Aku Vs Pria 100kg

Aku Vs Pria 100kg
Bab 53 # Flashback Dewa 4


__ADS_3

''Alisa ! Kamu cantik ! '' celutuk Dewa tanpa sadar .


Blushh! Semburat rona pink muncul dipipi Alisa


Alisa menutup wajahnya dengan tangan karena malu. Dewa adalah orang pertama yang menyebutnya cantik. Sangat wajar bila Alisa merasa salah tingkah jika dipuji cantik oleh lawan jenis, karena Alisa tumbuh tanpa sosok seorang ayah .


Mereka sedang memancing ikan disungai, runitas mereka jika tidak ada pekerjaan. Karena bosan Dewa memandang ke Alisa terus hingga tanpa sadar kata-kata itu terlintas dipikirannya. Tidak hanya terlintas namun keluar dari mulutnya.


Semenjak Alisa lulus sekolah dan libur panjang, Alisa selalu menghabiskan waktu dengan Dewa. Tanpa disadari oleh Dewa, dirinya sudah jatuh pada pesona gadis desa tersebut.


''Kenapa ditutup mukanya '' tanya Dewa seraya memegang tangan Alisa.


Dewa mencoba membuka tangan Alisa. Namun Alisa malah semakin kuat menutupi wajahnya.


''Malu ! '' gumam Alisa


''Coba dibuka tangannya, aku mau lihat wajah kamu kalau lagi malu kek gini '' goda Dewa .


Swaapp !! Alisa membuka tangannya , tampak lah wajahnya yang memerah. Alisa mengatupkan mulutnya rapat.


Dewa tersenyum tertahan , ''Suka deh ! '' godanya .


Alisa memukul tangan Dewa sebal. ''Apa sih , gak jelas banget! '' ketus Alisa bertambah malu.


Kemudian Alisa menarik kailnya yang bergoyang.


''Eh eh ee yes dapet !! '' Alisa terkejut namun langsung tertawa senang ikannya berhasil diangkat .


Polos banget sih kamu Alisa , masih ada ya perempuan cantik terus polos kayak kamu, jadi pengin dibungkus ! Batin Dewa gemas


''Mas, melamun apasih ! '' ucap Alisa melihat Dewa kembali termenung


''Aku suka kamu deh Alisa ! '' seru Dewa . Alisa memelototkan matanya bahkan mulutnya terbuka kaget, sedetik kemudian


Plak plak plak ! Suara pukulan tangan Alisa


Aw aw aw ! Dewa mengaduh kesakitan


Alisa memukul-mukul bahu Dewa sekuat tenaga, merasa geram karena sedari tadi Dewa terus mempermainkannya .


''Cukup ! '' ucap Dewa menangkap tangan Alisa .


''Nanti tangan kamu sakit ! '' suara lembut Dewa membuat Alisa semakin merasa ada rasa menggelitik diperutnya .


''Dah lah . Males ! '' ucap Alisa bangun lalu meninggalkan Dewa ditempat pemancingan. Alisa mengkibas-kibaskan tangannya yang terasa sakit. Huh ! Baru terasa sakit tangannya, bahunya kekar banget sih. Gurutu Alisa . Hmmm Mas Dewa suka aku ? Apakah aku suka juga sama dia ? Tapikan kamu baru beberapa hari kenal , mungkinkah aku juga suka sama dia ? Kayaknya iya deh hihihikk . Batin Alisa terkikik .


Dewa tersenyum merasa Asing akan kehadiran sebuah rasa yang sedang menyusup ke hatinya.


Gimana ya kehidupan aku dulu ?

__ADS_1


Apakah aku masih punya orang tua ?


Mm kekasih sudah punya belum ya ?


Kalau sudah punya apakah secantik Alisa ?


Aku mau kelak Alisalah yang jadi milikku !


Hmm..


Kenapa tidak ada identitas apa- apa tentang diriku ?


Dewa nampak berpikir keras, kenapa ingatannya tak kunjung kembali. Padahal sudah rutin meminum obat.


Dewa pun pulang mengikuti Alisa walaupun Alisa sudah tak terlihat bayangannya .


---


Musim panen pun tiba, Alisa dan Dewa bekerja serabutan disawah. Semua berjalan lancar, namun suatu hari ketika Dewa mencoba mengangkat padi ke atas kepalanya seperti yang Alisa lakukan, kepalanya berdenyut nyeri.


Dewa jatuh pingsan ditengah teriknya matahari, orang-orang yang melihat Dewa langsung membantu Dewa untuk memapah ketempat yang lebih sejuk dibawah pohon.


Alisa lekas menemani Dewa ,


'' Dewa ! Dewa ! '' panggil Alisa menepuk-nepuk pipi Dewa .


