Aku Vs Pria 100kg

Aku Vs Pria 100kg
Bab 67#David menyesali keputusannya


__ADS_3

Dengan berlinang air mata Tuan Mahendra bersuara


''Maafkan pappaa mah! '' ucap Tuan Mahendra seraya menghapus air matanya.


''Dia bukan selingkuhan papa, tapi dia orang yang nolongin papa '' sambung Tuan Mahendra lirih.


Wajah Nyonya Dewina terkejut terpaku seolah berkata benarkah ?


David sungguh syok, namun tetap menahan diri untuk mendengar cerita papanya lebih lanjut.


''Tangannya terluka... waktu melawan bandit itu, ponselnya juga hancur... terus papa tidak kenal dia... dan dia udah pergi ? se sekarangg bagaimana cara kita mau menyampaikan terimakasih ?? '' jelas Tuan Mahendra terbata-bata. Bahkan air mata kembali berembun disudut matanya.


Degg !!


David merasakan jantungnya seperti dihantam batu besar, David langsung melangkahkan kakinya yang lebar hendak keluar mencari Alisa.


Setelah pintu tertutup rapat, Tuan Mahendra kembali meminta maaf pada Nyonya Dewina.


''Maafin papa ! Maaf ! Papa tidak lagi seperti itu ! Sudah cukup ! Heu heu ..'' ucap Tuan Mahendra lirih bahkan suaranya hampir hilang karena isak tangis.


Beliau menyadari kesalahannya yaitu tidak jujur terhadap istrinya. Hingga menyebabkan istrinya bersalah sangka terhadap wanita yang menolongnya pasti istrinya berpikir wanita tersebut selingkuhannya.


Nyonya Dewina tidak tau harus menjawab apa ? Namun jauh dilubuk hatinya yang terdalam beliau masih mencintai suaminya. Nyonya Dewina menyadari kesalahannya. Dan bagaimana caranya dia agar bisa kembali berjumpa dengan wanita yang sudah susah payah menolong suaminya? Bukannya berterima kasih malah aku sudah menamparnya. Haduh ! Gumam Nyonya Dewina bahkan sampai menggig*t bibir karena bingung dan kalut. Namun akhirnya beliau berkata jujur.


''Mama mengusirnya, mama pikir dia selingkuhannya papa. Bahkan mama menampar pipinya... terus dia juga bilang papa sudah janji akan beri dia ponsel iph*ne .. '' ujar Nyonya Dewina pelan bahkan kata-katanya tidak tersusun rapi karena bingung mau menjelaskan sepeti apa dan bagaimana.


''Jadi mama malah tambah salah paham padanya .'' Ucap Nyonya Dewina lirih dan menunduk. Menyesali sikap impulsifnya baru saja.


Tuan Mahendra bertambah terkejut mendengar penuturan istrinya. Bahkan bola matanya membulat sempurna.


''Duh ma ! Kita berhutang budi padanya, dan sekarang kita juga berhutang maaf padanya .'' Ucap Tuan Mahendra sangat pelan namun jelas.


Nyonya Dewina terdiam .


Ceklek !


Tim dokter masuk untuk memeriksa Tuan Mahendra. Nyonya Dewina menggeser lalu berdiri disisi suaminya.


Dokter memeriksa beberapa organ vital Tuan Mahendra . '' Syukurlah semua sudah kembali normal. Saya sudah mendengar ceritanya. Gadis yang menolong tuan juga ikut mendonorkan darahnya....'' ucap Dokter .


''Apa ? '' potong Nyonya Dewina terkejut.


''Iya nyonya. Mungkin gadis itu juga korban, tangannya juga terluka, dan sudah diobati oleh tim kita. '' sambung Dokter.


''Maaf izin menyela dok, tapi sekarang Alisa tidak ada di bednya, saya tidak tau dia kemana. Tubuhnya masih lemah, dia masih harus beristirahat, namun kembalinya dari saya ganti impus pasien dia sudah tidak ada .'' Ujar Ida mengungkapkan kegelisahannya sedari tadi pagi karena kehilangan Alisa. Ida menjadi Asistant Dokter untuk menemani Dokter melakukan kunjungan kepada pasiennya.


Nyonya Dewina menutup mulutnya.


Setelah selesai melakukan pemeriksaan Tim Dokter pun pamit keluar.


Nyonya Dewina menjatuhkan tubuhnya di sofa seraya memijit kepala nya yang sakit.


Bagaimana ini ? Gumamnya dalam hati

__ADS_1


*


David mencoba mengingat apa saja yang diucapkannya pada Alisa.


Aku mengatainya jal*ng dan aku.. mengusirnya ?


Alisa ! Maafkan aku .. maaf kan aku ..


Ternyata kamu orang yang nolongin papa, bukan selingkuhan seperti yang aku …


Aku sudah salah paham .


