
Alisa berjalan beberapa langkah. Lalu berjongkok memeluk lututnya. Alisa menangis tersedu dipinggir jalan.
''David tidak percaya padaku ! Da david bahkan tidak mau melihatku lagi ! Heu heu.. hiks kamu bahkan tidak mau mendengarkanku ..'' ucap Alisa dalam tangisnya yang sesegukkan.
Alisa mendongakkan kepalanya keatas, bahkan malam pun gelap tanpa indahnya bintang.
''Heu heu.. aku harus kemana ? '' lirih Alisa bingung.
Pulang keapartemen pun rasanya tidak mungkin, David telah mengusirnya. Dikantongnya tidak ada uang sepersenpun, ponselnya pun sudah hancur. Tasnya tertinggal digedung kosong. Alisa tidak membawa apa-apa. Hendak menghungi teman pun melalui apa ?
Dan sekarang hatinya sangat sakit, Alisa mer*mas dadanya yang terasa sesak dan berat.
''Kupikir kamu pelindungku ! Namun nyatanya kamu sama saja seperti mereka heu heu.. '' racau Alisa
''Kamu .. kamu.. '' Alisa tidak dapat menjabarkan rasa kecewa dan sakit hatinya dengan kata-kata.
Alisa merasakan hembusan Angin menusuk hingga ketulangnya. Alisa bergidik kedinginan.
Aku gak sanggup jalan lagi . Gumam Alisa ketika Alisa bangun dari jongkoknya.
Kepala Alisa sedikit terhuyung waktu berdiri karena kekurangan darah. Alisa melangkah mundur satu langkah untuk menyeimbangkan tubuhnya.
Malam yang gelap ! Membuat penglihatan mata Alisa tambah menggelap dan berkedut . Mata Alisa mengerjap beberapa kali untuk mencari setitik cahaya. Namun semua menggelap seiring matanya yang terpejam dan tubuhnya yang lunglai jatuh perlahan ke tanah.
Sebelum tubuhnya menyentuh tanah, tangan Dewa lebih cepat selangkah dalam merangkul gadis kecilnya dalam dekapannya.
Happ !! Dewa menangkap dan memeluk gadisnya yang sudah tak sadarkan diri.
Dewa menyentuh tubuh dingin Alisa dan wajah Alisa yang memucat,
''Alisa .. Alisa '' panggil Dewa pelan seraya menyentuh pipi Alisa yang nampak memerah .
Dewa menggendong Alisa menuju mobilnya yang terparkir di gerbang rumah sakit.
Tadi ketika hendak memasuki perkarangan rumah sakit, Dewa melihat David menyeret seorang perempuan, kemudian Dewa mengamati pertengkaran kecil itu.
Mata Dewa bersunggut marah ketika tau gadisnya diperlakukan kasar seperti itu.
''David bod*h ! '' umpatnya.
Setelah David meninggalkan Alisa. Dan Alisa berbalik Dewa turun menghampiri Alisa. Dewa mendengar segala gumaman dan racauan Alisa. Alisa tidak menyadari keberadaan Dewa karena terlalu fokus dengan rasa sakit dihatinya.
Tepat saat Alisa bangun dan terjatuh Dewa menangkap Alisa dan memeluknya hangat.
Dewa meletakkan Alisa disamping kemudi, mematikan AC mobil. Dan melepaskan jaketnya lalu menutup tubuh Alisa.
Dewa melajukan mobilnya dengan perasaan tak karuan.
Dewa memakirkan mobilnya disebuah rumah lantai 3 yang dibelinya sebulan yang lalu tanpa seorangpun yang tau.
Rumah tersebut dijaga oleh seorang satpam dan seorang pembatu.
Dewa menggendong pelan Alisa dan merebahkan dikasur kamarnya.
__ADS_1
''Bi tolong bersihkan dia dan ganti bajunya .'' Perintah Dewa.
Lalu Dewa keluar dari kamar tersebut dan menunggunya diluar.
''Sudah tuan '' ucap bu Sri . Seorang pembantu berusia 40an. Sang pembantu melakukan tugasnya dengan baik dan telaten. Melap tubuh Alisa dan memakaikan sebuah piyama tidur milik tuannya,
Dewa masuk ke kamar dan melihat tubuh kecil Alisa tenggelam dalam piyamanya.
Aku harus menyetok beberapa baju perempuan. batin Dewa
Dewa duduk disampil Alisa dan melihat Alisa yang tidur dengan tatapan yang susah diartikan.
''Aku telah kembali jadi lupakanlah David,! '' ucap Dewa sambil merapikan rambut Alisa . Kemudian mengecup kepala Alisa .
Alisa pingsan selama beberapa jam.
*
Lampu ruang operasi sudah berubah warna. Dokter keluar dari ruangannya bersama Asistentnya.
''Bagaimana keadaan suami saya Dokter?
