Aku Vs Pria 100kg

Aku Vs Pria 100kg
Bab 44 # Rencana


__ADS_3

''Misi pak , ada paket !! '' ucap kurir kepada security rumah bapak Haryanto .


Setelah mengucapkan terimakasih sang kurir pun berangkat, kemudian security tersebut menemui bapak Haryanto selaku pemilik paket.


Papa Rika segera menerima paket tersebut, terlihat seperti dokumen . Tidak ada cantuman nama pengirim . Namun beliau tau siapa pengirimnya, Papa Rika sudah menunggu paket tersebut.


Bapak Haryanto segera masuk ke ruang kerjanya . Lalu membuka dokumen tersebut, dengan perasaan berkecamuk beliau membaca isinya .


Dibaca dengan teliti hasil dari detektif bayarannya. Sangat detil ,sampai pak Hary merasa heran detektif bayarannya mampu merangkum Data lebih jelas dari pada hasil penyelidikan polisi .


Pak Hary menangkap beberapa poin penting . Diantaranya pemimpin Klan saat ini adalah Dewa, yang diduga sebagai pembunuh anaknya Riko .


Dewa sangat misterius, namun sang detektif berhasil mendapatkan datanya. Dewa adalah anak pemilik perusahaan terbesar.


Untuk keberadaan Dewa sendiri tidak diketahui secara pasti. Dan tidak ada informasi berupa foto atau apapun .


PT. MAHENDRA GROUP


Setelah mengantongi nama perusahaan, Pak Hary menyusun rencana secara matang .


Ddrrttt drtt ponselnya pun begetar. Beliau harus segera mentrasfer sisanya kepada detektif.


Detektif bayarannya hanya berhubungan dengannya melalui telepon saja untuk kerahasiaan data pribadinya.


Setelah menerima tranferan sang detektif lekas memblokir nomor bapak Haryanto lalu menghilangkan diri , karena pekerjaan yang baru diterima sangat berbahaya, jangan sampai Klan Mafia tersebut mengetahuinya.


Bapak Haryanto mulai mencari tahu tentang perusahaan milik orang tua Dewa . Menghidupkan ponsel lalu berselancar di internet.


Senyum merekah pun terbit di bibir Bapak Haryanto . Dibacanya dengan teliti. Sang pemilik perusahaan sedang membuka lowongan sekretaris pribadi untuk dirinya sendiri .


Bapak Haryanto lekas mencatat Alamat perusahaan dan mencatat semua syarat2nya .


Lalu mendaftar CV anaknya . Tak perlu menanyakan pendapat Rika, karena putrinya pasti akan setuju dan hanya menjalankan perintahnya saja .


Beliau bergegas kekantor. Walaupun sedikit telat, namun tidak ada agenda penting hari ini . Lagipun selaku pemilik perusahaan telat bukan menjadi masalah kan .


Sesampainya dikantor, Bapak Haryanto lekas menuju ruangan anaknya .


'' Rika .'' Ucap Bapak Haryanto menutup pintu setelah masuk keruangan anaknya.


''Ada apa pah ? '' Rika mempersilahkan papanya duduk disofa


Papa Rika menghembus nafas sejenak, agak sedikit gusar namun tekadnya sudah bulat untuk pembalasan dendam atas kematian putranya .


'' Ini mengenai rencana kita, Papa butuh bantuan kamu '' ucap Bapak Haryanto


Rika langsung mengerti arah pembicaraan Papanya


''Sudah ketemu pelakunya pah ?? '' tanya Rika

__ADS_1


''Pelakunya anak dari pemilik perusahaan PT. MAHENDRA GROUP , bekerjalah disana untuk kelancaran pembalasan dendam kita. Cari tahu semua infonya, terutama tentang pembunuh kakakmu.'' Ucap Bapak Haryanto


Rika berkerut kening ''Bagaimana caranya pah ! ''


''Mereka membuka lowongan sekretaris, papa sudah mengirim CV kamu keperusahaan itu. Tunggu panggilan saja .'' Terang Papa Rika


''Baik pah ! Terus rencana nya gimana ? '' tanya Rika


''Kamu cari info tentang anaknya dikantor tersebut, kita cari dia setelah itu kita leny*pkan dia seperti dia menghabisi abangmu , begitu keji dan tidak berperasaan.'' Ucap Papa Rika .


''Aku gak mau menjadi pembunuh '' ucap Rika agak gemeteran,


''Suutt !! Gak gitu sayang . Kamu cari infonya saja . Putri Papa bukan pembunuh kok sayang. Tapi kamu sayang kan sama Abangmu Riko?mau kan bantu Papa ?''


Rika mengangguk kepalanya lemah .


Papa Rika tersenyum senang .


