh. Enggak . Maksud aku tinggal di apartement namun beda kamar ,eh ! Beda unit juga '' jelas David
Alisa terdiam , hendak menanyakan harga unit termurah pun pasti tak sanggup dibayarnya .
''Biar kamu gak terlalu repot pulang pergi .kalau kamu setuju , aku akan hubungi orang buat nyiapin kamar nya '' secara tidak sadar David hampir membocorkan statusnya di apartementnya itu .
Alisa diam memikirkan tawaran David ,
''Tapi aku gak bisa nerima gitu aja .'' Alisa bersuara setelah lama memikirkan tawaran David.
''Ah . Gini aja, gaji kamu aku potong buat biaya sewa nya.'' Seru Savid .
Alisa pun tersenyum mendapat secercah harapan . ''Boleh jadi aku terima gaji koki nya saja ya ? '' ucap Alisa .
Davidpun mengangguk setuju. Yang penting Alisa selangkah lebih dekat dengannya.
Setelah itu Alisa kembali beristirahat , dan David langsung menghubungi asisten nya untuk mempersiapkan kamar untuk Alisa .
__ADS_1
Alisa mendapatkan kamar dilantai 10 beda 6 lantai dengan kamar David. Namun tidak apa-apa yang terpenting bagi David Alisa sudah dekat dengannya.
Gedung Apertement itu merupakan milik David sendiri , tentu saja dengan suntikan dana dari perusahaan papanya . Dan David lagi berusaha untuk melunasi pinjaman tersebut, supaya dia bisa berdiri dengan kakinya sendiri .