''Operasinya berjalan lancar dan beliau sudah melewati masa kritisnya namun beliau belum sadar, luka perutnya lumayan dalam dan beberapa organ dalam ikut terluka . Kita tunggu saja ya Nyonya. '' ucap Dokter.
Kemudian Nyonya Dewina melihat suaminya didorong keluar.
Nyonya Dewina mengikuti hingga masuk ke kamar VVIP .
Setelah semua orang keluar Nyonya Dewina melihat suaminya yang tidur tenang dengan wajah sedikit pucat.
Hatinya ikut sedih melihat keadaan suaminya yang tak berdaya. Terbiasa melihat sisi gagah dan arogan membuat hati Nyonya Dewina sedikit terenyuh melihat Tuan Mahendra terbaring lemah tak berdaya.
-
David kembali kedalam rumah sakit dengan perasaan kecewa yang sangat besar pada Alisa
Aku kecewa sama kamu Alisa
Tega-teganya kamu main belakang dengan papaku
Selama ini aku selalu berpikiran positif ke kamu
Tapi bisa-bisanya kamu mengkhianati aku !
Dan lagi apa ? Kamu bahkan dijanjikan iph*ne oleh papaku ? Naj** kamu Alisa . Mun*fik ! Wajahmu didepanku sok polos dan selalu nolak kemewahan yang aku beri ! Namun nyatanya …
Huuuu Aahhhh !! David mencoba mengontrol emosinya terlebih dahulu agar lebih tenang ketika menemui papa dan mamanya.
Ceklek !
David masuk kedalam kamar dan menutup pelan pintu. David mendekati mamanya dan mengusap pelan bahu Nyonya Dewina.
''Apa kata dokter mah ? '' tanya David seraya membimbing mamanya untuk duduk di sofa.
__ADS_1
Nyonya Dewina menghembuskan nafas panjang.
''Papa ditusuk pisau sampai terluka organ dalamnya. Kita tunggu dia sadar, setelah itu kita dengar ceritanya. Jangan hubungi polisi dulu. Kalau kabar ini tersebar perusahaan bisa terganggu. '' jelas Nyonya Dewina.
David merebahkan kepalanya di sandaran sofa. Setelah ibunya bangun mendekat pada bed tempat tidur papanya.
Dadanya masih berkedut nyeri. Padahal David sudah berusaha untuk mengontrol Amarah didadanya. Namun rasa sesak masih terasa menghimpit dadanya.
David merasa kecewa pada Alisa.
Semua ini diluar dugaanku Alisa.
Kamu gila !
Kamu? Dan papaku? Aaagggrrrhhh !
Batin David bergejolak.
Seperti kata-kataku padamu. Kita telah berakhir dan aku akan menerima perjodohan itu !
Tekad David .
Angel adalah temannya yang baik. Dan yang jelas lebih baik dari kekasihnya saat ini. Lebih tepatnya mantan kekasih .
Saat pagi tiba David segera menelpon Angel dan memberitahukan bahwa dia menyetujui perjodohan tersebut.
Angel berteriak riang dan segera memberi tau papanya. Bahkan David mengobrol santai dengan papanya.
''Baik nak David . Nanti saya akan mengunjungi papamu untuk membicarakan lebih lanjut .'' Ucap Papa Angel.
Tut !
Panggilan terputus. David telah membuat keputusan besar, dan David berharap Angel dapat membuat hatinya membaik. Ini adalah langkah pertama untuk melupakan Alisa. Dan David tidak dapat mundur lagi. David akan melupakan Alisa seutuhnya. Tekadnya saat itu
Setelah sarapan tiba dikamar papanya. David makan dengan ibunya. Makanan tersedia bagi mereka, karena sang ayah adalah putra pemilik Rumah Sakit Harapan Bunda itu.
Hampir jam 10 pagi Tuan Mahendra membukakan matanya dan Nyonya Dewina langsung bergegas mendekat dengan suaminya.
''Pah ! Papah ? '' panggil NyonyaDewina lembut.
Tuan Mahendra menggerjap beberapa kali, lalu melihat wajah istrinya.
''Di dimana dia ? Wanita itu ? '' tanya Tuan Mahendra lirih .
Wajah Nyonya Dewina langsung memerah marah.
Untuk apa suaminya mencari selingkuhannya, bukankah istrinya sudah ada didepan matanya ? Pikir Nyonya Dewina
''Wanita yang mana ? Selingkuhan papa ? Sudah ku usir ! '' sentak Nyonya Dewina.
Mata Tuan Mahendra membulat sempurna. Oh tidak teriaknya dalam hati.
Bahkan Nyonya Dewina melipat tangan didadanya dan meninggalkan suaminya lalu duduk disofa.
__ADS_1
''Mah ! Kita dengar penjelasan papa dulu yuk ! '' ajak David pelan .
Setelah beberapa saat dirayu oleh David. Nyonya Dewina akhirnya kembali mendekat walaupun wajahnya sangat terpaksa.