
Alisa pulang ke Apartement jam 11 malam. David yang belum tidur kembali mengawasi Alisa lewat cctv yang terhubung dengan ponselnya.
Sedikit terkejut melihat penampilan Alisa yang sangat berbeda.
''Dia pakai baju ketat, habis bertemu dengan siapa ? '' gumam David pelan.
Segala pikiran buruk menyergapnya. Apalagi Alisa pulang jam 11 malam dengan memakan baju dress bodycon, baju yang beda dengan saat keluar bersamanya tadi. David kembali teringat akan rumor yang didengarnya waktu ke kosan Alisa dulu.
Tapi selama bersamanya Alisa selalu bersikap polos, bahkan berciuman dengannya saja Alisa mengaku baru pertama kali melakukan itu.
David merasa curiga akan Alisa. Apakah Alisa wanita yang seperti itu? Pertanyaannya yang dulu tak pernah terjawab kini kembali dipertanyakannya.
----
Keesokan paginya. Alisa sudah berkutat dengan segala peralatan dapur di Apartement David.
Sampai semua selesai David belum juga turun. Alisa masuk ke kamar David hendak membangunkan David.
Tuk tuk tuk Alisa mencoba mengetuk pintu.
''David ! '' panggil Alisa.
''Iya! Masuklah . '' jawab David
''Kamu kenapa ? Kok belum bangun? '' tanya Alisa seraya membuka tirai gorden kamar David kemudian duduk didekat David.
''Kamu gak ada yang mau dibicarain gitu sama aku? '' tanya David tiba-tiba .
Alisa berkerut bingung, bicara tentang apa ? Apa yang kamu maksud David .
''Tentang apa ? ''Tanya Alisa
David menghembuskan nafas kasar. Lalu beranjak dari ranjang menuju kamar mandi.
Alisa memandang David dengan perasaan aneh. Alisa merasa ada yang tidak beres dengan David.
David melihat pantulan wajahnya di cermin kamar mandi.
Apa sudah benar langkah yang aku ambil ?
Nanti malam aku akan memperkenalkan Alisa pada orang tuaku.
Tapi, aku jadi sedikit ragu , banyak hal dari Alisa yang belum aku ketahui.
Apakah aku harus menundanya ?
Ataukah aku terima saja bertunangan dengan Angel.
Angel tak kalah baik dari Alisa ,
Lagipula Angel sahabatku sendiri.
Aku merasa dilema dengan pilihan yang ada.
Lebih baik aku pastikan dulu perasaanku kepada Alisa .
Dan bagaimana perasaan Alisa terhadapku
Batin David. David keluar dengan mengenakan handuk. Alisa masih menunggunya diatas ranjang.
Alisa memandang David yang keluar dari kamar mandi. Alisa bahkan memalingkan wajahnya .
''Aku, aku keluar dulu ! '' ucap Alisa terbata hendak melewati David. Namun David menangkap tangan Alisa .
__ADS_1
David memikirkan sebuah ide. David akan menggoda Alisa. Untuk melihat bagaimana reaksi dari Alisa
Grep ! David menahan tangan Alisa.
Sedetik kemudian David sudah memeluk Alisa.
Alisa menahan nafasnya, Alisa merasakan jantungnya berdetak lebih cepat. Alisa takut handuk David jatuh, Alisa tidak ingin matanya kembali ternoda .
''Da david'' ucap Alisa pelan .
''Kamu mau ngapain ? '' tanya Alisa tak karuan .
David sedang mencium belakang telinga Alisa, David bahkan membisik pelan '' aku cinta kamu '' lirih David.
''Iya. Aku juga cinta. Sekarang lepaskan aku dulu '' ucap Alisa lagi. David tidak menuruti permintaan Alisa, ia membalikkan tubuh Alisa , dan mengukungnya di dinding. Sekarang David dapat melihat wajah Alisa yang memerah.
Alisa memandang lurus kearah dada David yang bidang.
Blush !!
''Dadanya bagus '' gumam Alisa. Namun David dapat mendengarnya. David tersenyum tipis mendengar gumaman Alisa.
Karena malu Alisa kemudian menundukkan pandangannya. Tidak lagi melihat dada David.
Jedeng !! Alisa membelalakkan matanya.
Sesuatu dibawah sana membuatnya lebih terkejut. Entah pilihan yang benar atau salah dengan melihat kebawah. Alisa segera melihat ke atas begitu matanya melihat bayangan sesuatu dibawah sana.
Arah mata Alisa lurus kedalam mata David.
''Da david , pakek baju dulu sana !'' Lirih pelan Alisa. Berusaha kabur dari situasi tersebut.
Kenapa kamu bersikap malu-malu begini? Apakah ini hanya topengmu? Atau inikah dirimu yang sebenarnya , masih belum tersentuh !
