Aku Vs Pria 100kg

Aku Vs Pria 100kg
Bab 52# Flashback Dewa 3


__ADS_3

Setelah selesai membantu Dewa, mataharipun hampir terbenam. Alisa pamit pada Dewa hendak mengerjakan kerjaannya yang tertunda.


''Buk ! titip mas Dewa ya !'' Ucap Alisa


Alisa ingin melanjutkan pekerjaannya yang tertunda tadi subuh . Alisa mengambil tangki sprayer dan memasangnya dipunggung. Tidak lupa senter untuk berjaga-jaga jika hari sudah gelap.


Dewa sedikit kaget melihat Alisa yang bekerja keras.


''Kemana dia bu '' tanya Dewa melihat Alisa berlalu pergi.


''Oohh mau semprot hama wereng disawah ! '' seru ibu siti .


''Ini kan sudah mau malam ! '' ucap Dewa


''Iya, memang seperti itu jika menyemprot hama wereng harus udara dingin, harusnya tadi subuh pekerjaannya sudah selesai. Namun dia menemukanmu lebih dahulu . Jadi dia menolongmu, dan sekarang dia harus menyelesaikan pekerjaannya yang tadi tertunda .'' Beber ibu siti panjang lebar.


''Oh . '' Dewa menangguk menggiyakan


''Terimakasih ya bu sudah menolong saya .'' Ucap Dewa tulus .


Ibu Siti tersenyum mengangguk .


Tak lama kemudian Azka pulang kerumah, sedikit kaget karena ada orang yang tak dikenalnya . Tadi sepulang sekolah tidak ada siapa-siapa. Azka baru pulang bermain bola bersama teman-temannya .


''Siapa buk? '' tanya Azka,


Lalu ibunya menceritakan apa yang telah terjadi, Dewa mendengar ibu Alisa bercerita kejadian sebenarnya.


''Mas beneran amnesia ? '' tanya Azka antusias, bahkan tubuhnya sudah sangat dekat dengan Dewa.


''Jangan ditanya seperti itu dong ,bigung kan mas Dewa nya '' ujar Ibu siti melihat kelakuan anaknya.


Dewa tersenyum kikuk.


''Hehhee. Kak Alisa kemana ? '' tanya Azka seraya mundur dari hadapan Dewa .


''Kesawah'' ucap Ibu Siti pendek.


''Oo'' Kemudian Azka masuk kekamarnya dan meninggalkan Ibunya dan Dewa diruang tamu.


''Itu putra ibu, adiknya Alisa .'' Menjawab kebingungan diwajah Dewa.


Dewa mengangguk paham.


''Ayah mereka kerja dimana bu ? ''Tanya Dewa.


''Mm.. Ayah mereka sudah berpulang saat umur Azka berusia 1 tahun sedangkan Alisa 5 tahun kecelakaan dihutan waktu nebang kayu, kayunya roboh atas tubuh Ayahnya.'' Terang ibu Siti, raut wajah sedih tercetak diwajahnya ketika teringat kepada suaminya .


''Ayah Alisa berasal dari kota, beliau sangat mencintai Ibu hingga dengan setia menuruti Ibu untuk hidup dikampung. Suatu hari beliau ada tawaran untuk membantu orang potong kayu dihutan, beliau sangat antusias mengenai hal-hal baru, namun naas dikarenakan beliau tidak berpengalaman, pohon roboh ke arah dirinya. '' cerita Ibu Siti mengingat kembali hari-hari yng sangat memilukan hatinya .


Dewa meminta maaf karena sudah membuat Ibunya Alisa bersedih.


''Tidak apa-apa, ibu sudah berdamai dengan keadaan . Jadi jangan heran jika kamu melihat Alisa berusaha keras, keadaanlah yang memaksa dia kuat seperti itu .'' Sambung ibu siti .


Dewa mengangguk mengerti. Tumbuh sebersit rasa kepada Alisa setelah mendengar cerita Ibu Siti, mungkin rasa iba atau kasihan .


-----


Alisa merawat Dewa dengan telaten, hingga beberapa hari Alisa selalu memasak air hangat untuk air mandi Dewa menggunakan tungku kayu api. Setelah beberapa hari Dewa sudah bisa berjalan pelan melihat Alisa bersusah payah menyalakan api. Ketika tau itu untuk air mandinya, Dewa tidak lagi mengizinkan Alisa untuk membuatkan air hangat untuk mandinya.

__ADS_1


Dewa diterima dengan baik dikampung Alisa, sesekali warga kampung menjenguk Dewa dengan membawa hasil kebun.


Dua minggu kemudian.


Badan Dewa sudah jauh lebih sehat, Dewa sudah bisa beraktifitas seperti biasanya. Namun ingatan tentang jati dirinya belum juga kembali.


''Bu siti sudah seperti punya anak laki-laki satu lagi ..'' seru bu Ratni.


Ibu siti hanya tersenyum menimpali, memang benar seperti kata orang-orang. Dewa sudah banyak membantunya, seperti atap rumah yang bocor sudah diperbaiki ataupun sebatas bekerja serabutan untuk membantu menambah biaya dapur .


''Saya permisi dulu ya bu '' ucap bu Siti meninggalkan warung setelah membeli keperluannya.


------


Alisa dan Dewa berada disawah hanya sebatas jalan-jalan .


''Padinya sudah kuning kapan panennya kira-kira '' seru Dewa .


''Emm mungkin seminggu lagi .'' Ucap Alisa


''Yuk kita balik kesungai, kita sudah jalan terlalu jauh .'' Seru Dewa.


