Aku Vs Pria 100kg

Aku Vs Pria 100kg
Bab 64 # Bereskan mereka


__ADS_3

Setelah melakukan donor darah , Alisa tampak pucat dan beristirahat di ranjang. Temannya datang membawa minuman sari kacang hijau, Alisa meminumnya dengan pelan.


''Aku tidur sebentar yaa ! '' pinta Alisa.


''Kamu istirahatlah ! '' ucap ida


''Bagaimana keadaan di aa ?''lirih Alisa dengan suara pelan.


''Masih diruang operasi '' jawab ida.


Alisa jatuh tertidur, karena tubuhnya memang sudah sangat kelelahan. Ida membetulkan posisi impus ditangan Alisa dan membiarkan Alisa beristirahat. Menarik selimut untuk menutupi kaki Alisa.


Alisa mengenakan dress hitam , sangat cantik. Bahkan masih ada sisa-sisa makeup diwajahnya.


matanya sedikit bengkak, mungkin ada menangis.


Ida memerhatikan temannya yang merupakan dokter koas dirumah sakit itu.


Ida kembali ke IGD meninggalkan Alisa yang tertidur.


Ida menemui temannya yang sedang menelpon seseorang.


''Kenapa ? '' tanya Ida


''Aku sedang menelpon keluarga bapak itu. Tapi dia ada yang mengangkat.'' Ucapnya seraya melihat jam sudah pukul dua dini hari.


''Mungkin masih tidur '' sambungnya lagi.


''Terus menelpon secara berskala '' ucap Ida .


***


Dewa mengumpat kesal, siapa yang berani mengusik wanitanya, berarti dia telah mengusik dirinya


Dewa segera menelpon markas untuk meminta membereskan masalah tersebut.


''Hapus berita Alisa dan cari siapa dalangnya ! '' perintah Dewa. Dewa menutup panggilannya dan mengambil jaket lalu keluar rumah .


David melihat Dewa keluar dengan tergesa.


''Mau pergi kemana De ? '' ucap Mama.


''Dewa ada urusan mendesak mah . Dewa pergi dulu ! '' ucapnya tanpa mengehentikan gerak langkah kakinya yang panjang.


David kembali memegang hpnya dan membaca berita tentang Alisa dengan seksama.


David merasakan dadanya berdenyut nyeri. Rasa penasarannya selama ini terjawab sudah.


''Tapi apakah benar Alisa perempuan seperti ini ? '' lirih David.


David menswipe dan mengamati foto-foto Alisa yang tersebar itu,


''Ini benar kamu Alisa '' gumam David setelah melihat baju yang Alisa gunakan , sama dengan baju saat Alisa pamit pergi waktu itu.


David sedikit syok melihat foto Alisa didepan poli kandungan. '' Apa kamu juga hamil Alisa ? '' batinnya kacau.

__ADS_1


''Siapa pria ini? Wajahnya tidak terlihat jelas ! '' gumamnya penasaran .


''Aaahhhggg '' teriaknya lalu meninggalkan mamanya diruang keluarga menuju kamarnya .


Batin David berkecamuk memikirkan tentang Alisa namun sedikitpun tidak ada niat untuk mencari Alisa atau kebenarannya.


Nyonya Dewina melihat kedua putranya yang bersikap aneh, yang satu mengumpat lalu pergi dan yang satunya berteriak kesal lalu beranjak ke kamar, namun Nyonya Dewina menggidik bahunya tak acuh. Hampir jam sepuluh beliau beranjak menuju kamarnya untuk tidur, tidak lagi peduli atapun menunggu kepulangan suaminya.


Dewa memerintahkan Bobby untuk mencari Alisa. Walaupun Dewa bukan lagi ketua Mafia, namun Dewa tetaplah orang yang sangat disegani diklan tersebut.


Anak buah pun berpencar mencari Alisa. Lalu yang Ahli IT segera mencari sumber berita tersebut. Dan menghapus berita-berita tersebut walaupun sudah ratusan kali di share . Semua dapat dihapus hingga keakar-akarnya.


Wajah Dewa sangat marah sehingga siapapun menunduk ketakutan.


''Periksa CCTV kota dimana keberadaan Alisa'' perintah Alisa


Beberapa komputer menampilkan segala sudut kota, mereka mengamati dengan seksama.


''Bos ini rekaman Alisa dibutik tadi '' panggil salah satu anak buahnya.


''Disini juga ada keterangan jamnya '' sambung anak buah tersebut.


Dewa segera mendekat, dan membesarkan volume ingin mendengar apa yang mereka katakan pada wanitanya.


''Heh jal*ng ! Gak tau diri ! Gak tau Malu ''


Dewa mengeram melihat mereka menghina wanitanya.


''Cari mereka beri mereka balasan setimpal '' ucap Dewa.


