
Sesampainya dipuskesmas, suasana masih sunyi tidak ada orang. Alisa mengintip jam yang tergantung didalam ruangan ,''baru jam 6 pagi ! '' seru Alisa .
Puskesmas biasanya buka pukul 8, bahkan kadang-kadang bisa jam 9. Sungguh pelayanan didesanya masih sangat kurang.
''Gimana ni pak, masih tutup puskesmasnya .''ucap Alisa
''Kita bawa ke rumah dokter Adit .'' Seru Pak Andi
Dokter Adit membuka praktek dirumah dinasnya. Jadi mereka harus menempuh jarak 1 kilometer lagi .
Jam setengah 7 Dewa baru mendapatkan pertolongan. Alisa membiarkan dokter tersebut memberi pertolongan pada Dewa, dan mengamatinya dengan seksama. Dokter Adit mulai menjahit luka di pelipis kiri Dewa, mungkin bekas hantaman batu sungai. Gumam Alisa
''Alhamdulillah. Dia sudah melewati masa kritisnya , tinggal kita tunggu saja sadarnya . Oya Alisa ? Kamu kenal pria ini ? '' tanya dokter Adit , dokter Adit sudah memasang jarum impus ditangan Dewa. Dokter Adit bahkan sudah mengganti baju Dewa yang basah dengan pakaian yang disediakannya untuk situasi darurat seperti ini.
''Tidak pak dokter, Alisa hanya menolong saja .'' Ucap Alisa
''Biarkan dia istirahat disini dulu ya ! '' ucap Dokter.
''Baik dokter. Kira-kira kapan sadarnya pak Dokter ? ''Tanya Alisa .
''Saya kurang bisa untuk memastikan , mungkin 1 atau 2 jam lagi, kita tunggu saja .'' Ucap Alisa .
''Baik dokter , '' ucap Alisa .
''Kalau gitu saya pulang dulu ya pak . Jam 11 nanti saya balik lagi kesini . Hari ini saya UAN pak ! '' seru Alisa melihat jam sudah pukul 7 lewat 10 menit .
''Owalah . Bisa telat itu lis. Pakek sepeda motor bapak ini aja .'' Ucap Dokter Adit memberikan kunci motor bebek pada Alisa.
''Baik pak Dokter, Terimakasih . Alisa gak bisa nolak ,karena kalau jalan kaki jauh terus waktunya sudah mepet. Saya pinjem motornya ya pak '' ucap Alisa
Dokter Adit memiliki beberapa sepeda motor, dan beliau tidak keberatan meminjamkan satu untuk Alisa.
''Alisa . Ini baju basahnya kamu bawa pulang saja '' seru Dokter Adit menemui Alisa kemudian menyerahkan kantong kresek berisi baju basah Dewa .
''Oh . Baik pak, nanti Alisa cucikan baju Alisa juga basah nih . Permisi pak ! '' pamit Alisa .
Lalu Alisa pulang menggunakan motor pak Dokter. Sesampainya dikampungnya, sudah terjadi kehebohan rupanya kabar seseorang hanyut dan ditolong Alisa sudah tersebar hingga kepenjuru kampung. Tentu saja Pak Wawan dan Pak Andi yang menginformasikan .
''Gimana keadaan orang itu nak ? '' tanya bu Siti ibunya Alisa . Walaupun sedikit kaget namun Alisa sudah dapat menduga ibunya sudah tau kabar tersebut.
''Belum sadar bu . Ini baju basah orang itu. Alisa harus segera berangkat bu, hari ini ujian terakhir .'' Seru Alisa . Kemudian lekas bersiap secepat kilat.
''Bu Alisa pamit .'' Ucap Alisa lalu berlalu secepat kilat ,
''Kak . Azka ikut naik motor.'' Teriak Azka, dia sedang menyelesaikan memakai sepatunya .
''Cepettt !!! '' teriak Alisa .
''Iya iya '' ucap Azka .
Lalu mereka pun berangkat sekolah.
Sepulangnya dari Sekolah Alisa langsung menuju rumahnya Dokter Adit. Sedangkan Azka akan pulang sendiri karena beda jam pulang.
Alisa masuk , dan melihat Dokter Adit sedang memeriksa Dewa . Rupanya dia baru saja sadar .
Dokter melihat Alisa masuk dengan seragam sekolahnya. Alisa mengembalikan motor bebek Dokter Adit dan meletakkan kuncinya di paku dinding tempat Dokter mengambilnya tadi .
__ADS_1
''Bagaimana keadaan dia pak ? '' ucap Alisa .
Dewa memandangi Alisa begitu mendengar suara Alisa .
''Dia meresponsmu, dari tadi saya bicara tidak direspon .'' Ucap Dokter.
''Coba ajak dia bicara ? '' pinta Dokter Adit
''Siapa namamu mas ? '' tanya Alisa lembut
Dewa mengerjapkan matanya beberapa kali berusaha mengingat lalu berucap ,
''De deww aa '' lirih Dewa
''Aaghh'' keluhnya memegang dahinya .
''Pelan-pelan saja .'' Ucap dokter
Kemudian Dokter kembali memeriksa Dewa dengan peralatan yang ada.
