
''Nah , selamat ya ibu Yuna kehamilannya memasuki usia 6 minggu. '' ucap Dokter menggeser-geser sebuah alat diperut Tante Yuna yang sebelumnya sudah dioleskan gel oleh asistent Dokter.
Tante yuna terus tersenyum , Akhirnya aku mengandung ! Batin Tante Yuna
Om Adi terus menatap takjub layar monitor yang menampilkan calon anaknya.
Alisa turut merasa bahagia. Melihat keluarga kecil didepannya.
''Kandungannya masih sangat muda, ibu jangan terlalu capek yah. '' Tambah Dokter seraya mengklik-klik monitor didepannya, untuk mengukur ukuran janin .
''Ehm.. kami tidak tinggal dikota ini dokter, boleh tidak istri saya naik pesawat untuk kembali kekota saya.'' tanya Om Adi
''Naik pesawat sangat beresiko untuk awal kehamilan. Namun dengan mobil tidak apa-apa, asal ada berhenti sebentar. Terus jangan sampai kecapekan juga ya. Kalau capek, bisa istirahat dulu'' jawab Dokter tersebut.
Asistant dokter telah membersihkan gel diperut Tante Yuna, lalu Tanye Yuna duduk dibantu oleh Om Adi.
''Saya resepkan vitamin dan juga tablet tambah darahnya ya bu. Diminum setiap malam sebelum tidur'' jelas Dokter.
''Baik Dokter ! '' jawab tante Yuna .
Mereka kemudian keluar dari ruangan Dokter.
Alisa pergi ke Apotik Rumah Sakit untuk menebus resep Dokter, sedangkan Om Adi dan Tante Yuna lebih dulu ke mobil diparkir.
Setelah selesai menebus obat, Alisa mencari-cari keberadaan Omnya .
''Alisa ! '' panggil Om Adi . Om Adi menemui Alisa lalu jalan bersama menuju mobil yang direntalnya untuk hari ini .
Cekrik cekrik.
Alisa menyerahkan obat yang baru ditebusnya kepada Om Adi, lalu menaiki mobil yang sudah terdapat Tante Yuna didalamnya.
''Gimana ni mas ? ''Tanya Tante Yuna
''Gimana apanya yu ? '' tanya Om Adi balik
''Gak boleh naik pesawat lagi hamil. Kalau dengan mobil bisa sampek 10 jam-an ya ! '' ucap Tante Yuni mengungkapkan kegelisahannya.
''Menurut kamu gimana Alisa ! '' tanya Om Adi. Om Adi juga sama bingungnya.
''Hemm.. kalau Tante Yuni merasa sehat. Ya gak apa-apa. Yang penting jangan overthingking. Malah Alisa pikir bakal lebih capek lagi kalau pakek mobil .'' Seru Alisa .
Om Adi dan Tante Yuna membenarkan perkataan Alisa .
''Kalau seperti itu, kita pulang hari ini aja yah. Biar besok Bisa istirahat .'' Ucap Om Adi.
''Terimakasih ya Alisa '' ucap Om Adi .
''Sama-sama om '' jawab Alisa.
__ADS_1
''Yu . Kamu istirahat dihotel aja ya. Oleh-olehnya biar aku dengan Alisa aja yang belanja.'' Ujar Om Adi. Tante Yuna juga tidak keberatan dengan itu.
Setelah mengantar Tante Yuna ke hotel . Alisa dan Om Adi berbelanja oleh-oleh untuk mereka.
Cekrik cekrik !
Lagi-lagi kedekatan mereka ada yang membidik diam-diam dari jauh.
Alisa dan Om Adi kemudian kembali kehotel . Alisa menenteng banyak paperbag.
''Alisa terimakasih banyak ya untuk hari ini .'' Seru Om Adi .
''Sama-sama Om .'' Jawab Alisa.
Sesampainya dikamar, Alisa meletakkan belanjaannya di meja .
Kemudian Alisa melihat tantenya yang tertidur, Alisa memilih pamit pulang. Alisa menitipkan salam untuk tantenya pada omnya tersebut.
Penerbangan omnya jam 3 sore. Masih ada waktu sekitar 3 jam lagi untuk istrinya beristirahat.
Alisa meminta ingin ikut mengantar ke bandara, namun Om nya melarang. Karena Omnya merasa sudah banyak merepotkan Alisa.
Alisa mengalah karena malamnya Alisa ada Acara bersama David, jadi Alisa harus melakukan persiapan lebih dahulu.
''Alisa ! Temani Om makan yuk. Di restaurant hotel aja.'' Ajak Om Adi. Karena dari semalam beliau belum ada waktu berdua dengan Omnya.
