Aku Vs Pria 100kg

Aku Vs Pria 100kg
Bab 65 # Hubungan kita berakhir


__ADS_3

Rika seketika lemas mendengar suara Dewa, kemudian beberapa orang mulai mendekatinya .


Rika berteriak ''TOLONG !! Ampuni aku !! ''


Plakk !


''Ahh !! Ayahhh ''' teriak Rika .


''Sebentar lagi ayahmu juga akan menyusulmu ! '' ucap Dewa. Rika menyesal sudah mengikuti ajakan ayahnya. Seharusnya aku masih bisa hidup normal, racau Rika


''Bereskan dia ! '' perintah Dewa. Rika hanya dapat menatap Dewa dengan tatapan menghiba sebelum menghilang dibalik pintu yang tertutup rapat.


Dewa kemudian mendatangi 4 orang preman yang 2 orang diantaranya sudah babak belur.


Dewa mengintrogasi mereka dengan caranya sendiri. Menanyakan apa yang sebenarnya terjadi .


Dewa mendengar cerita mereka dengan seksama. Mereka dibayar dua ratus juta untuk membun*h satu orang saja.


Dewa tersenyum smirk. Bahkan Rika membayar preman amatir untuk melawannya. Tentu bukan lawan setimpal.


''Kami dihajar oleh seorang gadis ! '' ucap preman itu gemetar.


''Kami gak bohong. Memang benar seorang gadis'' sambung yang satunya.


Kemudian Dewa yakin Alisalah yang menolong papanya. Gadis kecilnya benar-benar hebat.


''Kalian bereskan mereka, buat mereka tidak bisa berjal*n normal lagi '' ucap Dewa kepada sebagian pengikutnya.


''Kumohon ampuni kami !'' Mereka bersujud memohon ampun. Namun Dewa pergi meninggalkan mereka enggan berlama-lama disitu. Sekarang dia harus membersihkan dulu dirinya, baru akan menemui Alisa .


***


Kring.. kring...


Bunyi ponsel Nyonya Dewina sangat nyaring, membuat tidurnya terusik.


''Masih jam 4 pagi, siapasih ! '' keluh nya sambil mengucek matanya lalu mengangkat panggilan tersebut.


''Halo '' ucap Nyonya Dewina setelah menempelkan benda pipih tersebut ditelinganya.


''Halo ibu. Kami dari rumah sakit Harapan Bunda, ingin mengabarkan bapak Hermawan berada di rumah sakit, sekarang beliau masih diruang operasi .... '' ucap seorang suster


''Hah ! Kenapa ? '' ucap Nyonya Dewina memotong ucapan orang yang menelponnya.


''Beliau korban penusukan dibagian perut ...'' ucap suster.


''Ya tuhan !! Apakah beliau bersama seorang perempuan ? '' potong Nyonya Dewina lagi.


''I iya bu ! '' jawab suster tersebut. Mungkin maksud Ibu itu adalah Alisa.


''Baik kami kesana ! '' ucap Nyonya Dewina.


Kemudian memutuskan panggilan.

__ADS_1


Nyonya Dewina merasa panik, mendengar suaminya berada diruang operasi.


''Dan tadi apa? Kamu bersama seorang perempuan. Kamu bahkan tidak pulang '' gumamnya marah.


Nyonya Dewina turun dari ranjang menuju kamar Dewa. Namun tidak ada sahutan .


Beliau mengetuk pintu lalu membukanya. Tidak ada Dewa dikamar.


Kemana dia , gumamnya


Kemudian menuju kamar David dan langsung membuka pintu.


''David ! Bangun kita kerumah sakit ! '' sentak Nyonya Dewina membangunkan David.


David langsung terbangun terduduk dengan wajah panik.


''Siapa yang sakit ? '' tanya nya .


''Papamu ! Cepat bersiap.'' Ucap Nyonya Dewina seraya berlalu keluar dari kamar David.


David lekas mencuci wajahnya cepat, memakai baju dan jacket lalu turun mengambil mobil di garasi.


Mobil berhenti didepan rumah, Nyonya Dewina menaiki mobil dan menutup pintunya.


Brak !


Nyonya Dewina mengatur nafasnya. Lalu menyuruh David mengemudikan mobil ke rumah sakit Harapan Bunda.


Wajah Nyonya Dewina bersungut panik dan marah.


Bahkan suara Nyonya Dewina masih tersenggal-senggal.


David mengambil air mineral lalu memberikan pada ibunya.


''Minum dulu mah ! '' kata David saat menyerahkan botol minum kepada mamanya. Perhatian kecil yang baru diberikan oleh putra keduanya. Bukan baruntapi lebih tepatnya baru terlihat dimatanya.


Nyonya Dewina mengambil dan langsung meminumnya, seketika hatinya sedikit berdesir dan mampu menurunkan emosi didadanya.


Memasuki pelantaran rumah sakit, beberapa orang menundukkan kepalanya ketika beliau lewat lalu terus berjalan keruang operasi .


