
Pagi hari disebuah Markas klan Mafia. Dewa memerintahkan mereka melakukan beberapa tugas termasuk untuk terus memantau Riko.
Sudah 3 hari sejak Dewa kembali ke markas dan meninggalkan Alisa.
''Alex, Boby . Tolong antar aku lagi ke desa itu. Ada sebuah urusan yang harus aku selesaikan dulu .'' Ucap Dewa .
Dewa yang sudah menemukan jati dirinya. Membawa uang yang banyak, serta sembako untuk dibagikan kepada warga kampung yang sudah berbuat baik padanya.
----
''Buk! Alisa mendapatkan undangan beasiswa kuliyah bu ! '' seru Alisa senang .
''Selamat ya nak ! Putri ibu memang hebat '' sahut ibunya bangga .
''Tapi harus pergi ke kota besar bu .'' Jawab Alisa dengan suara lemah .
''Tidak apa-apa nak, pergilah ! kerjar cita-citamu '' ibu menyemangati putrinya .
''Ibu rido nak, jadilah besar putrinya ibu hem ..'' sambung ibunya lagi .
''Terima kasih bu ! '' ucap Alisa
''Buk kalau mas Dewa pulang kabari ya. Alisa mau ke sungai dulu '' sambung Alisa sedih teringat akan Dewa yang telah menghilang selama3 hari .
Iring-iringan 3 mobil truck masuk ke desa tersebut membuat heboh suasana disana .
Dewa memeluk Ibu siti dan beberapa orang disana . Sedangkan anak buahnya membagikan sembako dan uang kepada warga disana.
''Dewa ? Ini kamu ! '' seru Ibu siti. Penampilan Dewa sangat gagah dan berbeda, ibu melihat orang-orang yang sama gagahnya dengan Dewa berdiri hormat kepada Dewa.
''Iya bu . Dewa sudah ingat jati diri Dewa dan Dewa akan kembali ke kota lagi'' jelas Dewa .
''Alisa pasti senang kamu kembali. Tunggulah sebentar, Azka akan memanggil Alisa disungai . '' ujar Ibu hendak memanggil Azka.
''Tidak perlu bu, biar Dewa saja yang akan mencari Alisa .'' Jawab Dewa cepat mencegah Ibu siti yang hendak memanggil Azka.
''Kalian bawa masuk itu semua kerumah ibu '' perintah Dewa.
Ibu Siti kaget , barang yang diterimanya lebih banyak dari pada warga yang lain . Bahkan Dewa memberikan uang yang banyak untuk Renovasi rumah. ''Ini ucapan terima kasih Dewa pada Ibu'' ucap Dewa
Ibu Siti menangis terharu. Dan mengucapkan banyak terimakasih
''Iya pergilah temui Alisa untuk terakhir kali sebelum kamu kembali ke kota.'' Ucap Ibu siti .
----
__ADS_1
Alisa melempar batu ke dalam sungai, kakinya memainkan air dibawahnya. Gemercik Air sampai membuat basah roknya. Alisa sedang termenung, Alisa merasa kehilangan sosok Dewa. Sosok yang selama 1 bulan ini selalu menemaninya melakukan kegiatan apa saja .
Alisa memandang daun yang jatuh berguguran seiring tertiup Angin. Alisa menyelipkan rambut panjangnya kebelakang telinga. Daun yang jatuh mengalir lembut mengikuti arus air yang membawanya.
''Alisa .'' Panggil Dewa seraya duduk disamping Alisa.
Alisa mengerjapkan matanya berkali-kali untuk memastikan penglihatannya.
''Mas . Kamu kemana aja ? '' tanya Alis kaget .
''Aku udah cari kamu kemana-mana, namun kamu gak ada .'' Ucap Alisa lirih seraya memeluk Mas Dewanya
''Aku sudah ingat semuanya Alisa, tentang diri aku dan kehidupanku dulu.'' Dewa alih-alih menjawab Alisa lebih memilih mengalihkan pembicaraan. Dewa terus mengelus puncak kepala Alisa
''Oiya ? Terus kamu kemana 3 hari ini ? '' ulang Alisa ingin tahu .
''Aku dikota, dan sekarang aku datang untuk pamit, aku akan kembali ke kota lagi ! '' terang Dewa
Alisa terkejut, berarti aku akan berpisah dengan Dewa. Alisa menghirup udara yang dalam. Masih ada kemungkinan mereka akan bertemu kembali. Alisa tersenyum ada secercah harapan.
''Aku akan ke kota juga Mas Dewa. Aku akan melanjutkan kulyahku dikota. Kita bisa bertemu disana .'' Ujar Alisa berbinar. Pupil matanya bahkan ikut membesar seperti harapannya.
Dewa tidak terkejut karena Ibunya Alisa sudah menjelaskan tadi, bahkan beliau telah menitipkan putri kesayangannya padanya. Dewa mengiyakan permintaan tersebut dengan berat hati karena keadaanya, dia akan punya cara sendiri untuk menjaga Alisa nantinya .
