
Di sebuah mansion mewah, Nyonya Dewina lagi-lagi mendapatkan pesan misterius dari nomor tak dikenal.
Pesan tersebut berisi macam-macam bukti perselingkuhan yang dilakukan oleh suaminya. Baik berupa struk pembelian barang mewah. Atau notifikasi kartu kredit yang diduga untuk membayar barang yang dibeli untuk wanita lain.
Tapi hari ini Nyonya Dewina mendapatkan sebuah foto, suaminya bersama wanita lain.
Hati Nyonya Dewina terasa panas, sedari kemarin suaminya terus mengelak .
''Itu perbuatan orang iseng ! Papa udah gak ada lagi yang seperti itu '' kata Tuan Mahendra kepada istrinya beberapa hari lalu. Nyonya Dewina bahkan baru menyadari suaminya selalu menghindarinya, agar dirinya tidak ada kesempatan untuk menanyakan tentang perselingkuhan tersebut.
''Apakah kamu bisa mengelak lagi ? '' gumam Nyonya Dewina meremas ponselnya.
Beliau akan menunggu kepulangan suaminya dari kantor , Nyonya Dewina baru saja merasakan kebahagian karena kepulangan putranya. Namun sekarang hatinya kembali gundah karena dugaan suaminya berselingkuh darinya.
''Jika kamu benar-benar selingkuh aku akan minta cerai '' tekad Nyonya Dewina.
Nyonya Dewina menanti kepulangan suaminya hingga malam. Sesekali dia menelpon suaminya, namun tak ada jawaban. Setelah sang suami mengangkat panggilan pada jam 7 malam beliau belum juga membalas lagi.
Lebih baik aku menelpon David, untuk menyuruhnya kemari.
''David ! Pulang kemansion dulu ya ! Ada yang mau mama omongin dengan kalian ! '' ucap Nyonya Dewina setelah panggilan telponnya di angkat oleh David.
*
David setelah kepergian Alisa merasa perasaannya risau,
''Daripada aku berpikir yang tidak-tidak. Yang ada tambah stress. Lebih baik aku Nge-gym '' ucap David pada dirinya sendiri. Dia butuh melakukan sesuatu untuk mengalihkan pikiran buruknya .
''Olahraga bisa mencegah strees'' kata Alisa tempo hari tetlintas dipikirannya.
David lekas bangun dan bersiap, masuk kekamarnya dan berganti pakaian.
Mengenakan tanktop hitam dan celana olahraga pendek, sepatu sport juga dipilih yang paling nyaman dikakinya untuk latihan .
David menuju dapur untuk membuat susu proteinnya. Kemudian lekas turun kelantai dua tempat gym berada.
''Hhhh satu dua ... dua belas !'' David terus menghitung repitisi dalam hati.
Mengulang-ulang repitisi sampai mencapai satu set. Dan mengulang lagi semampunya.
Hampir jam 11 . Angel menelponnya , setelah rencana perjodohan yang diatur orang tuanya Angel dan David belum juga bertemu .
David mengangkat panggilan dari Angel.
''David ? Emm...'' ucap Angel
''Iya Angel , Ada apa ?'' Jawab David
''Begini David, kamu sudah tau rencana perjodohan kita ? Aku baru tau dari papa semalam '' ucap Angel mengawali pembicaraannya.
''Awalnya aku menolak dijodohkan apalagi sama orang yang tidak aku kenal. Tapi kemudian papaku memberi tau siapa calonku. Ketika aku tau itu kamu, aku senang banget Dav !'' Ucap Angel dengan suara yang dibuat segirang mungkin.
__ADS_1
''Aku percaya banget ini takdir aku dan kamu itu jodohku ! '' sambung Angel dengan pedenya.
David terdiam kaku tidak tau menjawab apa. David merasa gamang. David tidak berani menyanggah, akhirnya dia mengiya-iyakan .Tidak ada ketegasan dalam dirinya . Hingga panggilan berakhir David tidak dapat memperjelas hubungan mereka .
David tidak ingin menyakiti Angel. Sejauh ini hubungan pertemanan mereka sangat baik. David tidak mau kehilangan temannya. Maka dari itu David tidak bisa menolak Angel terus terang.
David juga sangat sayang dengan Alisa, David akan memperjuangkan hubungannya dengan Alisa terlebih dahulu. David telah yakin akan hal itu.
David menyimpan ponselnya dan menghembuskan nafas kasar. Bahkan David kembali mengacak-acak rambutnya.
''Aku kenapa sih !! '' keluh David.
David kembali melakukan latihan beban. Namun David tidak dapat melakukannya dengan fokus.
''Sial ! '' umpatnya . David lekas kembali ke Apartementnya. David beristirahat di sofa sebentar, memijit kepalanya yang pusing kemudian lekas mandi.