''Lis . Sepertinya dia mengalami Amnesia. Benturan di kepalanya juga kuat, namun tidak menyebabkan luka yang sangat serius. ''Terang Dokter Adit .
''Amnesia ? '' tanya Alisa.
''Iya tapi menurut dokter mungkin hanya Amnesia sementara. Lebih pastinya kita harus bawa dia ke kota besar untuk periksa lebih lanjut .'' Seru Dokter Adit .
Alisa memikirkan biaya yang harus dibawanya ke kota besar, rasanya Alisa tidak sanggup. Selain jaraknya yang sangat jauh ,juga terbatasnya transportasi kesana .
''Alisa bawa pulang kerumah aja boleh dokter ? '' ucap Alisa .
''Boleh ! Ini dokter resepkan obat, nanti 3 hari lagi kesini ya .'' Ucap Dokter .
Dewa mencoba bangun dan berdiri. Tapi tubuhnya hampir saja jatuh kalau tidak dipegang Alisa.
Alisa melihat kakinya bengkak .
''Dok , kakinya patah ! '' ucap Alisa
Dokter Adit lupa memberi tahu Alisa jika kaki Dewa bermasalah, lalu Dokter Adit kembali memeriksa kaki Dewa .
''Nanti bawa tukang urut aja ya '' seru Dokter Alisa .
Tak lama kemudian datang Pak Wawan dan Pak RT . Beliau datang untuk memastikan langsung kabar itu.
Setelah pembicaraan panjang dilalui .
Alisa menawarkan diri untuk merawat Dewa . Hingga ingatan Dewa pulih .
Pak RT menyetujuinya, karena tidak mungkin membawa pulang kerumahnya karena istrinya baru saja melahirkan .
Dewa tidak banyak berbicara karena memang Dewa tidak ingat apa-apa selain namanya .
Atas bantuan Pak RT Dewa berhasil sampai di rumah gubuk Alisa.
''Maaf mas. Rumahnya jelek , namun aman kok, gak papa kan ? '' ucap Alisa .
Kemudian mengistirahatkan Dewa di ruang tamunya .
__ADS_1
Dewa pun mengangguk .
Dewa mengamati apa yang gadis kecil itu lakukan. Ibu siti juga menemaninya .
Alisa memasak apa yang ada, nasi sayur dan telur .
''Makan dulu setelah itu minum obat .'' Ucap Alisa
''Baik '' ucap Dewa . Dewa bersusah payah mengambil nasi dengan sendok . Karena rasanya tubuhnya sangat sakit bahkan hanya sekadar menggerakkan tangan .
Alisa kemudian berinisiatif menyuapi Dewa .
''Terimakasih '' ucap Dewa .
''Sama-sama . Istirahatlah ! nanti sore aku akan panggil tukang urut .'' Ucap Alisa .
Dewa hanya mengangguk .
Sore harinya Alisa menempati janjinya membawakannya tukang urut.
Seorang nenek mengurut kaki Dewa menggunakan minyak kelapa.
''Aaww ... aaargghhh ''teriak Dewa .
Alisa memandangi Dewa dengan kasian .
Setelah selesai , Dewa merasakan kakinya sudah lebih enakan .
''Nek ,urut badannya sekalian '' seru Alisa
Dewa memelototkan matanya kearah Alisa . Namun tidak menolak .
Dewa membuka bajunya dan nenek tersebut mengurutnya . Duh mimpi apa aku kok bisa sampai diurut oleh nenek-nenek . Batin Dewa
Sebelum nenek itu pulang , Alisa memberi upah untuk nenek tersebut, Dewa melihatnya sekilas.
Kemudian Alisa memasak air guna membuat Air hangat untuk Dewa mandi .
''Mandi dulu ya , ini baju ganti '' Alisa menyerahkan sepasang baju kepada Dewa . Baju kaos usang milik Almarhum bapaknya dulu .
Dewa menerimanya, lalu menuju bilik mandi dengan dipapah oleh Alisa .
''Dimana kamar mandinya .'' Seru Dewa .
Mereka telah keluar dari rumah menuju jalan setapak , gemircik air sungai pun terdengar tak terlalu jauh.
''Itu sedikit lagi'' ucap Alisa
Kemudian Dewa melihat sebuah bilik ditepian sungai belakang rumah Alisa .
Didalam sana sudah ada seember air hangat dan sabun juga sampo sachet .
Alisa mendudukkan Dewa dibatu . Kemudian meninggalkan Dewa dan menunggunya di luar.
''Mandilah, aku tunggu diluar'' ucap Alisa
Dewa memandangi sekeliling bilik mandi itu .
__ADS_1
Ini bukan kamar mandi , tapi sungai yang ditutupi dengan terpal usang. Tidak ada atap, kalau hujan gimana? Terus kalau mau buang air dimana ? Apakah dibatu itu juga? Gumam Dewa.
Kemudian Dewa menyelesaikan mandinya , dia terlebih dulu mandi air sungai yang jernih , rasanya dingin namun sangat menyegarkan badannya. Terakhir Dewa membilasnya dengan air Hangat .