Mereka sedang menancing ikan disungai, entah siapa yang mengajak jalan-jalan duluan hingga mereka berjalan terlalu jauh.


''Oiyah ! '' ucap Alisa . Alisa baru teringat mereka awalnya hanya memancing ikan.


''Yey!! ikanku lebih besar daripada punyanya mas Dewa , hahahaaa '' Alisa tertawa gembira . Setelah mengangkat kailnya .


Ikan Alisa lebih besar 3 x lipat dari ikan Dewa , tentu saja Alisa tertawa senang .


Cantik ! Gumam Dewa ketika melihat Alisa tersenyum dengan cerahnya. Wajahnya yang natural tanpa sentuhan make up juga ekpresi wajah yang tak pernah dibuat-buat.


Seiring berjalannya waktu rasa sukapun tumbuh diantara keduanya, Alisa dan Dewa semakin dekat karena selalu menghabiskan waktu bersama . Walaupun tak jarang Dewa menjadi korban usilnya Alisa . Seperti saat dijalan pulang,


''Wah , jambu itu sudah matang .'' Seru Alisa


''Masih hijau . '' seru Dewa


''Yang seperti ini enak loh buat ngerujak .'' Seru Alisa .


''Kamu mau ? '' tanya Dewa


''Mau ,'' jawab Alisa


''Tapi gimana Ambilnya ? '' tanya Dewa .


Jambu tersebut terletak diujung , akan sangat susah dijangkau kalau pun dipanjat, pohonnya juga kecil pasti akan patah sebelum Dewa memanjatnya .


Alisa tersenyum smirk dengan sebuah ide dikepalanya .


''Gini aja , tolong pegang dahan yang ini ,'' Tunjuk Alisa menarik 1 dahan jambu untuk membuat jambu yang besar tersebut lebih mudah dijangkaunya.


Dewapun menurutinya ,


''Tarik lagi kebawah '' perintah Alisa


''Sedikit lagi '' sambung Alisa


''Lagi '' ulang Alisa

__ADS_1


Dewa bahkan sudah seperti monyet yang bergelantung dipohon. Dewa sampai berjongkok agar dahan tersebut lebih rendah . Dewa menarik dahan tersebut sekuat tenaga, bahkan sampai memejamkan matanya .Tangan Dewa bahkan agak terasa sakit karena terus menarik dahan tersebut.


''Sudah dipetik belum? '' tanya Dewa menunggu Alisa memetik jambu tersebut.


1 detik


10 detik


1 menit pun berlalu dengan sunyi.


Drap Drap Drap !


''Hahahaa ''


Suara langkah kaki berlari menjauh dari tempatnya . Dan diiringi suara tertawaan Alisa yang berhasil mengusilinya lagi .


Dewa melepaskan dahan tersebut, dilihatnya Alisa yang sudah semakin menjauh dari tempatnya. Dewa beridiri dan mengkibas-kibasnya tangannya yang sakit.


''Dasar gadis kecil yang licik'' umpat Dewa kesal. Namun sedetik kemudian menertawaan kekonyolannya yang kembali berhasil dikelabui Alisa.


Dewa pun pulang dengan menenteng keranjang ikan yang ditinggalkan Alisa .


Sesampainya dirumah Alisa masih cengengesan tertawa .


''Usil kamu ya ! '' ucap Dewa menarik pipi Alisa


''Aw aw aww sakit .'' keluh Alisa mengusap pipinya.


Azka tertawa melihat interaksi kakanya dan Dewa. Bukan hal aneh lagi melihat kedekatan mereka berdua. Bahkan Azka merasa seperti punya Abang yang bisa dimintai tolong apa saja .


Pada Akhirnya Alisa yang usil, Alisa yang ngambek. Dewa semakin gemas melihat Alisa memotong jambu dengan wajah mengerucut.


Alisa memotong jambu kecil-kecil tanpa mengupas kulitnya hanya dicuci saja.


Kemudian Alisa mengulek cabai rawit dengan gula sedikit garam dan perasaan jeruk nipis.


''Yuk makan !'' Ajak Alisa meletakkan rujaknya di depan Dewa dan Azka .


Dewa memandang ngilu cara Alisa ngerujak buah jambu,


''Coba dulu ! '' lontar Alisa melihat wajah Dewa berkerut ngilu dan menggidikan bahunya seperti enggan untuk mencoba.


''Gak Ahh ! Kayak ibu-ibu hamil aja .'' Seloroh Dewa.


''Eeh! Coba dulu siapa tau doyan ! '' Alisa menyodorkan potongan jambu yang sudah dicolek campuran gula tadi, Dewa tidak dapat menolak karena tangan Alisa sudah didepan mulutnya .


Krup krup krup ! Dewa mengunyah pelan dan menimbang rasanya,


Hemm tidak buruk . Batin Dewa


Sedetik kemudian Dewa malah mengambil lagi dan lagi sampai Alisa terheran-heran,


Huh ! Tadinya aja gak mau, sekarang malah doyan . Batin Alisa


''Azka! kayaknya ada ibu hamil ni satu lagi .'' Sindir Alisa .


Dewa tidak menanggapi godaan Alisa, Dewa melanjutkan memakan rujaknya hingga tandas melupakan rasa gengsinya.


''Aku mau masak ikan dulu .'' Seru Alisa meninggalkan Dewa dan Azka.

__ADS_1


Hari-hari Dewa selama dikampung masih berlanjut .


__ADS_2