Jam sudah dua belas malam .


''Periksa kota mati !'' Perintah Dewa setelah melihat arah Alisa menuju kesana. Kemudian Dewa kehilangan jejak Alisa, karena sudah tidak ada CCTV lagi disana.


Beberapa anak buahnya langsung mencari dikota mati, namun mereka menemukan bekas perkelahian disana.


Dewa menerima foto orang-orang yang tergeletak disana. ''Periksa siapa orang-orang ini !'' Perintah Dewa.


Beberapa saat kemudian .


''Bos ini data mereka !'' Dewa kembali mendekat pada komputer.


''Sial ! Wanita ini sekretaris baru papa, apa yang dilakukan dia disana. Ini janggal ! '' ucap Dewa.


Kemudian tim IT mendapatkan salinan informasi dari ponsel wanita tersebut, para anak buah mereka disana mengirimnya kepusat markas.


Dewa kembali melihat riwayat terakhir penggunaan ponsel tersebut. ''Sial . Dia berencana membunuh papa ! '' umpatnya kesal.


''Bos dia adiknya Riko ! '' ucap anak buah menampilkan galeri Rika dan profilnya.


''Ah...'' Dewa mengerti sekarang.


Dewa tersenyum smirk. Ternyata seperti itu, Dewa segera mencari tau tentang Rika.


''Jadi jal*ng kecil ini mau membalaskan dendam kakanya ! Namun dia mengganti targetnya karena tidak tau keberadaanku '' batin Dewa dalam hati.

__ADS_1


Dewa sangat pandai menganalis data dan teka-teki.


Perintah kan mereka untuk membawa Rika dan komplotan itu.


''Kamu ! Bocorkan dan hancurkan perusahaan papanya itu ! '' perintah Dewa kepada salah satu IT terhebat miliknya.


''Buat orang tua itu kehilangan semuanya'' sambung Dewa.


''Dan kamu, cari mobil dengan plat xxxxx '' Dewa menyebutkan plat mobil papanya. Dengan itu lebih mudah menemukan keberadaan papanya.


''Bos ! Mobil itu terparkir di depan IGD rumah sakit. '' ucap Ahli IT .


''Periksa CCTV rumah sakit ! '' ucap Dewa.


''Ahh '' Desis Dewa setelah tau, Alisa juga berada dirumah sakit yang sama dengan papanya, Dewa kemudian memutar ulang rekaman melihat awal mobil papanya masuk kerumah sakit itu.


Dewa sangat terkejut, namun tersenyum tipis. Alisa lah yang mengemudi mobil papanya, kemungkinan besar Alisa jugalah yang menolong papanya. Pikir Dewa.


Dewa sedikit tenang setelah mengetahui keberadaan Alisa dan papanya sekaligus. Sekarang Dewa akan membereskan biang masalahnya lebih dahulu.


Pukul dua dini hari semua orang sudah kembali ke markas, berikut orang-orang yang sudah membuat masalah dengannya.


Rika dan preman bayarannya, dan juga orang yang diduga sebagai penyebar berita Alisa pertama kali. Sedangkan untuk orang yang menghina Alisa diberikan pelajaran ditempat tidak dibawa kemarkas.


Rika diikat dikursi dengan kepala menunduk, tiba-tiba Rika mendongakkan kepalanya pelan-pelan tanda dia sudah sadar, butuh beberapa detik hingga Rika menyadari situasinya.


''Mmmhh mmhh '' teriaknya dengan mulut terlakban hitam.


Dewa menatap tajam perempuan didepannya.


Ssreettt Dewa menarik paksa lakban tersebut.


''Ahhh ! '' teriaknya kesakitan


''Kalian siapa ? Lepaskan aku ! '' Rika meronta-ronta ingin dilepaskan.


''Bukankah kau ingin sekali bertemu denganku ! '' suara bariton Dewa yang terdengar sangat mengerikan ditelinganya.


Degg !!


Rika baru menyadari ada banyak orang-orang sangar dibelakang pria didepannya ini yang menatap nyalang terhadapnya. Bulu kuduknya seketika berdiri bahkan wajahnya ikut memucat seketika.


Apakah aku berada dimarkas mafia itu !


batin Rika kalut


Rika menelan ludah susah payah setelah menyadari tidak ada kesempatan untuknya.


''Ak akuu akkuu...'' suara Rika tercekat.


''Apakah kalian ingin melihat saja ada hidangan yang menarik didepan mata kalian ? '' ucap Dewa.


Mata Rika membulat, Rika tau itu pertanyaan bukan untuknya, namun bagi pengikut dibelakangnya. Rika mencoba menghitung mereka, hampir 30 orang yang dapat dijangkau oleh matanya.


''A am puun !! '' ucap Rika bergetar

__ADS_1


__ADS_2