Aku Vs Pria 100kg

Aku Vs Pria 100kg
Bab 63 # Pertolongan Terakhir


__ADS_3

Alisa hendak kembali melawan .


Alisa bahkan mengeluarkan suara eraman yang kasar. Membuat bandit yang tersisa terdiam takut, tak kehilangan akal sang bandit terakhir menyandera orang tua yang sudah babak belur itu.


''Mundur atau kubunuh laki-laki ini ! '' bentak sibandit terakhir itu. Namun Alisa tak berkutik sedikitpun.


Alisa mengamati cara dia memiting laki-laki tua itu . '' heh ! '' Alisa tersenyum smirk . Sangat longgar dan tak ada ketegasan sama sekali.


Alisa melihat laki-laki tua itu sudah memohon ampun karena takut akan sebilah pisau yang kapan saja siap menghunusnya.


Alisa menunggu si bandit lengah, si bandit mulai mengeluarkan kata-kata untuk membuat Alisa mundur.


Namun karena terlalu banyak berbicara, alisa segera menyerang saat pisau itu diarahkan padanya tidak dileher laki-laki tua itu lagi.


Alisa menendang tangan sibandit yang membuat pisau itu terpental jatuh.


Karena terkejut sibandit melepaskan pitingannya. Laki-laki tua itu pun merosot jatuh ketanah karena lemas.


Alisa segera menarik sibandit menjauh dari laki-laki tua itu dan menghajarnya . Setelah dirasa tak ada pergerakan , Alisa segera menolong laki-laki tua itu untuk masuk kembali kemobil.


Alisa kehabisan tenaganya, dengan perlahan dia memopong laki-laki tua itu. Namun,


''Hiiaaaattt'' sibandit terakhir berlari dan menusukkan pisaunya kearah perut pria tua itu.


Alisa sangat terkejut, rupanya dia masih sadar. Laki-laki tua itu memekik kesakitan.


Dengan sisa-sisa tenaga Alisa menyerang sibandit dengan membabi buta bahkan hingga tak bergerak Alisa masih menghajarnya.


Alisa menghancurkan wajah pria itu karena sudah sangat kesal. Jika tidak mendengar rintahan tolong Alisa belum tentu menyudahi serangannya.


''To tolong ... '' lirih laki-laki tua itu .


''Ahhh.. sakit sekali .. tolong ! '' rintih laki-laki tua itu.


Alisa segera berlari dan memopong kembali pria tua itu . Lalu mendudukan laki-laki itu di samping kemudi mobilnha


Alisa duduk dikursi kemudi mengatur nafasnya. Bahkan sekujur tubuhnya ikut merinding setiap helaan nafasnya .


Alisa mencoba menghidupkan mobil lalu lekas mengemudikan mobil tersebut keluar dari kota mati itu.


Alisa terus menarik nafas dan menenangkan laki-laki tua disampingnya.


''Kumohon bertahanlah ! '' ucap Alisa bergetar.


''Sakit sekali ! '' rintih laki-laki tua itu seraya memegang perutnya yang terluka


''Atur pernafasannya pak ! Kumohon tetap sadar pak ! '' ucap Alisa panik .

__ADS_1


Laki-laki tua itu mengikuti intruksi Alisa. Alisa bahkan mengenggam tangan laki-laki tua itu untuk memberikan ketenangan. Walaupun Alisa sama paniknya. Dengan tangan satunya Alisa fokus kemudi.


''Pang gil o om saja .'' Ucap laki-laki tua itu mencoba mengalihkan rasa sakit dengan berbicara santai, namun sangat susah sekali.


''Om tetap sadar ya! Sebentar lagi kita sampai kerumah sakit ! '' ujar Alisa.


Alisa melajukan mobil dengan kecepatan penuh . Alisa hendak mencari ponselnya dengan meraba-raba sakunya.


''Shiitt !! '' umpat Alisa baru teringat ponselnya sudah hancur.


''Ke napha ?'' Tanya Om itu melihat Alisa mengumpat kecil.


''Ponsel saya hancur, saya hendak menelpon rumah sakit ! '' ucap Alisa seraya terus mengemudi.


''Ssshhh hhh tidak apa-apa kamu fokus kemudi sajjaa... '' ucap om


''Nanti saya akan beli kamhu hp barruu ...'' sambung om


Alisa tersenyum samar , laki-laki ini berusaha sekuat tenaga agar tetap tersadar dengan mengajak Alisa berbicara.


''Janji ya ! '' balas Alisa. Alisa menimpali supaya ada sedikit rasa senang dan semangat untuk laki-laki itu.


''Kamu pakek hp app pa ,sshhh?? '' tanya om tersebut


''Iph*ne '' jawab Alisa pendek . Alisa sesekali melepas satu tangan untuk menggenggam tangan laki-laki disampingnya.