Maaf Alisa !


racau David didalam pikirannya .


Lalu suara papanya yang bercerita tentang kejadian sebenarnya datang silih berganti di pikiranya.


Pikiran David menjadi penuh, bahkan otaknya tidak bisa dipakai untuk berpikir jernih.


David langsung terjun kejalan raya, banyak kendaraan memadati jalan raya dan udara semakin menghangat. David melihat sekitar dengan pikiran yang kacau. Bagaimana ini ? Batin David


Bahkan kejadian saat dia menyeret Alisa ikut terbayang di pikirannya.


''Aaaarrgghhh !!! '' Teriak David seperti orang depresi. Bahkan David mengacak-acak rambutnya.


David berjalan hilir mudik seperti orang kebingungan.


David kemudian kembali keparkir Rumah Sakit hendak mengambil mobilnya.


David minum air mineral namun hingga habis satu botol belum juga dingin rasa panas yang menjalar dihatinya.


David melajukan mobil mencari disekitar Rumah Sakit, hal yang sia-sia namun David tetap mencoba.


Bahkan beberapa kali David memaki dirinya sendiri.


''Aaarrgghhhgg '' David memukul setir dengan kesalnya. Lalu David kembali ke tempat parkir Rumah Sakit. Dan berdiam diri disana.


David tidak dapat berpikir jernih. Namun tiba-tiba teringat akan Apartement . Lalu memutar balik mobil keluar dari Rumah Sakit menuju Apartementnya.


Semoga kamu disana !


Mohon David didalam hati ketika didalam perjalanan menuju Apartementnya.


David langsung masuk kedalam unit Apartement Alisa dengan tergesa . Namun


Ceklek ! Pintu terbuka .


Sunyi sangat sunyi bahkan tak ada tanda-tanda kepulangan Alisa.


David memeriksa keseluruh ruangan Apartement, semua barang Alisa yang tidak seberapa itu masih seperti semula adanya. Alisa tidak membawa apa-apa. Pasti Alisa akan kembali kan ? Pikir David memirkan kemungkinan yang mungkin saja terjadi


David melihat hampir jam 12 siang. David menjatuhkan tubuhnya disofa.

__ADS_1


Aku harus mencari kamu kemana ?


Pulang lah Alisa ..


David merutuki kebodohannya yang tidak mau memberikan kesempatan untuk Alisa berbicara .


Seandainya aja aku mau dengerin kamu dulu, pasti kamu masih ada disini !


Aku menarik kata-kataku yang telah mengusirmu.. jadi kumohon kembalilah !


Tapi ?


David teringat akan sesuatu.


''Tapi aku sudah menerima perjodohan itu ? Bagaimana ini ? ''


David menyesali keputusan yang dibuatnya dengan tergesa-gesa itu.


David merasa kacau ! Dalam satu hari seluruh emosi menyelimuti dadanya, hingga David merasa kepalanya seperti mau pecah.


''Aku gak boleh bersikap gegabah lagi ! Tapi bagaimana ini? '' panik David.


Ting tong !


David mengalihkan ke pintu Apartement , bunyi bell yang nyaring tanda ada seseorang yang datang.


''Alisa '' desisnya . David segera bangun untuk membuka pintu Apartement. Akhirnya kamu pulang Alisa ...


Ceklek !


David terkejut bukan Alisa yang datang , harusnya dia sadar jika Alisa yang datang, Alisa tak akan membunyikan bell.


''David ! Dimana Alisa ? '' tanya Nita khawatir. Nita sahabat Alisa berdiri didepannya bersama Ricky.


''Aku ... '' jawab David gantung.


''Aku sudah menghubunginya dari kemarin begitu kami mengetahui berita itu. Namun tak dijawab . Hingga nomornya tiba-tiba sudah diluar jangkauan. Kami juga kesini tadi malam. Namun gak ada orang di Apartement Alisa.'' Potong Nita cepat. Nita sangat khawatir dengan keadaan sahabatnya.


''Aku gak tau kemana dia ! '' jawab David pelan .


''Yang benar kamu ? '' tanya Ricky tegas.


''I iya . Aku? Aku juga lagi cari dia kesini ! Tapi tapi dia gak ada juga '' jawab David gagu .


''Eughhh ! '' desis Ricky kesal.


''Terus kita kemana ? '' tanya Ricky frustasi pada Nita. Ricky yakin dirinyalah yang paling khawatir pada Alisa.


Nita juga tak tau harus menjawab apa.


''Kita cari kemana aja ! '' jawab Nita meninggalkan David lalu menarik tangan Ricky .


David melihat sahabat Alisa juga sama khawatirnya. Namun bedanya dialah yang menyebabkan ini semua .

__ADS_1


__ADS_2