
''Dewa butuh 1 bulan. Setelah itu Dewa akan masuk ke perusahaan papa. Selama itu Dewa akan belajar tentang perusahaan dan saat ini Dewa sedang memperjuangkan seorang gadis ! '' ucap Dewa.
''Hah ! Serius ? '' tanya Nyonya Dewina. Kalau memang putranya hendak menikah, maka Nyonya Dewina akan bersyukur berkali-kali lipat atas kebahagian yang dirasakannya saat ini
''Dewa sedang mengejar cintanya dia mah. Dia gadis yang menolong Dewa 3 tahun silam . '' seru Dewa.
Flash back
3 tahun yang lalu .
Dewa dan Riko dalam perjalanan melakukan sebuah misi. Cukup mereka saja yang membereskan permasalahan itu. Sekelompok preman kampung amatir menyalahgunakan nama Klan Black Hunter, mereka menggunakan nama Klan tersebut untuk menakut-nakuti warga kampung, pungli di pasar yang sudah sangat meresahkan masyarakat di daerah tersebut. Bukan hanya itu saja ,mereka membeli senjata illegal mengatas namakan Klan Black Hunter, walaupun bukan skala besar namun tentu Klan Black Hunter sendiri merasa dirugikan . Kelompok tersebut bersembunyi di sebuah kota kecil .
Sebenarnya ada anggota lain yang ingin ikut serta, namun dilarang oleh Riko
''Kalian gak usah ikut, biar aku dan Dewa aja yang bereskan masalah kecil ini .'' Ucap Riko
Semua mendengarkan perkataan Riko, Dewa pun tidak menaruh curiga sama sekali. Riko telah merencanakan sesuatu pada Dewa, tentu akan merepotkan jika ada anggota lain yang ikut.
''Gimana boss ? '' tanya salah satu Anggota. Riko merasa panas ditelinga mendengar Dewa dipanggil Boss. Seharusnya aku yang dipanggil boss, dilihat dari mana pun aku lebih pantas dari dia . Batin Riko
''Kalian disini aja. '' seru Dewa .
''Baik boss ! '' sentak anggota-anggota lainnya.
Dewa dan Riko bertolak kesebuah kota kecil menggunakan mobil. Jalanan yang berliku melewati hutan dan gunung, udara yang dingin semakin menusuk.
Jam 2 pagi Dewa dan Riko segera membereskan mereka semua, tidak dibuat mati, hanya cacat seumur hidup.
Penjahat amatir itu terus menangis agar tidak dibunuh oleh mereka berdua. Mereka terus menghiba dan memohon ampun.
Dewa mengampuni mereka ,namun semua senjata mereka , ponsel serta uang di ambil oleh Riko . Dewa tidak mempermasalahkan itu.
Jam 3 pagi, mereka keluar dari kota itu. Melewati jalan gunung yang kecil dan curam, gemircik air sungai pun terdengar dibawah .
''Dewa ,menepi dulu aku mau buang air ! ''
Dewa menepi mencari tempat yang datar. Setelah itu Riko turun dari mobil. Hampir 20 menit Riko tidak kembali , Dewa turun untuk mencari Riko .
''Ko? Riko ?? '' panggil Dewa . Tidak ada sahutan .
__ADS_1
''RIKO !! '' panggil Dewa
BUGHH !!
AARRGGHHH... teriak Dewa .
Dewa jatuh pingsan setelah dipukul menggunakan balok kayu di tengkuknya oleh Riko .
''Harusnya aku menembakmu pakek pistol . Tapi itu tentu akan menyakitkan . Aku akan mengantarmu ke neraka tanpa rasa sakit .'' Ucap Riko seraya memapah Dewa menuju mobil . Riko tersenyum smirk, sebentar lagi dia akan menguasai Klan Black Hunter.
''Hahahhaa'' Riko tertawa Devil melihat Dewa tidak bergerak
2 menit kemudian , Riko menemui jalan yang lebih curam . Lalu melaju kencang dan menabrak pohon ,
dia akan membuat seolah-olah kecelakaan yang menimpa mereka. Darah mengalir dipelipisnya, namun rasa sakit tidak dirasakan olehnya .
Lalu Riko turun untuk memastikan dibawahnya sungai dengan menggunakan senter kecil . Riko kemudian mendorong Dewa kesungai .
Blup blup !
Dewa jatuh kesungai setelah dilempar oleh Riko. Tubuh Dewa terhantam batu sebelum jatuh ke air. Riko melihat Dewa terapung hanyut mengikuti arus sungai yang kuat, senyum smirk terbit di lekuk pipinya .
