
Ceklek ! pintu Apartement Alisa tertutup .
''Yang bener kamu sudah setuju ? '' tanya Alisa .
''Kok bisa ? '' tanya Alisa heran . Alisa melepas heelsnya.
Hh.. lecet batin Alisa melihat tumitnya yang merah .
Azka langsung masuk kekamar. Hendak membersihkan diri. Bukannya tidak dengar kakanya bertanya. Namun dia belum tau harus bercerita dari mana .
''Yaudah nanti kita bicara .'' Ucap Alisa
Kemudian Alisa lekas masuk ke kamar nya . Merebahkan diri . Ganti baju dulu lah ya . Alisa lekas bangun kembali dan membuka pakaiannya. Sedikit susah dikarenakan kebaya yang digunakannya sangat pas dengan tubuhnya. Sedikit berusaha lebih keras Alisa berhasil membuka semuanya.
Alisa melilitkan handuk ditubuhnya . Lalu membuka jalinan rambut , membersihkan make-up dengan tisu basah . Setelah selesai Alisa menuju kamar mandi .
''Langsung mandi Ahh !'' Ucap Alisa seraya menyimpan handuk disangkutan .
Hhh segarnya … batin Alisa terkena guyuran shower diatas kepalanya .
Alisa menerawang hidupnya . Semenjak kepindahannya ke Apartement David banyak hal baik yang terjadi. Hidupnya jauh lebih tenang . Tidak ada lagi nyinyiran yang membuat telinganya panas. Bahkan Alisa menyelesaikan kuliyahnya lebih cepat. Semua berkat David .
''David '' ucap Alisa . Alisa merasakan pipinya menghangat ketika secara tidak sadar menyebut nama David.
''Benarkah dia pacarku sekarang ? '' gumam Alisa tidak percaya .
''Tapi,, ? '' Alisa teringat akan seseorang dimasa lalunya, Alisa berkata pada dia akan menunggu kehadirannya . Namun sekarang Alisa sudah menerima kehadiran David dihatinya . Apakah aku sudah mengkhianatinya ? Batin Alisa
Alisa menyelesaikan mandinya .
Namun pikirannya masih menelangsa . Kenapa bisa aku menerima David ? Padahal begitu banyak laki- laki disekelilingku ,tak satupun dari mereka yang mampu meluluhkan hatiku. Kenapa David begitu mudah ? Hemm.. apa karna dulu waktu pertama kali melihat David aku merasa penasaran akan dirinya ? Iya ! Dulu aku merasa David mirip seseorang . Sekarang sangat kentara kemiripan tersebut , setelah David berubah , wajahnya makin mirip dengan seseorang .
''Dewa !'' Gumam Alisa . Kenapa sekarang nama tersebut terdengar Asing ketika aku sebut. Alisa memegang jantungnya. Tidak ada lagi getaran seperti itu . David ! Kamu sudah menggantikan posisinya . Namun namanya masih tersimpan dibilik hatiku yang lain .
Alisa telah selesai berganti pakaian .
Alisa menjatuhkan bokongnya di sofa. Disana Azka terkikik dengan ponsel ditangannya .
'' ketawain apa sih ? '' ucap Alisa hendak mengintip ke ponsel Azka .
''Eh ! '' Reflek Azka menjauhkan ponselnya dari wajah Alisa . Azka tidak menyadari kehadiran kakaknya karena terlalu fokus dengan ponselnya.
''Gak ada apa-apa kak '' jawab Azka panik .
Alisa menyipitkan matanya ,mencurigakan nih!! Batin Alisa
Semakin Alisa dibuat penasaran semakin besar pula keingintahuan Alisa .
Dan terjadilah tragedi berebut hp . Alisa terus berusaha merebut Ponsel Adiknya. Sedangkan Azka berusaha menjauhkan ponselnya . Ada sebuah rahasia besar yang baru saja dibahasnya .
''Aduududuuhh kak !! '' keluh Azka .
''Apasih yang kamu sembunyikan .'' Ucap Alisa
''Gak ada lo kak ! '' Azka masih berusaha keras
''Kalau gak ada siniin .''' Alisa bahkan sudah mengunci tangan Azka .
''Kak !! Jangan pakai kekerasan .'' Teriak Azka .
''Lepas hapenya !! '' perintah Alisa
''Aw aw aww tolong ...!!! ''Teriak azka
Nanti aku ngadu sama ibu lo '' ucap Azka kehabisan akal .
''Anak laki kok,kerjanya ngadu sama ibu '' ketus Alisa .
Plekk!! Ponsel Azka pun jatuh kekarpet .
Alisa lekas melepaskan pitingan tangan Azka kemudian mengambil ponsel Azka .
Azka terus mengusap tangannya.
Alisa membuka ponselnya Azka ,layarnya terkunci
''Passwordnya apaan ? '' tanya Alisa
__ADS_1
Hhhuhhfff!! Azka menarik nafas lega . Kakanya tidak bisa membuka ponselnya .
Namun,
Ting !!
''Nanti malam jadi ya Azka !! '' kayla .
Sebuah pesan singkat masuk dari kayla .
Azka merasakan tubuhnya memanas . Kenapa juga Mikayla membalas begitu cepat.
''Siapa kayla ? Pacar kamu ? ''Tanya Alisa
'' bu bukan !! '' jawab Azka
''Mau kemana kamu nanti malam ? '' tanya Alisa
''Ehmm.. anuu .. Mikayla mengajak aku keliling kota .'' Jawab Azka .
