
“Noir, Bangun!, Ini sudah pagi loh”
“Aira?”
Apa aku ketiduran? Aku memang tidak butuh tidur, Tapi aku masih bisa tidur. Mungkin aku terlalu bosan saat menunggu matahari terbit
“Segera persiapkan dirimu, kita akan berangkat”
“Aku sudah selesai berkemas, Ayo berangkat!”
**********
Kami sudah berjalan sekitar 20 menit, dan dinding nya sudah terlihat dari balik pepohonan, dengan ini kami akan segera tiba.
Aku penasaran seperti apa wilayah yang dikuasai orang tuaku! Kuharap dia tidak mengenaliku jika kami berpapasan.
“Kita sudah sampai di gerbang! Tapi, bagaimana caraku membawa mu?”
Sebelum masuk gerbang ada pemeriksaan! Orang yang tidak punya kartu identitas sepertiku tidak akan bisa masuk.
jika tidak bisa masuk lewat gerbang, tinggal melompati dindingnya. Ya, cara ini cukup mudah!
“Aku tidak akan lewat gerbang, kamu masuk saja dulu dan tunggu aku didalam. Aku akan menemuimu nanti”
“Bagaimana caramu masuk?”
“Jangan pikirkan caraku, ini cara illegal yang cukup tabu!”
“Semoga berhasil dengan caramu, aku akan masuk lebih dulu”
__ADS_1
Aira langsung berlari ke arah penjaga gerbang. Melompati dindingnya akan sangat mudah, tapi bagaimana caraku menembus pelindung sihir yang dipasang pahlawan di kota ini?.
Yeah, Aku sudah menemukan cara untuk menembusnya, aku memang jenius!
Pertama, aku akan melompat keatas dinding
Kedua, roh pemangsa akan membuka celah di pelindung, tanpa merusak pelindungnya. akan sangat merepotkan jika keamanan kota ditingkatkan karna perisainya mengalami sedikit kerusakan.
Ketiga, aku tinggal masuk melewati celah dan menemui airaa.
Tapi, para penjaga di bawah dinding bagian dalam ini sedikit membuatku kesulitan. Aku harus hati hati agar tidak ketahuan oleh mereka.
Melompat kebawah lalu bersembunyi dibalik tempat sampah. Berjalan melewati gang kecil untuk menghidari para penjaga.
Tapi, para penjaga sialan ini ada dimana mana! Membunuh mereka tidak akan menyelesaikan masalah.
********
Setelah sekian lama, akhirnya aku berhasil melewati para penjaga itu. Sekarang tinggal mencari dimana Aira menunggu
Mencarinya akan membuang buang waktu, dan itu akan membuat mental ku kelelahan. Aku akan bertanya kepada gadia serigala itu.
Tunggu, ada gadis serigala lain di kota manusia ini? Kukira hanya aira! Terserah lah, itu tidak penting
“Permisi nona, apakah anda melihat seekor gadis serigala dengan rambut perak dan garis dimatanya?”
“Gadis serigala yang kamu maksud itu, apakah itu Aira?”
“Apa kamu mengenalnya nona?”
__ADS_1
“Tentu, hubungan kami cukup dekat”
Yaa wajar saja bagi sesama serigala jika mereka saling kenal. Tapi, apa apaan maksudnya jika mereka cukup dekat.
Otak bayiku sedang membayangkan maksud dari perkataanya “kami cukup dekat” yang dia katakan tadi
Apa yang dia maksud cukup dekat seperti ini?
Entah kenapa aku merasa iri.
“Apa anda tau dimana dia sekarang?”
“Dia ditugaskan untuk meneliti pergerakan monster dihutan, aku belum bertemu dia semenjak dia pergi keluar dinding”
Itukah alasan aira berada diluar gerbang? itu masuk akal sih.
“Kami bertemu dihutan kemarin, dan kami selalu bersama sejak saat itu! Tapi, kami terpisah saat memasuki gerbang”
“Aira sudah kembali?”
“Iya”
“kalau begitu, ayo pergi. Aku akan membantumu mencarinya”
“Terima kasih, karna anda mau membantuku nona”
“Tidak perlu formal gitu, dasar bocah!”
Bocah? Gadis sialan ini memanggilku bocah? apa semua manusia serigala seperti mereka? sangat menjengkelkan!
Dia terasa sangat mirip dengan Aira. Siapa sebenarnya gadis serigala ini!?
__ADS_1