Riko kemudian membuang ponselnya. Lalu mengendrai mobil, beruntung mobilnya masih bisa jalan. Lalu meninggalkan tempat kejadian.
Dewa terus hanyut hingga 5 kilometer dari tempat kejadian, lalu tersangkut disebuah batu besar.
Jam 5 pagi Alisa yang berumur hampir genap 18 tahun sudah bekerja . Alisa bangun pagi-pagi sekali untuk menjadi buruh tani .
Kampungnya memiliki sawah yang luas, diapit oleh sungai yang yang jernih dan pengunungan yang asri. Tentu saja bukan milik Alisa, dia hanya pekerja saja, Sawah-sawah disana sebagian besar milik saudagar kaya dikampungnya.
Alisa turun kesungai hendak mengisi air kedalam tangki sprayer , tugasnya pagi ini adalah menyemprot hama wereng yang menyerang hampir seluruh padi disawah desanya .
Alisa mencuci kakinya terlebih dahulu, Alisa baru saja menyelesaikan satu petak sawah, tinggal satu lagi setelah itu dia akan berangkat kesekolah .
Beratnya tangki tidak membuat langkah Alisa goyah, Alisa akan bekerja apa saja asal bisa menghasilkan uang, walaupun pekerjaan berat sekalipun.
Alisa menutup mulut dan hidungnya menggunakan masker, dan mulai meracik dosis obat hama wereng kedalam tangki.
Alisa harus menyemprot hama wereng padi di waktu matahari sebelum terbit, jika sudah terbit matahari dan udara sudah panas, maka hama wereng akan turun ke pangkal padi dan itu bisa membuat semprotan racunnya tidak bisa menjangkau wereng yang sudah bersembunyi. Hama wereng akan memakan pucuk padi atau cikal bakal biji padi. Bisa dibayangkan jika tidak di semprot maka akan mengakibatkan gagal panen .
__ADS_1
Ketika ingin mengangkat dan mengendong tangki dipunggungnya, pandangannya tidak sengaja melihat kearah Batu besar ditengah sungai, seperti ada siluet sesuatu.
Alisa memperjelas dengan senter dikepalanya.
Alisa terkejut, segera meletakkan kembali tangkinya diatas batu dipinggir sungai .
Alisa mengarungi sungai yang airnya sebatas pahanya . Tidak terlalu dalam namun sedikit susah melewatinya .
''Ya ampun ! Apakah dia masih hidup atau sudah jadi mayat ? '' ucap Alisa
Alisa membalikkan tubuh Dewa . Wajahnya sedikit membiru karena dinginnya air sungai . Alisa memeriksa nadi dan detak jantung. Gemircik air sungai menambah suasana menjadi lebih dramastis.
''Masih berdegup, berarti dia masih hidup ! '' gumam Alisa . Alisa dengan tenang menarik Dewa ke atas batu besar itu untuk memberikan pertolongan pertama, Alisa mulai memomba tubuh Dewa seperti yang dipelajarinya saat disekolah . Namun tidak ada respon . ''Apa aku kurang kencang mompanya ? '' gumam Alisa.
Alisa melemparkan sembarang pandangan . Melihat apakah ada orang di sawah atau disungai hendak meminta tolong. Karena terlalu sulit jika dia mengangkat tubuh Dewa seorang diri ke tepian sungai, yang ada tubuh kecilnya ikut terseret arus .
Alisa menyalakan senter lampunya ke langit dan membuat mode kedip. Tak lama kemudian 2 orang desa datang menghampirinya.
''Siapa disana ? '' teriak Pak Wawan .
'' Pak! Ini Alisa, tolong pak ada orang hanyut .''
Teriak Alisa .
Mereka berdua lekas turun ke sungai untuk melihat Lebih dekat, setelah meletakkan cangkul dan sabit di tepian sungai .
''Mayat bukan ? '' tanya Pak Andi
''Ihh bukan pak, masih degup jantungnya ini '' teriak Alisa
Kemudian pak Wawan memeriksa Dewa. Pak wawan merasakan nadi Dewa masih berdenyut lemah seperti kata Alisa .
''Yuk kita angkat '' ajak Pak Wawan .
Kemudian Pak Wawan dan Pak Andi memopong tubuh Dewa ketepian sungai .
''Pak tolong bawa ke puskesmas ya ! '' ucap Alisa .
Kemudian Pak Andi mengambil becak dirumahnya , agar Alisa bisa ikut serta. Setelah itu mereka pergi ke puskesmas yang berjarak 4 kilometer dari tempat kejadian.
__ADS_1