David merasakan jantungnya ikut berdetak kencang, membuat David yakin akan perasaannya pada Alisa.
''Alisa ! Bersiaplah Nanti malam aku akan membawamu ke orangtuaku'' ucap David kemudian melepaskan kungkungannya .
Alisa terkejut. Hubungannya dengan David akan selangkah lebih serius. David memilihnya dari pada Angel.
Alisa tersenyum senang. Refleks Alisa memeluk David. Davidpun menangkap tubuh Alisa. Namun karena kurangnya keseimbangan mereka pun terjatuh,
''Ee ee .. aahhkkk !'' Teriaknya berbarengan .
BRUKK!! Suara benturan tubuh David dengan lantai
''Aduhh ! '' ucap Alisa . '' Aahh '' David berteriak.
''David ! '' ucap Alisa terpaku merasakan ada sesuatu yang mengganjal dipahanya .
''Tolong bangun pelan-pelan . Dan jangan lihat ke bawah .'' Pinta David dengan wajah memerah .
''Oh oke '' ucap Alisa gugup. Segera Alisa menutup matanya dan menyingkir dari tubuh David.
Alisa berdiri dan berbalik lalu berjalan dengan masih menutup matanya . Hingga Alisa sampai ke pintu. Beberapa kali kaki Alisa bahkan terbentur furnitur kamar David.
''Aduu duuhh !! '' keluh Alisa mengelus kakinya.
Ceklek ! Alisa menarik handel pintu kamar David dan menutupnya.
David tersenyum malu. Segera David bangun dan mengeratkan handuknya kembali. Setelah selesai mengenakan pakaian David turun untuk sarapan .
''Tadi malam pulang jam berapa ? '' tanya David basa- basi . Di sela-sela makannya.
__ADS_1
''Sekitar jam 11 mungkin. Oiya aku keluar bentar lagi ya ? Ada keperluan diluar .'' Ujar Alisa.
''Baik ! '' jawab David seraya meminum jusnya.
''Aku tunggu di sofa ! '' seru David beranjak bangun dan menuju sofa diruang tengah.
Alisa lekas membereskan dapur David.
''Ada apa ? '' tanya Alisa seraya menjatuhkan bok*ngnya disofa.
''Lis.. ? ''Panggil David lembut. David tidak tau harus memulai dari mana. David beberapa kali mengerjapkan matanya bingung.
''Ada hal yang gak bisa kamu ceritain ya sama aku? '' tebak Alisa .
''Ceritakan kalau kamu sudah siap '' ujar Alisa melihat David yang diam
Alisa memeriksa jamnya. Aku sudah harus bersiap ke dokter kandungan nemenin tante. Batin Alisa
''Aku pergi dulu ! '' ucap Alisa mengecup pipi David singkat .
''Dah ! '' Alisa melambaikan tangan seraya melangkah pergi .
David membalas melambaikan tangannya kepada Alisa.
Setelah Alisa menghilang.David merasakan perasaan tidak enak, hatinya tiba-tiba merasa gundah. David tidak tau itu apa !
David kembali memantau Alisa melalui cctv. Hingga Alisa menaiki taksi ketempat tujuannya.
''Aku lupa bertanya dia kemana ?'' Gumam David.
---
Alisa mengetuk pintu hotel, tak lama kemudian Tante Yuna pun keluar.
''Yuk ! '' ajak Alisa . Tante Yuna mengandeng tangan Alisa dengan perasaan berdebar.
''Om kemana ? '' tanya Alisa.
''Om Adi ke perusahaan relasinya. Nanti dia akan langsung kerumah sakit. '' jawab Tante Yuna.
''Oh. Gimana keadaan tante ? '' tanya Alisa.
''Sudah agak lebih baik '' jawab Tante Yuna.
Sesampainya di Rumah Sakit Alisa langsung mendaftarkan nama tantenya. Sedari tadi seseorang terus memantau Alisa dan memotretnya .
Cekrik cekrik !! Bidikan kamera
Kemudian Alisa dan Tante Yuna menunggu di depan Ruang Anak dan Kandungan.
Hampir 1 jam lebih menunggu nama tante Yuna pun dipanggil.
Tanye Yuna masuk lebih dulu, Alisa mendengar seseorang memanggil namanya dari kejauhan.
''Alisa . Alisa ! Yuna dimana ? '' panggil om Adi ngos-ngosan seraya memegang dadanya .
''Ada didalam baru aja masuk, om kenapa? ''Tanya Alisa ikut memegang Dada omnya .
Cekrik cekrik !
''Tidak apa-apa '' jawab om Adi setelah nafasnya kembali normal . Om Adi menarik tangan Alisa untuk mengajaknya masuk bersama.
Alisa dan Om Adi masuk bersama menyusul tante Yuna.
__ADS_1
Cekrik cekrik !