Aku Vs Pria 100kg

Aku Vs Pria 100kg
Bab 62 # Tragedi Kota Mati


__ADS_3

Orang-orang mulai berani berbisik-bisik secara langsung. Bahkan ada yang terang-terangan mengusirnya.


''Heh jal*ng ! '' sentak salah satu seseorang yang menyadari kehadiran Alisa .


''Dasar gak tau diri ''


''Gak tau malu ''


''Pergi gak ! '' bahkan salah seorang dari mereka menyeret Alisa hingga kejalanan diiringi teriakan dari orang-orang sekelilingnya.


Alisa berlari meninggalkan orang-orang itu.


Alisa menutup mulutnya dan terus menangis.


''Aku harus bersembunyi , tidak ada waktu untuk menjelaskan, pasti berita tersebut sudah menyebar. '' batin Alisa .


Alisa berjalan tak tentu arah . Namun satu tujuannya yaitu tempat dimana tidak ada orang.


Alisa berjalan dengan menunduk. ''David ! '' sebut Alisa dalam heningnya.


Apakah David akan percaya dengan fitnah itu? Tentu tidak kan? Kan David sayang aku. David juga percaya padaku. Alisa menyakinkan diri sendiri. Tapi Alisa tetap ragu akankah David lebih percaya pada fitnah itu .


Alisa terus berjalan . Hpnya terus berbunyi sedari tadi. Alisa langsung mematikan hpnya karena tidak sanggup dengan semua hujatan yang tertuju kearahnya.


''Maaf David kamu pasti kecewa sama aku! '' lirih Alisa .


''Jika kita bertemu aku akan langsung menjelaskan semuanya padamu.'' Ucap Alisa .


Alisa terus berjalan melewati kota yang ramai. Alisa terus menunduk agar tidak dikenali oleh orang-orang.


Alisa sudah berjalan sangat jauh, hingga Alisa menemukan kota yang sudah seperti kota mati, Alisa bersembunyi disebuah bangunan kosong. Walaupun didepan jalan raya, namun disini sepi.


Alisa menekuk kepala dilututnya. Disini aman dari hiruk pikuk kegiatan manusia. Alisa mulai menangis dan memikirkan arah kehidupannya.


Walaupun ini fitnah, namun beritanya sudah tersebar kesegala arah. Semoga tidak sampai ketelinga ibunya.


Alisa tidak sanggup menghadapi jika sampai ibunya mendengar berita tersebut. Ibunya ada riwayat hipertensi, jadi berita seperti ini pasti akan sangat mengguncang ibunya.


Alisa menangis tersedu-sedu. Karir nya hancur dalam sekejap. Alisa mendongakkan kepalanya teringat akan sesuatu.


''Apakah ini ulah Angel ? '' lirih Alisa sambil mengusap hidungnya


''Hanya dia yang berani melakukan ini padaku, padahal sedari dulu aku selalu menghindar darinya dan tidak mau berurusan dengannya. Heu heu... hiks !! '' racau Alisa


''Apakah ini ancaman yang dia maksud ? Oh tuhan !! Kenapa bisa begini ? Hiks hiks. '' Alisa mendongakkan kepalanya menatap langit gelap tanpa bintang, Alisa mengadu pada tuhannya.


Alisa tidak tahu konsekuensi dari memperjuangkan cintanya adalah karirnya yang hancur dan kehidupannya yang berantakan. Alisa menyadari kekuasaan dari seorang Angel. Bukan tandingannya.

__ADS_1


''Heu.. heu.. setidaknya aku masih punya David. Tapi, tapi . Apakah David akan percaya padaku? Tidak apa-apa jika aku kehilangan semuanya, tapi jangan aku kehilangan kamu jugak .. heu heuu.. '' racau Alisa dengan segala pikiran kacaunya.


Entah seberapa lama waktu berlalu, namun suara sebuah mobil yang berhenti dibelakang membuatnya sadar, dan memperhatikan sekitar dari kegelapan malam.


Tuk tuk tuk .


Langkah sepatu heels perempuan mendekat kearahnya,


''Iya ! Bun*h saja orang yang didalam mobil itu ! '' perintah perempuan tersebut lewat telpon genggamnya.


Deg !


Alisa dapat mendengarnya dengan jelas setiap kata yang diucapkan oleh perempuan tersebut. Itu jelas-jelas perencanaan pembunuhan. Namun Alisa tidak dapat melihat wajahnya karena gelap.


Ngeng... ngeng... brumm brumm... suara motor mendekat kearah mobil dan menggeber sambil mengelilingi mobil tersebut.


Alisa mengalihkan pandangannya kemobil. Para bandit tersebut langsung melaksanakan perintah perempuan tadi.


Apakah aku harus menolongnya?


