
''Ah ! Abaikan perkataanku barusan. Bagaimana kabarmu? Sepertinya sangat baik ya ! '' sarkas Dewa melipat tangannya didada.
David tidak tau menjawab apa. David hanya menatap Dewa tajam dan bingung.
''Kenapa ? '' tanya Dewa balik seraya mengangkat alis nya
''Kalau ada yang perlu kau tanyakan, tanyakan saja ! '' seru Dewa seraya memperbaiki posisi duduknya.
''Dari mana kau tau Alisa ?'' Tanya David to the point.
''Hahaha ... Alisa ya ? Hemm... gimana ya aku bilangnya, bisa dibilang aku laki-laki masa lalunya.'' Ucap Dewa tanpa peduli akan perasaan David. Dan masa depannya sambung Dewa dalam hati .
David membelalakkan matanya. Ekpresi terkejut wajahnya seolah mengatakan bagaimana bisa ?
Dewa menikmati rasa terkejut David. Lalu tersenyum samar.
''Tapi tenang saja aku tidak berniat merebutnya darimu sekarang. '' ucap Dewa lagi.
David terdiam, bahkan minuman didepannya tak disentuhnya.
David syok ! Potongan puzzle tersusun dikepalanya. David teringat momen saat menjaga Alisa dirumah sakit, Alisa menangis menggenggam tangannya dan terus memanggil nama seseorang.
''Dewa mas Dewa heu heuu... '' ya Alisa dengan jelas memanggil nama Dewa. Jadi Dewa yang ini ? Kenapa bisa ?
Lalu David teringat laki2 yang Alisa temui tempo hari. Sekilas sangat mirip dengan postur tubuh Dewa yang didepannya saat ini.
''Kau sudah bertemu dengan Alisa ? '' tanya David lirih. David ingin memastikan benarkan Dewa yang memeluk Alisanya kemarin
''Sudah ! Bahkan dia terang-terangan memilih pacarnya. Ckkk '' Decak Dewa malas . Namun senyum kelegaan tercetak diwajah David.
Aku juga akan memilihmu Alisa. Namun aku akan melihat kondisi dulu untuk mengajakmu kerumah malam ini .
Batin David
''Tapi ... '' jeda Dewa melihat David yang kembali memerhatikannya. David menunggu Dewa berkata apa untuk selanjutnya.
''Jika kau mengecewakan Alisa, aku jamin kau tidak bisa lagi mendapatkan dia '' ucap Dewa . David merasakan Ancaman di setiap kata-katanya.
David menelan ludah kasar, apakah rivalnya adalah Dewa ? Tentu saja David tidak sanggup melawan Dewa.
__ADS_1
''Oke. Kamu beristirahatlah ! '' ucap Dewa meninggalkan David yang termenung .
Fakta yang baru saja diketahuinya membuat dirinya syok. David ingin sekali bertanya darimana Dewa mengenal Alisa ? Apakah ada hubungannya saat dia menghilang dulu ! Mungkin saja ada, iya mungkin saja. David bermonolog dengan dirinya sendiri. Lalu menyesap teh yang sudah dingin sedari tadi.
Kemudian David melangkah menuju kamarnya dilantai atas rumah ini.
Hampir malam, namun papanya juga tak kunjung kembali. Bahkan jam makan malam pun sebentar lagi tiba. David ngecharge ponselnya lalu turun untuk makan malam.
''Papa belum pulang mah ? '' tanya David seraya menarik kurisi meja makan .
''Belum ! Katanya ada pertemuan tambahan jadi akan telat pulangnya .'' Jawab Nyonya Dewina, beliau sudah menunggu putra-putranya untuk makan malam bersama.
''Kita tunggu Dewa turun, setelah itu kita makan bersama .'' Sambung Nyonya Dewina.
Tak lama kemudian Dewa turun lalu duduk dikursinya.
''Yuk kita makan dulu, tak perlu menunggu papa kalian ! '' ajak Nyonya Dewina yang diikuti anggukan putra-putranya.
''David menginaplah disini ! '' ucap Nyonya Dewina setelah mereka makan bersama.
''Emm baik mah ! '' ucap David.
Nyonya Dewina fokus dengan tvnya . Namun tidak dengan Dewa .
Dewa terkejut dengan berita yang baru didapatinya. Bagaimana bisa dia kecolongan, hingga berita tak berbobot seperti di up. Dewa sedikit melonggarkan pengawasannya dari Alisa, karena dia merasa bisa menjaga Alisa sendiri.
''Sial ! '' umpat Dewa kemudian meninggalkan David dan menelpon seseorang.