Hingga jam makan siang Alisa juga belum kembali. David makan dengan sendiri setelah memesan makanan Delivery, terlalu malas rasanya untuk memasak.
Jam sudah pukul 3 sore . David mendapatkan panggilan dari ibunya . Tumben pikirnya.
''David ! Pulang kemansion dulu ya ! Ada yang mau mama omongin dengan kalian ! '' ucap Nyonya Dewina setelah panggilan di angkat oleh David.
''Baik mah ! '' jawab David singkat .
David baru teringat, kalau dimansion ada kakaknya disana. ''Setelah dia kembali, aku bahkan belum bertemu dengannya '' gumam David.
''Terlalu malas rasanya berhadapan dengan Dewa, mungkin saja sifatnya telah berubah .'' Sambung David didalam hatinya memikirkan kemungkinan adanya.
David berangkat ke mansion begitu selesai menutup panggilannya. David akan mengabari Alisa nanti untuk menjemputnya.
''Mah ! '' sapa David mencari keberadaan mamanya.
Nyonya Dewina melihat sosok David yang jauh telah berubah dari terakhir dilihatnya. Sedikit terkejut, anaknya nomor 2 semakin mirip dengan anaknya yang pertama.
''Duduklah David '' ucap Nyonya Dewina. Nyonya Dewina masih memandang kagum dengan perubahan anaknya.
''Mama mau berbicara apa ? '' tanya David melihat ibunya seperti hendak membicarakan sesuatu namun seolah ditahan.
Drap drap drap !!
Langkah kaki tegas melangkah keruangan tempat David dan Nyonya Dewina berada.
David mengikuti sumber suara langkah kaki tersebut.
Dewa berjalan mendekat kearahnya, memberikan senyum samar kepada David. Dewa melewati David setelah menepuk-nepuk bahu David dua kali lalu menghampiri Nyonya Dewina mencium pelipis mamanya dan duduk disampingnya.
Nyonya Dewina tersenyum hangat kearah Dewa.
''Ada apa mama mengumpulkan kami berdua? '' tanya Dewa .
''Kalian belum bertemu kan ? '' ucap Nyonya Dewina.
__ADS_1
''Hay David '' ucap Dewa kaku.
''I iya hayy ! '' jawab David.
''Hehe ! Kalian sudah besar, tak perlu canggung seperti itu apalagi sampai ribut seperti kalian waktu kecil .'' Kekeh Nyonya Dewina melihat hubungan kedua anaknya yang canggung. Dia lupa karena pola asuh dirinya lah yang menciptakan hubungan mereka menjadi kaku seperti itu.
Dewa dan David tersenyum kecut.
''Mama ingin cerai dari papa kalian ! '' lirih Nyonya Dewina .
Dewa tidak terkejut, karena Dewa mengetahui semuanya, namun dia enggan ikut campur urusan orangtuanya.
David terkejut. Bahkan David syok hingga dia menyaut pautkan dengan kegundahan hatinya hari ini. Mungkin ini lah firasat yang dirasakan oleh David .
''Kenapa mah ?'' tanya David
''Papamu kembali berselingkuh ! '' ucap Nyonya Dewina
David terdiam.
''Mah ! Kami sudah besar. Sudah saatnya mama memikirkan kebahagiaan mama. Jika itu yang terbaik buat papa dan mama kami tidak mempermasalahkannya'' ucap Dewa .
Nyonya Dewina tersenyum bangga mendengar penuturan Dewa. Bahkan dia merasa hatinya sedikit membaik.
''Memang kamu anak yang paling mengerti mama '' ucap Nyonya Dewina menyentuh paha Dewa.
Nyiiitt... hati David berkedut nyeri melihatnya. Apakah dia masih cemburu.
''Kalian dukung mama kan ? '' tanya Nyonya Dewina .
''Iya mah ! ''Jawab Dewa cepat.
''Kalian mengobrollah berdua ! Mama hendak menelpon seseorang terlebih dahulu '' ucap Nyonya Dewina meninggalkan putra-putranya di ruang keluarga.
Hening !
Suasana menjadi sangat kaku dan hening sepeninggalan Nyonya Dewina.
Bibi yang membawakan air minum bersama snackpun merasakan aura yang mencekam .
Dengan hati-hati Bibi meletakkan diatas meja, lalu berjalan pelan meninggalkan mereka berdua.
David melihat kearah Dewa yang sedari tadi menghunuskan tatapan tajam padanya.
''Heh ! '' Dewa tersenyum smirk.
''Itukah hasil kerja keras Alisa ? '' ucap Dewa memandang dari atas hingga bawah tubuh David.
David terkejut !
Apa maksudnya . Batin David
__ADS_1