Aku Vs Pria 100kg

Aku Vs Pria 100kg
Bab 49 # DEWA IAN MAHENDRA


__ADS_3

Angelina merebahkan tubuhnya dikasur mewahnya .


Angel sangat senang, sepertinya David menyukai waktu bersamanya . Angel akan terus bersikap seperti gadis baik-baik untuk meluluhkan hati David.


Angel yakin yang dirasakannya terhadap David adalah rasa cinta. Baru kali ini dia merasa berdebar dan tidak bosan-bosan. Angelina merasa David lah pelabuhan terakhirnya.


Angel memikirkan rencana selanjutnya, dia sudah tidak sabar menjadikan David miliknya , tentu saja bukan hanya sebatas pacarnya saja. David harus benar-benar menjadi miliknya.


''Sebelum itu aku harus menyingkirkan Alisa dulu , bagus sekali kalau David juga membencinya, hahaha '' Angel tersenyum smirk.


Angel kemudian menemui papanya . Setelah memikirkan langkah apa yang harus ditempuhnya terlebih dahulu.


''Papa ! '' panggil Angel setelah mengecup pipi papanya.


''Eh ! Ada apa sayangnya papa ? Senang banget kamu hari ini ? '' tanya papa Angel mengusap pipi Anaknya.


''Pah ! Aku sudah menemukan calon mantu untuk papa !! '' ucap Angel yakin .


''Eh ! Kamu mau nikah ? '' tanya Papa Angel. Beliau merasa kaget, karena beliau tau putrinya itu banyak sekali berkencan dengan pria namun tak ada yang serius .


''Tunangan dulu juga boleh pah ! '' rayu Angel .


''Siapa calonnya ? Jangan orang miskin ya!'' Seru Papa Angel .


''Ihh .. Angel punya selera kali pah'' ucap Angel manja .


Kemudian Angel menampilkan foto David yang ada diponselnya kepada papanya .


Papanya menyipitkan matanya melihat ke ponsel Angel, namun beberapa saat kemudian beliau memasang kacamatanya terlebih dahulu untuk penglihatan yang lebih jelas .


Kenapa gak dari tadi sih ! Rutuk Angel dalam hati walaupun sambil tersenyum


''Wajahnya gak asing !'' Celutuk papanya.


''Dia lulusan S2 terbaik di kampus kita , ganteng kan ? '' tanya Angel manja .


''Oh iya . Anak siapa dia ? '' tanya papanya .


Kemudian Angelina menjelaskan siapa David , setelah mencari tau data David terlebih dahulu .


''Punya gedung Apartement sendiri ?'' tanya Papa Angel terkejut .


''Iya papa ! '' seru Angel


''Pinter kamu cari calon mantu tuk papa. Bawa dia ketemu sama papa ! '' pinta papanya setelah menyetujui .


''Itu dia masalahnya papa ! '' rajuk Angel .


Dahi Papa Angel berkerut dalam.


Angel menjelaskan maksudnya, dia ingin papanya tersebut yang terjun langsung untuk menjodohkannya dengan David .

__ADS_1


''Baik. Nanti papa akan mengatur pertemuan dengan Papanya David . '' ucap Papa Angel .


Karena sesama pengusaha, pasti saling mengenal, walaupun tidak akrab .


Papa Angel mengelus puncak kepala anaknya . Angel tersenyum dalam hati , terlalu lama jika bertindak sendiri, maka dari itu Angel meminta tolong pada Papanya.


Angel anak yang manja, dibesarkan dengan segala kemewahan , segala sesuatu yang Angel mau pasti Papanya wujudkan.


Semua keinginan Angel harus tercapai, bagaimanapun caranya . Maka dari itu Angel tak pernah menyerah atas kemauannya . Cara licik pun akan dia gunakan asal tujuannya tercapai .


Angel kemudian masuk ke kamarnya .


Ting ! Sebuah pesan masuk ke ponselnya ,


''Sayang . Aku kangen . '' xxx


Salah satu Mainannya mengiriminya pesan . Angel menanggapi seperti biasanya . Nanti tiba waktunya Angel akan membuang mainannya seperti yang sudah-sudah. Saat ini Angel ingin bermain sebentar lagi, hingga tiba saatnya David menjadi miliknya dan dia akan setia kepada David seorang .


*


Dewa menghembuskan asap rokok ke udara, usahanya untuk keluar dari lembah hitam benar-benar berat. Walaupun sudah enyah dari kepemimpinan klan mafia, Dewa masih belum bisa terbebas sepenuhnya. Masih ada bayang-bayang yang selalu mengikutinya.


Dewa memutuskan untuk pulang kerumahnya esok harinya. Sudah waktunya dia menjalankan hidupnya dengan normal. Rencananya adalah setelah bertemu dengan Alisa, Dewa akan pulang .


*


*


*


''Ini benar kamu ? '' suara nyonya Dewina bergetar menyentuh wajah Dewa .


''Iya mama ! '' ucap Dewa memegang tangan ibunya yang sedang menyentuh wajahnya.