''Oh kayla ini Mikayla !! '' ucap Alisa
''Kok ada nomor dia kamu ? '' sambung Alisa
''Tadi tukeran nomor , biar dekat sesama calon ipar !!'' Celutuk Azka .
Ishhh plekk!! Alisa memukul bahu Azka.
''Masih jauh '' ketus Alisa
''Tapi boleh pergi gak ?? ''Tanya Azka
''Boleh ! Tapi kakak ikut !! '' ucap Alisa
''Yasudah , aku mau tidur dulu sebentar ,biar kuat jalan-jalan nanti malam .'' Ucap Azka kemudian hendak tidur siang . Bahkan pembicaraan tadi sepertinya tertunda lagi . Tapi tidak apa-apa asal Azka mendukung hubungannya.
Alisa melihat jam didinding sudah pukul 3 sore .'' Yaudah gakpapa deh '' gumam Alisa
Kemudian Alisa membereskan buket-buket yang ditaruh rapi diruang tamunya .
Alisa membuka buket coklat lebih dahulu. Lalu memakannya satu
Alisa mencari-cari petunjuk dibuket tersebut. Hingga Alisa menemukan sebuat kartu ucapan .
''Selamat atas wisudanya .Kamu cantik dengan sepatu itu . I miss you by D '' Alisa membaca isi kartu tersebut.
Alisa terpaku '' apakah itu kamu Dewa ?? '' hahhh.. Alisa menutup mulutnya .
Berarti selama ini Dewa melihatnya. Namun enggan bertemu dengannya. Tapi kenapa ? Alisa sungguh ingin tau alasannya .
Alisa sekarang yakin itu adalah Dewa. Tapi kapan Dewa akan menemuinya. Kumohon jangan terlambat !! Gumam Alisa
Alisa mengurus buket-buket bunga terlebih dahulu. Menyusun bunga tersebut di wadah kaca berisi air.
''Cantik sekali .'' Alisa kemudian mendekor bunga-bunga tersebut dibeberapa sudut ruangan .
Alisa melihat jam didinding ,sudah waktunya dia memasak untuk makan malam . Apalagi sudah bertambah 2 orang anggota, lebih baik aku mulai memasak lebih awal ,pikir Alisa.
Kemudian Alisa ke Apartement David, tentunya setelah berganti baju .
Alisa langsung kedapur begitu sampai di Apartement David. Sepi! Mungkin lagi istirahat , batin Alisa
Alisa engan mengganggu istirahat ,makanya Alisa lekas ke dapur.
Alisa mulai memotong sayuran dan mempersiapkan bumbu . Menanak Nasi dan mulai memasak . Terlalu fokus memasak , tidak menyadari seseorang memperhatikan Alisa sedari tadi .
Alisa mengusir rasa kesepian saat memasak dengan bernyanyi, walaupun tidak pandai menyanyi, Alisa menikmati suara sumbangnya sendiri .
Walaupun jiwaku pernah terluka
Hingga nyaris bunuh diri
Wanita mana yang sanggup hidup sendiri
Di dunia ini
Walaupun t'lah kututup mata hati
__ADS_1
Begitupun telingaku
Namun bila di kala cinta memanggilmu
Dengarlah ini
Walaupun dirimu tak bersayap
Ku akan percaya
Kau mampu terbang bawa diriku
Tanpa takut dan ragu
Walaupun mulutku pernah bersumpah
Tak sudi lagi jatuh cinta
Wanita seperti diriku pun ternyata
Mudah menyerah
Walaupun kau bukan titisan dewa
Ku takkan kecewa
Karena kau jadikanku sang dewi
Dalam taman surgawi
Ho
Ho
Ho
Walaupun dirimu...
Hingga pertengahan lagu, David yang mendengar sedari tadi tidak mampu menahan tawanya.
''Hahaha '' david tergelak kecil mendengar nyanyian Alisa
Alisa yang terkejut, lekas mengecilkan api kompor .
''Buat kaget orang aja !! Cetus Alisa
''Suara kamu bagus ya '' seru David
''Jangan mengejekku !! '' ucap Alisa menyodongkan spatula ke arah David .
''Beneran bagus lo ! '' ucap David
''Bilang bagus lagi , aku pukul ni ! '' ancam Alisa seraya mengangkat spatula tinggi.
''Beneran ! '' ucap David lagi
Alisa menghela nafas , sejak kapan Davidnya jadi usil begini.
''Sanah . Sanah pergi kalau cuma ganggu .'' Ketus Alisa .
Alisa pun melanjutkan masaknya .
Sadar Alisa terlihat marah . David lekas minta maaf dan menawarkan bantuan .
''Masakan yang telah siap , tolong hidangkan .'' Perintah Alisa
''Romantisnya orang masak bersama,.'' Ucap Mikayla lewat.
Alisa dan David kompak melihat Mikayla bersamaan .
''Kalau kompak kek gitu, pasti jodoh ! '' celutuk Mikayla.
''Apasih kay !! '' ucap David
''Mikayla . Tolong bangunin Azka ya , ajak makan kesini !! '' seru Alisa .
''Oke . Ciee yang mau ditinggal berdua ..'' goda Mikayla kemudian langsung pergi
__ADS_1
Alisa tidak bermaksud seperti itu . Namun entah kenapa Alisa tidak menampikkan perkataan Mikayla. Bahkan pipinya menghangat ketika berpikir Alisa tinggal berdua saja dengan David.
Alisa lekas segera menyelesaikan masaknya yang tinggal sedikit lagi.