''Ughh !! Rika sialan !! '' umpat laki-laki tersebut dalam hati.


''Sadar om . Kumohon.. kita sudah dekat dengan rumah sakit ! '' Alisa sudah melihat rumah sakit didepannya, namun Alisa harus memutar balik dulu baru masuk ke rumah sakit. Lalu Alisa segera memberhentikan mobilnya di depan IGD. Bahkan tukang parkir sampai ikut mengejar mobil Alisa karena salah tempat parkir.


Alisa membukakan pintu mobil lalu berteriak tolong.


''Tolong ! Didalam mobil ada .. '' Alisa tidak dapat melanjutkan kata-katanya. Beberapa petugas IGD langsung menghampiri Alisa begitu dia berteriak tolong.


IGD menjadi sangat heboh disaat ada yang menyadari siapa yang berada didalam mobil.


Alisa tidak lagi memerhatikan sekelilingnya. Alisa mendudukan tubuhnya di mana saja. Alisa menyenderkan tubuhnya yang kelelahan di dinding.


Sekilas Alisa melihat om itu dibawa untuk mendapatkan pertolongan .


Alisa tersenyum. Rasa sakit ditangannya yang terluka baru dirasakan olehnya. ''Sshh '' ringtihnya.


Kemudian salah seorang petugas IGD menemuinya.


''Alisa ? Alisa ya ! '' ucapnya terkejut.


Alisa tersenyum kecil. Temannya yang bekerja dirumah sakit menemuinya .

__ADS_1


''Ida '' panggil Alisa lirih.


Ida pun memeriksa Alisa, mengetahui Alisa ikut terluka Ida pun mengobati Alisa .


''Shhh '' Alisa terkejut lukanya butuh dijahit karena terbuka lebar.


''Ini kenapa ? '' tanya Ida


''Kena pisau '' Ida terus menjahit tangan Alisa hingga 4 jahitan.


''Untunglah darahnya cepat berhenti'' ucap Ida


Ida ingin bertanya banyak mengenai kejadian ini, dan berita viral beberapa jam yang lalu, berita tentang Alisa yang sangat menghebohkan, lebih heboh lagi berita tersebut hilang setelah setengah jam, segala link dan segala tautan tidak dapat dibuka lagi .Namun Alisa sudah memejamkan matanya dan menutup bibir rapat


Samar-samar Alisa mendengar orang-orang ribut mencari donor darah untuk pasien penyerangan yang baru dibawanya.


''Kenapa ? '' tanya Alisa membukakan matanya.


''Itu .. orang yang kamu tolong butuh donor darah ! '' ucap Ida .


''Tolong cari tau, golongan apa yang dibutuhkan ? '' pinta Alisa.


''Baik '' ida pun meninggalkan Alisa hendak mencari tau.


Selang beberapa menit, Ida kembali dengan memasang wajah serius.


''Darah B- ! Stok bank Darah hanya ada 4 kantong , butuh 2 kantong lagi. Saat ini sedang dilakukan operasi. Kamu tau ngak ? Yang kamu bawa itu salah satu pemegang saham rumah sakit ini, dia orang penting ! '' seru Ida dengan wajah yang serius


Alisa membelakakkan matanya tanda terkejut. Namun bukan tentang siapa pemegang saham rumah sakit, tapi lagi-lagi mereka punya persamaan.


''Iya ! Makanya walaupun ini tengah malam , semua dokter terbaik berkumpul diruang operasi.'' Sambung ida.


''Darah ku B- , ambil saja darahku ! Situasinya sudah darurat kan ? '' ucap Alisa.


''Tapi kamu sangat lemah ! '' bantah ida.


''Kamu carikan roti dulu untuk ku. Untuk mengganjal perut. Baru setelah itu bawa aku kesana '' pinta Alisa.


Alisa akan mendonorkan darahnya untuk menolong yang terakhir kalinya. Setelah itu dia akan beristirahat.


Ida lekas pergi ke kantin rumah sakit, dan membawa lima bungkusan roti dan satu air mineral.


Alisa makan dengan sedikit gemetar, Alisa baru saja teringat bahkan dia belum makan malam. Alisa melihat jam sudah pukul satu dini hari. Mungkin dia sampai kerumah sakit sekitar jam dua belas lebih.


Setelah menghabiskan 1 roti, Alisa meminta supaya dibawa kesana.


Setelah melakukan tes darah, darah Alisa cocok dengan pasien namun ada sedikit masalah. Mereka membutuhkan dua kantong darah. Alisa memaksa untuk mengambil dua-duanya darinya. Karena alan sangat sulit mencari donor darah B- dalam keadaan seperti ini.

__ADS_1


''Tidak apa-apa. Ambil saja dua kantong darahku. Keselamatan om itu lebih utama '' ucap Alisa meyakinkan petugas.


__ADS_2