David memandang Dewa heran bahkan sedikit penasaran mengapa Dewa bisa sesibuk itu .
Lalu David mencari-cari ponselnya, David baru teringat akan Alisa.
''Ya ampun! Harusnya aku tetap mengabari Alisa, walaupun sudah telat, semoga Alisa tidak marah '' gumam David kemudian mengambil ponselnya dikamar.
''Tapi apakah benar Alisa perempuan seperti ini ? '' lirih David.
*
Alisa tidak terlalu memikirkan maksud Angel, Alisa tenang-tenang saja walaupun sedikit tak tenang juga.
__ADS_1
Alisa keluar dari hotel, hendak mencari pakaian yang bisa digunakan untuk nanti malam. Alisa akan mempersiapkan dirinya sebaik mungkin untuk nanti malam.
Alisa akan menanyakan siapa sosok yang dijodohkan dengan David. Jika memang Angel maka Alisa akan berencana mengantakan sifat Angel yang sebenarnya pada David.
Setelah mendapatkan dressnya sesuai gayanya . Alisa bertolak pergi kesebuah klinik kecantikan, melakukan fasial wajah dan scrub seluruh badannya.
Alisa harus tampil sebaik mungkin didepan calon mertuanya. Begitu pikir Alisa.
Setelah perawatan Alisa bahkan melakukan makeup dan hairdo sekalian diklinik kecantikan tersebut.
''Mbak, yang natural saja ya mbak ! Cuma acara makan malam keluarga kok '' seru Alisa malu-malu kepada MUA nya.
Sang MUA tersenyum menanggapi permintaan klien nya.
Alisa mengecek saldo m-bankingnya ''waduh pertama kali dalam hidup aku ngehabisin uang sebanyak ini dalam waktu satu detik '' gumam Alisa lirih pada dirinya sendiri.
''Tapi gak papa ! Kan David sayang aku hihi '' sambung Alisa tersenyum . Toh dia ingin tampil terbaik didepannya nanti.
Sudah jam 6. Alisa terus menghubungi David ,namun panggilannya juga tak kunjung masuk. Panggilannya berada diliar jangkauan. Alisa merasa gundah , kenapa David tidak dapat dihubungi. Alisa melihat jam sudah jam 8 malam. Orang-orang mulai memandang dirinya aneh. Sudah 2 jam Alisa menunggu.
''Suutt ! '' seseorang memanggil temannya untuk melihat kearah Alisa yang duduk gelisah.
''Bukankah dia yang diberita ini ? '' bisik ditelinga temannya.
''Eh! Bener-bener. Cantik juga ya, tapi kurang aman mainnya hahaha '' jawab temannya tanpa memfilter suaranya.
''Sssttt!! '' bahkan temannya yang memanggilnya terpaksa menutup mulutnya untuk menghargai Alisa. Lalu tersenyum kaku kearah Alisa dan beranjak menarik temannya menjauh.
Alisa memandang heran ''Apa maksudnya? '' gumam nya bingung.
Ting citing ting !!
Puluhan notifikasi masuk ke ponselnya.
Banyak orang mengirimnya sebuah link berita untuk Alisa agar Alisa segera membukanya. Bahkan Ada yang langsung mentag akunnya di berita tersebut.
Alisa syok membaca judul bahkan linimasa berita tersebut, semua judul berbeda-beda namun maknanya sama. Mereka menyebut Alisa sebagai wanit* m*rahan, pelak*r , simpan*n *m-*m bahkan wanit* mal*m.
Alisa menutup mulutnya, Alisa merasa terguncang. Siapa yang menyebar gosip murahan seperti ini ? Batin Alisa kalut. Bahkan gosip tersebut menyertakan beberapa fotonya dihotel, direstaurant dengan omnya, dan apa ini? Bahkan didepan poli kandungan rumah sakit? Semua orang pasti berspekuali kearah sana . Dan foto terakhir lebih-lebih membuatnya syok. Sebuah foto dirinya telanj*ng . Tubuhnya blur tapi sangat jelas itu mukanya. Alisa memastikan foto terakhir hoak, siapa yang bahkan bersedia mengedit fotonya untuk kepentingan pribadi. Sekarang jika Alisa ingin membela diri pun tak ada yang percaya. Semua foto-foto tersebut menjadi dukungan untuk foto yang terakhir.
__ADS_1
Bahkan sudah banyak akun menghujatnya. Mengirimnya dm bahkan pesan. Alisa sudah diteror sedemikian rupa. Dering hpnya yang sejak tadi membuat orang sekelilingnya yakin, dia adalah perempuan yang sedang hangat dibincangkan.