Aku Vs Pria 100kg

Aku Vs Pria 100kg
Bab 68 #Khawatir


__ADS_3

Nita Ricky sama khawatirnya sepanjang hari ini . Mereka sudah mencari kebeberapa tempat yang sekiranya ada Alisa disana.


''Aku bahkan sudah dimarahi oleh si Aaron !'' Ujar Ricky pada Nita sambil menyetir membelah jalan kota.


Nita terdiam namun Nita mengalihkan pandangannya dari semula melihat keluar jendela mobil kearah pacarnya yang sedang berbicara.


''Katanya aku gak becus jagain sibos ! Dia sampek marah-marah. Tuh dia terus-terusan nelpon kayak neror aku '' sambung Ricky seraya menunjukkan ponselnya yang layarnya kedip-kedip tanda ada panggilan masuk.


Nita mengambil ponsel Ricky dan menempelkan ditelinganya sesudah menekan panggilan diterima.


''Halo Aaron ? '' ucap Nita


''Gimana ? Gimana udah ada kabar belum sibos ? '' tanya Aaron tergesa.


''Belum ! Ini kami masih muter-muter nyari dia !'' Jawab Nita masih mengamati keluar jalanan.


''Pasti Alisa sangat terpukul sekarang. '' sambung Aaron diseberang telpon.


''Emang kamu percaya ? Alisa orang yang seperti itu ? '' tanya Nita


''Ya ngak lah! Itu berita yang gak berbobot tau ngak ? '' bantah Aaron segera.


''Kami juga ragu, bahkan foto wajah Alisa sangat jelas disana ...'' lirih Nita.


Ricky merebut ponsel dari tangan Nita.


''Kenapa kamu jadi ragu hm ? Alisa bukan orang seperti itu ! '' sarkas Ricky yang emosi karena pacarnya ikut meragukan berita tersebut.


''Sudah dulu ya! Nanti begitu ada kabar, aku kabari langsung '' ucap Ricky kepada Aaron yang masih setia menunggu kabar tentang Alisa.


Tut ! Panggilan terputus. Ricky kembali menyimpan ponselnya ditempatnya semula.


Nita merasa aneh, bahkan dia sampai merasa sedih Ricky bahkan membesarkan suaranya padanya.


Aku tau kamu khawatir pada Alisa ?


Tapi emang boleh ? Kamu semarah itu gara-gara kata-kataku yang ragu kebenaran berita itu.


Kamu cinta gak sih sama aku ?


Terus kan selama ini kita tidak tau kehidupan apa yang dijalani Alisa


tapi aku tetap gak percaya sih !


Atau kita dengar dari mulut Alisa sendiri.


Batin Nita sambil melihat jalanan kota, bahkan sudut matanya sudah berair. Diam-diam dihapus tanpa sepengatahuan pacaranya.


Tiba-tiba mobil menepi. Nita merasa terkejut dan melihat ke pacarnya.


''Kenapa berhen..? '' tanya Nita tidak selesai


Cup !!


''Maaf !! ''Ucap Ricky memeluk pacarnya setelah mengecup singkat Nita.


''Maaf ya ? Pikiran aku sedikit kacau, aku tidak bermaksud untuk ngebentak kamu ! '' ucap Ricky pelan .


Nyesss …

__ADS_1


Hati Nita langsung meleleh .


''Dengar baik-baik yah ! '' ucap Ricky memegang pipi Nita agar kontak mata diantara mereka terjadi lebih intens.


''Aku khawatir begini bukan karena suka sama Alisa apalagi dalam konteks hubungan laki-laki dan perempuan. Tapi murni karena persahabatan. Alisa orang yang aku hormati, aku berhutang budi padanya. Disaat aku membutuhkan pertolongan , Alisa datang membantu ! Dan sekarang Alisa dalam masalah, kita harus membantu dia, atau setidaknya kita harus menemani dia. Hm? Kamu pacarku ! Hanya kamu ! Jangan ragukan cintaku hem ? '' ucap Ricky meyakinkan Nita. Ricky tidak mau pacarnya salah paham .


Yunita tersenyum. ''Baik ! '' ucapnya malu dan sangat lirih.


Untuk beberapa detik yang lalu Nita bahkan sempat mempertanyakan rasa cinta Ricky untuk nya.


Ricky kemudian lekas melanjutkan kemudi lagi.


''Kita makan siang dulu ya ! '' ajak Ricky.


Nita mengangguk setuju .


***


Dewa melihat Alisa yang tertidur dengan damai.


Dewa turut merebahkan tubuhnya disamping Alisa.


''Ngantuk '' lirih Dewa. Dewa bahkan baru tersadar, dia belum tidur sepanjang malam, karena mengurus masalah Alisa diam-diam.