''Baik om.'' Jawab Alisa .
Kemudian omnya sekilas menceritakan keluarga nya. Dimulai dari kabar kakek neneknya. Bahkan sampai adik ayahnya yang lain.
Ternyata semua saudara ayahnya adalah orang-orang sukses. Tapi tak ada satupun yang peduli dengan kehidupan mereka. Hanya Om Adi , itupun hanya sesekali. Alisa bahkan tidak kenal dengan keluarga ayahnya yang lain.
''Gak apa-apa Alisa. Kelak kamu juga akan jadi orang yang sukses .'' Ujar Om Adi menepuk-nepuk bahu Alisa menguatkan.
''Om akan berusaha membujuk kakek nenek supaya mereka menerima kalian .'' Sambung Om Adi
''Tidak apa om. Terimakasih !'' Jawab Alisa seraya tersenyum getir. Sangat aneh rasanya dia mengetahui dia punya keluarga besar yang lain.
Om Adi pamit lembali ke kamarnya, karena istrinya sudah bangun, Om Adi kemudian membayar makanan mereka, dan memesan take away untuk makan siang istrinya.
''Dah om ! '' ucap Alisa setelah memeluk singkat Omnya dan hendak keluar dari restaurant tersebut untuk pulang .
Saar Alisa melewati restaurant yang ada disana. Alisa melihat Angel sedang bersama seorang pria. Alisa berusaha melihat lebih jelas siapa sosok pria tersebut. Alisa sangat penasaran.
Bukan David, terus siapa ?
Batin Alisa.
Alisa kemudian menjadi detektif dadakan. Alisa mengikuti Angel diam-diam hingga Angel memasuki sebuah kamar hotel bersama laki- laki tersebut.
__ADS_1
Alisa akan membongkar karakter Angel pada David. David tidak boleh jatuh ke tangan Angel. Tekad Alisa
Tring !! Ponselnya pun berbunyi .
Melihat nama Angel yang muncul. Alisa malas sekali mengangkat . Namun sedikit terkejut kenapa sangat kebetulan.
''Sudah puas menguntitnya ! '' ucap Angel ketika Alisa mengangkat panggilan darinya.
Deg !! Jantung Alisa berdegup kuat.
Dari mana dia tau ? Batin Alisa
''Apa maksudmu ? '' tanya Alisa berpura-pura tenang.
''Lihatlah kebelakang ! '' perintah Angel . Alisa melihat kebelakang . Angel sudah berdiri menatap nyalang kearahnya .
Tuk tuk tuk
Bunyi heels dikoridor hotel yang sepi membuat situasi lebih mencekam.
Angel menatap remeh kearah Alisa. Bahkan senyum smirk menghias bibirnya.
''Jangan coba-coba menggagalkan perjodohanku '' ucap Angel to the point
''Kamu gak pantas bagi David ! '' ucap Alisa menatap tajam kearah Angel .
''Well. Well well ..'' Angel mengelilingi Alisa seraya tangannya menggulung-gulung rambutnya.
''Lihatlah jal**g kecil ini, sedang menunjukkan taringnya .'' Sambung Angel remeh .
''Tapi lihatlah dulu siapa lawanmu! '' lanjut Angel menyentuh bahu Alisa dengan telunjuknya. Kemudian mendorong perlahan dan diberi sedikit tekanan .
''Kamu akan tau lawanmu ! '' geram Angel menggertakkan giginya.
''Jangan ganggu priaku ! '' sentak Alisa tanpa takut.
''Sebentar lagi dia akan jadi priaku '' jawaban Angel yang membuat Alisa semakin marah .
''Dia telah memilihku dibandingkan kamu ! '' ucap Alisa yakin .
''Oiya ? '' senyum remeh Angel seakan tak terpengaruh dengan ucapan Alisa
''Kalau masih ingin hidupmu aman, kuperingatkan kamu, mundurlah ! '' ujar Angel .
''Gak akan. Aku akan beri tahu David, bagaimana tingkahmu selama ini , bahkan kamu berada dihotel sekarang dengan laki-laki lain'' sentak Alisa . Alisa yakin telah memegang kartu Angel , yang bisa membuat David tak suka dengan Angel.
''Lakukan sepuasmu ! Sebelum itu kamu yang lebih dulu hancur !!! '' Ancam Angel seraya menjauh pergi meninggalkan Alisa yang mematung.
Tuk tuk tuk ! Angel melangkah dan menghubungi seseorang untuk memberikan sebuah perintah, jangan sampai Alisa lebih dulu mengacaukan semuanya.
__ADS_1