Alisa mengkerut alis dalam memikirkan makna ucapan Dewa
''Aku bisa bela diri, aku bisa melindungi diriku sendiri .'' Ujar Alisa meyakinkan Dewa, agar dia bisa ikut bersama dia. Alisa dengar-dengar kehidupan dikota sangat keras, mungkin ini yang dimaksud Dewanya.
Dewa terkejut, namun secepat mungkin menetralkan ekpresinya. Dewa belum mengetahui fakta itu.
''Benarkah ? '' tanya Dewa
''Iya! Aku selalu menang ikut kompetisi antar sekolah !'' Sambung Alisa meyakinkan .
Walau bagaimanapun duniaku sangat jauh jika hanya mengandalkan beladiri sekolahan seperti itu Alisa . Batin Dewa. Tak mungkin rasanya menjelaskan seberapa hitam dunianya pada gadis polos seperti Alisa.
''Aku tidak bisa. '' lirih Dewa pendek.
''Ke napha ? '' Air mata sudah mengembun dipelupuk matanya Alisa.
''Terus kapan kita bisa bertemu lagi ? Aku bisa kok menunggu kamu mas '' sambung Alisa melihat kedalam mata Dewa .
Deg !! Alisa terpaku melihat tatapan Dewa yang tidak seteduh biasanya. Benarkah ini Dewa yang bersamanya kemarin ? Kenapa terasa begitu asing tatapannya itu !
Mata Dewa menajam memikirkan akan sangat berbahaya jika gadis itu berhubungan dengannya. Dendamnya terhadap Riko harus segera di tuntaskan. Namun dia berjanji pada diri sendiri jika semua usai dia akan kembali pada gadisnya.
__ADS_1
''Alisa Dengar baik-baik, untuk sekarang kita tidak bisa bertemu. Tapi suatu saat nanti aku pasti akan kembali untuk kamu, ? '' terang Dewa
''Apa alasanya ? '' tanya Alisa menangis. Air matanya bahkan sampai mengalir dengan sendirinya .
''Aku belum bisa memberitahukanmu.'' Lirih Dewa, matanya kembali teduh.
Alisa menenggelamkan wajahnya di telapak tangannya, hatinya terluka.
''Bos ! Mari kita pulang ! '' instruksi salah seorang anak buahnya . Dewa mengangguk pelan, Dewa masih mengelus punggung Alisa yang terguncang.
Dewa bangun meninggalkan Alisa. Alisa tidak sadar Dewa sudah beranjak pergi dari nya. Ketika Alisa mengangkat wajahnya Alisa melihat Dewa yang kian menjauh.
''Mas Dewa '' panggil Alisa
Alisa menarik kakinya dari dalam air hendak menghampiri orang itu.
Akan tetapi Dewa mengisyaratkan dengan tangan supaya Alisa tetap ditempatnya. ''Aku pergi dulu '' ujar Dewa . Alisa terpaku ditempat lalu berlari sambil menangis lagi seraya menggapai tangan Dewa lalu berkata ''aku akan menunggumu dan terus mencarimu .''ucap Alisa seraya mencoba menghentikan tanggisannya .
''Jangan cari aku, dunia ku terlalu bahaya untuk gadis kecil sepertimu '' Dewa mengulang perkataannya seraya melepaskan tangan Alisa lalu mengusap pelan air mata diujung pipi Alisa.
Dewa pun berjalan meninggalkan Alisa yang terpaku menatap kepergiannya. Alisa yang muda belum mengerti maksud ucapan Dewa. Alisa berusaha mengejar Dewanya lagi.
Alisa terus berlari dan meneriaki nama laki-laki tersebut '' Dewa...Dewa.. mas Dewa heu heu.. ''
Brukkk !!
Alisa tersandung dan terjatuh .
Dewanya telah pergi bersama orang-orangnya meninggalkan Alisa yang bersedih. Alisa membersihkan roknya yang kotor dan lututnya yang berdarah karena tersandung batu.
Dewa memandangi gadisnya yang terjatuh, hatinya sedikit ngilu, ingin berlari kearah gadisnya. Namun dia tidak bisa melakukan itu, dia tidak boleh terlalu banyak memberikan gadis itu harapan.
Rombongan Dewa telah pergi meninggalkan Kampung, semua orang bersenang hati karena kehadiran Dewa hari ini, namun tidak dengan Alisa. Alisa termenung sedih .
Beliau hanya memberikan pelukan hangat dan semangat. Alisa tidak menceritakan obrolan mereka disungai.
''Aku akan ke kota buk, ibu baik-baik saja kan ? ''
Seloroh Alisa tiba- tiba .
''Anak ibuk yang harus baik-baik disana ya ! '' ujar ibu Alisa mengelus rambut anaknya
Oh rupanya kamu sedih hendak meninggalkan ibu dan adik ya .. batin Ibu Siti
Flashback off
__ADS_1