Hampir 30 menit kemudian Dewa sadar, pandanganya lurus kearah Alisa yang panik dan menawarinya minum .


Wajah Dewa merah padam mengetahui ini semua ulah Riko.


''Dewa '' suara lembut Alisa yang menyentuh lengannya menyadarkan Dewa dari lamunannya .


''Pulang saja yuk , jangan dipaksa . '' ajak Alisa


Dewa bangun dari istirahatnya, Alisa dengan setia memapah Dewa sewaktu dijalan pulang .


''Kamu bersihin badan dulu, setelah itu istirahatlah dirumah, aku lanjut ke sawah lagi oke.'' Pinta Alisa


''Hati-hati ya ! '' ucap Dewa


''Oke ! '' jawab Alisa dengan tersenyum manis .


Dewa melakukan seperti yang apa Alisa perintahkan. Setelah itu Dewa duduk dan merenungi ingatannya yang kembali ,


Kalau benar ini ingatanku apa yang harus aku lakukan ?


Riko? Dia temanku kenapa dia harus membunuhku?


Apapun Alasannya aku harus terlebih dahulu memastikan siapa jati diriku.

__ADS_1


Kalau memang benar, kamu Riko sudah salah mencari lawan .


Tidak ada orang dirumah, Dewa keluar dari rumah lalu berjalan keluar hendak mencari angin dan menenangkan pikirannya.


Dewa terus berjalan hingga menemui jalan aspal ,


1 mobil berhenti di depannya, lalu semua orang yang ada dimobil turun untuk menemuinya .


''Bos ! Kamu masih hidup ? '' ucap salah seorang yang langsung memeluknya.


Dewa mengamati mereka semua lalu


'' Alex , Kris , hemm.. '' Dewa menunjuk dan menyebutkan nama orang yang didepannya. Namun Dewa sedikit kesusahan mengingat mereka semua, Dewa memegang kepala nya yang berdenyut nyeri .


''Bos !'' kris memegang lengan Dewa .


''Bawa masuk mobil dulu.'' seru Alex


Kemudian Dewa masuk kemobil, dan melaju meninggalkan tempat itu.


''Dimana bos selama ini, kami bahkan sudah menelusuri semua tempat .'' Tanya Dito


''Aku di Desa X , ingatanku hilang, baru tadi siang ingatanku kembali.'' Jawab Dewa .


''Loh . Desa itu sangat jauh dari keterangan Riko , Riko mengatakan kalian kecelakaan di jalan x dekat sungai A . Sedangkan sungai yang dekat dengan kampung itu adalah sungai S . 2 sungai itu tidak bertemu . Aneh ! '' kata Alex .


Mereka sama-sama berpikir ''kok Aneh ! '' .


''Rupanya seperti itu ! '' ucap Dewa tersenyum smirk .


''Gimana bos? '' tanya Dito


Kemudian Dewa menjelaskan hal sebenarnya yang telah terjadi, mulai dari keinginan Riko untuk buang air hingga pukulan keras di tungkuk kepalanya oleh Riko. Dewa yang menjalani hari-harinya di sebuah Desa setelah ditolong oleh seorang gadis .


''Sialan! Ternyata Riko sudah menyabotase semuanya ! '' umpat Alex


''Dia bercerita lain lagi '' sambung Alex


''Bagaimana keadaan klan ? '' tanya Dewa


''Kacau ! Riko memaksa dia diangkat jadi bos ! Sebagian mendukung dan sebagian lagi masih mencari keberadaanmu bos. Seperti yang kita lakukan ini, kami memilih jalan ini untuk mencari alternatif jalan, tak disangka-sangka hampir 1 bulan bos baru kami temukan sekarang . '' terang Alex .


Pembicaraan mereka terus bergulir hingga mobil mereka berhenti didepan Markas. Semua pendukung setia menyambut kedatangan Dewa dengan bahagia.


Namun Dewa meminta untuk merahasiakan kepulangan dirinya, teruslah anggap dia sudah mati agar Riko tidak mengetahui rencana mereka kedepannya .


Malam pun datang , Alisa yang tidak mendapati Dewa dirumah pun kebingungan . Saat dia bertanya pada ibunya, ibunya hanya menjawab


''Kan tadi sama Alisa pergi ke sawah .'' Sahut ibunya bingung

__ADS_1


Alisa bingung hendak mencari Dewa kemana, hari sudah gelap . Tadi dirinya hanya menyuruh Dewa beristirahat . Namun sekarang dia menghilang tanpa tau arah kemana .


Sepanjang malam Alisa terbangun dan tidak tidur nyenyak. Alisa terus memantau keluar rumah siapa tahu Dewa pulang nantinya .


__ADS_2