Nyonya Dewina menangis haru, suara putranya masih tetap sama, namun penampilan banyak sekali yang berubah. Tubuh Dewa bertambah kekar dan terdapat luka kecil di beberapa sudut pipinya .


Nyonya Dewina memeluk putra pertamanya yang telah kembali, walaupun tubuh Dewa tidak sepenuhnya dapat direngkuh oleh tangannya yang kecil. Dewa Ian Mahendra putra pertamanya telah kembali .


''Tenanglah mama, aku sudah kembali ! '' ucap Dewa mengelus punggung ibunya. Wajah ibunya tenggelam dalam dadanya yang bidang. Dewa terus mengelus ibunya yang menangis sesegukkan. Selama 3 tahun ibunya memendam kerinduan padanya .


Dewa melihat kedalam rumah. Papanya baru turun dari lift dengan pakaian kantor menyusul mereka diruang tengah


''Siapa mah ! '' tanya Papa dari jauh . Semakin dekat kaki Tuan Mahendra melangkah, semakin jelas siapa yang sedang dipeluk oleh istrinya.


''Papa ! '' panggil Dewa. Nyonya Dewina melepaskan pelukannya. Lalu ikut melihat kearah suaminya.


''De Dewa !! '' cetus nya tak percaya .


''Iya papa ! '' seru Dewa


Tuan Mahendra memeluk putranya . Tatapannya sangat terharu penantiannya terbalaskan . Putranya telah kembali.

__ADS_1


''Biarkan dia duduk '' seru Papa. Kemudian mereka melangkah kemeja makan .


Sedari tadi ibunya tak pernah melepaskan rangkulan di lengan Dewa.


''Kemana kamu selama ni De ? '' panggil ibunya dengan panggilan Dewa waktu kecil.


''Masih banyak waktu untuk bertanya mah . Biarkan dia makan sarapannya dulu .'' Ucap Tuan Mahendra .


Beliau segera mengirim pesan kepada sekretarisnya , untuk menunda meeting selama 1 jam, beliau akan telat masuk hari ini ada keperluan mendesak .


Selama jalannya waktu saat makan bersama . Nyonya Dewina tak pernah mengalihkan pandangan dari Dewa. Beliau merasa seperti mimpi .


''Makan dulu mah ! '' ucap Dewa setelah merasa sedari tadi mamanya memandanginya terus.


Nyonya Dewina tersenyum lalu melanjutkan makannya .


Setelah itu mereka menuju ruang keluarga yang luas .


''Mikayla mana mah ? '' tanya Dewa setelah sadar Mikayla tidak terlihat sedari tadi


''Mikayla sudah kuliyah di singapore .'' Jawab sang mama .


'' hah ? '' ucap Dewa terkejut. Dia tidak menyadari gadis bungsunya sudah besar. Yang dia ingat adiknya masih sekitaran SMP.


''Kamu telah menghilang selama 3 tahun lebih . '' seru Nyonya Dewina .


''Kemana aja kamu De ? '' tanya Mama .


''Terlalu panjang ceritanya mah, nanti Dewa ceritakan pelan-pelan '' seru Dewa.


''Tolong tinggalkan klan itu, kembalilah pada Mama . Hiks hiks !! '' nyonya Dewina mengungkapkan kesedihan dan kekhawatirannya atas putranya .


Tuan Mahendra menyimak sedari tadi, tidak menjawab karena beliau memberi waktu untuk istrinya terlebih dahulu. Beliau sama-sama tau tepak terjang putranya dan sangat menyukai hal yang membahayakan .


Dewa memeluk ibunya. Rasa sayang masih ada dihatinya, yang dia pikir sudah menghilang seiring dendam dan rasa bengis dijiwanya .


''Aku sudah meninggalkan itu semua mama. Dan sekarang aku tidak akan meninggalkan Mama lagi.'' Seru Dewa. Dewa baru menyadari kasih sayang orangtuanya begitu besar selama ini untuknya. Dulu darah muda begitu kental dihatinya, jadi tidak terlalu memikirkan perasaan orangtuanya . Sekarang Dewa bertekad akan bersikap seperti orangtuanya harapkan, walaupun kini usianya sudah memasuki 29 tahun .


''Benarkah ? Jangan tinggalkan mama lagi ! '' ucap Nyonya Dewina .


''Iya mah ,'' jawab Dewa .


Nyonya Dewina sangat senang mendengar jawaban Dewa . Tak henti-hentinya beliau mengucapkan syukur .


''Tapi mah, jangan publish dulu kepulanganku ya, beri aku waktu ! '' pinta Dewa .


''Iya. Ambil waktumu. Kalau bosan belajarlah tentang perusahaan . '' ucap Papa .


''Pah ! Jangan bahas perusahaan dulu napa ! '' ketus Nyonya Dewina .


''Gak papa mah. Dewa akan jadi anak yang berbakti kepada Papa dan Mama .'' Ucap Dewa.

__ADS_1


Tuan Mahendra dan Nyonya Dewina sangat terkejut, namun mereka sangat senang mendengarnya .


__ADS_2