Aku Vs Pria 100kg

Aku Vs Pria 100kg
Bab 28 #Sama-sama berdebar


__ADS_3

Nita melihat kearah ponselnya setelah Alisa mematikan sambungan vidio call secara sepihak.


''Aneh ,kok agak mencurigakan! '' gumam Nita.


''Apa Alisa sudah ada hubungan dengan David ya ? '' ucap Nita . Hufftt !


Dering ponsel ditangannya membuat Nita mengalihkan pandangan kembali keponselnya .


Sebuah panggilan dari nomor tak dikenal .


Alisa mengangkatnya namun begitu sambungan tersambung dan mengetahui siapa yang menelponnya langsung Nita matikan .


''Nita . Maafin aku , mari kita mulai hubungan kita dari awal .'' Ucap Dion . Tut !! Alisa langsung mematikan nomor tersebut.


Kemudian masuk pesan spam begitu banyak dari nomornya .


Nita . Maafin aku !


Aku sudah putus dengan Rika


Aku lebih pilih kamu


Mari kita coba lagi hubungan kita ini


Aku mohon, maafin aku


Aku janji akan berubah


Aku janji akan setia


Aku janji ...


Block ! Nita langsung memblockir nomor tersebut.


Huff!! Nita merasa gak nyaman . Dion terus menghubunginya dengan berbeda-beda nomor setiap hari setelah malam itu. Dan Nita selalu memblokir nomor tersebut.


Dion menatap kembali ke arah layar hp nya. Dion merasa kesal karena Nita kembali memblokir nomornya. Belakangan ini harinya selalu sial .


Dion menyukai Nita, karena Nita baik hati dan Royal . Dion berencana memanfaatkan Nita . Apalagi sekarang jabatannya sudah turun menjadi Office Boy lagi . Dion butuh seseorang untuk menunjang hidupnya .


Dion juga hampir setiap hari ingin menjumpai Rika . Namun Rika benar-benar menutup diri sehingga sulit untuk dia temui .


Bekerja beda lantai dengan Rika , menyusahkan Dion untuk bertemu dengan Rika yang notabennya menjabat sebagai wakil CEO diperusahaannya bekerja.

__ADS_1


Dion merutuki sikap bar-barnya kemaren, tanpa membaca situasi dulu dia langsung menemui Nita. Dion tidak tau Rika juga ada di caffe tersebut.


Aaggghhhrr !! Teriak Dion frustasi.


Besok adalah jadwalnya terapi . Hilang ingatan pasca kecelakaan tragis masih belum kembali . Membuat Dion susah untuk mengingat masalalu nya . Satu-satunya hal yang dia ingat hanya namanya Dion .Dion butuh uang segera untuk melanjutkan pengobatannya .


*


Sore harinya Alisa selesai mandi, Alisa melihat kembali penampilannya lalu setelah dirasa cukup oke, Alisa menuju ke unit David dilantai paling atas.


Alisa merasakan gugup , entah kenapa padahal yang dilakukannya adalah rutinitasnya sehari-hari. Yaitu masak untuk makan malam David.


Setibanya dipintu apartement David, Alisa menghirupkan napas panjang . Selang beberapa saat kemudian Alisa memasukkan password dan melenggang masuk ke dalam.


Alisa melihat Suasana yang nampak sunyi . Alisa pun berlalu kedapur. Dan mulai memasak untuk dirinya dan David.


Setelah semua selesai ,Alisa mencium aroma tubuhnya sendiri, apakah bau bawang atau tidak ? Alisa pun melap keringatnya sendiri. Namun David tak juga menampakkan batang hidungnya.


Alisa pun memanggil David ,namun tak ada jawaban .Karena lelah menunggu David tak juga turun hampir 30 menit berlalu, Alisa kemudian memilih mengecek langsung ke kamarnya.


Alisa mendekati kamar David dengan hati-hati. Ditempelkannya telinga di pintu untuk mendengar suara dari dalam . Hanya sunyi yang didapatinya.


Kemudian Alisa mencoba untuk mengetuk pintu . Namun juga tak ada jawaban . Lalu akhirnya Alisa membuka pintu dan masuk ke dalam .


David !! David !! Bangun !! Alisa mencoba membangunkan David . Alisa menggoyangkan pelan bahu David .


Grep !! Tangan Alisa tiba-tiba ditangkap oleh David.


Dengan gerakan cepat David menarik Alisa hingga jatuh kedalam pelukannya . Alisa berkelung dengan selimut yang menutup tubuh David.