''Menurut berita yang Papa baca, pemilik perusahaan tersebut suka bermain perempuan, banyak skandal perselingkuhan yang dibuatnya . Kamu bisa memanfaatkan itu, untuk dekat dengannya, dan informasinya pun pasti lebih Akurat.'' Terang Bapak Haryanto


''Baik pa ! '' ucap Rika .


''Papa keruangan papa dulu '' ucap Bapak Haryanto bangun dari sofa dan keluar dari ruangan tersebut.


Rika kemudian menangis karena teringat abangnya . Heu heu heu...


''Aku akan jadi alat untuk pembalasan kematianmu kak , kalau aku tidak bisa menemukannya, maka orantuanya yang jadi penggantinya. Biar dia tau bagaimana kehilangan orang tersayang dalam hidupnya .'' Ucap Rika setelah mengikrarkan janjinya .


Kemudian Rika lekas bangun dari duduknya dan mencuci wajahnya di wastafel kamar mandi , kemudian meretouch makeup diwajahnya , dan kembali bekerja .


Malam harinya , sebuah email masuk ke handphone Rika. Rika segera memberi tau papanya bahwa dia besok mendapatkan panggilan interview dari perusahaan incaran mereka .


''Selamat , jalan kedepannya pasti lebih mudah ! '' ucap Papa Rika .


''Iya pah. Untuk tanggung jawabku dikantor ,aku alihkan ke papa ya ! '' ujar Rika .


''Tenang saja , yang penting ada info sekecil apapun jangan lupa langsung beri tau papa. Biar kita lekas bisa menyusun rencana .Kamu jangan lama-lama dikantor tersebut . Papa butuh kamu di perusahaan papa .'' Ujar Papanya .


''Di terima juga belum pah ! '' ujar Rika


'' Pasti diterima . Anak Papa kan pintar '' ucap Papa Rika mengelus anak semata wayangnya


Jika ada orang yang melihat interaksi mereka saat ini ,pasti akan berpikir sebuah keluarga yang vibesnya positif sekali . Padahal yang mereka rencanakan adalah sebuah pembalasan dendam .


...*************...


''Apanya yang aman ? '' tanya Alisa satu kali lagi


''Eh ! '' David dan Azka terkejut dengan perasaan berdebar, Azka memasukkan ponsel tersebut kedalam paperbag baju yang David belikan tadi.

__ADS_1


''Kenapa panik gitu ? Aneh ! Cepat masuk yuk ! '' seru Alisa


Mereka mengikuti Alisa seraya melepaskan nafas lega . David mengantar Alisa terlebih dahulu .


Azka lekas masuk ke Apartement setelah turun dari lift . Tinggallah Alisa dan David didepan lift.


''Kenapa dia ? '' tanya Alisa bingung dengan gelagat aneh Azka .


Ternyata Azka tipe yang tidak bisa menyembunyikan sesuatu .


David memikirkan alasan apa yang akan diucapkannya pada Alisa . David melihat Azka yang telah menghilang dibalik pintu .


''Ngantuk kadang lis '' ucap David


''Iya juga ya . Kamu ? Lekaslah istirahat .'' Ucap Alisa


''Baik .'' Jawab David


Krik krik krik


''Kok masih disini ? '' tanya Alisa seraya menahan senyum diwajahnya .


''Kamu juga belum pergi .''


''Kamu pergi lebih dulu .'' Alisa


''Kamu ,masuklah lebih dulu .'' Ucap David


Krik krik krik


Kok jadi gini sih ,, gemess tau gak ! Batin Alisa


''Yasudah !! '' ucap Alisa sambil berjalan beberapa langkah . Lalu berhenti dan memalingkan wajah melihat ke arah David . Kok belum pergi sih ! Gumam Alisa


David bukannya melangkah jauh . Namun malah mendekat pada Alisa . Alisa tersenyum , Alisa lekas menubruk tubuh David .


David menangkap dan memeluk Alisa sejenak !


Alisa terus tersenyum , ternyata ini yang mereka mau sedari tadi .


Alisa mendongak '' Terimakasih bajunya, Terima kasih semuanya . Kedepannya jangan beli lagi ya ''ucap Alisa tidak enak . Karena seperti terkesan dia memanfaatkan David


''Sama-sama ! eh !! Gak bisa gitu dong . Aku mau jadi pacar yang baik!!'' Ucap David


''Aku gak mau jadi beban kamu ! '' lirih Alisa


''Kamu pacarku, bukan beban aku . Udah sekarang masuklah !! '' lepas David .


''Iya. Makasih ya '' Alisa pun kemudian menghilang dibalik pintu . David segera menuju unitnya dan beristirahat .

__ADS_1


__ADS_2