Dewa tertidur dengan memeluk Alisa menggunakan satu tangan.


Selang 1 jam ponsel Dewa bergetar di dalam sakunya.


Ddrrtt ddrrttt


Dewa mengambil dan mengangkat panggilan tersebut tanpa membuka matanya.


''Bos ! Orang yang menulis berita Alisa pertama kali sudah ditangkap, sekarang dia dimarkas ! '' seru orang diseberang sana .


Dewa membuka matanya langsung.


''Oke. Tunggu disana !'' Jawab Dewa.


Dewa lekas bangun dari tidurnya. Memeriksa Alisa yang masih tertidur lalu keluar. Mengecupnya lalu berpamitan lirih .


''Aku pergi dulu ya! Ini yang terakhir yang akan aku urus hari ini ! Alisa tunggu aku ! '' ucap Dewa lalu kembali mengecup Alisa.


Dewa keluar dari kamarnya dan memanggil pembantu rumahnya.


''Bi tolong jaga dia ya . Siapkan bubur kalau dia bangun nanti. Aku keluar dulu '' ucap Dewa.


''Baik Tuan '' jawab sang pembantu. Lalu dia melihat jam pukul 7 pagi .


Dewa melajukan mobilnya menuju markas. selang 20 menit Dewa masuk kebuah markas yang menjelma seperti sebuah club malam.


''Bagaimana ? '' tanya Dewa


''Dia belum memberitahu siapa orang dibelakangnya bos ! Dia terus mengaku itu semua salah dia ! '' seru salah satu anak buahnya yang ikut menginterogasi orang itu.


Dewa mendekat . Lalu menatap tajam orang yang sudah membuat berita buruk tentang gadisnya.


''Siapa yang bayar kamu ? '' suara berat dan tegas disertai tatapan yang tajam menghunus seorang laki-laki yang sudah tak berdaya dengan kaki dan tangan di ikat.


''Ti tidak ada. Aku sendi ri yang ...! '' Dewa mencekram leh*r orang itu.

__ADS_1


''Euukkhhh engggg ... '' laki-laki itu meronta ketika lehernya dicekik sebelah tangan oleh Dewa,


Satu detik


Dua detik


...


Delapan detik


Dewa melepaskan cengkeramannya.


Laki-laki itu terbatuk, dan segera meraup udara sebanyak-banyak nya.


''Siapa ? '' tanya Dewa kembali.


Namun jawaban laki-laki tersebut tetap pada jawaban seperti semula.


Dewa mengeram marah. Lalu dia keluar dari ruang kecil itu. Dia tidak bisa berlama-lama disana. Takutnya emosi Dewa semakin memuncak dan langsung membun*h laki-laki itu, sebelum Dewa tau orang yang membayar dia. Dewa ingin tau terlebih dahulu orang yang telah mengganggu Alisa.


''Urus dia ! Buat dia sampai mengaku sendiri "


Perintah Dewa.


Kemudian Dewa menuju ruangan satu lagi melihat orang yang berniat membunuh Papanya.


Rika tergeletak dengan mata sayu.


''Tolong ampuni aku ! '' lirih Rika.


''Aku terpaksa .. aku tidak berniat membunuh ..'' desisnya lirih.


Matanya sangat mengiba pada Dewa.


Dewa hanya mendengus. Lalu memberi perintah


''Obati dia ! ''


Lalu Dewa pergi. Tidak ada yang tau apa yang dipikirkan oleh Dewa.


Dewa memasuki ruangan boss di club tersebut. Walaupun dia bukan boss lagi. Namun dia tetap memiliki wewenang keluar masuk sesukanya.


Dewa menduduki kursi singgahsananya dulu. Lalu mematik rokok dan menghisapnya.


Dewa menenangkan pikirannya lebih dulu. Walaupun pikirannya tetap tidak tenang. Kemudian Dewa menelpon rumah.


Bibi mengangkat panggilan tersebut.


''Sudah bangun dia bi? '' tanya Dewa.


''Belum Tuan . Tubuhnya juga panas. Sudah bibi kompres. '' ucap bibi.


''Baik. Tolong jaga dia bi! '' lalu Dewa memutuskan penggilannya.


Dewa kemudian menelpon dokter, untuk memeriksa Alisa. Dan Dewa langsung bergegas pulang.


Mobil seorang dikter memasuki perkarangan rumahnya berbarengan dengan Dewa pulang kerumah.


Dokter memeriksa Alisa. Kemudian kembali menawarkan Alisa untuk di impus. Karena tubuhnya masih sangat lemah.

__ADS_1


Dewa menyerahkan semuanya pada dokter tersebut.


__ADS_2