Aku Yang Selalu Salah Di Matamu

Aku Yang Selalu Salah Di Matamu
part 9 hamil lagi


__ADS_3

"Selamat ya bu, ibu sekarang hamil." kata dokter.


"Ini sudah memasuki minggu ke lima belas lo. Masa ibu gak merasa apa pun."


Aku pun terkejut. Kok aku hamil, padahal aku kan selalu meminum pil KB. Tapi Bagas hanya bisa tersenyum kecut.


"Apa dok,, sudah memasuki minggu ke lima belas?"


"Iya. Emang kenapa bu?"


"Bisa hamil ya dok walau tiap hari minum pil KB?"


"Bisa kok. Mungkin ibu pernah kelupaan minum pil KB nya"


"Ya Allah,, Engkau percayakan lagi seorang malaikat kecil bersemayam di rahim hamba" gumam ku.


"Apa yang harus hamba lakukan dengan keadaan seperti ini ya Allah. Berikan lah hamba kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi ujian yang Engkau berikan" doa ku dalam hati.


Melihat aku terbengong, Bagas segera mencolek ku. Aku pun terkejut.


"Oh iya dok, bayi nya sehat aja kan."


"Alhamdulillah, bayinya sehat."


"Terakhir ibu menstruasi nya kapan?"


"Tiap bulan masih menstruasi dok, makanya saya bingung kok bisa hamil."


"Tapi kenyataan nya ibu hamil lima belas minggu."


"Tanggal penapsiran lahir sekitar tanggal tujuh belas maret"


"Baik dok, terima kasih banyak. Kami permisi dulu" aku pun menyalami dokter cantik itu. Begitupun dengan Bagas.


Lalu dokter cantik itu mencubit gemes pipi Galang sambil berkata


"Bentar lagi punya dede bayi. Senang gak?"


"Yeeeeaaayyy,,, Galang bakal punya dede bayi" begitu girang nya Galang mendengar apa yang di katakan dokter.


Berbeda dengan Bagas, dia hanya mesem-mesem kecut.


Sesampai di rumah, Bagas agak sedikit sewot.


"Kenapa sih bisa hamil? Keadaan masih begini juga."


"Ya Allah,,, yah. Bunda pun gak tau."


"Itu tanda nya Allah masih memberikan kita rezeki berubah anak. Bersyukur lah dengan pemberian-Nya."

__ADS_1


"Masih banyak di luar sana yang mengingin kan anak, tapi mereka belum di percaya."


"Mungkin juga anak akan membawa perubahan dalam hidup kita. Supaya ayah bisa sadar."


Bagas melirik ku dengan marah.


"Apa maksud mu?"


"Gak yah, koreksi diri aja. Malas berdebat"


Aku pun segera berlalu menuju dapur dan segera menyiap kan makan malam.


"Hanya ini buat makan malam? Cuma ada telor dadar dan kecap." tanya nya.


"Iya yah. Uang nya kan harus di irit biar cukup."


"Gak selera. Aku mau ke tempat indra saja."


Indra adalah teman Bagas sewaktu sekolah dulu.


Sebelum Bagas keluar, dia sempat berbisik kepada ku.


"Kalau anak yang kau lahirkan nanti laki-laki lagi, aku gak akan menerima nya. Aku mau nya anak perempuan"


"Astagfirullah." aku hanya bisa beristigfar.


Saat sedang memberi makan Galang, gawaiku berbunyi.


Tiingg.. Ada seseorang mengirim pesan di aplikasi hijau ku. Ku lihat dari nomor nya berkode plus sembilan tujuh satu.


"Hmm,, dari siapa ya. Perasaan gak punya teman dari luar negara"


Segera ku buka aplikasi hijau itu.


[Assalamualaikum. How are you?]


[Waalaikum salam. Who are you?]


Aku pun segera melihat profilnya. Tapi sayang profilnya gak memakai gambar.


Tak berapa lama pesan pun terbalas.


[Im your friends]


[Whos? If you not telling me, i will blocked of you.]


Aku mencoba untuk berbahasa inggris, walau ku tahu itu tak sempurna.


Lama ku tunggu, gak ada jawaban dari orang tersebut. Saat aku ingin memblokir nomor tersebut, masuk lah satu pesan.

__ADS_1


[Im your friend Dina. U not know me?]


Aku pun makin penasaran. Kok dia tau nama ku.


[Ok, i will blocked you, bye.]


[Wait.] dia segera membalas pesan ku.


[Im Merwais, Dina. Sorry, just kidding]


Setelah ku tau itu dari Merwais, tanpa sadar aku meloncat kegirangan seperti anak kecil.


[Ya ampun, Wais. Jahat deh kamu ngerjain aku] dengan emo nangis.


[Maaf Dina, baru sekarang bisa menghubungimu] dengan emo tangan yang di tangkup.


[Aku merasa sendirian Wais. Gak ada lagi teman untuk curhat yang mengerti akan diriku]


[Kamu kan masih punya keluarga, Dina. Kamu bisa curhat sama mereka]


[Percuma aku cerita ke mereka, kalau akhirnya harus tetap menuruti apa kata kak Wira]


[Aku tetap harus bertahan walau dalam keadaan apa pun]


[Sabar ya, terus berdoa pada Allah. Meminta kekuatan dan kesabaran. Allah tidak akan menguji hamba-Nya di luar batas kemampuan nya.]


[Kapan kamu akan ke kota ini?]


[Aku tidak bisa menentukan Dina. Pekerjaan ku masih banyak]


[Kamu tidak kangen aku Wais?]


[Setiap hari aku merindukan mu, Dina. Aku bisa melihat perkembangan mu hanya melalui akun sosmed milik mu]


Ada yang mengambang di sudut netra ku.


[Wais,, ada suatu hal penting yang ingin ku katakan]


[Apa itu Dina? Hal penting apa?]


[Aku hamil, Wais]


Tak ada balasan pesan dari sebrang sana.


Tapi ku lihat sudah contreng dua berwarna biru


yang tandanya sudah di baca.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2