
Ting !
Alisa mengambil ponselnya dan membaca sebuah pesan yang tiba-tiba masuk.
Wajah Alisa bersemu senang. Alisa segera menyelesaikan makannya dengan cepat.
''Kenapa Alisa ? '' tanya David .
''Oh enggak ! Ini, aku ada urusan, kamu kembali lebih dulu tidak apa-apa kan ? '' ucap Alisa setelah menyelesaikan makannya.
David ingin bertanya Alisa hendak kemana ? Namun Alisa lebih dulu meninggalkannya.
''Aku pergi dulu. Ini mendesak ! '' ucap Alisa mengecup pipi David singkat .
''Tidak perlu menungguku pulang .'' Sambung Alisa seraya melambai-lambaikan tangan ke arah David
Alisa terus berjalan meninggalkan David .
''Ya hati-hati '' David menjawab lirih melihat Alisa pergi tanpa melihat kebelakang lagi.
Kemana dia ? Haruskah ku ikuti?
Batin David . Alisa sudah menghilang dari pandangannya .
Alisa tiba disebuah hotel bintang 5. Alisa mengangkat panggilan telponnya yang kembali berdering setelah Alisa mengabarkan sudah sampai dihotel tempat seseorang menunggunya.
'' Om dimana ?, baik Alisa kesana !'' tanya Alisa . Alisa terus berlari hingga tidak menyadari ada orang yang melihatnya dan berusaha mengikutinya .
''Alisa ! Kenak kau ! '' desis Angel melihat Alisa memeluk seorang om-om ,bahkan mengajak masuk Alisa kesebuah kamar hotel.
Angel mengambil kesempatan tersebut untuk mengambil foto Alisa. Angel tersenyum smirk '' ternyata kamu tidak sepolos itu Alisa '' gumam Angel .
''Ngapain sih beb ? '' tanya seorang laki-laki yang telah melakukan janji dengannya untuk bermalam dihotel bersamanya .
''Suuutt ... gak perlu tau, bukan hal penting ! '' sentak Angel.
''Yaudah yuk ! '' Ajak laki-laki tersebut setelah membuka kamar hotel. Dan Angel menghilang dibalik dinding kamar hotel tersebut dengan si laki-laki yang tak pernah melepaskan rangkulannya sejak tadi.
-
''Om Adi ! '' panggil Alisa. Seorang om-om yang sudah rapi dengan setelan jasnya menunggu didepan kamar hotel menyambut kedatangan Alisa dengan senang.
''Uh ponakanku sudah sebesar ini kamu ! '' ucap Om Adi takjub dan memeluk hangat putri dari kakaknya yang telah tiada.
''Iya om '' ucap Alisa dengan mata berkaca-kaca. Om Adi adalah adik bungsu ayahnya . Hanya om Adi yang menganggap Alisa sebagai bagian dari keluarga Ayahnya. Alisa mengingat terakhir kali bertemu adalah waktu Alisa pertama kali ke kota.
Ingatan Alisa tentang ayahnya sangat tipis dan samar. Namun Alisa dapat meyakini sosok Om Adi sangat mirip dengan sosok Ayahnya seperti difoto.
''Yuk masuk! Tante Yuna ada didalam .'' Ajak Om Adi.
''Baik om ! '' Alisa melangkahkan kaki masuk ke dalam kamar hotel .
Sosok tante Yuna sedang beristirahat dikamar hotel.
''Tante ! '' panggil Alisa pelan .
__ADS_1
Tante Yuna membalikkan badannya melihat siapa yang datang .
''Yu ! Ini ponakanku sudah datang namanya Alisa. Dia akan menemani kamu disini ! '' ujar Om Adi
''Baik mas . Alisa ya ? Salam kenal ! Ughh '' jawab Tante Yuna seraya memegang kepalanya yang sedang pusing .
Alisa sedikit terkejut istri omnya Sangat muda mungkin sebaya dengannya .
''Aku keluar dulu ya. '' pamit Om Adi pada tante Yuna, mengecup pelan kepala istrinya lalu berbalik ke arah Alisa
''Om ada pertemuan di hotel ini. Kamu temani istri om sebentar ya ! '' ujar Om Adi kemudian melangkah keluar dari kamar hotel.
Setelah Om Adi menghilang dan pintu tertutup rapat. Alisa mendekati tante Yuna .
''Tante kenapa ? '' tanya Alisa lembut seraya duduk perlahan disamping tantenya yang terbaring lemah.
''Gak tau. Kayaknya masuk angin ! Dari dalam pesawat udah seperti ini. Belum hilang-hilang mabuknya .'' Keluh tante Yuna sambil berusaha memijit-mijit kepalanya.
''Boleh Alisa bantu oleskan minyak angin ?'' Tanya Alisa .
''Boleh . Terimakasih !'' Ucap Tante Yuna .
''Alisa kerja dimana ? '' tanya Tante Yuna
''Mm Alisa sedang koas di Rumah Sakit Harapan Bunda! '' ujar Alisa . Tangan nya mengelus lembut punggung istri omnya itu.
