
''Kita ke rumah sakit '' ucap papa Rika
''Siapa yang sakit ? '' tanya Rika
Papa Rika menarik nafas panjang . Bagaimana pun juga Rika harus tau akan kebenarannya .
Papa Rika pada minggu yang lalu mendapatkan panggilan dari polisi . Uap kasus kebakaran kota mati yang diduga menewaskan Anaknya. Sang Papa dengan sigap menuruti instruksi otopsi untuk mengetahui apakah benar putranya menjadi salah satu korban saat kebakaran tersebut .
Karena masih dugaan, Papa Rika tidak memberitahu Rika terlebih dahulu . Dan sekarang hasil otopsinya sudah keluar .
''Sampai dirumah sakit nanti Papa beri tahu .'' Ucap Papa
Rika menuruti papanya . Masih mengenakan setelan kantor . Mereka bergegas ke Rumah Sakit .
Rika tidak mampu menebak apa yang akan papanya beritahukan padanya . Sesampainya di Rumah Sakit. Mereka terus jalan hingga tiba di Kamar Mayat, jantung Rika berdegup kencang . Dadanya dipenuhi rasa sesak .
''Siapa pah ? '' lirih Rika.
Papanya hanya diam menahan air mata.
'' Apakah ... ? '' ucap Rika menggantungkan kalimatnya.
''Iya . Kakakmu Riko !! '' ucap Papa Rika .
Tangis Rika pun pecah . Kakaknya telah tiada . Sang Papa menenangkan putri satu-satunya. Walaupun Hatinya juga tak karuan .
Rika tau tepak terjang sang kaka didunia mafia . Bahkan Riko sampai tak pernah bertemu dengan keluarganya untuk menjaga mereka . Karena sekali terjun ke dunia mafia . Maka keluargapun ikut menjadi taruhan. Makanya Riko menjauh dari keluarganya. Hanya sekali-kali mengunjungi secara diam-diam .
Padahal berulang kali Sang Papa meminta Riko untuk kembali dan bekerja di perusahaan . Namun Riko menolak karena sudah jatuh terlalu dalam dalam lembah dunia mafia itu.
Tak lama kemudian polisi menyambut kedatangan Rika dan Papanya.Kemudian polisi pun menjelaskan hasil investiganya . Papa Rika mendengarkan dengan seksama . Sangat terbatas informasi yang didapat oleh polisi.
Setelah itu Papa Rika mengurus segala urusan agar mayat kakaknya boleh dibawa pulang .
Setelah semua selesai . Jasad Riko dibawa ke Rumah Duka . Rika tidak diijinkan untuk melihat mayat kakaknya . Karena sudah terbakar dan tidak dapat dikenali lagi . Hanya dengan tes DNA lah yang menjadi penentuan identitasnya dan Papa telah melakukan semua tes tersebut .
''Selamat jalan kak Riko . Aku belum siap kehilangan kamu kak '' ucap Rika saat menaburkan abu kakaknya .
Papa kembali memeluk anaknya . '' Kita akan balas perbuatan mereka pada kakakmu !!'' Ucap Papa yakin .
Dari penjelasan polisi Papa tau bagaimana peristiwa tersebut. Anaknya mati dengan 12 tembakan yang tersebar diseluruh tubuhnya . Dan kemudian dibakar gedungnya berikut orang-orang yang ada digedung tersebut.
Beruntung waktu subuh ada yang melihat api berkobar tersebut dan memanggil pemadam kebakaran . Dan polisi langsung menyelidikinya.
Menurut polisi itu ada hubungannya dengan Mafia Black Hunter . Masih ada sisa-sisa coretan didinding , diduga gedung tersebut merupakan markas klan mafia tersebut .
''Papa akan menyusun rencana balas dendam , kamu mau membantu papa kan?? '' ucap Papa.
Masih sesegukan Rika menjawab .'' Bagaimana caranya pah ? ''
''Papa akan menyewa detektif untuk mencari tau tentang klan mafia tersebut terlebih dahulu !''
''Baik pah !! Rika akan membalas dendam kak Riko !! '' ucap Rika .
__ADS_1
''Yaudah yuk pulang ! '' ucap Papa .
Ditengah perjalanan pulang . Melewati jalan utama universitas yang sedang membuat acara wisuda.
''Macet ya pah ? '' tanya Rika
''Iya tuh ada lagi ada acara wisuda ,banyak yang foto dengan papan bunga di pinggir jalan.'' Ucap Papa Rika tidak habis pikir .
''Hati-hati pah ! '' ucap Rika .
Dan mereka kembali pulang tanpa singgah dikantor lagi . Rika membulatkan tekadnya . Dan menunggu perintah dari papanya untuk menjalankan balas dendam tersebut .
Sesampainya dirumah , Sang Papa masuk keruang kerjanya . Dan mulai menghubungi seseorang .
''Carikan aku detektif yang paling handal , berapapun harganya pasti akan aku bayar.'' Ucap Papa Rika.
''Baik ! ''
Panggilan pun terputus .