*


Alisa terkejut dari tidurnya, Alisa melihat jam hampir subuh. Tubuhnya sedikit ringan setelah beristirahat namun tidurnya tak cukup nyenyak, mungkin karena peristiwa yang baru saja dialaminya.


Alisa memanggil temannya, namun tak ada sahutan.


Alisa melihat cairan impusnya hampir habis, Alisa menutup impus tersebut. Dan mencabut jarumnya sendiri.


''Sss aauuu '' desis Alisa ketika mencabut jarum impus dengan susah payah , karena tangan kirinya terperban rapi. Alisa *******-***** kosong tangan kanan bekas impus karena merasa kebas.


Alisa turun dari ranjang berjalan pelan dan sedikit tertatih menuju ruang operasi, setibanya diruang operasi Alisa melihat lampu masih menyala,


''Kenapa operasinya sangat lama, bahkan hampir 4 jam berlalu, apakah dia terlukanya parah ...'' gumam Alisa. Alisa berjalan pelan ketempat duduk.

__ADS_1


Kemudian Alisa duduk dikursi didepan Ruang Operasi dan menunggu seseorang yang baru ditolongnya. Alisa menundukkan wajahnya dan berdoa untuk keselamatan orang tersebut. Namun tiba-tiba pipinya terasa perih, bahkan kepalanya terhuyung kesamping.


Plak !!! Suara tamparan dipipi Alisa


Alisa memegang pipinya yang terasa panas , kemudian Alisa mendongakkan kepalanya melihat siapakah orang yang menamparnya.


'' Dasar j*lang !! Pengganggu suami orang !! '' ucap seorang nyonya yang menampar Alisa .


Alisa berkerut bingung , Alisa tidak mengenali ibu ini . ''Pergi kamu ! '' ucap nyonya itu lagi .


Apakah ibu ini salah orang ! Gumam Alisa , Alisa bahkan tidak memindahkan tangannya dipipinya.


Melihat lawan bicaranya masih terdiam bingung Nyonya Dewina kembali berbicara.


''Saya istrinya ! '' ucap nyonya itu seraya menunjuk Ruang Operasi .


Oh. Barulah Alisa mengerti . Dia adalah istri dari orang yang baru ditolongnya . Tapi sepertinya nyonya ini salah paham. Bathin Alisa


''Nyonya? Istrinya om itu ? '' ucap Alisa seraya menahan panas dipipinya, suaranya pun sedikit bergetar.


''Iya ! Dasar gak tau diri , pergi kamu! '' ucap kasar nyonya itu menatap tajam kearah Alisa.


''Tapi om itu sudah janji akan membeli saya hp iph*ne ! '' ucap Alisa ambigu.


Duarrr !!


Perkataan Alisa malah semakin menambah kesalah pahaman yang terjadi .


''Seret dia David !! '' Perintah Nyonya Dewina


Deg !! Alisa baru menyadari akan keberadaan orang lain disampingnya, karena baru didengarnya .


''Da david ? '' desis Alisa terkejut.


''Aku gak nyangka Alisa . Kamu sej*lang ini. Hubungan kita berakhir ! Ucap David tanpa basa basi . David syok mengetahui Alisa berselingkuh dengan papanya.


''Ibu kamu ? '' tunjuk Alisa dengan tangan kanannya.


''IYA ******* dan yang didalam itu papa aku'' teriak David seraya menyeret Alisa pergi dari rumah sakit . David sangat marah pada Alisa. Bahkan secara tegas menghinanya.


Alisa mengikuti David dengan susah payah dan kebingungan yang luar biasa. Langkah Alisa terseok-seok mengikuti langkah lebar David. Tubuhnya yang lemah dipaksa terus berjalan cepat. David terus menyeretnya. Alisa tidak mampu menahan tangisnya diperlakukan kasar oleh orang yang dicintainya. Hingga tiba dijalan Raya David baru melepaskan genggaman tangannya.


''Kamu salah paham ! '' ucap Alisa menahan tangisnya.


''Semuanya sudah jelas Alisa, jangan bela diri kamu,, huh ! Harus cepat- cepat aku cuci tangan !!'' Ucap David seraya berlalu pergi meninggalkan Alisa .


''Tolong dengarkan aku, aku akan menceritakan semuanya .'' Ucap Alisa mencoba mengejar David bahkan Alisa menahan lengan David dengan tangan kiri yang diperban


''Tidak ada yang perlu dijelaskan . Pergi kamu dari hidup aku !!'' Sentak David bahkan mengkibaskan tangan Alisa kasar.


''Aahhhh '' ringis Alisa


Alisa merasakan nyeri yang teramat dalam dihatinya bahkan mengalahkan nyeri dipipinya. Alisa memandang David yang kian menjauh darinya.

__ADS_1


Alisa berjalan berlawanan arah dengan David.


Alisa memaksa kakinya terus melangkah meninggalkan cintanya. Dinginnya udara subuh membuat tubuhnya semakin lemah ditambah Alisa baru saja mendonorkan darahnya .


__ADS_2