''Ooh! '' sahut Tante Yuna .
''Tante udah lama nikah dengan om? '' tanya Alisa
namun tiba-tiba Tante Yuna mematung seperti teringat akan sesuatu .
''Alisa ! Ini tanggal berapa ? '' tanya Tante Yuni tiba-tiba bahkan menatap Alisa dengan mata berbinar
''Emm .. tanggal 16 oktober Tante, kenapa ? '' jawab Alisa terheran .
''Tante udah telat 2 minggu ! '' ucap Tante Yuna seraya menutup mulutnya .
Alisa membulatkan matanya . ''Jangan-jangan ..'' gantung Alisa .
''Besok temani tante periksa kerumah sakit ya ! '' pinta Tante Yuna memohon .
''Baik Tante, kebetulan besok Alisa libur'' jawab Alisa . Alisa merasa senang kalau memang benar tantenya hamil.
''Terima kasih Alisa'' sahut Tante Yuna .
''Sama-sama . Ehm Tante lama gak disini ? '' Tanya Alisa penasaran. Karena seingatnya om dan tantenya tidak tinggal dikota ini .
''Hanya 3 hari . Tante nemenin om Dinas luar kota ,hehehe . Suka sepi ditinggal sendiri terus dirumah, jadinya tante minta ikut ! '' Terang Tante Yuna.
Alisa mengangguk mengerti.
Banyak hal yang mereka bicarakan. Termasuk silsilah keluarga Alisa. Kakek dan neneknya yang telah memutuskan tali persaudaran dengan mereka karena sang ayah yang nekat menikah tanpa restu.
ditambah Ayahnya yang meninggalkan kota dan memilih tinggal di desa. Begitulah yang didengar oleh Tante Yuna dari suaminya.
__ADS_1
Tante Yuna menaruh rasa simpati pada Alisa. Suaminya juga tidak terlalu bisa menunjukkan mereka berkerabat dan memberi bantuan karena dilarang oleh orangtuanya. Sebelum kedatangan Alisa suaminya telah menjelaskan siapa itu Alisa.
Sungguh malam nasibmu . Batin Tante Yuna
''Semoga kamu bisa meraih cita-citamu ya ! '' kata Tante Yuna setelah beberapa lama membisu .
''Baik Tante. Perjalanan Alisa menjadi dokter masih panjang Tante. Doakan Alisa bisa mengubah takdir hidup Alisa .'' Lirih Alisa .
''Amin ! '' ucap Tante Yuna tulus
Tantenya pun mencoba bangun dari rebahannya. Karena teringat dia memiliki 1 stel baju baru yang belum dipakainya. Melihat proporsi tubuh Alisa tak jauh darinya beliau berinisiatif menghadiahkan baju tersebut kepada Alisa. Toh uang masih bisa dicari, pikirnya .
''Eh tante mau kemana ? Biar Alisa bantu ! '' tanya Alisa segera bangun dari duduknya hendak memapah Tante Yuna.
Tante mau ambil baju dikoper itu.'' Tunjuk Tante Yuna kearah koper disamping lemari.
''Biar Alisa ambilkan saja '' tawar Alisa . Dan Tante Yuna pun kembali duduk diranjang karena kepalanya yang masih belum bisa diajak berkompromi untuk berdiri.
''Boleh ! '' jawab Tante Yuna.
Lalu Alisa melangkah kakinya mendekat kearah koper, dan mendorong pelan koper tersebut dan meletakkan didepan tantenya.
''Buka saja ! '' perintah Tante Yuna . Alisa mengikuti perintah tantenya . Tante Yuna hanya menunjuk-nunjuk saja .
''Untukmu ! '' ucap Tante Yuna setelah Alisa mengangkat baju yang dimaksud olehnya .
''Untukku ? Terimakasih tante. Cantik sekali bajunya! '' Seru Alisa senang .
''Maukah kau mencoba bajunya ? '' tanya Tante Yuna. Wajahnya ikut senang melihat Alisa menerima hadiah kecilnya .
''Tentu saja ! '' jawab Alisa .
Alisa langsung membuka bajunya didepan tantenya. Toh sesama perempuan kan tidak perlu bersembunyi
Tante Yuna melihat tubuh Alisa yang sempurna.
Aku yang perempuan aja iri melihat proporsi tubuhnya , bagaimana dengan laki-laki ya !
Tubuhnya sangat indah , kenapa dia suka memakai baju longgar !
Batin Tante Yuna dalam hati .
Alisa telah selesai memakai baju pemberian tantenya. Sebuah dres pressbody atau bodycon yang membentuk tubuhnya dengan sempurna.
Alisa merasa tidak nyaman dalam hati memakai baju seperti ini yang bukan gayanya namun Alisa menghargai niat baik tante Yuna .
''Cantik sekali Alisa '' ucap Tante yuna .
Alisa melihat dirinya dicermin , Alisa tersenyum .
Benar kata tantenya cantik sekali baju ini.
Batin Alisa
''Terimakasih tante ! '' ucap pelan Alisa
__ADS_1