Alisa menahan nafas beberapa detik. Sekarang posisinya sangat intim dengan David walaupun dibatasi dengan selimut yang membungkus tubuhnya .


David dalam mimpinya sedang menemui Alisa , karena berpikir dalam mimpi ,David memberanikan diri memegang tangan Alisa , lalu memeluknya . Masih setengah sadar ,David mencium aroma Alisa yang dirasa semakin nyata. Alisa yang ada dimimpinya sungguh terasa nyata .


''Aaaaa !!! David !! '' teriak Alisa . David yang kaget langsung terbangun dari tidurnya . Dengan mata membesar dan perasaan bingung . ''Kamu Alisa ? '' ucap David bodoh . Alisa yang geram langsung memukul membabi buta David dengan bantal. Tidak sakit, namun cukup membuat David sadar dari mimpi bodohnya .


Setelah puas memukul David dengan bantal Alisa pun turun dari kasur. '' Makanya jangan tidur sore !!'' Ucap Alisa kemudian pergi meninggalkan David ditempat tidur.


Sebelum menutup pintu kamar ,'' cepat mandi ! Lalu turun makan malam !'' Ucap Alisa .


Brak!!! Pintu kamar ditutup kasar oleh Alisa .


'' hah ! Sudah malam ? '' ucap David seraya melihat jam di dinding . Lalu David bangun memeriksa jendela untuk memastikan. ''Ternyata benar sudah gelap ! '' gumam David.

__ADS_1


Eh ! Alisa kan menyuruhku mandi . Batin David.


David pun mandi secepat kilat . Lalu mengenakan pakaian seadanya . Lalu turun menemui Alisa yang sudah lama menunggunya dimeja makan .


Alisa merasakan jantungnya kembali berdebar. Berada didekat David membuat Alisa senam jantung. Sejak tadi siang detak jantungnya seakan tidak bisa di kontrol .


''Makan dulu . Sebertar lagi kita turun olahraga sebentar di gym bawah !'' Ucap Alisa .


''Baik ! '' jawab David singkat .


Kemudian mereka menyelesaikan makannya dalam diam . Tidak banyak berbicara seperti biasanya .


Setelah selesai makan , Alisa langsung membereskan peralatan makan mereka . Rutinitas Alisa sehari-hari . Tapi entah kenapa saat ini Alisa merasakan gugup karena sedari tadi David terus memandanginya .


Karena merasa gugup Alisa tidak benar-benar fokus dengan pekerjaannya. Hingga saat Alisa sedang mencuci gelas ,Alisa menjatuhkannya karena tangannya yang licin dan kurang telaten seperti biasanya.


Pyarrr !! Suara gelas yang jatuh kelantai mengagetkan keduanya .


Eh !! Refleks Alisa langsung mengutip pecahan gelas .


David langsung bangun dari duduknya menghampiri Alisa .


''Kamu gak apa-apa ? '' tanya David .


''Gak ap awww ...'' Alisa tidak dapat menyelesaikan kata tidak apa-apa karena tangannya terlukanya akibat tidak hati-hati mengutip pecahan gelas.


David memegang tangan Alisa . Dan melihat jari tengahnya mengeluarkan Darah . David pun mencuci tangan Alisa di wastafel . Namun sudah beberapa saat, darahnya juga belum berhenti . David berinisiatif menghisap jari tengah Alisa yang terluka . Lalu membuang ludahnya di wastafel . Barulah darah tersebut berhenti .


Alisa diam tidak tau bereaksi seperti apa . Tidak juga bergerak karena dibawah kakinya terdapat banyak pecahan gelas. Wajah Alisa terasa begitu panas saat jarinya di hisap oleh David . Jantungnya pun berdebar begitu kencang.


Karena sama-sama panik mereka jadi tidak bisa berpikir dengan logis. David pun melakukan semua itu dengan spontan . Setelah darah berhenti barulah David tersadar.


''Eh ! Ma maaff !! '' ucap David terbata .


''Engg.. tidak apa-apa '' jawab Alisa nyaris tanpa suara .


Kemudian David membantu Alisa melewati pecahan beling . Lalu menuju sofa . David kemudian mengeluarkan kotak p3k . Memeriksa jari Alisa yang terluka, untunglah lukanya tidak begitu dalam.batin david.


Kemudian David memberi iodine pada luka Alisa dan memplesternya . Setelah semua selesai .


''Mm makasih '' ucap Alisa terbata lalu Alisa menghirup napas panjang untuk menetralkan jantung nya.


Davidpun tersenyum . Masih memegang tangan Alisa yang terluka padahal sedari tadi sudah selesai dia obati .

__ADS_1


__ADS_2