Rika langsung membersihkan dirinya dikamar mandi, kemudian merebahkan tubuhnya di kasur . Karena kelelahan menangis Rikapun jatuh tertidur .
Tak lama kemudian telepon Papa Rika kembali berdering .
''Saya sudah mendapatkan deteftif seperti yang Bapak minta. Sebentar akan saya alihkan panggilan ini dengan beliau. '' ucap orang suruhan papa Rika
''Baik .'' Ucap papa Rika menunggu.
.''hufftt ! '' Hembus napas kasar papa seraya menutup panggilan telpon .
Papa Rika kemudian mentranfers uang ke rekening Detektif tersebut . Papa Rika harus mengeluarkan banyak biaya untuk penyelidikan rersebut . Karena Detektif yang dia sewa bukan Detektif main-main . Apalagi yang diselidiki adalah klan Mafia . Sebab itulah sang detektif harus dibayar mahal .
''Berapapun akan aku bayar .'' Ucap Papa Rika yakin.
Setelah mendapatkan pemberitahuan tranfer berhasil, Papa Rika melihat nominal yang harus dikeluarkannya. Tiga ratus juta hanya untuk uang mukanya. Sisanya tujuh ratus juta untuk pelunasannya setelah pekerjaannya selesai .
''Aku gak akan mundur ! Apa yang telah aku mulai .'' Ucap Papa Rika yakin .
Flash back off !
*
*
*
Ricky berlari ke stand buket bunga . Kemudian membeli bunga seperti pesanan Aaron. Tak lupa juga coklat bar 1 kg nya.
Ricky lekas kembali ketempat Alisa dan Nita. Setelah membeli pesanan Aaron yang dilupakannya.
''Azka ! '' panggil Alisa .
''Wah cantik bunganya kak ! Dari semua buket yang Kay lihat . Punya kakak yang paling indah '' celutuk Mikayla .
__ADS_1
Mikayla datang bersama Azka . Mereka jauh lebih akrab daripada tadi.
''Kenapa kak ?? '' tanya Azka
''Tolong pegang buket ini baik-baik '' pinta Alisa .
''Oke .'' Ucap Azka . Kemudian dengan gaya coolnya diserahkan pada Mikayla . '' Bunga yang cantik Untuk kamu yang cantik ! ''Mikayla pura-pura tersanjung . Dan mengucapkan terima kasih . Lalu berfoto ria dengan buket mahal tersebut.
Alisa tersenyum tertahan melihat interaksi keduanya . ''Jangan sampek rusak !'' Ucap Alisa membuyarkan drama yang sedang dilakoni oleh Mikayla dan Azka .
Kemudian dua buah buket bunga terhadang didepan Alisa secara tiba-tiba mengangetkan Alisa yang sedang fokus dengan Azka dan Mikayla .
''Eh !!'' . Ucap Alisa
Alisa melihat siapa yang memberinya buket . Mereka berdua sama-sama terkejut . Dan saling melempar pandangan .
David memegang buket bunga disisi kirinya . Dan Ricki disisi kanannya.
''Ini kiriman Aaron .'' Ucap Ricky terlebih dahulu daripada David.
Alisa melihat ke arah Ricky lalu menerima buket dari Ricky terlebih dahulu . '' oke '' jawabnya singkat .
Kemudian Ricky melihat David sekilas lalu berlalu menemui Nita.
Alisa melihat David yang diam . Apa yang sedang kamu pikirkan David, kenapa tidak mengucapkan sesuatu ? . Gumam Alisa
Akhirnya Alisa berbicara terlebih dahulu .
''Untukku ? '' tanya Alisa mengalihkan perhatian David
'' i iya !! '' David menyerahkan buketnya .
Alisa menerima dengan senang hati . ''Terima kasih '' ucap Alisa tulus .
''Selamat atas wisuda , Alisa ! '' ucap David nyaris tidak terdengar .
''Iya . ''Jawab Alisa singkat .
''Kay '' panggil David
Mikayla sibuk bergaya dengan buket bunga Alisa sedangkan Azka menjadi fotografer dadakannya Mikayla .
'' eh ! I iya bang '' ucap Mikayla .
''Selamat ya bang atas wisudanya .'' Ucap Mikayla seraya memeluk hangat abangnya .
''Selamat ya bang !! ''Ucap Azka seraya menyodorkan tangannya pada David .
David terkejut dan segera menyambut uluran tangannya . '' iya. Terima kasih !! ''Ucap David.
Alisa tidak kalah terkejutnya . Setelah melepaskan tangan David Azka langsung memeluk kakaknya dan mengucapkan selamat walaupun sedikit agak telat . Azka memerhatikan gerak gerik David apakah masih cemburu ? .
Dan Alisa menyadari akan hal itu . ''Usil kamu ! '' ucap Alisa mencubit hidung adiknya . Namun Alisa bertanya-tanya kenapa adiknya bertingkah seperti itu. Apakah Mikayla telah menceritakan sesuatu pada Azka ? .
__ADS_1