Tak bisa kubiarkan pembunuhan terjadi didepan mataku


Walaupun berbahaya, aku harus menolong siapapun yang disana.


Toh hidupku sudah terlanjur kacau


Walaupun mati ditangan mereka setidaknya niat terakhirku baik.


Alisa segera membereskan perempuam tadi terlebih dahulu, Alisa mengambil balok kayu yang ada disampingnya. Cukup pas di genggamannya, dengan penerangan remang-remang Alisa mendekat dengan hati-hati agar tidak ketahuan perempuan tersebut.


Hiiattt BUUUKKK suara pukulan kayu


''Aahh!! ''Perempuan tersebut langsung tergeletak setelah Alisa memukul bagian belakang kepalanya.


''Maaf ! Ini cara yang paling aman untukmu'' ucap Alisa sambil menyeret perempuan tadi ke tempat yang lebih gelap .


Tidak ada yang menyadari perempuan tadi sudah tumbang karena suara motor yang besar .


Alisa melihat kearah mobil itu . Empat orang bandit mulai mengetuk bahkan memukul kaca pintu agar orang didalamnya keluar.


''Keluar kau '' teriak salah satu dari mereka.


Alisa melihat celah untuk menyerang mereka.


Alisa terlebih dahulu melempar sebuah batu atas tong untuk mengalihkan perhatian mereka.


Tongg!!! Bunyi batu yang terkena tong

__ADS_1


Salah satu mendekat untuk melihat siapa yang telah mengganggu mereka.


Alisa menarik yang datang dan segera membuatnya pingsan. Alisa menyerang dititik terlemah bagian tubuh.


Bruk!! Pria tersebut langsung jatuh tersungkur setelah Alisa memukul leher belakangnya.


Kemudian menyusul satu orang temannya lagi. Alisa lekas berbuat yang sama namun orang tersebut dapat menghindar karena menyadari keberadaan Alisa.


''Sialan siapa kamu ! '' ucapnya kasar.


Karena hanya punya waktu beberapa detik Alisa langsung menyerang menendang sisi luar paha laki-laki itu dan kemudian memukul atas kepalanya.


''Aagghhkkk... '' bruukkk .. satu orang lagi tumbang.


''Hey.. siapa kau ! Keluar kau !'' Bentak pria lainya melihat ada hal yang tidak beres didepannya.


Alisa keluar toh hanya dua orang lagi.


''What ! Perempuan ? Hello adik manis. Yuk main yuk hahaha !! '' ejek salah satu dari mereka bahkan mereka tertawa terbahak-bahak.


Alisa menatap tajam kearah orang yang mengejeknya. Salah besar yang dilakukan oleh orang tersebut, dengan mengejek Alisa malah membangunkan api ditubuh Alisa.


''Bac*** !! '' sentak Alisa Alisa langsung menyerang laki-laki itu . Menendang, meninju bahkan mengelak. Perkelahian sengit pun terjadi. Tubuh kecil Alisa sangat lincah hingga membuat laki-laki itu mengeram kesal. Alisa hampir saja terkena tendangan laki-laki itu namun hanya mengenai saku samping tubuhnya , yang membuat ponsel Alisa terjatuh. ''Sial '' umpan Alisa dalam hati.


Laki-laki satunya sudah berhasil membuka pintu paksa. Alisa melihat sekilas seorang pria tua berjas rapi dipukul dengan membabi buta.


Melihat itu kembali mematik api didalam tubuh Alisa. Alisa kalap Alisa mengeluarkan segala jurus yang dikuasainya. Hingga laki-laki itupun tumbang tergeletak, setelah tendangan terakhir didagu pria itu.


Melihat teman-temannya sudah jatuh tumbang laki-laki yang tersisa mengeram marah .


''Dasar jal*ng kot*r !! '' umpatnya.


''Apa? Maju lo sini ! '' ucap Alisa menantang laki-laki terakhir. Alisa mengatur nafasnya. Ini yang terakhir pikirnya.


Laki-laki terakhir mengeluarkan sebilah pisau tajam. Dan mengancungkan kedepan Alisa.


Alisa melihat dengan tenang. Walaupun sedikit takut, lebih baik berkelahi dengan tangan kosong ,pikirnya.


Namun Alisa menbohongi otaknya.


''Hanya pisau palsu aku bisa ! '' terus racaunya dalam hati.


Hiiaattt .. hakkk.. heakkk...


Laki-laki tersebut mengayunkan pisau, Alisa tersenyum dalam hati, laki-laki ini sangat amatir.


Karena sedikit senang membuat Alisa lengah, ujung pisau menganai ujung tangannya, hingga darahnya mencuar keluar.

__ADS_1


''Ahhhkkkk...'' Alisa memegang tangannya yang berdarah.


Selanjutnya kata-kata kasar laki-laki itu keluar begitu banyak. Seolah dia sudah menang .


__ADS_2